NovelToon NovelToon
Cinta Pak Bos

Cinta Pak Bos

Status: tamat
Genre:Romantis / CEO / Tamat
Popularitas:569k
Nilai: 4.9
Nama Author: Kurniasih Paturahman

Siapa yang mengira.
Pertemuanku dengan seorang pria di sebuah vila, mengubah kisah cintaku.

Dalam sekejap statusku berubah, menjadi pacarnya pak bos. Oh Tuhan... aku hanya meminta bantuannya kenapa menjadi seperti ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kurniasih Paturahman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cerita Lalu

Luna dan Adit melangkah menuju kami. Aku berusaha tersenyum menatap Adit, mencoba menenangkan perasaannya, yang penuh dengan pertanyaan melihat Aku dan Alan duduk bersama.

"Kamu sudah selesai mas?" Tanyaku.

"Iya" Jawabnya singkat, padat dan irit.

Adit meraih kursi yang tepat berada di sampingku dan duduklah Dia di sana.

"Eh.. Mas Alan, dari tadi di sini?" Tanya Luna pada Alan.

"Ya lumayan, bisa nemenin Ayna tadi" Jawabnya tersenyum dan seakan melirik ke Adit.

Alan berhasil membuat Adit kesal dengan ucapannya. Ku menundukkan kepalaku dan mengusap rambutku sendiri. Duh.. makin panjang penjelasannya ke Adit nanti.

"Oh iya.. Kalian mau ke hotel jam berapa?" Tanya Alan.

"Satu jam lagi ya.. gw ama Ayna beberes dulu" Jawab Luna.

"Info ya, biar bareng ke sananya" Ucap Alan.

"Sippp.. Gw nebeng lo lagi ya.." Pinta Luna.

Alan tersenyum dan mengangguk dan berlalu pergi meninggalkan kami. Begitu pula dengan Luna, senyumnya berlanjut sambil membereskan file - file yang ada di hadapannya. Namun tak bertahan lama senyum itu terukir di wajahnya, wajahnya tampak bingung seperti mencari sesuatu yang tak kunjung ditemukan.

"Ah.. tunggu bentar ya.. ada file yang ketinggalan" Ucap Luna akhirnya.

"Ok" Jawabku.

Luna pergi secepat yang ia bisa.. sepatu dengan hak yang tinggi tidak menjadi penghalang dia untuk berlari. Aku kagum dan berharap dia berhati hati dengan langkahnya.

Tinggalah Aku dan Adit di sini. Ku menatapnya dan mulai berbicara.

"Kamu mau nunggu di sini mas?" Tanyaku.

"Bolehkan..?, Alan saja bisa nemenin kamu tadi, masa aku yang jelas pacar kamu engga boleh" Lanjutnya.

"Hah.. kamu jangan salah paham gitu dong mas" Bujukku dengan meraih tangannya dan tersenyum semanis mungkin di depannya.

"Aku cemburu Ay.." Ucapnya dan ku tersenyum mendengarnya.

"Aku sayangnya sama kamu mas" Ucapku dengan sangat mulus didepannya.. dan membuatku malu sendiri.

Saat ku menyadarinya, Akupun menundukkan pandanganku.. tidak lagi menghadapnya. Adit seakan tersenyum melihat kegugupanku.

"Coba ulangi" Pintanya.

"Ulangi apa?"

"Yang kamu ucapkan tadi?"

"Aku lupa tadi ngomong apa"

Pura puralah sibuk aku saat itu.. meraih satu file dan file lainya tanpa tau tujuannya. Tiba Tiba Adit menarik pundakku dan menghadakan pandanganku tepat di depannya kembali.

Ku menatapnya, menatap wajahnya.. sempurna.. Adit kenapa terlahir tampan, ku tak berkedip menatapnya, mengatur nafas dan jantungku saat itu. Tanganya berubah posisi begitu cepat, satu tangan sudah menggenggam tangnku, satu lagi sudah melingkar di leherku dan wajahnya sudah sangat dekat dengan wajahku.

Apa yang mau Dia lakukan sekarang.. kenapa makin mendekat seperti ini.. Adit mau menciumku?. Ini kan di kantor.. engga bisa Dia lakukan itu disini. Kalau ada yang lihat bagaimana?. Tidak.. tidak.. maksudku Dia tidak harus menciumku. Bukan berarti tidak melakukannya di sini dan bisa melakukannya di tempat lain.. Ah.. Aku berfikir apa sih..

"Aku sayangnya sama kamu mas" Ucapku secepat yang ku bisa.. menghilangkan kegugupan yang kurasakan saat ini.

"Itu yang tadi ku bilang.. " Lanjutku malu dengan suara agak berbisik.

Dia pun tersenyum dan berkata..

"Aku juga sayang sama kamu Ayna"

Aku terdiam mendengar ucapannya. Lembut dan hangat. Entah kenapa kata-katanya membuat aku bahagia.. Uh.. Aku tersentuh oleh kata-katanya. Jarinya bergerak kearah pipiku dan menyentuh bibirku. Rasanya menjadi sangat nyaman tidak seperti tadi. Ketakutan dan kekhawatiranku lenyap seketika. Suara nafasnya makin terdengar jelas.. dan

"Ayna... Aku mene.. "

Luna kembali.. menghentikan langkahnya dan perlahan mundur. Aku melihatnya dan menunduk kemudian. Beginikah rasanya dipergokin orang..

"Ohhhh.. Aku salah ruangan.. maaf ya.. "

"Jangan pecat saya ya pak" Ucapnya kemudian.

Sempat-sempatnya dia berkata seperti itu dan pergi meninggalkan kami kembali. Ku kembali menatap Adit dan tersenyum melihatnya.

"Kami sih mas" Tuduhku.

"Aku panggil Luna kesini yah, selesaikan kerjaan kalian. Jadi kita bisa ke hotel lebih cepat" Pintanya.

Aku mengangguk dan kemudian Adit melangkah keluar meninggalkan ku. Huh.. ada - ada saja.. Desahku.

🍀🍀🍀

"Huaaaaa akhirnyaa sampai hotel.." Teriak Luna..

Yah.. akhirnya kami tiba. Rasanya cukup melelahkan hari ini. Kami berbaris menunggu antrian untuk mengambil kunci kamar. Luna mendapatkannya terlebih dahulu. Kemudian disusul dengan Alan dan tiba giliranku dan Adit. Adit meminta kamar yang selantai denganku dan kebetulan sekali tersedia. Kami melangkah bersama memasuki lift dan berpisah dengan Alan dan Luna. Tinggal aku dan Adit. Ku menatap angka yang ada di depanku yang mulai berhitung hingga menuju lantai 8 dan terbukalah.

Adit mengantarku hingga sampai pintu kamar. Membuka pintunya perlahan.

"Istirahatlah.." Ucapnya sembari mencium keningku dan ku terdiam.

"Aku masuk ya mas.." Pamitku akhirnya.

Dia mengangguk dan tersenyum. Menutup pintunya setelah ku melangkah masuk. Senyumnya masih sangat terlihat jelas di balik pintu ini.

Ku segera mandi, lalu membereskan barang bawannku dan bersiap untuk tidur. Sesaat setelah ku membaringkan tubuhku handphone ku berbunyi. Ku segera meraihnya dan terdiam saat ku menyadari nama yang tertera dalam layar handphone saat itu. Itu bukan Adit tapi Alan. Ku mengangkatnya dan memulai bicara.

"Ay.. sudah mau tidur.."Tanyanya.

"Ya sebentar lagi.., kenapa mas?"

"Engga apa-apa, cuman ingin ngobrol saja"

"Ternyata begini ya rasanya melepaskan orang yang kita sayang" Lanjutnya.

Mas Alan bicara apa, kenapa dia berkata seperti itu denganku. Membuatku makin merasa bersalah telah menolaknya.

"Mas.. Maaf.." Ucapku akhirnya.

"Aku yang harusnya minta maaf"

Dia terdiam begitu pula denganku, sejujurnya ku bingung mesti berbicara apa dengannya. Sampai akhirnya dia yang memulai kembali.

"Oiya, Kamu ingat dengan Bu Salma, pemilik toko fotocopy waktu di kampus kita dulu?"

"Oh.. Aku ingat.. apa kabarnya ya Dia sekarang?"

"Kabarnya baik Ay, beberapa hari yang lalu Aku bertemu dengannya"

"Bagaimana dengan usaha fotocopynya mas?" Tanyaku makin penasaran.

"Makin besar, dan sudah dialihkan ke anaknya"

"Oh hebat.. " Jawabku senang

"Bu Salma orang yang berjasa buatku"

Ku terdiam menunggu ucapan Alan selanjutnya. Mengerutkan dahiku dan berfikir. Ku tidak memahami maksud dari perkataannya barusan.

"Berkat kesalahan Bu Salma, Aku bisa kenal Kamu" Lanjutnya.

Aku teringat kembali dengan kejadian itu. Saat itu Bu Salam salah mengembalikan buku yang telah di fotocopy milikku. Dia menyerahkan buku Alan yang saat itu juga memforocoy buku miliknya di Bu Salma.

Aku masih anak baru, tidak banyak mengenal orang. Alan berinisiatif meninggalkan nomor handphonenya ke Bu Salma, Jika nanti ku menyadari bahwa aku telah salah menerima dan membawa buku.

Aku menghubunginya.. dan aku mulai mengenalnya semenjak itu.

"Ayna.. " Panggil Alan dari balik telepon.

Ting.. tong..

Bel kamarku berbunyi.. ku bangkit dari tidurku dan melangkah menuju pintu kamar ini.

"Bentar ya mas, ada yang datang" Ucapku.

Ku membuka pintunya dan ku dapati Adit yang tampak kesal menatapku.

"Siapa Ay yang datang?" Tanya Alan.

"Mas Adit.. " Jawabku sembari memanggil namanya yang tengah berdiri sempurna di hadapanku.

Tut.. tut.. tut...

Ku menutupnya begitu saja, tanpa ada ucap pamit padanya.

"Kamu kemana saja dari tadi?, Aku telepon tapi sibuk terus, Aku kirim pesan tidak dibaca baca. Aku membunyikan bel berkali kali dan lama sekali kamu membukanya.

"Maafffff..."

"Kamu teleponan dengan siapa tadi?" Tanyanya sembari menarik tanganku masuk ke dalam.

"Mas Alan.. " Jawabku sedikit berbisik.

"Dia lagi.. maunya apa sih tuh Alan" Ucapnya kesal.

"Mas.. ku mohon jangan marah.. percaya sama aku ya" Bujukku menatap Adit.

"Ok.., Aku engga marah, sebagai gantinya, Aku tidur disini"

"Hah.. "

Apa hubungannya tidur di sini dengan engga marah.

Dia menjatuhkan tubuhnya sesaat setelah bilang ok. Melipat kedua tanganya dan meletakkannya di atas kepalanya. Memejamkan matanya seakan dia telah tertidur.

"Mas.. Kamu tidur.. Mas.." Panggilku membangunkanya.

"Bangun lah mas.. pindah ke kamarmu" Rengekku.

Adit tiba-tiba menarik tanganku.. dan kupun terjatuh di tubuhnya. Dia memelukku dari belakang dalam tidurnya.. Jantungku berdetak tak beraturan.. Aku deg.. degkan. Ku mencoba melepaskan pelukanya namun tak berhasil. Pelukannya sangat erat.

"Jangan bergerak, bertahanlah sebentar.. biarkan aku memelukmu" Bisiknya tepat ditelingaku.

Ia benar-benar memelukku.. mencium rambutku dan kemudian punggungku. Jantungku makin berdebar tak karuan. Aku segera merubah posisi tidurku dan sekarang tengah menghadap wajahnya, tanpa ada penolakan darinya, begitu mudah ku menggerakan tubuhku sekarang. Adit tertidur.. itulah yang terjadi.

Ku menatap wajahnya dan ku tersenyum. Entah apa yang memberanikanku, ku mencium kening Adit yang sedang tertidur lelap tanpa beban.

"Selamat malam mas" Bisikku..

Tunggu.. Tunggu.. jika Adit tidur disini.. aku tidur dimana? Ah... tak tega membangunnkanya saat itu.. ku mengalah. Menarik selimut untuknya. Ku bergerak ke arah sofa.. tempat ku akan mengukir mimpi malam ini.

.

.

.

.

Lanjut episode berikutnya ya dears😘.. semoga menikmati ceritanya.

dilike dan dijadikan favorite

jangan lupa bintang dan vote yang banyak

komentar dan masukan yang baik ditunggu😇

terima kasih..

tetap setia menunggu upnya ya😊😊

1
EmbunCahaya
HP
Alya Yuni
Dah salah alamat msih mau blng di cukai ya dia cukai kenl kmu Nayna jdi prmpuan jngn terllu bego
hafid nadhif
trima kasih
@M⃠ⁿꫝieʸᵃɴᵉᵉʰʜɪᴀᴛ𓆊🎯™☂⃝⃞⃟ᶜᶠ: terimakasih kembali kak🤗🙏
total 1 replies
Gina Maria
makasih bgt novel mu bagus bgt...romantis & swett..🥰
@M⃠ⁿꫝieʸᵃɴᵉᵉʰʜɪᴀᴛ𓆊🎯™☂⃝⃞⃟ᶜᶠ: terimakasih kembali kak🤗🙏
total 1 replies
Alhafiz Rayyansah
sedikit2 teriakku sendiri.
lah ngapain teriak2,gak capek teriak2 mulu
ˢ⍣⃟ₛ 🕊ᶜᵒᵐᵉˡ🐾
apa Adit anak dari kluarga Pak Darma ya...
ˢ⍣⃟ₛ 🕊ᶜᵒᵐᵉˡ🐾
otw jatuh cinta nih si Ay.. makanya mendadak lola dan salting
ˢ⍣⃟ₛ 🕊ᶜᵒᵐᵉˡ🐾
😂😂😂Adit ngeliat barang berharga ny Ayna berwarna merah jd malu sendiri.. muka nya jd ikut2an merah
ˢ⍣⃟ₛ 🕊ᶜᵒᵐᵉˡ🐾
😂😂hanya dikening ya... kirain dibibir.. udh deg2an aja tuh si Ayna
ˢ⍣⃟ₛ 🕊ᶜᵒᵐᵉˡ🐾
Adit tau bae rumahnya Ayna..
ˢ⍣⃟ₛ 🕊ᶜᵒᵐᵉˡ🐾
ihiy mulai nyaman nih... dah g usah pulang Ay...
ˢ⍣⃟ₛ 🕊ᶜᵒᵐᵉˡ🐾
hmmm Jahat bngt Rafka....
dah lah lebih baik putus aja dan jadian ma Adit...
ˢ⍣⃟ₛ 🕊ᶜᵒᵐᵉˡ🐾
Adit baik n perhatian bngt sih ke Ayna... penasran nih sbnrnya siapa Adit.. knp dia nanyain perusahaan tempat Ayna bekerja
ˢ⍣⃟ₛ 🕊ᶜᵒᵐᵉˡ🐾
cieee deg2an nih yee.. Ay inget Rafka Ay..
ˢ⍣⃟ₛ 🕊ᶜᵒᵐᵉˡ🐾
masih ngikutin alurnya nih gmn.. knp Rafka ga nongol2 lgii.. siapa sbnrnya Adit ini..
ˢ⍣⃟ₛ 🕊ᶜᵒᵐᵉˡ🐾
untung Ayna nyasarnya kerumah orang baik ganteng pula ya mas Aditnya.. jd betah deh nyasar lama2
ˢ⍣⃟ₛ 🕊ᶜᵒᵐᵉˡ🐾
apa bner Ayna salah alamat ya... 🙈
ˢ⍣⃟ₛ 🕊ᶜᵒᵐᵉˡ🐾
aku sih milih HP thor... klo mslh dompet kan ada pacar yg nanggung🙈🙈

ish ish baru awal msih nyimak perlakuan Rafka ke Ayna.. mungkin cuek krn sibuk..
🐝𝓢𝓐𝓓🌷 rindu ғᶻ⁺🕸️♋
semangat
🦋 165
ko jd degdegan 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!