# Novel Ini, setiap Babnya selalu Pertempuran #
Di dunia pendekar, kekuatan adalah segalanya. Ada pendekar hanya melambaikan tangan bisa membalikkan lautan. Hanya sebuah tinju, gunung akan runtuh.
Di dunia Pendekar ini, Xiao Chen adalah manusia yang tidak memiliki jiwa seseorang pendekar. Namun, berkat ke gigihnya dia bisa selamat dari hal kematian yang selalu menghantuinya.
Ikuti kisah Xiao Chen yang tidak memiliki jiwa seseorang Pendekar tapi bisa membuat para Naga, Phoenix dan para dewa gemetar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nori Fai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bukti?
Bab 21 Bukti?
Wang Xitong setelah melihat bahwa para murid yang telah diterima berbagai sekete penjuru wilayah kekaisaran Kunlun, akhirnya terbang langsung pergi ke tempat monumen uji coba.
Setelah itu menatap ke arah Xiao Shi dengan tatapan menghina, dan ingin sekali mengejek Xiao Chen sedemikian rupa.
Pada kenyataannya Wang Xitong tidak menahu bahwa keluarga Wang sudah menjadi kepala Babi akibat melawan keluarga Xiao pada hari itu.
Namun, karena dia menghabiskan di sekte dia ketinggalan berita yang mengejutkan dari pihak keluarga.
Semua guru sepertinya sedang mengerutkan keningnya setelah melihat perilaku Wang Xitong, bahan Su Xing yang dari awal tidak peduli sama sekali apa yang dilakukan Wang Xitong, sekarang menyipit.
“Apa yang ingin bocah itu lakukan?” Su Xing menyipit dan kebetulan dia melihat bahwa Wang Xitong sepertinya sedang menatap ke arah Xiao Chen yang sedang menonton perekrutan murid.
“Apakah bocah ini akan menghina Tuan muda keluarga Xiao? Ckckck.” Su Xing menggelengkan kepalanya tidak berdaya, bagai manapun Xiao Chen adalah manusia biasa, dan Wang Xitong jenius pendekar level lima.
Untuk melawan Xiao Chen tentunya banyak kesenjangan yang begitu jauh dari Wang Xitong, mungkin saja hanya tatapan Wang Xitong akan membuat lutut Xiao Chen lemas.
Akan tetapi, Anda tidak tahu bahwa Xiao Chen tidak seperti dulu yang di cap sebagai sampah, jika Anda belum melihat kekuatan Xiao Chen, lebih baik Anda melihat saja pertunjukan yang akan dilakukan Xiao Chen.
Di monumen, Wang Xitong melirik Xiao Shi dan berkata: “Hahah lihat dia adalah ketua keluarga Xiao, bagai mana mungkin keluarga Xiao semakin hari semakin menurun, apa lagi Yuan Muda sekarang sungguh sangat sampah, hahah jika itu aku mungkin sudah bunuh diri hahah!”
“Bajingan tutup mulutmu!” Dalam pembelaan ketika anak sendiri dihina, tentu saja Xiao Shi orang yang pertama akan melawan orang yang menghinanya.
“Hahah kenapa harus tutu mulut? Ini kenyataan, anak kamu adalah sampah, jika sampah di olah menjadi pendekar, itu masih sama sampah yang legendaris hahaha!" Wang Xitong tertawa terbahak-bahak dia sungguh tidak peduli dengan amarah Xiao Lan, jika dia berani menembak maka pihak sekte akan menolong dirinya.
Xiao Lan sungguh tidak tahan untuk menembak Wang Xitong tapi tindakan itu langsung dihentikan oleh Xiao Chen.
“Ayah, jangan terpancing oleh anjing yang menggonggong setiap saat, jika tidak Ayah akan kelelahan,” kata Xiao Chen tersenyum tipis.
Xiao Lan tersadar, “Benar kamu nak, tidak perlu sungkan untuk mengurusi anjing gila seperti dia,"
Setelah dinasehati oleh Xiao Chen, akhirnya Xiao Lan mencoba untuk duduk kembali.
Melihat bahwa tindakan itu tidak mempan, akhirnya Wang Xitong langsung berteriak kepada Xiao Chen.
“Sampah.. apakah kamu begitu sangat sampah! Bagaimana pun kamu samalah lebih baik kamu mati, tidak ada gunanya hidup,”
“Sekalipun kamu hidup, Dewa tidak akan menolong sampah seperti mu, hahah pantas saja Lan Xuaner berpaling darimu dan rela menyerahkan keperawanannya kepada ku."
Xiao Chen langsung berdiri dan mencoba bersikap tegar, “Kamu memang sangat cocok memiliki pasangan yang sama-sama anjing hahaha!”
“Apa maksud mu?" Wang Xitong menyipit dia tidak terima dengan kata-kata Xiao Chen yang sangat sarkastik.
“Aku berkata sekali lagi, menjadi manusia adalah menggunakan otak untuk berpikir, tapi kamu tidak seperti manusia, malainkan seperti anjing yang menggonggong setiap saat! Apakah kamu tahu, sebelum kamu berhubungan intim dengan Lan Xuaner dia sudah menyerahkan keperawanannya kepada ku hahaha!” Xiao Chen berpura-pura di paksa.
“Bajingan kamu jangan mencoba berkata omong kosong! Mana mungkin aku merelakan tubuh ini dinikmati oleh mu! Hump jangan bermimpi kamu adalah katak dan aku angsa jadi, pahami setatusmu yang begitu menyedihkan?”
Xiao Chen hanya tersenyum iblis, “Walupun kamu bukan wanita ku lagi, tapi aku sudah mencicipi tubuh mu jadi aku tidak merasa rugi,”
“Cukup.... hentikan omong kosong mu! Selama sisa hidup ku, ketika bersama mu aku tidak pernah melakukan seperti itu! Gege jangan percaya dia, dia hanya membual!” Lan Xuaner berteriak, sama sekali tidak terima dengan kata-kata Xiao Chen yang baru dilontarkan.
Wang Xitong tidak menghiraukan langsung menghilang dan seketika sudah dihadapan Xaio Chen langsung meraih kerahnya, setelah itu sosok kedua orang menghilang dan sudah tiba dia monumen batu.
Karena Wang Xitong tidak menyerang, maka jimat serangan balik tidak berfungsi, setelah mebawakan Xiao Chen di monumen, langsung dilemparkan sangat keras sehingga Xiao Chen berguling-guling di tanah beberapa kali.
"Bug!"
"Bug!"
"Bug!"
"Engah! Uhuk! Uhuk!" Xiao Chen terbatuk dan mengeluarkan darah dari mulutnya.
Bukanya ketakutan Xiao Chen tertawa terbahak-bahak. ”Hahahah! Apakah ini yang dinamakan jenius pendekar, tapi berani menggertak orang lemah! Cuih! Samapah! Kamu adalah sampah yang nyata!”
”Bajingan kamu sampah! Bukti apa yang kamu katakan bahwa Lan Xuaner pernah berhubungan dengan mu!” Wang Xitong paru-paru ingin meledak karna marah.
Xiao Chen bangun dari tidurnya dan menyeka darah dimulut dan menatap ke arah Lan Xuaner dari jauhan dan berteriak, “Bukti! Baik aku akan memberikan bukti kepada kamu, ketika aku berhubungan dengan Lan Xuaner aku melihat tahi lalat di pantatnya!"
“Sekali lagi di pantatnya ada tahi lalatnya apakah paham!”
"Engah!"
Lan Xuaner dan Wang Xitong ingin muntah darah dan tidak berpikir jernih untuk beberapa saat.
“Tidak mungkin kamu hanya membual!” Lan Xuaner berteriak tidak percaya, bagai manapun Xiao Chen tidak pernah melihat lekuk tubuhnya di masa lalu, tapi dia mengetahui bahwa di pantat ada tahi lalatnya.
Dari kejauhan Xaio Lan terbatuk-batuk dan ingin bergegas ke arah Xiao Chen untuk memukuli kepalanya, bagai mana mungkin putra sendiri sekarang menjadi tidak tahu malu.
Wang Xitong seketika muram langsung bergegas maju untuk menendang perut Xiao Chen.
"Sikat!"
"Sampah kamu mati!"
Tendang itu sangat hebat seperti tendangan ronaldowati, tapi seketika tendangan itu langsung terpental oleh sesuatu yang tidak diketahui.
"Crack!"
"Ahhh!"
Seketika kaki Wang Xitong patah.
penulisan kata yg amburadul
tapi sekarang beda lagi
musuh yg level nya jauh dibawah nya
malah di biarin dan bertarung lama
kan goblok yg nulis nya
kalo gak berguna
banyak artefak pun gak guna juga
seharusnya pake dia..... 🤣
amburadul bahasanya
otak author pasti sama dg otak xiao chen.. hapus dripada ikutan jadi xiao chen otak pembaca
awal udah kacau