***
cinta datang karna terbiasa, seperti itu yang terjadi pada barata lais menikah dengan tyas Luisa karna perjodohan orang tua, sedang Tyas yang sudah mempunyai seorang kekasih, tidak mau menerima pernikahan nya, bagi tyas pernikahan hanya sekedar menyenangkan ke dua orang tua nya semata sering nya mengabaikan kan sang suami, lambat laut Bara terbiasa dengan hadir nya sang adik ipar adik dari istri nya yaitu jihan Luisa kedua nya saling jatuh cinta karna terbiasa bersama,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rubyna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
macam tutul
perlahan bara mendekati Jihan yang tengah menatap penuh damba diri nya, matanya menyiratkan kegelisahan meminta sesuatu yang ingin segera di tuntaskan, bara melepas ikatan tangan Jihan Julian mengikat dengan dasi nya agar Jihan tidak seenak nya memeluk dan meraba anggota tubuh nya tadi hampir saja jika Julian tidak dengan sigap menangkap tangan halus Jihan, sedang kaki Jihan, Julian mengikat nya menggunakan ikat pinggang yang Julian lapisi menggunakan jas nya, jika tidak seperti itu Jihan akan terus mendatangi nya,
''Ta tuhan,'' bara mendesah pelan saat tangan Jihan dengan sangat agresif meraih tubuh nya
''Pak dosis yang mereka jadi cukup banyak,'' terang Julian yang masih tak bergeming dari tempat nya,
''Apa kamu ingin matamu menjadi camera dan menyimpannya di memori otak mu Julian, tunggu apa lagi cepat pergi,'' titah bara dengan tegas, menutupi penglihatan Julian mengunakan badan nya agar Julian tidak melihat Jihan yang sudah meremas buah dada nya sendiri,
''Ya itu ad,''
''Sekarang,'' tegas Bara kesal, Julian secepat kilat keluar dari kamar hotel itu Julian tadi hanya ingin memberi tau bara ada nya camera di kamar itu,
Perlahan Bara berganti membuka ikatan di kaki Jihan, begitu kaki nya bebas Jihan melebarkan kedua pahanya, benar terjadi apa yang Julian takut kan,
''Cobaan apa lagi ini tuhan,'' geram Bara menutup matanya rapat,
''Aku tidak ingin menyentuh mu dengan cara seperti ini Jihan,'' kesal Bara marah pada diri nya sendiri, bukan bara senang mendapati jihan seperti ini,
Perlahan Bara menarik selimut dan menutupi tubuh Jihan akan tetapi gadis itu menolak nya membuang selimut itu dengan gerakan cepat menerjang tubuh Bara, bak singa betina yang sedang kelaparan Jihan menerkam mangsanya
Bara diam tidak mau membalas meski tubuh nya ingin hati nya menolak sebisa mungkin Bara menahan nya,
dalam sekejap Jihan melepaskan pakaian nya dengan gerakan cepat dan buru buru, menyisakan bra dan kain segitiga menutupi bagian inti nya, Bara memejam kan mata nya mengerang pelan menahan tangan Jihan yang terus menggerayangi tubuh atletis nya,
''Jihan jika seperti ini aku tidak akan bisa menahan nya,'' gumam Bara dengan suara parau menahan kabut gairah yang Jihan ciptakan
''Tolong aku,''
Cup
Jihan berhasil mencium Bara meraup bibir tebal Bara setelah beberapa kali Bara menghindar Bara masih diam membiarkan diri nya di kuasai Jihan,
Ciuman Jihan semakin dalam meski tak beraturan mampu membuat Bara resah menahan hasrat nya, dengan gerakan kasar Jihan membuka paksa kemeja Bara
''Jihan maaf aku harus melakukan ini aku juga tidak ingin melihat mu terus tersiksa, maaf,'' Bara meraih remote AC dan menaik kan suhu nya melihat tubuh Jihan yang di penuhi keringat Bara tau Jihan semakin kepanasan,
Perlahan bara memeluk tubuh Jihan yang hampir telanjang mencium tengkuk Jihan menghirup aroma tubuh gadis itu, dengan lembut bara merebah kan tubuh kecil Jihan membawa nya dalam Kungkungan
Bara terdiam sejenak menatap mata sayu gadis di bawah nya yang meminta lebih melalui tatapan Jihan terus bergerak gelisah saat Bara mendiam kan nya cukup lama, Jihan mendorong tubuh bara dengan gesit sudah berada di tubuh atletis nya, Jihan melepas celana kain yang masih Bara kenakan
''Tolong aku cepat,'' lirih Jihan seraya menciumi perut dan dada bidang Bara mata nya sayu melihat sesuatu yang sudah mengeras di balik kain tipis yang masih tersisa, Jihan gadis polos tapi tubuh nya saat ini menginginkan sesuatu yang mengirim sinyal ke otak nya untuk segera membuka kain tipis itu, bara mengeram tertahan saat Jihan susah berhasil menggenggam milik nya gadis itu juga membuka kain yang tersisa di tubuh nya,
''Jihan biar aku yang melakukan nya kamu bertindak sangat kasar ini akan menyakiti mu,'' Bara merubah posisi menjadikan jihan kembali di bawah Kungkungan nya, gadis itu hanya diam sudah siap dan pasrah Jihan membuka lebar kedua paha nya menahan denyutan di inti yang meminta ingin segera di puas kan,
''Aku akan melakukan nya dengan lembut, maaf ini akan sakit tahan sebentar,'' rancau bara seraya meraup gundukan kenyal yang menantang di depan mata, menyesap nya dengan lembut membuat tubuh Jihan semakin menegang
''Aku akan menikahi mu setelah aku bercerai dengan Tyas akan segera ku urus perceraian ku,'' ucap Bara seakan mengerti dengan ucapan bara tanpa sadar Jihan menangguk
''Aku akan melakukan nya sekarang,''
Bara menurun kan wajah nya perlahan menyesap lembut inti tubuh Jihan memberi kan sensasi geli luar bisa di tubuh gadis itu, bara memberikan ketenangan terlebih dulu saat ia akan merobek paksa kesucian nya,
''Aku akan melakukan nya sekarang, ini akan sakit tahan sebentar,''
Perlahan bara mulai melesat kan junior nya Jihan melebarkan bola mata nya saat benda tumpul merobek paksa di bawah sana,
''Maaf maaf Jihan kita akan segera menikah,'' Bara membenam kan semua junior nya yang masih tertahan setengah, cairan hangat terasa meleleh di bawah sana, sedang Jihan menangis tanpa suara
''Maaf kan aku,'' berkali kali bara terus mengulang kata maaf tahi nya tidak tega, sudah merusak gadis yang mulai bertahta di hati nya, ''aku akan membalas kan rasa sakit mu ini,'' ucap bara lagi mendekap erat tubuh Jihan di bawah nya menghujani wajah cantik itu dengan ciuman berakhir menyesap lembut bibir tipis Jihan gadis itu kembali releks Bara mulai bergerak perlahan di tas tubuh Jihan, rasa sakit tadi sudah menghilang berganti sensasi yang tubuh Jihan ingin kan,
Empat puluh menit berlalu Bara mengerang panjang saat badai itu datang menghantam diri nya begitu juga dengan Jihan, yang sedari tadi tubuh nya ingin kan Bara lemas dengan posisi masih di atas tubuh Jihan,
''Kita istirahat dulu ya,'' ucap bara saat kilat gairah masih menyelimuti mata dan tubuh gadis di bawah nya itu,
tak sampai sepuluh menit Jihan bertindak terlebih dulu, mengabaikan rasa perih di intinya rasa ingin di puaskan lebih dominan, bara tidur terlentang menikmati gerakan Jihan yang ada di atas nya gadis itu naik turun dengan gerakan cepat, bara menahan gerakan Jihan saat badai nikmat itu kembali datang,
menjelang sore, Jihan lemas di sisi bara mata nya sayu menahan lelah, perlahan Jihan tidak sadar kan diri, jika tidak ingat belum makan sejak siang tadi bara rasa nya ingin ikut serta tidur bersama Jihan dan memeluk gadis yang hari ini sudah memberinya rasa nikmat surga dunia,
tok tok
Bara bergegas membuka pintu ia tau Julian sang asisten yang datang, pria itu menyambar handuk dan melilit kan di pinggang nya,
''Pak Bara,'' Julian ternganga melihat tubuh putih bara yang penuh dengan bercak merah keunguan, membayang kan betapa buas nya Jihan Julian bergidik ngeri,
''Tutup mulut mu Julian,'' gertak bara
''Pak ini nasi nya, dan ini berikan pada nona Jihan,'' bara mengerut kan kening nya saat melihat botol kecil di tangan Julian
''Apa ini kamu ingin aku memberinya obat Sialan itu lagi,'' ucap bara dingin
''Tidak! obat ini salep untuk itu biar tidak bengkak,''
''Sini berikan,'' bara merasa paksa salep di tangan Julian, ''kamu pergi sekarang,'' titah bara lagi,
''Itu pak,''
''Apa lagi,'' gertak bara,
''Di dalam ada camera apa pak Bara sudah tau,'' ucap Julian ragu
''Camera apa! kenapa tidak bilang dari tadi,'' kesal bara Julian baru memberi tau nya ''mau apa kamu,'' Bara menghalangi Julian yang hendak masuk dengan tangan nya,
''itu camera nya ada di meja nakas,''
''Kamu pergi saja sekarang, itu biar aku saja yang urus,''
Julian mengayun kan kaki nya meninggal kan bara, pria itu masih merinding melihat tubuh bara sudah seperti macam tutul
mampir thor🙋
Sebenarnya Kalian berdua pemenangnya berhak bahagia🙂
lanjut Thor 👍🏻
harusnya membuat tyas bisa jatuh cinta sama Bara. bukan sama malah tergoda sama iparnya.
kalau semua suami seperti bara begitu mah itu laki laki
bukan lelaki setia.
Tapi semangat buat Authorny
Buat Tyas bahagia juga ya.. thor