NovelToon NovelToon
Bertukar Tubuh

Bertukar Tubuh

Status: tamat
Genre:Berbaikan / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Teen Angst / Keluarga & Kasih Sayang / Tamat
Popularitas:91.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rani

Di fitnah oleh mama mertua hingga hubungan rumah tangganya berantakan. Medina masih tetap bertahan hingga jebakan besar itu datang.

Sang suami yang ikut menyalahkan membuat Medina semakin tersudut, hingga rumah tangganya hampir berakhir. Namum, saat itulah keajaiban datang menghampiri keduanya.

Mampukah Medina mempertahankan rumah tangganya berkat keajaiban itu? Akankah suaminya sadar dengan kesalahan yang telah dia perbuat? Ikuti kisah mereka di sini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

*Main Part 21

"Ya udah kalo gitu, lakukan apa yang aku katakan barusan. Pergi turun, beli makanan yang bisa Albi makan. Kasihan Albi kan kalo harus makan makanan rumah sakit saat dia belum lama sadar."

"Tapi aku gak ingin makan sekarang, Ma. Aku udah kenyang," ucap Dina lagi-lagi membantah.

"Ya Tuhan, Albi. Kamu kok jadi rewel banget gini sih. Kamu kek bukan anak mama aja deh sekarang. Anak mama itu gak seperti ini. Jangan bilang kalau kamu juga lupa bagaimana sikap kamu selama ini. Heran deh mama sama kamu."

Terdengar nada kesal dari ucapan itu. Dina merasa sangat tidak enak hati. Di satu sisi, dia ingin tetap membela Albi karena kasihan. Namun, di sisi lain, dia juga tidak ingin membuat hati orang tua itu semakin kesal lagi dan lagi.

Pada akhirnya, Dina terpaksa menyerah. Dia membiarkan Albi melakukan apa yang mama mertuanya minta.

'Ternyata, jadi mas Albi juga sedikit sulit. Dia berada dalam dilema yang cukup membingungkan. Memilih antara aku dengan mamanya, itu adalah hal yang paling sulit untuk dia lakukan.' Dina berkata dalam hati.

Albi yang berada di tubuh Dina juga tidak bisa melakukan banyak hal selain mengikuti apa yang mamanya katakan. Dia pun pergi meninggalkan ruangan tersebut untuk melakukan apa yang mamanya pinta.

Ketika Albi sampai di depan pintu utama rumah sakit tersebut, dia tanpa sengaja melihat Sela yang baru turun dari sebuah mobil. Sela dengan mesranya melambaikan tangan pada laki-laki yang berada di dalam mobil. Bukan hanya lambaian yang Sela berikan. Ciuman jarak jauh juga tak lupa dia hadiahkan untuk si lelaki yang baru saja mengantarkannya ke tempat tersebut.

Dari sikap Sela barusan, Albi tentu saja bisa memahami hubungan keduanya. Sela mempunyai hubungan spesial dengan laki-laki itu. Seperti ... hubungan sepasang kekasih.

Albi masih tetap memperhatikan gerak-gerik Sela ketika mobil yang mengantarkan Sela beranjak pergi. Alhasil, saat Sela membalikkan tubuh untuk masuk ke dalam, keduanya langsung saja saling tatap.

Wajah kaget Sela tergambar dengan sangat jelas. Saking kagetnya dia, Sela terlihat sedikit pucat sekarang.

"Medina." Sela berucap pelan. Namun, suaranya terdengar sedikit bergetar.

Albi masih terlihat tenang. Sementara Sela langsung berjalan cepat untuk mendekati Albi. Lalu, setelah sampai di dekat Dina, Sela langsung mencengkram tangan Dina dengan keras.

"Apa yang kamu lihat barusan, hah!? Kenapa kamu bisa ada di sini?"

Sela berucap dengan nada marah sambil menatap tajam wajah Albi. Sementara Albi yang mendapatkan tatapan itu, masih terlihat tenang.

"Sela-Sela. Pertanyaan macam apa yang kamu utarakan padaku barusan itu, hah? Kamu bertanya kenapa aku ada di sini? Ya jelas saja aku ingin keluar dari rumah sakit ini. Inikan pintu, gak mungkin dong aku mau tidur di sini."

"Diam, Medina! Jangan bikin aku kesal. Jangan main-main dengan aku ya. Katakan apa yang kamu lihat barusan!"

"Apa yang aku lihat barusan? Apakah itu sangat penting, Sela? Apakah kamu begitu peduli dengan aku, hm? Tumben kamu begitu perhatian padaku, Sel. Biasanya .... "

"Cukup, Medina! Jangan buat kesabaran ku habis. Selama ini, aku masih bersabar dengan kamu ya. Jika tidak, aku sudah bikin kamu menghilang dari sisi Albi sejak lama."

"Ah, benarkah apa yang kamu katakan barusan itu, Sela? Kamu ingin membuat aku menghilang dari sisi suamiku? Bagaimana caranya, coba?"

"Medina! Kamu semakin ngelunjak ya!" Sela berucap dengan nada tinggi.

Sangking kerasnya nada tinggi yang Sela ucapakan, hampir semua yang ada di sana langsung melihat ke arah mereka berdua. Keduanya langsung jadi pusat perhatian sekarang.

Merasa hal itu tidak menguntungkannya, Sela langsung menarik tangan Albi buat menjauh dari ruangan terbuka tersebut. Dia bawa Albi menuju pojokan parkiran rumah sakit yang lebih sepi dari tempat yang lain.

"Lepaskan tanganku, Sela! Jangan buat aku kesal pagi-pagi begini," ucap Albi berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman Sela.

"Cih! Sudah berani ngomong besar kamu ya, Dina. Aku akan buat kamu benar-benar merasakan, seperti apa kemarahan Sela nantinya."

"Dengar baik-baik, Medina. Aku tegaskan padamu sekarang, jangan sampai bicara yang tidak-tidak tentang aku di depan tante Laras dan Albi. Jika tidak, kamu sendiri yang akan mendapat kerugian besar."

"Lupakan apapun yang kamu lihat tentang aku di depan rumah sakit tadi jika kamu masih ingin hidup dengan baik. Karena aku, Sela Suryana tidak akan pernah main-main dengan ancaman yang aku berikan. Mengerti?"

"Kenapa kamu begitu takut aku bicara dengan mama mertua juga suamiku, Sela? Kamu takut kalau mereka tahu bagaimana sifat asli kamu ya? Kamu takut tidak bisa dekat dengan suamiku lagi? Tidak bisa ditolong mama mertuaku lagi?" tanya Albi dengan nada santai yang penuh dengan nada godaan.

Hal itu tentu saja membuat hati Sela semakin kesal. Karena sikap tenang yang Albi perlihatkan, itu bukanlah yang dia harapkan. Sela ingin Albi takut dengan apa yang dia katakan. Dengan ancaman yang dia berikan. Bukan sikap tenang yang sepertinya tidak merasakan sedikitpun rasa takut seperti yang Albi perlihatkan sekarang.

"Kamu ...!" Sela berucap keras dengan suara tinggi. Dia genggam erat tangannya supaya emosi yang dia pendam bisa tersalurkan dengan sempurna.

'Kurang ajar banget perempuan ini. Bisa-bisanya dia bersikap tetap tenang seperti sekarang. Aku ... agh! Kenapa dia bukan seperti dirinya yang sebelumnya lagi. Dia lebih mirip orang lain yang sama sekali tidak bisa aku pengaruhi. Sial! Kenapa jadi begini sih?'

'Tidak! Tidak boleh. Aku tidak boleh kalah dengan perempuan sialan kampungan yang terbuang ini. Seorang Sela Suryana tidak akan pernah kalah dengan perempuan seperti dia. Tidak akan pernah,' kata Sela dalam hati lagi.

"Heh. Dengar baik-baik ya perempuan kampung yang terbuang. Jikapun kamu bicara tentang aku pada mama mertua juga suamimu, mereka juga tidak akan mau mempercayai kamu. Karena apa? Ya karena kamu tidak punya bukti. Lagipula, kata-katamu itu tidak akan berarti apapun di telinga tante Laras. Percaya deh sama aku," ucap Sela setelah dia mampu menguasai hatinya supaya bisa menanggapi Dina dengan tenang.

"Sedangkan untuk suami kamu. Aku yakin, dia juga tidak akan mempercayai kamu lagi. Karena kamu sudah dicap sebagai pengkhianat sekarang. Kamu dicap sebagai orang yang sudah melakukan kesalahan besar di mata suami kamu. Karena itu, aku juga yakin kalau dia tidak akan pernah mau mendengarkan apa yang kamu katakan."

Albi terdiam dengan mata yang menatap lekat wajah Sela. Sebuah pikiran tiba-tiba muncul dalam benaknya sekarang.

'Mungkinkah semua masalah rumah tangga juga pekerjaan yang aku dan Dina hadapi saat ini ada hubungannya dengan mama dan Sela? Sepertinya, aku harus memastikan hal itu sekarang.' Albi berucap dalam hati.

1
Evy
mungkin bukan Ibu kandung ya Thor...kok bisa ya seperti itu..
Dede Mila
Albi lemah....
Dede Mila
biar nyahok nih si Abi Mak sama sela gimana orang nya...🤣🤣🤣
Dede Mila
baca nya sambil tarik nafas dalam....
🏡 ⃝⃯᷵ᎢᶬKristin⒋ⷨ͢⚤
kadang tidak perlu patuh terus kepada suami pecundang.. perlu dihajar agar tahu membedakan mana baik mana buruk ..
🏡 ⃝⃯᷵ᎢᶬKristin⒋ⷨ͢⚤
ingat Di,, setelah Badai akan ada pelangi 🌈
🏡 ⃝⃯᷵ᎢᶬKristin⒋ⷨ͢⚤
walaupun aku belum berkeluarga..
tapi setidaknya dalam suatu hubungan ada nya kepercayaan, untuk saling melengkapi gitu loh 😔
Cantik Jelita
Harusnya Alby selidiki Lebih jauh dong jangan asal menyimpulkan
🏡 ⃝⃯᷵ᎢᶬKristin⒋ⷨ͢⚤
dalang dibalik semua ini pasti si anu..
sini lu biar ku 🔪🔪🔪
Cantik Jelita
Alby percaya sama dina aja dong
🏡 ⃝⃯᷵ᎢᶬKristin⒋ⷨ͢⚤
awal bab aja aku sebagai reader udah esmoni...
lihat mama mertua begini karakter nya 😒
Cantik Jelita
Gak suka sama mertua yang terlalu ikut campur
𝓓𝓮𝓪
🙀🙀🙀🙀kalo ada buaya gimna
𝓓𝓮𝓪
nah ngomong juga akhirnya
𝓓𝓮𝓪
baju mana tuh
Muzie✰͜͡v᭄
Kasihan dina di fitnah terus sama mama mertua dan sela,,,,
Masa Albi percaya saja sih sama mama dan sela kan cctv nya mati separuh belum tentu dina pelaku nya,,,
Apa dina akan kuat menghadapi cobaan yang kali ini,,,,
Muzie✰͜͡v᭄
Sela ngapain sih ngejar2 laki orang kaya kagak ada laki2 lain saja,,,
Kasihan dina di fitnah terus sama mama mertua nya dan Sela,,,
Semoga dina kuat dan sabar menghadapi cobaan,,,,
Muzie✰͜͡v᭄
Cobaan pernikahan medina dan albi adalah mertuanya medina yang tidak suka sama medina jadi cari2 masalah saja ke medina,,,apa yang medina lakukan selalu saja salah🙆🙆
kepercayaan dalam rumah tangga itu perlu tapi saat hasutan datang maka kadang pondasi akan bergeser dari tempatnya kasian Medina
bikin esmosi mertua gila kelebihan pinter makin gedek 😠
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!