Bagaimana rasanya apabila kita bisa melihat kejadian masa lalu dan kejadian masa depan juga selalu di hantui mahluk halus yang menjadikan dirinya alat untuk balas dendam
Tiara Wulandari seorang siswa SMA mengalami keanehan pada dirinya setelah gadis itu selamat dari aksi pembunuhan yang hampir merenggut nyawanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ⸙ᵍᵏTℹ️Tℹ️🅰️N B⃟c♏ENT🅰️RI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAYANGAN 21
Tiara dan Dimas pergi ke alamat rumah Prayoga Sebastian yang dia dapat melalui sosial media, tibalah mereka berdua di alamat itu dan memandang rumah mewah yang sudah lama kosong tanpa penghuni.
Rumah seorang pengusaha sukses yang lama di tinggalkan oleh semua pekerjanya semenjak tuan rumah dan istrinya di temukan meninggal, para pembantu di rumah itu terpaksa harus meninggalkan jauh dan menutup mulut mereka jika masih ingin hidup bersama keluarganya karena sang pembunuh itu mengancamnya apabila ada yang mau buka suara maka dia dan keluarganya mati.
hampir 10 tahun sudah kejadian itu di tutup dari pemberitaan, Tiara mencoba ingin menembus bayangan saat menyentuh tembok pagar rumah itu sedangkan Dimas mencoba masuk dan mencari cela agar bisa membuka pagar rumah yang di rantai itu juga memiliki tembok yang tinggi.
"Ka... Bantu aku!" kata Tiara sambil memejamkan matanya dengan tangan menyentuh tembok pagar rumah itu.
Dimas menghampiri wanita itu dan menyentuh pundaknya juga menyalurkan tenaga dalam ke tubuh Tiara sehingga Dimas juga bisa melihat bayangan yang di lihat wanita itu.
Bayangan itu memperlihatkan sebuah keluarga besar yang sedang berkumpul dan di antaranya adalah pria yang sempat di usir papanya Tiara di kantor itu, Tiara melihat seorang yang berpenampilan seperti seorang pengacara sedang membacakan sebuah surat wasiat dan di dengarkan oleh semua keluarga.
Prayoga Sebastian mempunyai seorang kakak bernama Setya Sebastian dan masing-masing mendapatkan 50% kekayaan orangtuanya setelah meninggal.
Prayoga memimpin sebuah perusahaan yang lebih kecil dari perusahaan milik kakaknya Setya, namun karena kecerdasan yoga mampu membuat perusahaan itu maju dan berkembang pesat menjadi perusahaan besar di negara itu sedangkan perusahaan Setya tidak berkembang hanya berjalan di tempat saja.
Timbul sebuah rasa iri di hati kakaknya apalagi Setya memiliki 3 orang anak laki-laki yang kerjaannya hanya bisa menghabiskan uang orangtuanya sedangkan yoga hanya memiliki 1 orang putri.
Setya meminta bantuan yoga untuk menerima anaknya bekerja di perusahaan adiknya itu, dan meminta 30% dari saham yoga dengan alasan meminta bantuan untuk keluarganya.
Prayoga yang memiliki hati yang baik menerima salah seorang putra kakaknya yang bernama imam bekerja di perusahaannya menjadi seorang manajer pemasaran, juga mau memberikan 30% keuntungan kepada kakaknya Setya untuk membantu keuangan perusahaan kakaknya itu.
Namun yang di lakukan imam membuat Prayoga marah dan mengusir keponakannya itu dari kantornya karena imam sudah menyelundupkan barang-barang haram di antara barang miliknya bahkan imam juga banyak mengunakan uang kantor di luar pengeluaran pekerjaannya itu membuat yoga memecatnya bahkan menstop dana masuk ke perusahaan kakaknya Satya.
Satya segara menemui adiknya itu dan menanyakan mengapa adiknya menghentikan bantuan dana juga menanyakan kenapa anaknya di pecat dari perusahaan adiknya.
Prayoga menyerahkan bukti kejahatan kepada kakaknya dan membuat kakaknya sangat terkejut melihat bukti itu, namun walau bagaimanapun nakalnya imam Satya tetap memohon maaf kepada adiknya dan meminta yoga menerima kembali imam di kantornya namun yoga tidak mau memaafkan imam dan menerima kembali karena keponakannya itu sudah membuat kerugian besar pada perusahaannya dan keputusan itu membuat Satya marah di tambah ketiga putranya terus mencuci otak ayahnya untuk membenci adiknya itu.
Setya akhirnya menyusun perencanaan ingin menyingkirkan adiknya dan keluarganya karena perusahaan miliknya hampir gulung tikar semenjak Prayoga menghentikan bantuannya.
Satya datang berkunjung kerumah adiknya seakan-akan sudah melupakan semua masalah mereka berdua, pertemuan pertama Satya meminta maaf atas emosinya waktu itu dan berjanji tidak akan meminta bantuan lagi karena malu dengan kelakuan putrannya.
Di pertemuan kedua Satya datang dengan membawa sebuah kue ulang tahun karena malam itu bertepatan dengan hari lahir Prayoga, Tampa di sadari yoga Satya dan ketiga putranya ingin membunuh adiknya itu bersama keluarganya.
Melihat kedatangan kakaknya sambil membawa kue ulangtahun membuat Prayoga senang dan menyambutnya bahkan sang istri juga bahagia dan langsung ke dapur ingin membuat minuman dan menyediakan cemilan untuk suaminya, siapa sangka kebahagiaan itu hanya mimpi saat sang istri keluar dari dapur melihat sang suami tertembak di kepalanya membuat Lastri langsung reflek menarik putrinya kabur lewat pintu belakang.
Bayangan kejadian itu membuat Tiara menangis dan jatuh pingsan Dimas dengan cepat menangkap wanita itu, karena hari sudah malam membuat sekitar rumah itu sepi jadi tidak ada warga yang melihat kejadian itu.
Untung ketiga hantu cantik yang selalu menemani Tiara ikut dan menyelidiki sekeliling rumah yoga dan membantu Dimas membawa masuk Tiara kedalam rumah orangtuanya itu.
Ruangan yang kotor dan berdebu di bersihkan hantu Irma dan teman-temannya dalam sekejap menjadi bersih namun tidak ada lampu karena sudah lama di putus dari PLN, Tiara di letakkan di ranjang kamar orangtuanya hingga wanita itu sadar.
Barang-barang yang ada di rumah itu masih lengkap karena sesudah membunuh Satya mengusir semua pembantu dan tukang kebun pergi jauh dan kejadian itu di rekayasa seolah bunuh diri dan bertengkar dengan istrinya.
Tiara sadar dari pingsannya, dengan airmata kesedihan melihat kejadian yang menimpah orangtuanya membuat gadis itu sedikit membuka memory ingatannya yang pernah hilang saat kejadian itu. Tiara teringat semua kejadian dan masa kecilnya karena ingatan gadis itu kembali Tiara langsung menuju kamar pribadinya membuka sebuah lemari belajarnya dan mengeluarkan sebuah rekaman bukti kejahatan saudaranya itu.
"Kak aku sekarang ingat semua, aku punya bukti kejahatan mas imam" kata Tiara menunjukan sebuah rekaman usang.
"Alhamdulillah akhirnya ingatanmu kembali Tiara," kata Dimas dan langsung memeluk wanita itu.
"Tapi bagaimana aku bisa menemukan bukti kejahatan pakde Setya ka?" tanya Tiara sedih.
"Sabar kita pasti bisa menemukannya sekarang kita istirahat pas besok pagi kita akan melanjutkan pencaharian karena di bantu cahaya sinar matahari" jawab Dimas menenangkan kekasihnya itu.
Tiara akhirnya menurut dan tertidur di kamarnya dengan bantuan cahaya dari lampu tempel yang di temukan di lemari kaca kamarnya.
Dimas juga tertidur di kamar yang sama namun pria itu tau batas dia memilih tidur di sofa panjang di dalam kamar itu,
"Ya Tuhan bantu kami untuk menemukan semua bukti kejahatan yang membunuh orangtua Tiara" ucap Dimas sebelum terlelap dalam tidurnya.
Saat mereka berdua tertidur tiba-tiba datang angin kencang mematikan lampu tempel itu, melihat Tiara hantu besar itu ingin menguasai tubuhnya namun selalu gagal karena ada yang melindungi tubuh gadis itu.
Melihat banyak hantu yang ingin menganggu Tiara membuat ketiga hantu cantik kesal dan menghalanginya, ketiga hantu itu bekerja sama melawan mahluk itu namun kekuatan mahluk itu sangat besar membuat ketiganya jatuh menghantam tembok kamar dan kejadian itu membuat Dimas bangun dari tidurnya