NovelToon NovelToon
Nightmare System

Nightmare System

Status: tamat
Genre:Zombie / Sistem / Penyeberangan Dunia Lain / Fantasi / Tamat
Popularitas:130.2k
Nilai: 5
Nama Author: Mobs Jinsei

Bagaimana jika kita bangun tidur sudah ada uang di sebelah kita dan bukan hanya uang, terkadang barang yang kita perlukan juga bisa tersedia. Memang sekilas terdengar enak dan mudah, tapi hampir setiap hari kita mimpi buruk dan berpetualang di dunia yang berkebalikan dari dunia nyata, jika di dunia nyata ada manusia, di dunia mimpi ada zombie yang merepresentasikan sifat sifat manusia di dunia nyata.

Kisah ini adalah kisah seorang pemuda dan adiknya yang sedang menghadapi masalah berat, mulai dari di minta cuti paksa karena belum membayar biaya kuliah sampai kekasihnya hamil oleh sahabatnya sendiri. Dia tidak sengaja "menemukan" sistem ini dan memulai petualangannya di dunia mimpi buruk untuk merubah dunia nyata di sekitarnya dan mengatasi masalah besar yang menimpa dirinya dan adiknya.

Genre : Fiksi, drama, comedy, fantasi, sistem, sedikit horor.

Mohon tinggalkan jejak ya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mobs Jinsei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 21

Langsung saja Santi menghampiri Rina dan menarik tangannya supaya terlepas dari pria paruh baya yang menangkap tangannya, kemudian Santi berdiri di depan Rina.

“Om siapa, mau apa dari Rina,” ujar Santi sambil menghalangi Rina dan menatap tajam pria itu.

“Dia om gue kak,” ujar Rina di belakang Santi.

“Rin, tolonglah, bilang sama Rudi, om pinjem 500 ribu aja,” ujar pria paruh baya.

“Ga mau om, udah berapa banyak om bilang pinjem pinjem sampe sisa uang dari papa dan mama ludes, kapan kembaliinnya om, aku dan kak Rudi jadi susah,” balas Rina.

“Nah om denger kan, sebaiknya pergi om, atau aku panggil polisi,” ujar Santi.

“Lo siapa sih, jangan ikut campur urusan keluarga,” teriak pria itu kepada Santi.

“Hah keluarga om ? apa aku ga salah dengar ? waktu aku sama kak Rudi minta bantuan ke om dulu, emang om mau bantu ? boro boro om, asal tahu aja ya om, keluargaku hanya kak Rudi, mau sampai kapan om nyusahin kak Rudi,” ujar Rina.

“Kamu lama lama kurang ajar ya sama om, lupa ya siapa yang membawa Rudi ke rumahmu waktu itu....”

“Jangan terusin om...atau aku akan teriak,” ujar Rina memotong ucapan omnya dengan berteriak.

Santi yang mendengarnya menjadi sedikit bingung tapi dia tidak mau ikut campur urusan keluarga orang lain, akhirnya dia menoleh melihat pria paruh baya kusut yang ada di depannya,

“Om, saya kasih tau ya, kalau om masih mau teruskan, saya akan rekam semuanya dan menyebarnya di sosial media, di jamin langsung viral om, saya influencer, om sudah dengar ucapan Rina kan, silahkan pergi, jangan memperpanjang masalah, yang susah om juga nanti,” ujar Santi.

“Lo siapa sih, ga usah ikut campur bisa kan,” ujar pria paruh baya itu kepada Santi.

“Saya teman Rina dan juga teman Rudi,” balas Santi.

“Rudi..Rudi..Rudi...semuanya Rudi, sampe kakak gue yang udah mati aja juga ngebanggain Rudi, emang siapa sih dia, cuma anak pungut,” ujar pria paruh baya itu.

“Lah om sendiri cari kak Rudi mau ngapain, pinjem duit kan, kalo cuman bisanya minjem ga bayar ga usah ke kak Rudi om, dasar benalu keluarga,” teriak Rina.

“Apa lo bilang, lo kurang ajar ya sama om lo....sini mulut lo gue gampar,” ujar pria itu emosi sambil melangkah maju dan mengangkat tangannya.

Santi langsung berbalik dan memeluk Rina untuk melindunginya, dia memejamkan mata dan pasrah dengan apa yang akan terjadi berikutnya, tapi tiba tiba,

“Ada apa ini, kenapa ribut ribut di depan,” teriak ibu kos dari dalam.

Melihat ibu kos yang berjalan keluar dengan tergesa gesa, pria paruh baya itu mundur dan berbalik kemudian lari meninggalkan kos kosan. Santi dan Rina bernafas lega, kemudian Santi menjelaskan ke ibu kos kalau yang barusan hanya salah paham dan terjadi perdebatan, ibu kos mengerti dan kembali masuk ke dalam. Rina langsung memegang lengan baju Santi,

“Kak, jangan bilang siapa siapa ya,” ujar Rina.

“Tenang aja, gue ga denger apa apa, tapi....Farah tau ga ?” tanya Santi.

Rina menjawab dengan menggelengkan kepalanya, kemudian dia mengatakan yang tahu hanya keluarga besar Rina dan Rudi, orang luar yang tahu baru Santi seorang saja.

“Sorry kalo gue tanya, sejak kapan Rudi di adopsi keluarga lo ?” tanya Rina.

“Sejak gue umur 5 tahun kak, waktu itu dia baru 7 tahun,” jawab Rina.

“Ok gue hanya mau tahu itu, berarti lo ama Rudi ga ada hubungan darah dong ?” tanya Santi.

“Untuk pertanyaan yang itu, boleh ga gue ga jawab kak,” jawab Rina.

“Ok ok, sorry, gue penasaran aja, dah gue ga mau bahas lagi, lo boleh anggep gue ga tau apa apa, biasa lagi aja ya,” ujar Santi.

“Makasih ya kak,” ujar Rina.

“Sama sama, dah yu naik, gimana Meli sama Sari, jadi ga ?” tanya Santi.

“Meli ama Sari lagi kesini, di jemput Arya,” jawab Rina.

“Lah si Arya ikut juga ?” tanya Santi.

“Abis gimana, pas gue telepon Meli, si Arya lagi di depan rumahnya,” jawab Rina.

“Alaaah ya udahlah, bangunin Rudi deh sekalian, tadinya gue pikir mau cewe cewe doang,” balas Santi.

“Emang mau ngomongin apa sih kak ?” tanya Santi.

“Kaga sih, gue cuman mau bilangin lo orang supaya jangan sampai ke jeblos kayak gue dan Farah,” jawab Santi.

“Oh kalo itu sih aman kak, nyantai aja,” ujar Rina tersenyum.

“Hehe dah yu, bangunin Rudi,” ujar Santi.

Akhirnya keduanya berjalan naik ke atas, namun Santi sebenarnya masih penasaran, kenapa Rina tidak menjawab pertanyaannya soal hubungan darah. Dia berusaha menghilangkan rasa penasarannya yang menggebu gebu di pikirannya. Tak lama kemudian, Meli, Sari dan Arya datang, mereka langsung naik ke atas, Rina yang sudah mengganti pakaiannya, keluar bersama Santi dan minta tolong Farah membangunkan Rudi. Setelah di bangunkan,

“Nggg...beb, kok kamu di sini ?” tanya Rudi.

“Iya, tadi aku dateng bareng Santi...makasih ya beb, udah nolongin Santi, aku jadi mulai percaya dengan cerita kamu semalem,” ujar Farah.

“Hah...beneran ?” tanya Rudi langsung duduk.

“Iya...oh ya, ini simpen yang bener beb, jangan kelihatan siapa siapa, kalau hanya aku dan Rina sih ga masalah,” ujar Farah sambil mengambilkan amplop berisi buku tabungan dan atm yang jatuh karena Rudi terduduk barusan.

“Oh...”

Rudi mengambilnya dan memeriksanya, kemudian dia menoleh melihat kepada Farah yang ada di sebelahnya.

“Kamu udah liat beb ?” tanya Rudi.

“Udah, makanya aku jadi percaya sekarang kan, trus Santi juga sekarang udah pulih, sama kayak aku,” jawab Farah.

Kemudian Farah bercerita singkat tentang apa yang Santi ceritakan kepada dirinya dan Rina sebelum Rudi bangun tidur. Mendengar cerita Farah, Rudi hanya manggut manggut saja dan melipat tangan di dada,

“Baguslah kalau gitu,” ujar Rudi.

“Iya, makanya aku bilang makasih sama kamu beb,” ujar Farah.

“Sama sama beb, trus Rina ama Santinya kemana ?” tanya Rudi.

“Pada nunggu di depan, kita mau jalan jalan, si Santi mau traktir tuh katanya hehe,” jawab Farah.

“Oh...aku di ajak ga ?” tanya Rudi.

“Ya iya lah beb, kalau ga mana aku bangunin sih,” jawab Farah.

“Waduh belum mandi nih...mandi dulu ya,” ujar Rudi.

“Iya sono, aku tunggu di depan ya,” balas Farah.

Farah berdiri dan keluar dari kamar, Rudi bangun dari ranjangnya dan mendorong ranjangnya masuk ke kolong ranjang Rina. Setelah itu dia menyimpan buku tabungannya di lemari dan langsung menyambar handuk kemudian masuk ke kamar mandi, selagi mandi,

[Rudi, barusan ada kejadian yang cukup meresahkan.]

“Apa itu ?” tanya Rudi.

“Blung,” sebuah layar hologram muncul di depan wajah Rudi yang menampilkan kejadian yang barusan terjadi di kos kosan. Rudi melihat Santi dan Rina sedang bersitegang dengan omnya di bawah dan mendengarkan kata kata yang di ucapkan mereka di bawah.

“Hmm jadi Santi sekarang tahu ya ?” tanya Rudi.

[Benar, apa mau di hapus ingatannya ?]

“Diamkan saja, suatu saat gue harus ngomong ama Farah juga, gue akan ngomong empat mata sama dia secara pribadi nanti buat jelasin, tapi kayaknya gue ama Rina harus pindah kos nih, om Fredi sudah tahu tempat gue, entah deh dia bisa tahu dari mana,” ujar Rudi.

[Tidak perlu pindah, kerjakan saja tugas nanti malam.]

“Nice, uji coba tarung frontal,” ujar Rudi.

[New Quest confirmed]

[Installing module.....done]

1
Mamat Stone
/Smile/
Mamat Stone
/Sneer/
Mamat Stone
/Gosh/
Mamat Stone
/Toasted/
Mamat Stone
/Good/
Mamat Stone
/Ok/
Mamat Stone
/Angry/
Mamat Stone
/Determined/
Mamat Stone
👊🔪💀
Mamat Stone
🔪👊💀
Mamat Stone
/Chuckle/
Mamat Stone
/Tongue/
Mamat Stone
/Good/
Mamat Stone
/Ok/
Mamat Stone
/Good/
Mamat Stone
/Ok/
Mamat Stone
/Gift/
Mamat Stone
/Coffee/
Mamat Stone
/Good/
Mamat Stone
/Ok/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!