"Kenapa harus aku Mas yang kamu sakiti? apakah kamu tak ingat jika aku sudah banyak berkorban untukmu kenapa harus ada dia dalam pernikahan kita apa salahku sama kamu Mas."
Suara lantang wanita cantik bernama Paramitha Rusli membuat semua orang kini kembali menatap kearahnya terlebih lagi laki laki yang berstatus menjadi suaminya itu menatapnya dengan sinis.
"Jangan pernah kamu lupakan satu hal Mitha aku menikahimu hanya karena keterpaksaan dan juga karena permintaan orang tuaku,dan kamu tahu aku tak pernah mencintaimu walupun hanya seujung kuku wanita yang aku cintai hanya Lisa dan kamu tahu akan hal itu.."
Laki laki egois yang bernama Heru Sudjatmoko terdengar begitu pedih di telinga Mitha wanita yang sudah menemaninya namun kini dia harus di campakkan dan di cerai begitu saja.
Rasa sakit hati yang dia alami membuat Mitha berubah menjadi wanita yang sangat cantik dan juga berubah menjadi wanita sukses hal itu tentu saja membuat Heru menyesal di kemudian hari.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 21
""Kamu tak akan pernah mengerti sampai hal itu terjadi kepadamu.."
Satu Minggu setelah Mitha pergi meninggalkan rumah yang penuh dengan luka. Kini Mitha terlihat jauh lebih baik dari segala hal bahkan kini penampilannya pun telah di rubah total dia ingin memulai semuanya dari awal.
Mitha tersenyum mendapatkan pesan dari Ayu yang mengatakan bahwa kali ini perusahaan Mitha Persada telah memenangkan sebuah tender yang cukup besar dan itu semua berkat kerja keras Mitha selama ini..
"Bu,,sepetinya kita harus mengadakan acara untuk merayakan kemenangan perusahan kita Bu. Karena kita berhasil memenangkan tender dengan nilai yang tak sedikit." Ayu pun memberitahukan pada Mitha namun sepetinya hanya di sambut dengan senyuman oleh Mitha...
"Baiklah Ayu,,berikan saya waktu nanti saya akan memberitahu kamu." Mitha pun meletakan kembali gawainya dan tersenyum menatap langit kamarnya...
"Lihatlah Mas Heru tanpa keluarga Sudjatmoko aku pun bisa sukses dan mandiri sekarang aku akan membuktikan bahwa aku bisa jauh lebih baik setelah ini.." tanpa di sengaja airmata itu pun jatuh tanpa di minta ketika dia mengingat bagaimana sakitnya di perlakukan tak oleh Heru...
Mitha pun menghapus airmatanya dan tersenyum. Tiba tiba saja ponselnya berdering ada sebuah pesan dari Dimas yang ternyata menanyakan kabarnya.
Mitha sengaja memberi tahu Dimas tentang apa yang baru saja dia dapatkan yaitu Mitha mengatakan bahwa dia memenangkan tender dari PT Cipta Indonesia salah satu PT terbesar di Indonesia. Hal itu tentu saja membuat Dimas merasa bangga dan kagum pada apa yang di dapatkan oleh Mitha..
Iya keduanya hanyalah partner kerja tapi kenapa justru Dimas bersikap sangat manis padanya ada apa sebenarnya?
"Wah selamat ya Mitha aku tak menyangka bahwa kamu bisa mendapatkan tender itu padahal kamu tahu sendiri dan kita juga tahu bahwa Pak Agam bukanlah orang yang sembarangan bahkan dia juga sangat populer di kalangan kita.." Dimas pun tak berhentinya memuji Mitha membuat wanita itu tersenyum hangat..
Mitha pun mengajak Dimas untuk ikut merayakan keberhasilannya dia mengundang Dimas untuk makan malam bersama di sebuah restoran yang cukup besar..
Dimas pun sangat senang mendapatkan ajakan dari Mitha...
Pada waktu yang hampir bersamaan Mitha sedang menikmati makan malam bersama dengan Dimas dan juga Ayu.. Entah sebuah kebetulan atau apa Mitha juga bertemu dengan Heru di sana.
Heru pun menatap nanar kearah sang mantan istri yang ternyata jauh lebih baik setelah berpisah dengan dirinya...
Mitha juga hanya menatap sekilas,kemudian Mitha pun menatap kearah Heru yang tak pernah mengalihkan tatapannya dari wanita itu. Wanita yang baru saja di sadari keberadaannya setelah perpisahan yang terjadi.
"Mitha... ternyata kamu sudah bahagia dan mungkin itu alasan kamu meminta pisah dari aku karena kamu juga telah memilki laki laki lain.." pekik Heru dalam hatinya...
Sedangkan Mitha dia lebih terlihat baik baik saja bahkan dia juga selalu saja mengembangkan senyuman pada laki laki yang ada di hadapannya,Mitha ingin membuktikan bahwa setelah di buang olehnya kini ada laki laki yang jauh dari segalanya yang siap menggantikannya..
"Lihatlah Mas sekarang aku baik baik saja tanpa kamu terima kasih atas luka yang telah kamu berikan padaku.."Setelah itu Mitha pun memilih untuk pergi terlihat dahulu bersama dengan Dimas dan Ayu..
****
Pada pagi harinya Mitha pun tengah berada di bandara dia sengaja pergi pagi pagi sekali untuk mengindari Dimas,Mitha takut jika nanti akan banyak pertanyaan yang Dimas tanyakan pada dirinya...
Tepat pukul 7.30 pagi Mitha tengah sampai di negara singa tersebut. Mitha pun tersenyum bisa kembali ke negara yang seharusnya menjadi tempat tinggalnya walupun Mitha lahir di Indonesia namun Mitha besar dan berkembang di negara singa tersebut.
"Welcome to my life. Saatnya memulai kehidupan yang baru dan aku yakin di sini aku bisa meraih sukses.." Mitha pun tersenyum setelah itu dia langsung kembali ke rumah miliknya,rumah yang sangat mewah dan juga megah.
Sesampainya di kawasan elit di salah satu tempat di Orchard Park Singapura, Mitha pun langsung tersenyum melihat rumah yang telah di tinggalkan selama satu tahun lebih.
"Rasanya sangat merindukan rumah ini. Di sini aku bisa menghabiskan segalanya dan senang rasanya bisa kembali kesini lagi.."
Mitha pun langsung melangkahkan kaki menuju rumah pribadinya dan di sana juga sudah sangat banyak pekerja yang siap menyambut kepulangan majikannya itu.
"Selamat datang Non,kami semua sangat sangat merindukan Non.."ucap salah satu pekerja yang sudah ikut Mitha sangat lama.
Mitha pun tersenyum kemudian melepaskan kerinduannya pada semua asisten rumahnya yang sudah dia anggap layaknya keluarga sendiri...
"Aunty aku juga sangat merindukan kalian. Bagaimana kabar kalian semuanya oh aku sangat menantikan momen ini.." Mitha pun mulai memeluk satu persatu asisten rumah tangganya yang berjumlah sepuluh orang...
Setelah itu Mitha pun langsung kembali kedalam kamarnya untuk beristirahat..
Disana Mitha menatap foto besar milik Ayah dan Bundanya yang terpampang jelas di atas tempat tidurnya..
"Ayah.. Bunda.. Mitha sangat merindukan kalian. Maafkan Mitha ya Ayah karena Mitha tak bisa menepati janji Mitha untuk bersama Mas Heru,mungkin takdir Mitha dan Mas Heru bukan untuk bersama jadi Mitha minta Ayah dan Bunda restui ya keputusan yang telah Mitha ambil ini..."
Mitha pun menatap kearah foto itu dengan mata yang berkaca-kaca.
Mitha pun tersenyum mengingat senyuman sang Bunda yang selalu mengajarkan agar Mitha bisa selalu tersenyum apapun yang terjadi...
"Iya Bunda,Mitha gak akan sedih kok Mitha ikhlas menjalani semuanya ini dan Mitha juga berharap Bunda dan Ayah akan selalu ada di hati Mitha.."
Mitha pun langsung bergegas untuk membersihkan tubuhnya dan kemudian dia langsung pergi ke kantor untuk berkerja. Mitha berfikir menyibukkan diri adalah salah satu cara untuk melupakan rasa sakit yang dia rasakan...
"Time to work.."ucap Mitha dalam hatinya...
******
Sudah tiga hari ini semenjak Heru bertemu dengan Mitha dan melihat Mitha bersama laki laki lain hal itu tentu saja membuat Heru merasakan hal yang berbeda. Heru pun masih saja berdiam diri di dalam kamarnya tak ada yang dia lakukan kecuali merenungi segala hal yang telah dia lewati selama ini. Iya Heru terus saja mengutuk dirinya sendiri karena kebodohan yang dia lakukan membuat dia harus kehilangan segalanya...
"Nikmati saja hasil dari apa yang sudah kamu lakukan Heru apa saat ini kamu menyesal? Apa yang sedang kamu sesalkan? Bukankah ini yang kamu inginkan??"Heru pun menertawakan dirinya sendiri di depan cermin...
Kamu membuang berlian demi sebuah batu kali yang pada akhirnya kamu pun di buang selayaknya sampah. Lihatlah Heru siapa yang paling menderita? Apakah mantan istri kamu ataukah kamu sendiri? Dan sekarang apakah pantas kamu berharap pada wanita yang telah kamu lukai!!"'
Kini hanya airmata yang menjadi saksi betapa kecewanya dia,iya dia kecewa pada dirinya sendiri yang tak pernah sadar bahwa kini dia telah kehilangan segalanya...
"Pengecut seharusnya kamu tertawa bukanya kamu menangis? Apakah dengan cara kamu menangis kamu akan bisa mendoakan semuanya lagi enggak Heru..."
Suara bariton Pak Bambang pun terdengar menggelegar,iya kondisi Pak Bambang kini sudah jauh lebih baik sehingga dia pun sudah di izinkan untuk pulang.
Heru pun mantap kearah sang Ayah dan kemudian mendekatinya dia pun berusaha untuk meminta maaf pada sang Ayah.
"Ayah.. Maafkan Heru. Heru tahu jika Heru salah dan Heru tahu bahwa Ayah dan Bunda sangat kecewa sama Heru tapi Heru mohon maafkan Heru."
Laki laki itu pun menitikan airmata dia melupakan harga dirinya di depan kedua kedua orang tuanya...
Ibu Melda sendiri tak tega melihat Heru yang sepertinya sangat terpukul namun dia juga sangat kecewa pada Heru.
"Bangunlah anak bodoh mau sampai kapan kamu terpuruk seperti ini? Jika kamu laki laki itu seharusnya kamu perbaiki kesalahan kamu bukannya kamu menangis kamu itu laki laki bukan banci."suara Pak Bambang pun terdengar mulai naik berberapa oktaf..
Heru pun hanya bisa menatap kearah sang Ayah dan kemudian menundukkan wajahnya dia merasa malu karena terlalu larut di dalam kesedihannya namun untuk memperbaikinya Heru merasa ragu bahkan mungkin tak akan ada lagi kesempatan kedua karena kini secara agama dan negara Mitha sudah bukan istrinya lagi. Terlebih lagi kini Mitha tengah dekat dengan laki laki lain.
mohon maaf lahir bathin 🙏😘
👏👏👏👏👏
💖💖💖💖💖