perjuangan seorang gadis yang merantau ke kota,dan hampir di lecehkan oleh pacar sendiri,hingga akhirnya dia di selamatkan oleh seorang pemuda. apakah meraka bisa menjalin kasih?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DP aja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab21
Ketika jam 3 pagi dani terbangun,tanpa membangunkan asri dani pergi mandi ketika akan membuat teh asri nyusul kedapur dan memeluk dari belakang.
"Mas bikin apa?mas udah mandi?kok tidak bangunin aku?" tanya Asri sambil bibirnya cemberut
Dani yang sedikit tersentak arena di peluk dari belakang, tapi sedetik kemudian bibirnya tersenyum, hal inilah yang membuat Dani semakin sayang kepada istrinya, karena dia mulai manja dan posesif kepada dirinya.
"Tadi mas bangun kamu masih pulas sayang, trus mas mandi,ini bikin teh buat sahur." jawab Dani sambil menunjukkan segelas teh kepada istrinya.
Mendengar hal itu Asri sontak tersentak,dia sungguh kagum kepada suaminya itu, karena begitu sempurna menurut penilaiannya.
"Mas mau puasa? tunggu. Bentar aku mau mandi dulu." sahut asri langsung mandi,dan setelah mandi lalu memanaskan lauk sisa semalam buat sahur,dan mereka sahur bareng.
"Mas. mas sering puasa sunah ya? Sungguh tipe suami idaman buat imam." sahut asri sesudah sahur.
Dani tersenyum menatap ke arah istrinya.
"Iya sayang,mas biasa senin kamis,cuma lowong minggu kemarin,soalnya pas senin kemarin mas bangun kesiangan. kamu mau puasa juga sayang?" tanya Dani kepada istrinya.
Asri langsung mengangguk, dia tampak tersenyum malu kepada suaminya.
"Iya mas,aku mau mulai ikut mas puasa sunah,ya malu juga sama mas,biar perlahan mudah mudahan bisa istiqomah.amin." jawab Asri dan di amini keduanya.
Tanpa di sadari mereka bu sumi sudah berada dibelakang mereka dengan menahan senyum.
"Apa kalian kelaparan?belum juga subuh sudah makan?" sapa bu sumi sambil menggoda anak dan menantunya karna melihat rambut keduanya masih basah.
Keduanya tampak terkaget, karena dari belakang mendengar suara bu Sumi, fdan benar saja ketika mereka menengok ke belakang, di sana sudah ada bu Sumi tersenyum sambil menaikkan alisnya.
"Eh ibuk, ini buk menemani mas dani sahur,soalnya mau puasa sunah." jawab Asri dengan malu malu.
"Iya buk,maaf ini pagi pagi udah rusuh di dapur." jawab dani sungkan karena kepergok mertua.
Ndak apa apa nak dani,wah memang beda ya ustad ama bukan,noh yang bukan ustad masih ngiler,kamu juga puasa sri?" ucap bu Sumi sambil bertanya kepada anak perempuannya dan menunjuk arah kamar anak laki lakinya.
"Insya allah buk,ini baru mulai mudah mudahan istiqomah."
"Yaudah buk saya ke kamar dulu." pamit dani dan di angguki asri dan bu sumi.tak lama adzan subuh pun berkumandang,seperti biasa pak arjo,rizal dan dani jamaah ke masjid.
*****
Di bengkel seker garage,sekarang yang bertanggung jawab sementara parjo,dan dia lebih disiplin tapi santai,suasana bengkel lebih nyaman saat bekerja,tetapi tidak dengan bagian admin,meli selalu uring uringan kerika mendengar kabar bahwa dani bos mereka sudah menikah,meli merasa kesempatannya mendapatkan dani sudah pupus,tapi bukan meli kalau tidak memaksa.
"Ah,sial sial sial.apa sih kehebatan tu cewek?kok mas dani mau sama dia?" umpat meli.
"Udah mel do'i udah merit,jadi lo udah ndak punya kesempatan lagi." sahut mita.
"Iya mel mending lo muf on,cari cowok lain aja." sahut fani.
"Sebenernya masih bisa mel,lo deketin dani,trus lo paksa dani ninggalin tu perempuan." saut nia
"Do'i itu spek dewa gitu,ganteng kaya.mau cari kayak apa coba?betul kata lo nia.gue tetep mau deketi dani,ndak papa duda. duda jadi lah,kalau dudanya kayak si dani mah." jawab meli bersemangat.
"Okelah semangat mel smangat jadi pelakor." sahut Nia.
"Sialan, lo pikir gue pelakor?yang ada tu cewek yang ngerebut cemceman gue." jawab meli tak terima.
Sedangkan di tempat berbeda lutfi dan pak bowo menemui salah satu temannya,mereka meminta bantuan untuk menghancurkan dani.
"Tenang aja,maksut kamu dani anak pradipta kan? kalau untuk menghancurkan dani sendiri aku tidak mampu,perusahaanya jauh di atasku,bahkan jika dia ingin menghancurkan ku hanya butuh hitungan jam,aku pasti hancur.tapi kamu ndak usah takut wo,anakku yang akan mendekati dani dan mengambil semuanya, dulu dani sangat mencintai anakku jadi buat cristin tidak sulit untuk mendekatinya,setelah itu kita ambil semuanya seperti dulu aku menghancurkan pradipta ayahnya." seringai licik pak andreas papanya cristin.ya pak bowo dan lutfi menemui teman pak bowo yang bernama andreas tidak lain papanya cristin.
"Iya,aku sangat dendam sama anak itu,sial semua di ambil dariku,padahal aku sudah mengelola bengkel itu lebih 5th,lalu di jual kakak iparku dan di beli dani,tapi kan aku yang membesarkan 5th terakhir masak main pecat aja." gerutu pak Bowo tak terima ketika di pecat dari bengkel.
"Iya om,memang si dani itu kurang ajar dia." sahut lutfi.
ketiganya mengobrol sampai beberapa saat,dan obrolan mereka berhenti saat seorang wanita cantik,seksi dan modis,dengan baju kurang bahan masuk dan menyapa psk andrean.
"Pagi pa! Pa cristin pagi ini mau nemuin dani,aku udah dapat alamat kantornya." sapa cristin ke pak andreas.
"Oke sayang,kamu hati hati,oiya kenalin ini temen papa dulu namanya pak bowo,dan sebelahnya putranya namanya lutfi." terang pak andreas ke anaknya mengenalkan temannya
"Pagi om,lutfi,aku cristin,yaudah pa,aku berangkat ya,mari om,lutfi." pamit cristin ke mereka bertiga.pagi ini cristin rencananya mau menemui dani ke kantornya yang alamatnya sudah dia dapat dari anak buah papanya.
"Pagi ini gue mau mulai aksi gue menyongsong masa depan,kalau dulu lo ngejar gue dan,sekarang gue yang akan ngejar lo,kalau tau lo sekarang akan kaya raya,mending gue dulu bertahan ama lo dan,persetan ama papa." monolog cristin.
******
Sedangkan di kantor dani giyo masih berkutat dengan berkasnya,giyo sudah biasa,karena dani lebih sering keliling ke perusahaannya yang lain.sampai bunyi telfon di meja menyita perhatiannya.
"Halo pagi! ada apa ria?" jawab giyo yang tahu kalau yang telfon adalah sekertarisnya
"Pagi pak,maaf di luar ada wanita yang mengaku calon istri pak dani,namanya cristin,apa benar calon istri pak dani bernama cristin,sebab setahu kami pak dani sudah menikah sabtu kemarin." jelas ria.
"Orangnya dimana?apa masih di loby?kalau iya suruh satpam usir saja,dan memang benar pak dani sudah nikah. Kemarin sabtu,nama istrinya bu asri lastari,orangnya berhijab,infokan ke semuanya." ucap Giyo yang memerintahkan sekertarisnya dengan dingin.
"Baik pak akan saya sampaikan." jawab ria.
Dan di loby cristin masih menunggu,setelah resepsionis menerima telfon lalu memanggil cristin.
"Maaf mbak cristin." panggil resepsionis dan cristin langsung melotot marah karna resepsionis tersebut hanya memanggil mbak cristin bukan nona atau nyonya,secara dia adalah calon istri bos mereka.
"Apa lo bilang! Lo udah bosen kerja apa? Berani beraninya lo panggil gue mbak,emang gue mbak lo apa? Awas kalau gue udah nikah sama dani,lo orang pertama yang gue pecat." bentak Cristin kepada resepsionis tersebut, karena memanggilnya dengan mbak.
"Maaf mbak, setahu kami pak dani tidak punya calon istri,se_____" ucapan resepsionis itu langsung di potong cristin
"Apa! Berani lo hah? Gue ini calon istri dani,nona cristin." sahut cristin dengan angkuh.
"Maaf nona cristin,tapi memang benar,bahwa pak dani sudah menikah kemarin sabtu bersama nona asri." jelas sang resepsionis,lalu resepsionis tersebut menghubungi satpam.
"Tidak mungkin! Dani tidak mungkin nikah selain sama gue,pasti ini akal akalan kalian kan? Jawab! Belum tau gue lo pada ya?" bentak Cristin dengan berkacak pinggang dan melotot ke arah resepsionis di depannya.
"Tau nona, nona kan nona cristin yang ngaku calon istri pak dani,padahal pak dani udah nikah." jawab resepsionis yang lain dan semua pada nahan ketawa.
"Heh dasar kurang ajar! Eh mau apa kalian,lepas ngak! Awas lepas." teriak cristin yang di bawa keluar oleh satpam.
Di dalam mobil cristin masih emosi,"sial kenapa dani udah nikah! ndak bisa,pasti tu cewek cuman buat pelampiasan,karna cinta dani cuman buat gue,dani cuman milik gue,ndak ada seorangpun yang boleh miliki dani,gue harus temui dan dapetin dani lagi." monolog cristin,lalu dia menjalankan mobilnya meninggalkan kantor dani.
Sedangkan giyo menatap layar leptop yang menampakkan cctv di loby dengan senyum miring lalu mengirim rekaman itu ke dani."lo udah tepat dapat asri,daripada perempuan modelan begini." Monolog giyo.