Reynaldi Fernandez, seorang pria tampan, kaya dan sukses menemukan cinta pada gadis bernama Cinta Destiana Putri, yang merupakan anak dari sahabat ayahnya. Konflik keluarga Rey yang akhirnya menghubungkan Rey pada Cinta.
Rey berubah demi mendapat simpati Cinta, namun Cinta sudah memiliki lelaki idaman lain yang soleh menurutnya.
Akankah Cinta Rey berbalas? bagaimana perjuangan Rey dalam memenangkan hati Cinta?
Cerita ini menceritakan tentang sebuah cinta, keluarga dan persahabatan.
simak terus ya guys....
Trimakasih 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elis Kurniasih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jessy bunuh diri
Cinta menuju kamarnya, lalu membersihkan dirinya. Setelah ritual bersih-bersih selesai. Dia merebahkan dirinya dan mengambil ponsel yang masih berada didalam tasnya. Terlihat ada 20 langgilan tak terjawab dari Inka dan 10 panggilan tak terjawab dari Melly.
"Ya ampun ada apa ini, ga biasanya mereka misscall berkali-kali." Batin Cinta.
Kemudian Cinta langsung mendial nomor Inka, namun hanya nada sambung dan tak kunjung diangkat, berkali-kali panggilan Cinta lakukan. kemudian beralih ke nomor Mely masih sama, hanya nada sambung, kemudian terdengar suara.
"..........."
"Sorry Mel, gue baru sampe rumah. tadi dikantor banyak kerjaan" sahut Cinta "Mel, ada apa?"
"........."
"Jessy kenapa Mel?"
"Mel?"
"........."
"Astaghfirulloh, kenapa bisa kaya gini Mel?" teriak Cinta sambil terisak.
"........."
"Gue kesana sekarang!" tut.. tut... tut..
Cinta langsung menutup teleponnya, sambil gemetar Cinta meminta izin Ferdi untuk pergi dan meminjam kunci mobil.
"Ta, sini aunty Ayu yang bawa mobilnya. kamu tuh panik dan gemeteran gitu."
"Iya Ta, ayah juga takut kamu kenapa-napa kalau nyetir dalam keadaan seperti ini," sambung Ferdi yang langsung diangguki Cinta.
Sungguh Cinta sangat menyesal, pasalnya telepon itu berdering sejak lima jam yang lalu dan dia tidak ada saat sahabatnya membutuhkannya. Malah di saat itu dia tengah bersenang-senang dengan Rey.
Di dalam mobil Cinta terisak menangis tersedu-sedu menceritakan betapa tidak bergunanya dia sebagai seorang sahabat yang tidak mengetahui apa yang terjadi pada Jessy, padahal Inka dan Melly saja tau apa yang dialami Jessy saat ini. Cinta menyesal mengapa Jessy tidak pernah bisa terbuka padanya. Apa sikap dominan dan terlalu menggurui dari Cinta, sehingga tidak bisa membuat nyaman Jessy untuk bercerita, tidak seperti Inka dan Melly yang dengan senang hati memceritakan keluh kesahnya juga sarannya.
Melly, Inka dan ibunya Jessy tengah menunggu Jessy diruang perawatan. Beruntung masa kritis Jessy telah lewat. Dering ponsel Inka berbunyi, namun melihat nama yangrtera diponselnya, Inka malas untuk menjawab.
"Angkat In!" ucap Melly.
"Males gue, lo angkat aja kalau dia telepon lo," jawab Inka. Benar saja selang beberapa detik, ponsel Melly berbunyi.
"Cinta, lo kemana aja? gw sama Inka teleponin lo berkali-kali tapi ga diangkat."
"............"
"Jessy, Ta."
"..........."
"Jessy mencoba bunuh diri, sekarang kita ada di rumah sakit X."
".........."
"Jessy hamil Ta, Zion ga mau tanggung jawab. sebenernya gue sama Inka udah tau dari beberapa minggu yang lalu, tapi Jessy takut cerita sama lo."
".........."
Suara dua pasang langkah kaki memasuki lorong rumah sakit X dengan tergesa-gesa.
Ceklek.. pintu ruang perawatan Jessy terbuka
"Bunda.." ucap Cinta pada ibunya Jessy langsung memeluknya dengan derai airmata.
Kemudian Cinta menghampiri Mely dan memeluknya, namun ketika Cinta ingin memeluk Inka langsung di tepis olehnya.
"Sabar Ta, Inka masih kesel sama lo," ucap Mely sambil mengelus punggung Cinta.
"Maafin gue ya." Isak tangis Cinta semakin terdengar.
"Jes, maafin gue," ucap Cinta sambil menggenggam erat tangan Jessy.
"Gue yang minta maaf, jadi ngerepotin kalian semua," jawab Jessy yang tidak bisa membendung airmatanya.
"Maaf gue belum bisa jadi saudara yang baik, gw belum bisa bikin lo nyaman untuk bercerita sama gue Jes," lirih suara Cinta.
"Gue yang takut buat cerita sama lo bukan karena ga nyaman Ta, tapi karena gw salah. lo udah memperingatkan gue berkali-kali tapi gue tetap percaya dia. Gue takut lo marah Ta."
Mereka berpelukan dan menangis, kemudian disusul Inka dan Mely. mereka berempat berpelukan bersama.
"Kita selesaikan sama-sama Jes, lo ga sendiriran," ucap Inka dan diangguki dengan yang lainnya.
Jessy hanya memiliki seorang ibu, sama seperti Cinta yang ditinggalkan ibunya sejak usia 6tahun, Jessy ditinggal ayahnya dengan usia yang sama karena penyakit leukimia. Jessy seperti yang haus akan kasih sayang seorang laki-laki membuatnya gampang dirayu oleh lawan jenisnya.
gara² liat alif nganter cinta ngantor🤭
klo biasanya berawal dr benci trus berubah jadi cinta tp ini the real romansa 🤩🤩🤩🤩