Aku bekerja di perusahaan kontraktor yang bernama PT Adi jaya selama lima tahun sebagai asisten dari Arief Wicaksono, aku membantu mengembangkan perusahaan yang hampir bangkrut, sampai sekarang maju pesat satu tahun yang lalu, aku di lamar oleh bosku sendiri untuk di jadikan istrinya, aku senang kerja ku semakin semangat, aku kerja keras dan gajiku sebagain untuk membantu bapak dan membiayai adek tiriku kuliah,hari ini aku nikah semua biaya memakai tabungan ku, tetapi waktu akad nikah kenapa yang di sebut kok nama adek ku dan aku keluar dari kamarku ku lihat adekku selesai ijab Kabul dengan mas Arief wicaksono calon suami ku. yuk ikuti kisahku selajutnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama ende, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 20 Pertama tidur di apartemen
Selesai belanja kami pulang keapartemen pak Samsul dan mas Arya yang bawa belanjaan, kami masuk ke apartemen kemudian aku yang menata belanjaan di kulkas,dan juga lemari dapur yang sangat bagus, aku seperti orang kaya baru, jangan sampai Amelia tahu kalau sebenarnya, suamiku kaya, punya perkebunan kopi dan kakao, bisa kejang dia
Dulu aku kerja gajiku termasuk lumayan tapi habis buat biaya kuliah Amelia dan bantu uang belanja ayah dan sering di pinjam ayah buat kebutuhan ayah, sekarang sudah nikah, dan suami dadakan ku kukira dia miskin tenyata dia sultan yang tersembunyi.
" Dek kamu menata isi kulkas dengan melamun sampai minyak goreng kamu masukan dalam kulkas" kata mas Arya
" Iya mas aku melamun jaman dulu aku kerja keras tapi aku nggak bisa beli apalagi menabung hadeh" kata ku sambil terkekeh
" Nanti kamu kerja di pak Dimas, gaji belikan rumah yang kamu impikan, untuk biaya hidupmu aku tanggung semua kan kamu tanggung Jawabku" kata mas Arya
Nyeees rasanya dadaku kayak di kasih es dingin dan lega dan nyaman ingin ku ciumi Judeku tapi malu ada mama dan pak Samsul lagi berbincang serius.
" Dek bikinkan kopi buat aku dan pak Samsul kalau mama kopi susu kalau kamu terserah pilih sendiri itu banyak macamnya ada di lemari dapur sebelah sana" kata mas Arya
" Iya sayang siap kok, kamu kopi lanang ?" tanya ku
"iya cup" jawab mas Arya sambil mengecup pipiku
Aku buat kopi untuk mereka biar ada teman ngobrol, teryata obrolan mereka tentang pengembangan kafe dan usaha memajukan, kami berdiskusi bersama dan hasilnya untuk promosi setiap weekend ada promo discount sepuluh persen dan ditambah ada kopi di atasnya di kasih ice cream dengan pilihan empat rasa.
Malam mama pamit tidur kerena besok akan berkunjung ke kafe, dan bertemu dengan rekan bisnisnya,mumpung dia ada di sini.
Aku dan mas Arya juga bersiap tidur tapi sholat isya dulu
" Dek tadi kamu janji ya malam ini tiga ronde" kata mas Arya menagih
" Boleh sayang tapi bertahap ya" jawabku
" Ok sayang paket lengkapnya" kata ku
Mas Arya membaringkan aku, kami pun bertempur,
" Hem enak sayang" bisik dia di telingaku aku menganguk
" Enak banget adek suka" jawabku
kami pun berbaring, kerena cape dan merasakan enaknya tidur dikamar apartemen sambil berbincang
" Mas kamar kita luas dan ranjangnya empuk, kamarnya sepeti di hotel ya" kata ku
" Iya dek tapi ini apartemen sederhana mungkin masih bagus apartemen arief,kamu tahu kan dan pernah kesana?" tanya bang Arya.
" Iya sih bang aku pernah ke sana tapi aku nggak masuk kamarnya kok, aku cuma mengantarkan berkas biar di tanda tangani waktu itu dia menginap di sana" jawabku
" yakin, hanya minta tanda tangan, nggak melakukan yang lain, Arief ganteng lho dia lebih ganteng dari pada, mas dia lebih putih dan lebih kaya dari pada mas" kata dia seperti nya cemburu.
"Aku suka yang kulit lebih gelap, rasanya lebih manis sayang dan ada sedap sedapnya sepeti gula kelapa lebih manis cendrung gurih kayak kamu cup"kata ku menghibur biar tidak cemburu.
" Kamu bisa saja merayu mas, kita memang saudara satu ayah dan lain ibu, mungkin kami ada miripnya sayang, papa ganteng, tapi mas kan hidup di desa selalu ke kebun kopi atau coklat, sedangkan Arief hanya kuliah dan kerja di kantor dan dia lebih kaya" kata dia
" Mas Arya juga kaya dari pada yang lain, mas punya mama yng hebat punya kebun kopi dan kakao malah punya usaha kafe" jawabku
" Iya dek mas bersyukur mas dulu suruh kuliah bandel jadi, nggak lulus, terus mas kursus tetang kopi dan menjadi barista berjuang mencari modal sampai mendirikan kafe semua di dukung mama" jelas arya
" kalau kebun kakao, sama kakek di wariskan ke mas jadi mas kelola dengan baik" lanjut cerita kepada ku.
" Berarti mas kaya dong" kata ku
" Hasil kakao dan kopi setahun sekali dek,merupakan penghasilan musiman jadi mas menyewa tempat di mall mendirikan kafe ya hitung hitung mempraktikan ilmu barista yang mas miliki sekaligus dapat penghasilan setiap hari" kata mas Arya
" Sebenarnya mas lebih suka di kebun tapi mama punya usaha kos kosan yang di serahkan ke mas, jadi ya mas nekat merantau ke sini sambil menunggu kos mama dan sekarang malah hasilnya suruh buat makan kita" kata dia sambil terkekeh
" Enak dong" jawabku
" Ya itu uang kos bisa buat kita makan setiap hari sayang juga buat uang saku kamu makan siang sementara hasil kafe buat pengembangan kafe dan di putar lagi, karena usaha mas juga masih baru" kata dia bercerita
" Terima kasih mas sudah merawat aku yang sudah mereka buang" kata ku sambil menciumi wajahnya.
" Mas sekarang sudah betah kok di kota apalagi ada kamu, tugas mas antar jemput istri kerja" jawab. Dia sambil memelukku.
Mas Arya terus bercerita, kalau dia di hubungi papa mertua, suruh menikahi aku, karena Arief adek tirinya, menghamili Amelia, akan di janjikan uang, sebenarnya mas Arya nggak setuju, dia pun tanya sama Mama mertua dan mama sangat antusias untuk menerimaku jadi menantunya.
Awal memang belum ada cinta di antara kami, tapi melihat aku ngamuk, mas Arya bilang kasihan sama aku dan mulai menyukai aku, Mama di kirimi vidio pas aku ngamuk dia malah senang sama aku dan mendukung mas Arya untuk mencintai aku dan mengambil hatiku dengan perhatiannya.
Aku jatuh cinta setelah di perhatikan dan perlakuan dia sangat baik lama lama aku kagum dan jatuh cinta sama dia padahal waktu pertama menerima pernikahan kerena aku tidak punya siapa siapa lagi selain suami dadakan ku.
Mas Arya sudah terlelap dan aku masih belum bisa bobok, tapi aku tetep memeluk mas Arya dengan posesif. Mas Arya adalah Jodoh terbaik untukku yang di kirimkan oleh Tuhan.
Aku belum bisa tidur aku penasaran gimana sekarang kabar bapakku ya dan juga Amelia dan mas Arief, dan bagaimana mereka bekerja tapi di sana ada bara, asistenku yang selalu membantu aku, tapi tetap saja dia kesulitan, karena dulu dia hanya mengerjakan apa yang aku pinta, dia kerja sesuai permintaan ku atau arahanku, biarlah mereka bekerja tanpa aku pasti bisa.
Hari Senin aku akan bekerja di tempat lain semoga suatu saat kita ketemu dalam perebutan tender dan semoga aku bisa jadi pemenang, tapi aku juga harus bekerja keras.
Karena sudah mengantuk dan melamun sepanjang waktu akhirnya aku pun terlelap dalam pelukan suami dadakanku yang semakin aku cintai, Mas Arya ku, Jude ku dan sepaket sama loopi yang imut dan mengemaskan.
Bersambung
gimana kabar Amelia n Arief...pasti kheki banget denger kalau Arya kaya 🤭🤭🤣🤣