seorang pemuda yang memiliki paras tampan juga disebut-sebut Pria sempurna berumur 29 Tahun belum pernah menjalin hubungan dengan Wanita manapun.
"Tuan? saya sudah membereskan wanita jal*ng itu." ucap sang Asisten dengan wajah sangar dan kepala Botak.
"hmm??! apa kau belum menemukan Gadisku?" tanya Pria itu dengan mata terpejam.
Asisten Botaknya itu hanya mematung dan sebuah tatapan tajam menghunus padanya.
"cari sampai dapat..! kau sudah banyak mengecewakanku." titah Pria itu dengan sorot mata membunuh.
Asisten Botak hanya menghela nafas pasrah, dengan deskripsi Tuan nya saat berusia 10 Tahun diselamatkan oleh seorang Gadis cantik yang katanya punya kekuatan hebat diluar nalar anak seumurannya, dimana Asisten Botak bisa menemukan ciri-ciri gadis itu? apakah Pemuda Tampan yang akrab dipanggil Dewa itu akan menemukan sosok Cinta Pertamanya? Ikuti Kisahnya ya??
mohon dukungannya ??! Terimakasih...!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sucii Amidasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
rencana
Sya melangkah pelan dan mendengar suara menggelikan, Ia terpaku beberapa saat lalu kembali melangkah dan ternyata Sya melihat pemandangan yang menjijikkan terpampang nyata didepan matanya.
Sya tak mengeluarkan air mata lagi melainkan tatapan dingin dan tangannya yang kian mengepal, kenapa Ia harus percaya pada manusia hina seperti mereka? segitu buruknya kah Sya menilai seseorang? Sya tidak bisa mengetahui watak mereka yang sebenarnya.
"jadi kalian bermain selama ini dibelakangku?" batin Sya lalu mengeluarkan Ponselnya dan merekam perbuatan kotor Teman bersama Tunangannya itu.
air mata Sya seolah sudah beku, Ia menyesali semua keputusannya yang tidak mau mendengarkan perkataan Orang lain selama ini yaitu lebih mempercayai pecundang seperti Aldo.
Sya berbalik pergi setelah merasa cukup merekam adegan panas kedua manusia itu, dan Ia menutup pintu Apartemen Amara dengan perlahan supaya pasangan itu tidak mengetahuinya.
Sya membiarkan mereka bersenang-senang dengan penghianatan mereka selagi Sya memikirkan cara membalas kedua manusia hina itu, Sya menyesal sungguh menyesali.
benar kata orang terdahulu tak ada manusia yang sempurna bahkan gadis seperti Sya pun punya kelemahan, Sya terlalu membuka hatinya begitu lebar ketika menjadi Culun bahkan saat Sya mulai mengatur Aldo sejak saat itu pula Pria itu tak senang lagi dengannya.
Jika Aldo memang selingkuh dengan Amara sejak masa di Spanyol kenapa Aldo tidak memutuskan pertunangannya? Aldo adalah Pria brengsek yang paling terburuk dari sekian banyaknya Pria brengsek yang Sya ketahui.
di atas motor tepatnya di lampu merah,
Sya tertawa dengan tubuh bergetar-getar, "waahhh??! aku nggak nyangka kalau mereka sekeji itu, aku benar-benar payah menilai Orang." baru kali ini Sya merasa di bodohi dan gilanya lagi Sya awalnya tidak mempercayai itu.
Kenapa Sya bisa sebodoh ini? dikatakan Ia terlalu menggilai Aldo juga tidak terlalu, hanya saja Sya ingin Aldo mendengarkan dirinya sebab semua yang Sya larang juga demi kebaikan Aldo sendiri terlebih dengan siapapun pasangan Aldo kedepannya.
Sya terkejut mendengar suara klakson di belakangnya, Ia tidak menoleh melainkan langsung melajukan motornya menuju Taman Kota.
.
Sya terdiam di Kursi Taman dengan raut wajah tak baiknya, "nek? kata Nenek menyimpan kekuatanku dari Orang banyak akan membuatku bahagia, nyatanya enggak Nek..! semua hanya ilusi aja." lirih Sya teringat alasan Neneknya merubah Sya menjadi culun demi kebaikannya terlebih lagi saat Sya berumur 10 tahun di kejar-kejar Orang jahat.
saat itu Rumah mereka yang didekat Hutan pun di bakar habis, beruntung Sya kuat bisa membawa lari neneknya meninggalkan Rumah mereka yang di lalap si jago merah.
ada alasan mengapa Sya menutupi kecantikan dan kekuatannya, disaat Ia mulai ingin memberi kejutan tentang jati dirinya pada Orang terdekatnya malah dikhianati oleh mereka.
"maaf Nek..! sepertinya Sya udah nggak bisa ngikutin permintaan nenek, aku akan balas mereka yang mengkhianatiku, aku terima di ejek dan dihina Nek tapi aku nggak terima di khianati apalagi di bodohi." Sya berbicara dengan nada pelan dan tertunduk lemah.
"lagian Orang yang mengejar kita udah mati gara-gara Organisasi gelap itu nek, mereka mati dengan mengenaskan." kata Sya lagi.
Sya terus berbicara sendiri seolah ada yang menjadi temannya berbicara, padahal Sya sendirian.
Sya menarik nafas dalam-dalam, "Nenek selalu bilang kalau Sya baik dan sangat baik, kalau kita baik sama Orang maka mereka akan lebih baik sama kita. itu semua udah nggak berlaku nek bagi mereka." gumam Sya dengan pelan.
Sya membuang nafas kasar, "nggak akan aku biarkan mereka hidup tenang."
Sya pun membuka Ponselnya dan hendak memposting Vidio Aldo dengan Amara tapi tiba-tiba tangannya tergantung.
"ini terlalu mudah buat mereka, penghianatan mereka harus aku permainkan. biar aku tunjukkan siapa yang lebih pintar bermain diantara kami." gumam Sya menyimpan ponselnya tidak jadi memposting vidio itu.
Sya menarik nafas dalam-dalam lalu menghembusnya perlahan, "jalani semuanya dengan kepala dingin Sya.! kamu bisa mengatasinya, kamu tidak menderita kan? dia hanya sampah yang tidak bisa di daur ulang. aku menyesal memungutnya."
Sya menggeleng kepalanya membuang pikiran itu jauh-jauh, kenapa dia harus menyesal? seharusnya mereka lah yang harus Sya buat menyesal sudah berani mempermainkannya.
Sya pun mengembalikan motor Boy lalu pulang ke Rumahnya.
.
ke esokan paginya,
Sya memoles dirinya dengan natural, Ia sudah tau cara berdandan tipis dan merubah penampilannya namun pakaiannya semua adalah pakaian tak bermodis, Sya mengambil semua baju-baju itu dan memasukkannya ke dalam karung lalu membuangnya ke pembuangan sampah.
Sya mengenakan baju kerjanya dan berangkat menggunakan motornya menuju Gudang Supermarket Pak Bagas.
penampilan Sya berubah drastis, tak ada yang mengenalinya Sya jika bukan karna motor yang dibawa Sya.
"apa itu Sya?"
"itu si culun kan?"
"loh? kok gadis cantik yang bawa motor Sya? Sya nya mana?"
"gila itu pinggang kecil banget guys.!"
pekerja di bagian Gudang Supermarket malah berbisik-bisik melihat penampilan baru Sya, kali ini Sya memasukkan bajunya ke dalam celana hingga pinggang kecilnya terlihat.
Selama ini Sya tidak pernah memperlihatkan tubuh rampingnya selalu di tutup dengan kemeja besar atau baju di keluarin sehingga Sya kelihatan gemuk.
Sya tidak memperdulikan pandangan Orang padanya malah terus melangkah menuju Ruangan Kerja Pak Bagas dan mengetuknya.
"masuk?!" sahut Bagas dari dalam Ruangan.
Sya pun masuk ke Ruangan Bagas, Bagas melihat siapa yang memasuki Ruangannya pun terkejut langsung berdiri dari duduknya.
"si--siapa kamu?" tanya Bagas dengan raut wajah curiga.
Sya berjalan ke arah Bagas dan berdiri tepat didepan Bagas, "Pak? aku mau kerja di bagian pemasaran." kata Sya dengan serius.
Bagas terpaku, "Sya? itu kamu Sya?" Bagas ternyata mengenali suara Sya.
Sya mengangguk, "Pak? aku mau kerja dibagian Pemasaran, berhadapan dengan konsumen langsung. ehh?? enggak-enggak..! aku mau kerja dengan gaji yang begitu besar."
Bagas garuk-garuk kepala, "baiklah...! kerja dibagian pemasaran kan? gaji besar? asalkan kamu bisa mendapatkan pembeli dan semua penjualan habis kamu boleh mendapatkan gaji serta tips yang besar."
"iya Pak." jawab Sya.
"ekhemm..?! aku mau tahu kenapa kamu berubah Sya?" tanya Bagas penasaran melihat bagaimana penampilan Sya kini cocok menjadi model maka gajinya akan jauh lebih besar.
"aku ingin memberi pelajaran pada seseorang Pak." jawab Sya.
Pak Bagas tidak mengerti hanya menautkan kedua alisnya dengan bingung.
"kapan saya bisa pindah ke bagian pemasaran Pak?" tanya Sya mengalihkan.
"besok." jawab Pak Bagas menganggukkan kepalanya lalu Sya pun keluar dari Ruangan Bagas dengan ekspresi seriusnya.
Pak Bagas menghela nafas panjang, "ada apa denganku? kenapa Sya kelihatan marah sama seseorang?" gumam Bagas sungguh pelan.
(Nae : Tahap Revisi Novel ini supaya bisa jadi 40 Bab terbaik).
MAIN KEROYOKAN AJA BANGGA..CUUIIHH..😠😠😠