NovelToon NovelToon
KAMU DAN WASIAT YANG KAU GENGGAM

KAMU DAN WASIAT YANG KAU GENGGAM

Status: tamat
Genre:Poligami / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:184.8k
Nilai: 5
Nama Author: 𝐈𝐩𝐞𝐫'𝐒

"Tolong mas, jelaskan padaku tentang apa yang kamu lakukan tadi pada Sophi!" Renata berdiri menatap Fauzan dengan sorot dingin dan menuntut. Dadanya bergemuruh ngilu, saat sekelebat bayangan suaminya yang tengah memeluk Sophi dari belakang dengan mesra kembali menari-nari di kepalanya.

"Baiklah kalau tidak mau bicara, biar aku saja yang mencari tahu dengan caraku sendiri!" Seru Renata dengan sorot mata dingin. Keterdiaman Fauzan adalah sebuah jawaban, kalau antara suaminya dengan Sophia ada sesuatu yang telah terjadi tanpa sepengetahuannya.

Apa yang telah terjadi antara Fauzan dan Sophia?

Ikuti kisahnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝐈𝐩𝐞𝐫'𝐒, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 21

Pagi menjelang siang saat jarum pendek sang penunjuk waktu berada di angka sepuluh sebuah pesan masuk di ponsel Renata. Membuat sang empunya yang tengah membersihkan lantai kamar segera mengambil benda pintar tersebut.

Sebuah foto sang suami yang tengah duduk didalam mobil dilengkapi keterangan terpampang jelas di layar ponselnya.

"Sayang mas sudah di mobil ini lagi on the way ke kantor, maaf telat ngabarin. Kamu lagi apa sekarang?"

"Alhamdulillah kalau sudah sampai, aku lagi beresin kamar. Ibu ada menghubungi mas enggak? tadi nelepon aku nanyain mas kenapa nomor nya enggak aktif."

"Ada tadi ke nomor kerja pas masih di Soetta, mas sudah bilang ke ibu mas akan bicarakan dulu sama kamu. Jadi enggak usah dipikirkan meskipun lusa habis dari sini mas langsung ke Bandung, mas tidak akan ambil keputusan tanpa persetujuan mu sayang. Sudah dulu ya, sebentar lagi sampai mungkin habis itu mas off hp mau prepare meeting. Baik-baik disana sama ibu, doakan mas biar kerjaannya lancar dan bisa cepat pulang. Sudah rindu lagi ini."

"Iya mas juga baik-baik disana, jaga mata dan hati ya. Aku juga merindukan mas." Renata tatapi layar dengan senyum merekah, gelisah yang sedari tadi memenuhi dada seketika menguap entah kemana saat mengetahui suaminya sudah berada di Surabaya dengan selamat. Kata-kata manis sang suami yang merindu bak obat penenang tanpa dosis yang membuatnya seperti menemukan oase di tengah gurun pasir.

.

.

.

Fauzan turun dari mobil, ia tatapi bangunan tinggi nan megah dihadapannya itu yang sudah hampir satu tahun tidak ia datangi. Ada harapan, bangga dan sedikit nervous mengganggu kepercayaan dirinya mengingat kedatangannya kali ini adalah mewakili seorang Lukman. Saat tubuh tegapnya mulai melangkah masuk menuju pintu utama hawa sejuk langsung menyapa wajah dan tubuhnya kala pintu kaca nan besar terbuka otomatis.

Lobby terasa lengang hanya ada beberapa orang lalu lalang yang seketika menyambutnya dengan senyum dan jabat tangan saat kakinya menginjak marmer yang mengkilap.

"Selamat datang pak Fauzan, bapak langsung saja naik ke lantai tiga disana sudah ada pak Eko dan Mr. Hon sedang nunggu bapak."

"Pak Fauzan, mari!"

Fauzan berikan anggukan kepala pada sang receptionist yang mengarahkannya dengan ramah. Kemudian ia memutar leher mengarah pada suara seorang laki-laki yang memanggil namanya.

"Terimakasih banyak."

"Selamat datang kembali disini pak, lama ya tidak kesini?"

"Iya, saya hampir setahun tidak kesini semenjak memegang proyek yang di Bandung. Dan kebetulan hari ini saya ditugas untuk menggantikan pak Lukman."

Denting lift menyudahi percakapan keduanya, Fauzan ayunkan kaki mengikuti langkah Ferdy yang baru diketahuinya sebagai sekretaris pak Eko. Dalam kurun waktu yang hampir satu tahun tak mendatangi kantor cabang Surabaya banyak hal yang berubah membuatnya sedikit canggung sebab yang ia temui sekarang kebanyakan orang baru.

Dua jam berlalu, satu persatu para petinggi perusahaan yang mewakili cabang dari tiap kota keluar dari ruang meeting termasuk Fauzan. Raut puas terpancar dari wajahnya menyamarkan gurat lelah setelah perjalanan jalur udara dari ibukota ke Surabaya ditambah meeting yang menghabiskan waktu dua jam membuat pria berusia 30 tahun itu berencana langsung ke hotel untuk istirahat dan mengisi perut yang mulai terasa keroncongan. Meski saat meeting di sediakan snack, namun hanya mampu mengganjal selama acara itu berlangsung.

"Pak, antar saya langsung ke hotel saja sekarang." Pinta Fauzan pada sopir kantor yang sudah berjaga depan pintu lobby.

"Iya pak, mari!"

.

.

.

Fauzan melepas sepatu dan pakaian kerjanya, tubuh yang lelah dengan perut yang sudah kenyang membuatnya ingin segera merapatkan diri pada kasur empuk yang sedari tadi seakan melambai-lambai memanggilnya.

Ia merogoh ponsel bermaksud untuk memberi kabar pada sang istri, namun bersamaan dengan itu layar benda pintar itu lebih dulu menyala. Nama yang tertera dilayar membuatnya mengerutkan kedua alis. Sophie gumamnya, namun tak urung ia menggeser layar yang seketika menampakkan wajah Sophia, namun tak lama kemudian kamera beralih menampakkan wajah ibunya yang tengah bercanda dengan si kembar.

Seketika bibirnya pun melengkung membentuk senyuman kala melihat dua keponakan tersayangnya. "Hai, kesayangan papa lagi apa? Main ya sama Oma?" Panggilnya sembari membenahi duduknya diatas kasur.

"Zan, gimana kerjaanmu disana lancar?"

"Alhamdulillah Bu lancar semuanya, doakan ya besok Zan mau bertemu investor dari luar. Dan sorenya langsung pulang ke Bandung."

"Jadi benar yang dikatakan Rena kalau kamu langsung kesini?"

"Iya bu, sebenarnya jadwalnya hari ini ke Bandung tapi berhubung ada perubahan jadinya besok. Ibu mau dibawakan oleh-oleh apa dari sini?"

"Apa saja ibu terima dengan senang hati, tapi jangan lupa juga beliin si kembar dan Sophie juga ya. Lihat Zan, mereka senang sekali dengar suara kamu mungkin mereka menganggap kamu ayahnya."

"Bu..." Fauzan menghela napas, tak tega melihat reaksi sang ibu yang masih sering sedih kala mengingat Fajar.

"Sophie" Fauzan akhirnya memanggil Sophia hendak mengakhiri obrolannya sebab tak ingin melihat kesedihan sang ibu.

"Iya mas"

"Mas tutup dulu ya teleponnya, mau istirahat dulu mumpung masih siang soalnya nanti masih ada beberapa pekerjaan yang belum selesai. Kakak, Kia! Sudahan dulu ya sayang, sampai ketemu besok malam." Ucapnya diakhiri salam bersamaan dengan ponselnya yang satu lagi menyala, menampakkan nama sang istri di layarnya. Namun ia hanya memandangnya sekilas, bukan niat untuk mengabaikan namun mata tak bisa lagi diajak kompromi lelah dan kantuk telah menguasai raga.

Maaf sayang, mas ngantuk sekali, mas janji nanti akan telepon balik. Gumamnya sembari mengalihkan panggilan. Kedua ponselnya yang sudah ia ganti ke mode silent diletakkannya diatas nakas, lalu merebahkan tubuh melupakan janjinya yang tadi ia ucapkan pada sang istri akan menghubunginya setelah selesai meeting.

1
Marini Suhendar
d antara terharu😭dan ketawa😄
Iper: 😅😅😅😅😅
total 1 replies
Rina Arie
good
sunaryati jarum
Perempuan itu juga jadi pemimpin Opa, bahkan sering lebih disiplin
Aisyah Virendra
masyaa Allah akhirnya Novel ini benar² End 🥲 ga ada lagi Reson 🤏
tapiiii... Alhamdulillah ikut senang karena teteh akhirnya benar² menyelesaikan karyanya dsini 🥰 semoga akan hadir novel² teteh berikutnya yg ga kalah bagus dan inspiratif dr Reson ❤️
Aisyah Virendra: aseeeekkk aku tunggu lounchingnya dan jangan lupaaa toel akuuuu didapur ya teh 🤏
total 2 replies
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
🤧🤧🤧🤧🤧🤧
jadi ikutan sedih bacanya,,semoga kalian tetap Bersama kakek&nenek.
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾: sama sama mom 🥰
total 2 replies
ms. yati74
hatur tengkyuuu emak sudah di kasi hiburan dgn cerita yg keren ini Teeh....semoga Teeh imoet selalu sehat wal'afiat biar bisa terus berkarya dan beraktifitas

lopeee sekebon mawar Teeh imoet🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷
Iper: Aamiin Ya Rabbal'alamin, doa yang sama juga buat emak🤲🏻♥️
Terimakasih banyak sudah berkenan hadir dikarya recehku Mak, love love sekebon mawar🥰🥰🥰
total 1 replies
ms. yati74
hukuman buat shoppe pay dan oZan sangat elegan tapi menyedihkan buangeeeett...dan maaf yaa buat kalian ber2 emak ga simpati apa lagi sedih dan kasian...emak malah bahagiaaaaa🤣🤣🤣

(dosaloomaak🙈)
Iper: Maakk😅😅😅😅
total 1 replies
ms. yati74
Alhamdulillah kangen nya emak ke mantan dude dokter terobati😘
Aisyah Virendra
tetanggaku juga punya penyakit itu, alhamdulillah bisa sembuh, konsisten semangat sembuh Fauzan
Aisyah Virendra
🙄🙄🙄🙄🙄🙄
jangan bilang Shopia hamil anaknya Fauzan dan Fauzan sedang menikmati sindrom itu 🤨🤨🤨 ahhh jangan plis jangan karena akan semakin rumit dan ga akan bisa lepas dari Shopia 😒
Lee Mba Young
karma mu lah itu. jd nikmati saja. 🤣🤣.
gk kasian Aku ma Zan yg sakit biar saja. dah punya istri gk bersyukur mlh selingkuh. kluarga juga dukung pula.
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
inikah kurma buat mereka karena telah mencelakai Rena.
Nana Geulise: betul..betul..betul...
total 1 replies
༄⃞⃟⚡𝐀𝐧𝐠ᵇᵃˢᵉՇɧeeՐՏ🍻¢ᖱ'D⃤☪️
wahh kaget dapat bonchap semoga ada terus yaaaa
Aisyah Virendra
Akhirnya setelah 1 bulan Up juga 🤭
Btw terimakasih tetehku yg paling ehem ❤️🤏

Shopia²... ya Ampun, smg aja stelah ini kamu bertaubat yg bener² ya shop, jangan lagi main gila yg bkl mmbuat dirimu susah sendiri. dan lagi semoga aja mertuamu baik, tapi bisa jadi mertuamu galak, duh gabisa bayanginnya 🤪
Fauzan... ahh kepo deh
Iper: wkwkwk 🤭
total 1 replies
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
ada rasa sedih&menyesal di hati pak Wira karena dia gagal mendidik anaknya tapi mau gmn lagi skrg udh terlanjur karena kelakuan nya sendiri
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
sampai berpelukan ya saking syg nya Bu Rohmah sama Mila&bara
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
walaupun acaranya udh selesai tapi mereka mau datang kan.
Aisyah Virendra
teteeeeeeehhh kapan up lagiiiiiii
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🍾⃝ sͩᴀᷞᴍͧsᷡʏͣ💘ѕ⍣⃝✰
semoga adek Aqil kelak mampu menjadi opa & papanya
ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ
Aku baru baca benar2 kok emosi ya lihat tingkah Sophia😤
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!