( proses revisi ) Novel ini menceritakan tentang seorang cewek yang bernama Nindy di taksir seorang cowok dan tak lain adik dari sahabatnya sendiri.
Cowok itu bernama Vano. Meski usia terpaut sangat jauh, mereka tidak peduli. Bahkan ketika keluarga Nindy menentang dengan keberanianya Vano melamar Nindy...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Ahza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 21
Sore itu, seperti janji Nindy, ia menemani Ari jalan sore ke Mall. Sebuah Departement Store dengan bangunan berlantai 5 menjadi tujuan Ari. Sudah lama juga ia tak jalan bersama kakaknya.
Tok tok tok
"Mbak udah belum? Lama amat sih dandanya..?" Panggil Ari dengan suara yang sedikit keras.
"Bentar! Sabar dong..?" sahut Nindy dari dalam kamarnya.
Tumben pakai ketok pintu, biasanya langsung nyelonong aja..
Nindy bergumam dan beranjak melangkah meninggalkan meja riasnya mendekati pintu. Dengan tas selempang kecil tak lupa ia kalungkan di pundaknya.
"Lama amat sih...?" ucap Ari yang bersender di tembok menunggu kakaknya keluar.
"Yaa, namanya juga cewek..!"
Walaupun sangat menyebalkan, namun Nindy tetap menemani Ari, kemanapun ia mengajaknya pergi.
Setelah berpamitan kepada ayah dan ibu mereka, bergegas Ari dan Nindy meluncur menggunakan mobil kesayangan Ari. Sepanjang jalan, Nindy yang duduk di samping Ari, menikmati suasana sore yang sangat indah. Sinar matahari, sore itu masih tampak memancar. Membuat senja semakin indah saja dengan lembayung yang mewarnai langit.
30 menit kemudian setelah menempuh perjalanan, sampai juga keduanya di Mall yang mereka tuju. Selesai memarkirkan mobil, Ari dan Nindy segera berjalan memasuki area Mall lewat pintu belakang, melewati jalan tembus.
"Sebenarnya kamu mau cari apa sih Ri? Tumban ngajak mbak jalan ke sini..?"
"Ari mau beli kemeja mbak, dan Ari akan minta pendapat mb Nindy.."
"Buat kamu atau siapa..?"
"Untuk Ari sendiri mbak.."
Ari dan Nindy mulai perburuan. Dari toko satu ke toko yang lain mereka masuki satu persatu. Demi apa coba, demi sebuah kemeja yang sangat di idamkan oleh adiknya.
Sementara itu, Vano dan Ririn juga tengah di Mall yang sama. Mereka tak tahu kalau Nindy dan Ari juga berada di Mall tersebut. Namun berbeda dengan tujuan Nindy dan Ari. Vano dan Ririn cuma sekedar jalan-jalan, refreshing otak saja.
"Mbak mau makan apa?" tanya Vano yang berjalan melewati food court.
"Apa ya? Mbak lagi pengen makan dim-sum, Van.."
"Baiklah. Kita ke sana saja mbak..?" tunjuk Vano yang melihat sebuah resto dan menjual dim-sum.
Setelah memesan, Vano dan Ririn mencari tempat duduk. Tiba-tiba saja Vano ingin buang air kecil. Ia pun bilang kepada Ririn dan Ririn terlihat mengangguk. Vano berjalan meninggalkan Ririn yang duduk sambil menunggu pesanan datang.
Dengan langkah tergesa, Vano menuju toilet. Langkahnya terhenti, ketika melihat seseorang yang sangat ia kenal. Ya, dia adalah Nindy. Ia sedang berdiri di depan sebuah etalase dan memandangi sebuah boneka berbentuk beruang kecil dan memegang satu tangkai bunga mawar. Ia tersenyum sendiri, namun senyum itu segera memudar tatkala Ari memanggilnya.
Oh mbak Nindy di sini juga? Bersama Ari? Ah mending aku samperin dia saja..
Gumam Vano dan segera ia melangkah mendekati kakak beradik itu untuk basa-basi menyapa dahulu. Dengan penuh semangat, Vano memanggil Nindy yang sudah berjarak dekat denganya.
"Mbak Nindy? Ari..?"
Keduanya menoleh, karena suara yang mereka dengar begitu familiar.
"Loh Vano? Kamu juga di sini?"
"Iya mbak, aku sama mbak Rin, sekarang dia lagi di food court, karena saya mau ke toilet, kalau mbak Nin dan Ari nggak keberatan, kita makan bareng saja, itu dia mbak Rin..?" ucap Vano yang terlihat berharap Nindy menjawab iya atas tawaranya. Pandangan Nindy mengikuti kemana Vano menunjuk dan wajahnya berbinar ketika melihat sesosok wanita yang tengah duduk sendirian sambil bermain handphone.
"Oke lah. mbak akan ke sana, dan bergabung bersama kalian, kamu nggak keberatan kan Ri kalau kita makan bareng dulu..?"
"Enggak mbak, Ari malah seneng.."
"Silahkan mbak dan Ari ke sana dulu, Vano mau ke toilet dulu.."
"Iya.."
Ari dan Nindy bergegas menuju di mana Ririn berada. Sedangkan Vano, kini dengan bersemangatnya menuju toilet. Karena Nindy lah yang membuat wajahnya sangat berbinar sekali.
"Nona Ririn, kelihatanya anda sedang menunggu seseorang..?"
Ririn mendongakan kepala setelah mendengar suara itu.
"Nindy..?" teriak Ririn dan spontan berdiri memeluk sahabatnya itu.
"Kamu di sini juga..?" tanya Ririn setelah melepaskan pelukanya.
Selesai dari toilet, ia sempatkan berhenti di depan cermin yang berada di atas wastafel. Ia tersenyum sendiri melihat pantulan bayangan wajahnya di cermin.
Pucuk di cinta, ulam pun tiba. Gak nyangka ketemu sama kamu di sini mbak Nin..
Gumam Vano yang kini telah selesai membenahi rambutnya dan beranjak meninggalkan toilet tersebut.
"Kalian mau makan apa? Pesan saja, mumpung hari ini aku lagi baik hati, aku yang traktir kalian.."
"Bener nih?" tanya Nindy menggoda Ririn.
"Ya iyalah, masak aku bohong...?"
"Yesss, kebetulan nih...?"
"Hemm, dasar kamu, doyan makan..."
Nindy segera memesan makanan. Dengan wajah berbinar, ia memesan beberapa menu. Ririn hanya tersenyum melihat kelakuan sahabatnya itu.
"Udah pesen makanan?" tanya Vano yang sudah kembali dari toilet.
"Udah kok Van, baru saja.."
"Eh, ngomong-ngomong tumben kalian jalan bareng, pemandangan yang luar biasa..." kata Nindy.
"Kamu juga Nin, tumben jalan sama Ari..?"
"Ari yang minta kok mbak, udah lama juga nggak jalan-jalan bareng sama mbak Nin.."
"Ngomong-ngomong soal pacar, kapan kamu cari ganti lagi Nin? Inget umur, sebaiknya kamu cari laki-laki yang serius.."
"Tau lah Rin, aku masih enggan, pacaran ujung-ujungnya putus lagi putus lagi..."
"Itu sih mbak Nindy aja yang gak pandai menilai laki-laki..." sahut Ari yang duduk di samping Nindy.
"Mungkin mbak yang terlalu bodoh Ri...?"
"Mbak nggak bodoh kok, cuma laki-lakinya aja yang brengsek, nyia-nyia in cewek sebaik mbak Nin.." sahut Vano.
"Iya Nin, si Kia aja yang brengsek, suatu saat dia akan menyesal telah menyia-nyiakan kamu..."
"Waktu itu saja, setelah kita putus, dia ngajak balikan lagi..?"
"Mbak mau..?" tanya Vano spontan dengan raut wajah yang serius sekali.
"Enggak lah, bodoh apa, mau balikan sama dia, sekarang sudah nggak ada rasa apa pun ke dia, pure teman biasa.."
"Aku doain, kamu dapat jodoh yang setia, pengertian dan bertanggung jawab Nindy, amin..."
"Aku pun juga begitu Rin, aku berdoa kamu juga mendapat jodoh yang setia, pengertian dan bertanggung jawab..amiin.." Kedua sahabat itu saling berpelukan.
Ari dan Vano sama-sama mengaminkan doa Nindy dan Ririn. Makan malam bareng yang tak sengaja itu berlangsung begitu menyenangkan. Hati Vano saat itu sangatlah bahagia, dapat makan bersama wanita pujaanya.
Bersambung....
****
vano itu cinta mati sm nindy jd gak bisa selain hati...
SEQUEL 2 NYA DI UP THOR.......🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻
MOHON MAAF JIKA KOMEN2 BNYK YG TDK PANTAS.. KRN SMUA FAKTOR TRBAWA SUASANA CERITA THE BEST DARI OTHOR, YG BUAT READER TERBAWA EMOSI MAUPUN BAHAGIA..
SEKALI LGI JGN LUPA, UP THOR SEQUELNYA..
SIAP2 LO VANO KNK MORNING SICKNESS, ALIAS SINDROM COUVEDE, AKU UDH MRASAKN SAAT ISTRI HAMIL ANAK KMBARKU, SEGALA MAKANN YG AKU TK SUKA & TK AKU MAKAN, LGI NGIDAM KU MAKAN, SEPERTI LELE, BELUT, IKAN GABUS ATAU RUAN, AKU MAKAN, PADAHAL AKU GK MKN 3 MAHLUK AIR TRSEBUT, KLO BUAH, SUKA MAKAN ASAM PAYAK, JAMBU BATU, PKE GARAM DOANK.. KLO BAYANGINNYA KMBANG LIUR KU..
SEKRG LO MAU JDI ULAT BULU..
KYK VANYA DLU LO, VANO CINTA BANGET, TPI DISEKINGKUHI..