Elena, ku mohon cepatlah sadar! Aku sangat merindukanmu!
Seorang Pria muda duduk di samping ranjang, menemani seorang wanita cantik yang baru saja kembali dari gerbang kematian.
Apa yang terjadi dengan wanita itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Win, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 21. Kesempatan
Bukannya bangun, Ryuga malah membalikkan tubuh Elena. Kini Ryuga yang berada di atas, dia kembali mencium Elena dengan ganas.
Elena meronta, menolak dan mendorong tubuh Ryuga. Tubuh laki-laki itu sedikitpun tak bergerak, kekuatan Elena terlalu lemah dan tak berdaya untuk menghadapi Ryuga.
Ryuga menurunkan ciumannya ke telinga dan leher Elena. Ciuman itu membuat tubuh Elena bereaksi. Dia merasakan sesuatu yang aneh di dalam dirinya, sesuatu yang belum pernah dia rasakan.
Entah sejak kapan, pakaian Elena sudah terlepas. Hanya menyisakan Bra dan Cd yang masih melekat di tubuhnya. Bibir Ryuga bergerak turun menikmati area kenyal yang bertekstur mochi dan kembar pula.
Elena merasa geli tapi enak, dia memejamkan mata. Hatinya memberontak ingin menerima semua kenikmatan yang diberikan oleh Ryuga, namun sebagian sisi di hatinya menganggap jika ini adalah sesuatu yang salah dan tidak diperbolehkan.
Elena membuka matanya, dia memanggil Ryuga agar laki-laki itu sadar dari mabuknya.
"Ryuga, sadar Ga! Ini aku, Elena."
Ryuga tersenyum, laki-laki itu hanya berpura-pura tidak mendengar Elena. Dia sudah sadar sejak Elena membawanya ke dalam kamar. Hanya saja Ryuga tidak ingin melewatkan kesempatan untuk melakukan hal yang sejak dulu ingin dia lakukan terhadap Elena.
Ryuga membuka pengait Bra di belakang punggung Elena, dia menarik lalu melempar Bra berwarna hitam itu ke sembarang arah.
Dua gundukkan kembar kini terpampang di depan mata Ryuga, membuat darahnya mendesir dan memanas. Tanpa menunggu lama, Ryuga menikmati pucuk yang kemerahan itu dengan lidah dan bibirnya. Tangan Ryuga merem*s dan sesekali mencubit pucuk kembarannya.
Elena memukul tubuh Ryuga, dia mendorong dan berusaha untuk berbalik. Namun semua usahanya sia-sia karena tak sedikitpun tubuh Ryuga berpindah. Laki-laki itu masih sibuk bermain dengan buah kenyal milik Elena yang masih berdiri tegak di tempatnya.
Setelah puas bermain di sana, Ryuga menurunkan wajahnya ke bawah. Lidah dan bibirnya menjelajah di sudut di antara kedua kaki Elena.
"Ryuga hentikan!" bentak Elena ketika merasakan sebuah benda lunak bergerak-gerak secara liar, mencoba masuk di dalam tubuhnya.
Bentakan Elena tak membuat tindakan Ryuga berhenti, dia malah bergerak semakin cepat, membuat bibir Elena mengeluarkan suara des*han karena perlakuan dari Ryuga.
Elena menjambak rambut Ryuga, beberapa kali dia mendes*h dan mulai meliukkan tubuhnya. Ryuga tersenyum lagi, dia senang karena Elena sudah tidak menolak dan meronta.
Ryuga kembali membasahi ar*a kewanit*an Elena, dia memainkan lidah dan bibirnya di sana. Melihat cairan licin mulai keluar dari dalam tubuh Elena, Ryuga mencoba memasukkan satu jari ke dalam lubang kenikmatan milik Elena. Perlahan, dia menggerakkan jarinya maju dan mundur. Membuat Elena meliukkan pinggul serta mengeluarkan suara yang membuat Ryuga semakin bergairah.
"Len, setelah malam ini, kamu hanya milikku! Aku tidak akan mengembalikan wanita ku kepada laki-laki lain, meskipun dia mengaku sebagai suamimu!" benak Ryuga.
"Astaga, apa sih yang aku lakukan? Kenapa aku yang tidak mabuk malah ikutan menggila!" pikir Elena.
"Ryuga, hentikan! Kita tidak boleh melakukan hal ini. Aku mohon hentikan sekarang juga!" ucap Elena sembari menahan tangan Ryuga yang masih mengobok-obok di dalam tubuh Elena.
"Aku nggak akan berhenti, meskipun kamu menangis." benak Ryuga.
^^^BERSAMBUNG...^^^
nyatain ajj cwe suka kok sama cwo baik🤗