NovelToon NovelToon
Petualangan Zhang Xiuhan

Petualangan Zhang Xiuhan

Status: tamat
Genre:Fantasi / Petualangan / TimeTravel / Fantasi Timur
Popularitas:4.9M
Nilai: 4.8
Nama Author: Hashirama Senju

Sebuah pusaka terlarang melemparkan seorang pemuda ke dalam dimensi waktu yang berbeda. Pemuda tersebut adalah Zhang Xiuhan, seorang tokoh penting dalam peperangan besar antar dua kekaisaran. Zhang Xiuhan terjerembab ke dalam lorong waktu dan membawanya pada sebuah kehidupan baru yang sangat asing dan liar. Ia harus kembali ke masa di mana seharusnya dia berada karena sebuah peperangan masih menunggu kedatangannya, tetapi masa lalu ternyata menunjukkan sebuah fakta yang membuatnya terbelalak. Ia pun mencari tahu sebanyak mungkin tentang masa lalu sebagai bekal untuk kembali ke masa sekarang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hashirama Senju, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch 20_ Hadiah untuk Patriark Bao Li

"Jika Patriark Bao Li melihat ini semua, aku tidak bisa membayangkan berapa banyak dan siapa saja yang akan dipegal kepalanya," kata salah seorang peneliti yang terdengar pasrah sambil menggelengkan kepala, sangat hafal dengan kebiasaan sang atasan yang kerap menghukum bawahannya dengan cara demikian.

Ketiga peneliti itu masih berdiri mematung menatap sel tahanan yang sudah kosong tanpa ada seorang pun di dalamnya.

"Jangan-jangan dua penjaga yang ada di depan tadi tidak sedang tidur, tetapi mereka... "

Tiga peneliti langsung berlari menghampiri dua penjaga yang tadi mereka lewati sambil menahan tawa.

Dan dugaan mereka tampaknya tidak meleset. Dua penjaga itu masih dalam posisi yang sama persis seperti tadi, tengkurap. Mereka pun segera memastikan keadaan dua penjaga.

"Benar, dia sudah tewas."

"Dia juga sudah tewas."

"Bagaimana ini? Apa yang harus kita lakukan sekarang?"

***

Zhang Xiuhan memasuki laboratorium setelah memastikan tidak ada lagi tahanan istimewa yang ditahan di ruangan khusus seperti Zhillin. Ia membuat api kecil di tangannya untuk memberi sedikit terang dalam gelap gulita, tanpa harus menyalakan lampu sehingga tidak menimbulkan kecurigaan orang-orang.

Dalam sinar temaram itu, Zhang Xiuhan menelan ludah berkali-kali, juga memalingkan wajah berulangkali. Penyebabnya adalah banyaknya organ tubuh manusia; ginjal, jantung, paru-paru, hati, mata, otak, dan sebagainya. Yang kesemuanya berhasil membuat perut Zhang Xiuhan mual jika harus melihatnya terlalu lama. Bukan karena jijik, melainkan karena tidak tega membayangkan rasa sakit yang mesti dialami pemiliknya sebelum bagian-bagian tubuh itu diambil.

Saat berjalan sambil terus mengawasi sekeliling, pandangan Zhang Xiuhan terhenti pada sebuah benda yang mirip peti mayat, yang berjejer sejumlah lima buah. Itu mengingatkannya pada 'tabung hangat' yang pernah sangat dibutuhkan Zhillin untuk membantu melewati saat-saat kritis.

"Aku harus melihat isinya."

Zhang Xiuhan membuka lima tabung tersebut untuk memastikan tidak ada tahanan yang tertinggal. Sebetulnya biasanya dibutuhkan tenaga dua sampai tiga orang untuk membuka tabung hangat. Namun, Zhang Xiuhan mampu melakukan hal itu sendirian dengan sangat mudah, tidak terlihat kesusahan sama sekali.

Lelaki itu tersenyum saat tidak ada satu pun orang di dalamnya. Lantas Zhang Xiuhan mempercepat pencariannya karena keributan mulai sayup-sayup terdengar. Telah banyak orang yang terbangun karena kerusuhan yang ia lakukan di ruang bawah tanah.

Para penghuni Jin Quo terdengar sangat panik dan merasa terancam atas musibah yang terjadi di kediaman mereka. Sama seperti yang dirasakan tiga peneliti yang menyusup ke ruang tahanan, mereka semua juga khawatir jika kepala merekalah yang akan terpenggal.

"Syukurlah, tidak ada. Mereka masih punya akal ternyata."

Zhang Xiuhan tersenyum karena setelah mencari dengan teliti tidak menemukan satu orang pun yang menjadi kelinci percobaan, yang ditinggal di dalam laboratorium.

"Sekarang saatnya memberikan hadiah untuk Patriark Bao Li."

Zhang Xiuhan yang masih belum memadamkan api di tangannya, kini membuat nyala apinya menjadi semakin besar. Api itu terus menjalar hingga kini seluruh tubuhnya diselimuti api.

Zhang Xiuhan tersenyum ketika peralatan penelitian yang ia sentuh menjadi terbakar. Ia menarik napas sangat panjang hingga dadanya terangkat. Lalu, menahannya beberapa saat.

Dan wuuuush...!

 

Api yang amat sangat besar keluar dari mulut Zhang Xiuhan bersama dengan hembusan napasnya. Ia mengulangi hal itu beberapa kali. Kemudian menyemburkan api ke banyak titik di laboratorium.

Zhang Xiuhan segera keluar dari dalam laboratorium. Ia duduk di sebuah pohon besar yang tumbuh di area Jin Quo untuk menikmati suara-suara kecemasan para penghuninya.

Tidak butuh waktu lama bagi api yang dibuat Zhang Xiuhan untuk melalap laboratorium. Api semakin cepat membesar lantaran angin yang berhembus sebelum fajar muncul, begitu kencang. Seolah ingin membantu melenyapkan pusat penyiksaan manusia di Haidong itu.

"Api, api! Kebakaran! Ada kebakaran!" teriak seorang peneliti yang melihat api menyala di hampir seluruh laboratorium disertai kepulan asap hitam tebal.

Satu suara itu mengalihkan perhatian banyak orang. Orang-orang yang semula berkerumun yang ingin melihat ruang bawah tanah, kini berhamburan keluar dan memindahkan pandangan mereka pada laboratorium yang terbakar. Seketika itu pula suasana Jin Quo yang sudah gaduh menjadi semakin kacau.

Suara langkah kaki yang berburu terdengar jelas. Orang-orang berlari lalu-lalang kesana kemari membawa ember air untuk diguyurkan ke api. Para penghuni Jin Quo itu tetap menyiramkan air, meski puluhan ember air yang mereka gunakan seperti tidak menunjukkan efek yang berarti.

"Cepat pergi ke markas Fengbao dan katakan apa yang terjadi di sini!" ujar kepala penjaga yang telah terbangun dari tidur nyenyaknya.

"Tapi Tuan, bagaimana jika Patriark Bao Li murka setelah mengetahui semuanya?"

"Cepat atau lambat hal itu pasti akan terjadi. Yang terpenting sekarang, kita harus segera memadamkan api ini sebelum merembet ke bangunan lainnya."

Suara kepala penjaga berteriak dengan napas berburu. Lelaki itu sudah sangat yakin jika apapun yang terjadi, kepalanya akan menjadi yang pertama kali untuk dipenggal. Tapi ia tidak mau rasa ingin menyelamatkan dirinya membuat akal sehatnya tidak bekerja sehingga lari dari tanggung jawab.

Walaupun kepala penjaga tidak terlibat dalam semua kekacauan yang terjadi di Jin Quo, tapi ia merasa bersalah sebab telah lalai dalam menjalankan tugasnya menjaga tempat itu.

"Semoga ini akan menjadi hadiah tak terlupakan untukmu, Patriark Bao Li."

Zhang Xiuhan menyebut nama kepala desa Haidong itu dengan penuh dendam. Padahal ia belum pernah sekalipun bertemu dengan Patriark Bao Li.

Zhang Xiuhan lantas bergerak cepat menuju gudang penyimpanan obat dan racun yang letaknya di tengah-tengah Jin Quo, berdampingan dengan ruangan khusus untuk Patriark Bao Li.

Memang benar, lelaki itu berniat untuk memberikan bonus hadiah kepada Patriark Bao Li dan organisasi Fengbao, dengan cara melenyapkan gudang berharga itu.

Zhang Xiuhan menebak jika organisasi hitam itu akan mengalami kerugian yang sangat besar jika gudang penyimpanan itu sampai hangus terbakar.

Kini Zhang Xiuhan yang berdiri di gedung sekitar gudang penyimpanan obat dan racun, memandang bangunan yang hendak ia lenyapkan sembari memasang senyum menyeringai.

Lelaki itu lantas bersiap untuk membuat api yang besar pula. Ia menarik napas panjang dan menahannya beberapa saat.

"Tidak, aku tidak boleh melakukan ini."

Zhang Xiuhan yang telah menggembungkan kedua pipinya, menelan kembali udara yang akan ia hembuskan bersama api. Lalu mengeluarkan udara melalui hidungnya.

Ia hampir saja mengancam keselamatan banyak orang yang mungkin selama ini sudah menggantungkan hidupnya pada obat-obatan yang tersimpan di dalam gudang tersebut.

 

Zhang Xiuhan menghembuskan napas berat, merasa lega karena bisa mengendalikan amarah dan dendamnya pada Patriark Bao Li, Fengbao, dan Jin Quo. 

Sebagai pembuat sekaligus penyuplai obat, kiprah Jin Quo tidak hanya diakui di Haidong. Obat buatan mereka juga dikirim ke berbagai kota, bahkan ke negara lain juga. Itu sebabnya, jika gudang penyimpanan itu lenyap, maka sangat mungkin akan menyusahkan banyak orang yang tidak bersalah.

"Jika bukan demi nyawa orang lain, pasti aku tidak akan menyisakan satu pun obat dan racun yang kalian buat dengan mengorbankan banyak jeritan, tangisan, juga nyawa manusia," tutur Zhang Xiuhan dalam batin sebelum pergi meninggalkan Haidong.

 

\=\=\=\=

Menurut kalian, Patriark Bao Li ini nanti bakal masuk surga apa neraka ya? Dosanya besar, jasanya juga besar🙄🙄

1
Dedi Mulyadi
Luar biasa
Yurika23
aku mampir ya kak ipus...suka bgt baca novel ka ipus ...
support novelku juga ya kak...mohon kritik dan sarannya....
M. Syafri
Lumayan
Ivan Sumampouw
koq ga menyerang balik ke kaisar ming 🫤
Munawir
Luar biasa
Abu Fadhila
Perbeda'an karakteristik antara penulis Novel Laki² & Perempuan, jika penulis novel seorang laki², biasanya cenderung membuat MC memiliki lebih dari satu pasangan, karna memang hal tersebut termasuk sifat dasar seorang laki², sedangkan jika penulis Novelnya seorang perempuan lebih cenderung membuat MC nya setia pada satu pasangan, karna sifat dasar seorang perempuan tdk mau berbagi (perempuan mana juga yg mau dimadu), tp dlm alur ceritanya jg kebanyakan Intrik, cinta bertepuk sebelah tangan, cita segi tiga dll. dlm alur cerita biasanya "sedikit dialog tp penjelasan sangat panjang.

Ini hanya sebatas pendapat saya sendiri, jd tdk perlu terlalu ditanggapi 🤣🤣🤣
Abu Fadhila
Benar² luar biasa, jika di'ibaratkan pepatah; "Sedikit bicara banyak bekerja", ini sungguh Novel yg sangat unik, utk satu kata; "Sial", penjelasannya hampir seperempat Bab, jadi pribahasanya; "Satu dialog seribu penjelasan". mantap👍🤣
Muhammad Kussairi
Luarbiasa dan Terimakasih untuk Nopel PPN dan PZX
Kuma Bear
Luar biasa
@gus j
gak besa di percepat
@gus j
iklannya terlalu memaksa
Mulyoto
bagusss
Khairul Azman Abdul Kahar
sebuah karya yg menarik utk dibaca
⚔️Perusuh⚔️
Cerita kultivator ngelantur jadi cerita roman picisan....
⚔️Perusuh⚔️
Pergi ke masalalu, kok ada kisah lain di ceritakan? Aneh sekali ceritanya....
⚔️Perusuh⚔️
Di cerita sebelumnya di akhir2nya cerita ini sudah di tulis sampe beberapa Chapter, terus kenapa di ulang2 lagi di sini??
Omang Q
/Good//Good/
Omang Q
👍👍
Wanta Ru
Biasa
Muh Ismar Tahsan
Mantap
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!