"Cinta bisa membuat sesorang menjadi lebih baik dalam hidupnya. Namun juga sebaliknya cinta dapat membuat seseorang menjadi lebih buruk dan berdampak negatif bagi dirinya juga bagi orang yang dicintainya." (Plato)
Cinta adalah anugrah dari yang kuasa, tak ada yang bisa menghindar dari kehendak-Nya. Tuhan tidak pernah keliru memberikan anugerah cinta kepada hamba-Nya, karena sebuah cinta yang datang itu pasti ada makna dan alasannya.
"Cinta sejati itu memandang kelemahan, lalu dijadikan kelebihan untuk saling mencintai." (BJ. Habibie)
Sangat banyak kata-kata bijak tentang cinta, tapi tak satupun membuat gadis ini percaya tentang cinta. Keretakan rumah tangga orang tuanya membuatnya tak percaya dengan cinta. Perceraian orang tuanya membuatnya takut untuk jatuh cinta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bintun arief, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21
Senja dipulau yang berbeda. Gadis cantik dengan satu cup minuman coklat ditangannya masih setia duduk disana. Pantai yang bertuliskan nama Losari itu membuatnya betah untuk berlama-lama.
Keindahan pemandangan yang dilihatnya kali ini, setidaknya melupakan sejenak kegundahan hatinya. Tak salah jika pantai itu di sebut sebagai spot sunset terbaik. Sangat jelas terlihat dari anjungan tempatnya duduk saat ini, sang surya kembali keperaduannya. Keindahan dari sang pencipta alam, bulat dan besarnya matahari seperti masuk tenggelam kedasar laut.
Adzan Maghrib berkumandang, membuatnya tak bisa untuk mengabaikannya. Dia menghabiskan segera minuman coklat itu, dan segera beranjak menuju ke masjid terapung Amirul mukminin yang berdiri kokoh diatas air laut.
Sebenarnya dia bukan lari dari masalah. Kedatangannya kembali ke pulau yang berbentuk seperti huruf "K" ini adalah untuk mengunjungi sang Mama. Moment lebaran adalah saat yang pas untuknya meminta izin kepada ayah dan bundanya untuk berkunjung menemui orangtuanya, setelah beberapa tahun tak pernah dikunjunginya.
Ada rasa nyaman yang lebih dari apapun yang dirasakan Juna, ketika dia dapat berkeluh kesah dengan orang yang telah melahirkannya tersebut. Dua orangtua perempuan membuatnya merasa bersyukur saat ini.
Telepon genggam gadis 27 tahun itu bergetar. Mukena yang masih dia kenakan secepatnya ia buka kemudian dia lipat dengan rapi, lalu beranjak pergi meninggalkan barisan shaff shalat yang masih ramai dan tetap pada posisi mereka saat shalat berjamaah beberapa saat yang lalu, karena saat ini Imam masjid sedang memimpin doa.
"Halo, ya Ma." Juna menjauhkan benda pipih yang ditempelkannya didaun telinganya. Suara cempreng sang mama yang sedang mengomel membuat senyuman mengembang di bibir tipisnya itu.
"Iya, mama ini Juna udah mau pulang. Udah jalan ini." ucapnya memberikan keyakinan kepada sang mama yang mulai khawatir anak gadisnya belum juga pulang kerumah sudah hampir malam begini.
Juna membuka Aplikasi transportasi onlinenya untuk memesan taxi setelah sambungan telepon tadi berakhir. Tapi belum sampai ia melakukannya, benda pipih miliknya dirampas secepat kilat.
"Eh, jambret! to ...." belum selesai dia berucap, benda pipih tadi ditempelkan seseorang tepat di jidat lebar Juna.
"Aw, sakit tau!" ucapnya kedua matanya melotot melihat wajah pelaku.
"Mana kak jambretnya? beberapa orang yang baru selesai shalat menghampiri Juna, karena teriakannya barusan.
"Eh, anu kakak ... maaf, saya hanya dikerjain teman saya ni! maaf ya, kak!" Juna menangkupkan tangannya didada.
Beberapa orang yang menghampiri tadipun berlalu pergi. "Ada-ada saja anak muda sekarang! yang becanda di buat serius. Yang serius dibuat becanda!" gumam salah seorang diantara mereka yang tampak lebih berumur dari yang lain.
"Ayo, ku antar pulang!" laki-laki itu menarik tas yang disampirkan Juna dibahu kanannya.
"Gak mau ah, aku bisa pulang sendiri!" ucap Juna ketus
"Sudah malam. Tak baik anak gadis jalan sendirian. Nanti digangguin sama tuh kumpulan anak futsal lho!" ucap laki-laki itu menunjuk kearah lapangan futsal tak jauh dari tempat mereka berdiri saat ini.
"Gak takut gue! coba aja berani ganggu. Senggol bacok ya, anak Medan ini!"
"Ya deh, ya deh, anak medan anak medan do au kawan!" laki-laki itu malah menyanyikan sepenggal lirik lagu dari daerah si gadis jutek.
"Masih Fals aja tu suara, Bro! sudah berapa banyak korban bergelimpangan akibat suara itu?" Juna menahan senyumnya, suasana sudah mulai sedikit mencair.
Telepon genggam Juna kembali bergetar. Panggilan dari Mamanya lagi.
"Iya mamaku sayang!"
"Sudah jalan? sudah sampai mana? atau mama suruh ayahmu menjemput ya!" suara dari seberang sana.
"Boleh, Ma. Bilangkan ayah jemputnya sekalian ajak pak lurah dan pak camat juga ya, Ma. Tetangga-tetangga juga boleh ikut serta." oceh Juna
"Yuyun! mama kawatir tau gak. Kalau kamu kenapa-kenapa bisa-bisa Papa kamu ngamuk nanti!" suara itu sedikit meninggi.
"Oke, Mama slow. Ini udah jalan ni. Baru datang taxinya. Udah ya, Ma. Juna matiin telponnya." Juna memasukkan gawainya kedalam tas. Laki-laki tadi masih didekatnya.
"Tawarannya masih berlaku, Bro?"
"Lima menit lagi kadaluarsa!" ucapnya songong, melipat tangannya di dada.
"Oh, ya sudah aku pesan ojek aja!" mencoba mengambil kembali handphonenya, tapi segera dihentikan oleh lelaki tersebut.
"Dasar, cewek jutek ambekan!"
\=\=\=\=
Malam begitu indah, dengan terangnya cahaya bulan dan gemerlapnya bintang-bintang diangkasa seolah berlomba-lomba menunjukkan sinarnya.
Terlihat sangat akrab, kedua lelaki yang duduk berdampingan hanya dipisahkan dengan meja sebagai sekat tampak sedang asik mengobrol.
"Jadi, lusa baru pulang, Om." ucap Adzka
"Iya, tadinya om hanya mengizinkan tiga hari. Tapi mamanya masih rindu katanya. Jadi ya ... kau tau kan Juna bagaimana! kalau dia sudah bilang pulangnya lusa ya lusa. Hah ... anak itu!"
"Kenapa tak kau susul saja." ucapnya lagi
"Tadinya kepikiran begitu sih, Om. Tapi bingung kalau dia tanya ngapain saya nyusulin, Om. Pacar bukan, saudara bukan!" suara Adzka semakin hilang, seperti putus asa meratapi statusnya yang tak jelas.
"Ya dijelaskan dong, Dok! bilang saja mau menjemput obat jantung mu. Takutnya kalau tak dijemput nanti jantungmu berhenti berdetak gitu!" celoteh polisi paruh baya tersebut, ia bahkan tertawa sendiri mendengar ucapannya.
"Ternyata om pandai gombal ya! wah ... pasti banyak ni barisan para mantan." Adzka ikut bercanda
"Jelek-jelek gini dua kali loh, Ka. Eh, tapi jangan ditiru. Kalau bisa satu saja seumur hidup. Karena semua itu, anakku mengalami trauma seperti ini" Rudi merasa sangat kecewa.
"Sudah takdir, Om. Tidak ada orang yang mau rumah tangganya gagal. Hah ... Entah lah, Om. Rasa mau menyerah sudah mulai ada. Ditambah lagi masalah dari keluarga saya sendiri. Bingung saya, Om."
"Begitulah hidup. Banyak persoalan. Tinggal kita sendiri bisa atau tidak menyikapinya dengan bijak. Masalah perasaan Juna, om punya berita baik buatmu, tapi om bukannya memberikan harapan palsu, ya. Ternyata beberapa minggu selama bulan Ramadhan lalu, anakku konsultasi ke psikiater. Kalau cerita bundanya, sepertinya dia semangat untuk bangkit!"
"Alhamdulillah, ya Allah. Semoga perasaannya padaku yang membuatnya semangat bangkit!" spontan kata itu keluar dari bibir Adzka, setelahnya dia merasakan sangat malu kepada Rudi. Wajahnya yang putih tampak memerah karenanya.
"Aamiin." Rudi mengaminkannya. Rasa ikhlas disertai syukur, jika Adzka menjadi suami dari putri pertamanya itu.
"Semoga segera berhasil ya pak Dokter! kami selalu mendoakan." ucap Cindy pula, saat Adzka berpamitan dan menjabat tangan perempuan yang dipanggilnya dengan sebutan bunda juga.
"Terimakasih doanya, bunda. Maaf lahir batin ya, Bun!" Adzka mencium punggung tangan perempuan yang masih terlihat ayu itu.
Hal yang sama dilakukannya pula kepada Rudi. Pelukan hangat darinya, seperti dari orangtua keanaknya.
Kecantikan malam dengan terangnya bulan, seterang hati Adzka yang kembali semangat untuk berjuang.
KNP SIH JUNA MSH GK PERCAYA CINTANYA ADZKA MA DY...
SECARA DY SNDIRI SDH TAU HNY KPD DY CINTA PERTAMA ADZKA , DN ADZKA TDK PRNH MNGISI HATINYA BUAT WANITA LAIN, KCUALI DY, JDI KNP MSH RAGU, HINGGA GK MAU DISENTUH SUAMI HINGGA NGAKU SDG HAID..
SAAT U TINGGALKN ADZKA, LO MSH BSA DKT MA MARCHELL MNTAN LO, SDGKN ADZKA TTP SETIA MNCINTAI LO, BETAPA SAKITNYA PERJUANGN ADZKA MNCINTAI LO, MAKANYA DY WAJAR POSSESIF.. KRN DY TAKUT KHILANGAN LO..
GK MIKIR KBHAGIAAN ANAK..
APALAGI MARCEL DISEBUTKN TURUNAN MANADO DN TIONG HOA, GK DIJELASKN OTHOR KYAKINANNYA APA....
DN LO SBAGAI MUSLIMAH. JGN LH BRHUBUMGN BEDA KYAKINAN DGN LO..
terimakasih untuk tulisan indah mu thor 💜💜🌹🌹🌹🌹🌹🌹