NovelToon NovelToon
Love Sign

Love Sign

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:101.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nurwahidah Bi

Teruntuk kau yang terlambat mengatakan cinta.

Aku di sini, di tempat tanda cinta berada.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurwahidah Bi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 20: The Meaning of Love

Mereka pun sengaja meninggalkan Kim Jin Hee dan Richard Lee bersama-sama untuk membangun kedekatan diantara dua insan yang sedang coba untuk dijodohkan.

Wajah Richard adalah sebuah karya seni yang indah, lekukan hidung tajam pemberian ibunya, tentulah mampu melelehkan hati para gadis seantero Jepang.

Namun, bagi Jin Hee ketampanannya pasti berbanding terbalik dengan sifat dan tingkah laku. Berbeda dengan seseorang dari masa lalunya.

"Kau pendiam?" tanya Richard membuka pembicaraan. Jin Hee terkejut saat merasakan tangan hangat pemuda itu di pundaknya.

"Bagaimana menurutmu? Aku tidak punya keperluan untuk bicara denganmu," sindir Jin Hee seolah tak peduli dengan pria di sisinya. Seraya menyibak tangan kecil itu.

"Sepertinya ya ... kau cukup pendiam?" jawabnya mengambilkan minuman berwarna oranye.

"Aku tidak minum!" tolak Jin Hee terdengar tak suka.

"Ini hanya jus jeruk," jawabnya kembali menawarkan minuman itu.

"Aku tidak tahu harus bicara apa denganmu, jadi jangan membicarakan hal yang tak penting!" tutur Kim Jin Hee terdengar formal. Richard tersenyum, dirinya pasti merasa Kin Jin Hee adalah gadis yang menantang.

"Kurasa kita seumuran, jadi tidak perlu terlalu bertingkah kaku!" ucap Richard berdiri menempel di samping Jin Hee. Jin Hee mengangguk dan meneguk minumannya. "Kau membeli gaun ini di mana?" lanjutnya terlihat serius memperhatikan one piece yang dikenakan Jin Hee, mendengarnya Jin Hee merasa aneh. "Oh ya, kau pasti sudah mengtahui tujuan orang tua kita mengatur pertemuan ini 'kan?"

"Eum ...," jawab Jin Hee menatap Richard dengan senyum palsu.

"Kau suka pria seperti apa? Tampan? Kaya? Atau—"

"Sayangnya aku tidak suka semuanya? Sama sekali tidak menarik," sela Jin Hee memotong ucapan Richard.

"Apa mungkin kau tidak suka pria?" ucapnya menggoda menatap Jin Hee dalam-dalam.

"Aku suka! Aku hanya tidak suka pembual yang terlalu mengurusi gaun orang lain!" ketusnya menjauhi Richard.

"Apa? Aku rasa kau—"

"Maaf, aku permisi ...," sela Jin Hee melambaikan tangannya ke arah Richard.

Kim Jin Hee pun pergi meninggalkan acara para Professor itu dan kembali ke rumahnya tanpa peduli atas panggilan ayahnya. Jin Hee sudah bisa menduga reaksi apa yang akan ayahnya lakukan atas tindakannya hari ini.

***

Jepang yang mulai terasa dingin, tak lagi sehangat sebelumnya. Ini membuatnya kembali merindukan rumah lama. Jin Hee tiba di rumah dengan wajah yang sembab menahan tangis karena kesal dengan tujuan ayahnya.

Ia membantingkan tubuh kecil ke arah sofa berwarna merah yang ada di ruang tamu tersebut, asistennya yang melihat tingkah itu pun segera mendekati.

"Nona, bagaimana kencan butanya?" tanya asistennya penuh antusias.

"Kencan buta apanya? Aku tidak pernah bilang padamu akan ada kencan!" selorohnya emosi tampak sebal, "hh? Apa mungkin kau juga tahu rencana Ayahku? Yoon, apa kau juga terlibat?" lanjut Jin Hee menyadari sesuatu.

"Aaah ... itu? Lalu bagaimana? Apa dia lebih tampan dari mantan pacarmu?" abai asistennya seolah mengabaikan perasaan Jin Hee.

"Eumm ... dia lebih tampan! Sangat tampan, kurasa!"

"Benarkah?"

"Bahkan kudengar ibunya keturunan Jepang dan Jerman. Tapi, apa kau tahu?" ungkap Jin Hee membuat asistennya semakin penasaran. "Hidungnya .... Hah? Operasi! Kau tahu, tampak seperti itu," lanjut Jin Hee menggeleng dan memasang wajah masam.

"Itu 'kan sudah biasa, Nona!" jawab asistennya itu dengan santai.

"Aku tidak suka! Dia ... aaih ... menyebalkan," gerutu Jin Hee berdiri mengambil tasnya, "Dia terlihat sangat menjijikkan!" lanjutnya duduk kembali di sofa.

"Nona!" tegur asistennya karena ucapan penghinaan yang keluar dari bibir kecilnya.

"Kenapa?"

"Kenapa kau mengumpat seperti itu?" lanjut asistennya itu.

"Hey, siapa yang mengumpat? Yang aku maksud menjijikkan bukan tentang siapa dia, hanya saja dia terlihat tidak baik untukku. Kau tidak tahu 'kan, bagaimana caranya menatapku? Itu benar-benar menjijikkan, itulah maksudku! Dia melihatku seperti sampah," ungkap Jin Hee meralat ucapannya sembari mengeluarkan cincin yang selalu dibawanya.

"Itu pasti hanya perasaanmu. Oh! Cincin itu?" ucap gadis cantik itu terkejut saat melihat cincin di kotak berwarna biru tua. "Hey, hey ... kau masih menyimpannya ya?" godanya tersenyum.

"Hmm! Aku tidak bisa membiarkan orang lain membuang cincin ini. Hey, kau jangan mengalihkan pembicaraan kita!"

"Nona?" panggilnya menggodai Jin Hee.

"Sepertinya aku orang yang bodoh." Kata itu lolos begitu saja dari bibir mungilnya. "Begitu berat untukku bisa melupakannya, walaupun aku tahu dia tidak pernah bisa menjadi baik untukku," lanjutnya menggengam cincin.

Jin Hee terdiam sejenak, secara acak bayangan masa lalu mengetuk sel di otak. Mengutak-atik kenangan lama saat cincin itu masih ada di jemari kanannya. Sebuah cincin yang disematkan seseorang yang entah masih dicintainya atau tidak.

Hening. Terlalu hening hingga rasanya aku tenggelam. Tolong bawa aku dari kepedihan kenangan ini. Batin Jin Hee merajuk.

"Nona!" panggi asistennya dengan wajah yang mengernyit.

Jin Hee terkejut mendengar suara nyaring itu. Sesaat dia tertunduk, mulai merasa sedikit malu. Jin Hee mengambil napas dalam-dalam. Sesuatu dalam dadanya terasa sulit dikendalikan. Ada amarah yang bersembunyi dalam rasa rindu.

"Apa kau tidak menginginkan perjodohan itu?" Asistennnya bertanya sembari menatap Jin Hee lekat

"Yoon? Apa aku boleh bertanya sesuatu?" tanya Jin Hee enggan menjawab pertanyaan gadis bernama Yoon itu.

"Tanyakan apa saja ...," jawabnya duduk mendekati Jin Hee.

"Apa arti cinta bagimu?" tanya Jin Hee.

"Aku? Cinta? Eumm ...," ucapnya berpikir sejenak. "Aku rasa, cinta adalah ketulusan. Pada saat kau menginginkan cinta yang tulus, kau juga harus siap dan bisa memberikan cinta yang tulus bagi orang lain! Itu menurutku ...," ungkap Yoon.

"Itu namanya jual beli. Seperti di saat kau membayar kau akan dapatkan barangnya dan di saat kau menjual kau akan dapatkan uangnya," jawabnya tersenyum.

"Aish ... Nona! Kau memang tidak punya harapan, kau harus segera menikah!" seru asistennya dan malah membuat Jin Hee tertawa.

"Aku bercanda! Tapi, bagaimana di saat cinta menjadi sebuah pilihan yang harusnya ada menjadi tidak ada atau pun sebaliknya?" tanya Jin Hee seperti orang bodoh yang tak paham arti cinta.

"Maksudmu? Aku tidak mengerti ucapan?" tanya Yoon sama bodohnya dengan Jin Hee.

"Maksudku," Jin Hee mendekatkan kepala. "Mari kita umpamakan seperti ini. Jika kau harus memilih antara mencintai atau dicintai. Lalu, kau memilih untuk mencintai sedangkan kau tahu tidak ada yang mencintaimu, keputusan itu ... kau menyebutnya apa?" tanya Jin Hee tampak bingung dan ragu.

"Eum ... itulah ketulusan ... aku rasa?" jawab Yoon ringan. "Itu seperti, saat kau tahu kekurangan seseorang, tapi tetap menerima dengan tulus. Itulah yang disebut cinta, Nona! Begitu juga saat kau memulai sebuah hubungan melalui rasa iba, itu juga disebut ketulusan, tapi belum tentu itu cinta," lanjut Yoon menerangkan.

Pandangan Jin Hee tiba-tiba kosong, dengan mulut yang menganga dan pikiran yang bekerja.

Dia berteriak, "Ah, entahlah! Aku tidak mengerti! Penjelasanmu benar-benar membuatku bingung."

"Aku saja bingung ...," jawab Yoon memiringkan kepalanya ke sebelah kanan.

"Bagiku itu seperti sebuah kutukan ...," ujar Jin Hee mendadak melow dan mulai melamun.

***

Bersambung

1
Eka Suryati
Wanita yang tetap memiliki sisi lembut dan feminim
Eka Suryati
Sepeetinya seru
cerita yg menarik karena kekuatannya ada pada kata2 yg indah
Eka Suryati
Kata2nya puitis
Oshin
cerita yg unik
Nada Cika Cika
.......
Jalanyang Luruss
Masih berharap ada extra partnya sayang author sibuk banget yak kayanya
Kak Mira Diki
ceritanya bagus ya, rapi banget
Nurwahidah Bi
upp
Nurwahidah Bi
up
Nurwahidah Bi
upp
Nurwahidah Bi
up
Nurwahidah Bi
upp
Nurwahidah Bi
up
Nurwahidah Bi
upp
Nurwahidah Bi
up
Nurwahidah Bi
upp
Nurwahidah Bi
up
Sukma Wati
Kak bi.......
Dewi Suci
Next
Dewi Suci
Helo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!