Seorang wanita malang yang terusir dari rumahnya sendiri tiba-tiba saja terikat dengan sistem sang pengubah takdir setelah ditabrak mobil oleh saudari tirinya sendiri.
Mendapati dirinya tak mati dan malah terhubung dengan sistem sang pengubah takdir, akhirnya dia pun memilih untuk membuat kesepakatan dengan sistem tersebut. "Jika kau tak setuju dengan syaratku maka pergilah aku juga sudah tidak ingin hidup lagi" mendengar itu sistem yang baru pertama kali aktif pun langsung menyetujui semua syaratnya karena dia tak mau lenyap sebelum sempat menyelesaikan tugas apapun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae Linge, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perjodohan
"Salam hormat tuan" ucap Ren kepada jenderal Su yang baru saja kembali setelah selesai mencari informasi yang tuannya itu butuhkan "Berdasarkan hasil pencarian hamba, kediaman tersebut telah dibeli oleh seoarang nona muda semenjak dua tahun yang lalu tuan, selain itu disisi nona muda tersebut ada beberapa pengawal yang menjaganya, hanya itu saja informasi yang berhasil saya kumpulkan tuan, tidak ada yang tau siapa nama nona muda tersebut dan dari keluarga mana dia berasal" ucap Ren kembali dengan wajah bersalah karena dia tak menyangka jika akan ada orang yang tidak dapat dia ketahui identitasnya, karena selama ini jangankan identitas para bangsawan bahkan identitas keluarga kerajaan pun dapat mereka temukan asalkan mereka bergerak mencarinya.
"Baiklah kalau begitu, istirahat lah beberapa hari kedepan karena seminggu lagi kita akan pergi ke istana untuk menghadap kaisar dan membahas soal perjodohan itu" ucap jenderal Su yang kemudian menyandarkan tubuhnya ke kursi dan memijit pelipisnya pelan, mendengar itu Ren pun segera membungkukkan badannya "Baik tuan" ucap Ren yang kemudian langsung pergi dari paviliun tersebut.
"Coco bagaimana kelanjutan perjodohan itu" ucap Elisa Su dengan penuh penasaran, dia ingin tau apakah porjodohan itu masih akan di lanjutkan atau tidak, belum sempat Coco menjawab Elisa Su pun kembali berkata "Tentu saja perjodohan itu harus tetap dilanjutkan dan pasangan pangeran ketiga sudah pasti adik tiriku yang menye-menye itu, syukurlah dengan begitu maka akan lebih mudah lagi bagiku untuk menghancurkan pangeran palsu itu juga" ucap Elisa Su dengan penuh kebencian mendengar itu Coco pun langsung menganggukkan kepalanya "Seperti yang host duga, perjodohan tersebut akan tetap dilanjutkan karena jika dibatalkan ayah host akan dianggap menghina kaisar dan itu akan memberikan pengaruh buruk untuk kediaman jenderal, selain itu karena host sudah memutuskan hubungan dengan keluarga Su maka saat ini kediaman jenderal Su hanya memiliki satu putri saja sehingga dapat dipastikan jika adik tiri host lah yang akan menikah nantinya, selain itu perjodohan ini juga merupakan taktik pangeran ketiga untuk dapat menikah dengan salah satu putri kediaman jenderal Su yang sangat dihormati oleh kaisar, awalnya dia berencana menikahi host karena dia ibukota kerajaan ini semua orang tau sebanyak apa mas kawin yang ditinggalkan oleh ibu dost dan pangeran ketiga berencana untuk menggunakan mas kawin ibu host untuk mendukungnya, namun siapa sangka ketika melakukan penyelidikan pangeran ketiga malah mendapati kebenaran jika host tak memiliki kekuasaan sama sekali di kediaman jenderal Su bahkan mas kawin ibu nona pun disimpan oleh nyonya selir jenderal Su sehingga dia pun mengubah targetnya menjadi adik tiri host, dan meminta orang kepercayaannya untuk membocorkan perjodohan itu kepada keduanya lebih dulu, hal itulah yang menyebabkan ibu tiri host dan anaknya sudah tau terlebih dahulu mengenai perjodohan yang bahkan belum dikeluarkan titahnya oleh kaisar, semua hal itu dilakukan pangeran ketiga untuk menarik banyak dukungan dan memperkuat posisinya karena dia berencana untuk menjatuhkan putra mahkota dan menjadi kaisar nantinya." ucap Coco sembari naik kepangkuan Elisa Su dan merebahkan tubuhnya kucingnya itu, sedangkan Elisa Su pun memikirkan cara agar perjodohan itu tetap berlaku karena menurutnya akan lebih mudah membunuh dua musuh sekaligus di satu tempat dari pada harus membunuh satu persatu di tempat yang berbeda-beda "Semoga saja tidak ada perubahan mengenai perjodohan itu" ucapnya di dalam hati lalu kemudian dia pun menggendong tubuh kucing Coco dan membawanya ke atas tempat tidur lalu membaringkannya, setelah selesai Elisa Su pun menuju ke arah bagian kasur yang lain dan ikut merebahkan tubuhnya juga dan tak lama dia pun tertidur juga.
"Apakah semua yang aku dengar itu nyata" ucap jenderal Su setelah kembali mendengar pembicaraan antara Elisa Su dan Coco. "Ini masalah serius aku harus segera menyelidikinya, lebih baik salah bertindak dari pada harus menanggung kerugian besar kedepannya" ucap jenderal Su sembari merencanakan langkah apa yang akan dia ambil kedepannya.
"Ukh, ternyata aku ketiduran dan sepertinya cukup lama, wajar saja hari memang cukup melelahkan" ucap Elisa Su yang kemudian masuk kedalam ruang ajaibnya dan mencuci wajahnya setelah selesai dia pun mendengar ada ketukan pintu, sehingga dia pun memutuskan untuk keluar dari ruang ajaibnya dan segera berjalan ke arah pintu tersebut dan langsung membukanya.
"Salam hormat nona" ucap si dua puluh yang baru saja kembali ke kediaman itu dan dengan segera langsung berjalan ke arah paviliun milik Elisa Su setelah berhasil menjual ketiga vas bunga tersebut. "Bagaimana hasil penjualannya" tanya Elisa Su dengan wajah penasaran sembari menatap ke arah pengawalnya itu. "Hasil penjualannya sangat bagus nona, mereka bilang vas bunga milik nona merupakan barang yang sangat langka dan memiliki kualitas yang sangat baik, sehingga mereka pun memberikan harga seribu lima ratus tael emas persatu vasnya nona dan ini semua adalah uang hasil penjualannya nona" ucap pengawal tersebut sembari menyerahkan sebuah kotak yang dalamnya berisi empat ribu lima ratus tael emas, mendengar itu Elisa Su pun sempat terdiam untuk beberapa sesaat karena terkejut mendengar harga jualnya.
"Ehm" deheman Elisa Su setelah tersadar dari rasa terkejutnya "Baiklah kalau begitu, bawalah seribu keping emas ini untuk membeli dua kereta kuda selebihnya ambil sebagian untukmu dan jangan lupa bagikan kepada yang lain juga, agar mereka juga bisa membeli barang-barang ataupun makanan yang mereka inginkan" ucap Elisa Su sembari menyerahkan seribu tael emas kearah pengawal tersebut, mendengar itu si dua puluh pun segera menganggukkan kepalanya "Baik nona" ucapnya kemudian langsung berpamitan untuk menyelesaikan tugas dari nonanya itu.
"Oh ya aku hampir lupa, Coco apakah di mansionku yang ada di dunia nyata sudah ada perabotannya? ucap Elisa Su yang baru saja teringat jika kelima belas pengawalnya telah berada di mansion miliknya lalu bagaimana keadaan mereka jika ternyata mansion tersebut masih kosong tanpa ada perabotan dan juga perlengkapan lainnya. "Tenang saja host, bukan hanya perabotan saja yang sudah lengkap tapi bahkan semua kebutuhan hidup dan beberapa pelayan beserta pengawal pun telah disediakan oleh sistem di mansion tersebut, karena itulah host harus membayar sangat mahal" ucap Coco dengan nada bangga karena telah berhasil meredakan ke khawatiran hostnya.
"Syukurlah, kalau begitu aku merasa lebih lega" ucap Elisa Su sembari mengelus dadanya pelan. "Coco kalau begitu kirimkan dua ribu lima ratus tael emas ini kepada mereka semua, sekalian tolong bagikan juga dengan adil kepada merega agar mereka dapat memakan apapun yang mereka mau atau bahkan mereka juga bisa membeli apapun yang mereka inginkan" ucap Elisa Su, tak lama setelah itu dua ribu lima ratus tael emas yang berada dihadapannya pun menghilang karena telah dikirim oleh Coco dan dibagi secara merata ke semua pengawal milik hostnya, selain itu dua ribu lima ratus tael emas tersebut pun telah diubah kedalam mata uang di dunia hostnya dan kemudian yang itu pun dikirim ke dalam atm masing-masing milik pengawal tersebut yang khusus dibuat sistem untuk setiap pengawal yang ada hal itu dilakukan dengan tujuan untuk memudahkan mereka.
"Selesai host aku juga sudah memberitahukan kepada mereka jika mereka bisa menggunakan uang yang telah host berikan kepada mereka sengan sesuka hati" ucap Coco menjelaskan, mendengar itu Elisa Su pun merasa semakin lega, karena hari sudah sore Elisa Su pun memutuskan untuk masuk keruang ajaibnya dan membersihkan dirinya, setelah itu dia pun segera berjalan ke arah walk in closet yang ada di kamarnya itu dan memilih sebuah baju yang cocok digunakan di dimensi itu, setelah selesai Elisa Su pun menuju kearah dapur membuka kulkas dan mengambil bahan-bahan yang dia perlukan untuk memasak daging rica-rica yang dipadukan dengan tumis kangkung dicampur udang serta tak lupa pula dia memasak nasi putih untuk melengkapi makanan tersebut.