Seorang CEO penderita Post Traumatic Relationship syndrome, tidak bisa jatuh cinta lagi ketika kehilangan calon istrinya dikejutkan ketika melihat ada seorang gadis begitu mirip dengan calon istrinya yang telah tiada.
Tanpa berpikir panjang, gadis malang itu dipaksa menjadi pengantin pengganti sang CEO.
Aluna, gadis berusia 25 tahun yang dalam titik terendah dalam hidupnya.
Ayahnya terkena serangan jantung, calon suaminya selingkuh dengan sahabatnya sendiri, dan hutang menumpuk untuk biaya pengobatan ayahnya.
Rasanya dunia tempat ia berpijak dipenuhi oleh duri kaca yang menyakitinya.
Sampai ketika dia bertemu dengan seorang CEO bernama Edgar Brown (30), pengusaha terkaya namun terkenal dingin dan kejam.
Pertemuan itu membawa Aluna ke kehidupan yang jauh berbeda, semua masalah hidup dan finansial semuanya terpecahkan atas bantuan Edgar.
Namun ada bayaran untuk semua itu, dimana Aluna harus menjadi pengganti untuk Edgar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anak Kost, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 21 : Mau aku cium?
Episode 21 : Mau aku cium?
***
"Kau sudah datang calon istriku?"
Seru lelaki itu benar-benar narsis dan percaya diri, membuat Aluna terperanjat dan semakin yakin jika lelaki ini adalah lelaki aneh yang mesum.
"Se ... selamat sore menjelang malam Tuan." alih-alih membalas ucapan Edgar yang menyambutnya dengan ucapan yang membuat Aluna terkejut.
Aluna malah menyapa Edgar dengan sangat kaku dan sopan.
Aluna segera duduk di sisi Edgar dimana Edgar yang bermata biru itu menatapnya seperti elang yang hendak melahap Aluna hidup-hidup.
"Kau ketus sekali, kau seperti tengah melakukan adegan tarik ulur denganku! tetapi tidak apa, aku akan membiarkan mu kali ini!"
Seru Edgar Brown benar-benar percaya diri sekali.
Dia berpangku tangan dan sangat yakin, jika Aluna pastilah tertarik dengan ketampanan, wibawa dan kekayaan nya.
Bagaimana tidak, Edgar memiliki tinggi 187 cm, badan atletis yang proporsional, Edgar mendapatkan proporsi tubuh itu secara alami.
Wajahnya tegas dan sangat tampan, semua gadis menginginkan dan mengidam-idamkan Edgar Brown.
Banyak dari mereka bermimpi ingin berkencan dengan Edgar walau sekali saja.
Jadi di dalam hidup ini, Edgar belum pernah menerima penolakan sekalipun, dia terbiasa dicintai dan dikejar oleh wanita.
'Pasti gadis ini juga sama, dia pasti sebenarnya sedang berdebar-debar melihat ku dan ingin bersama ku, tidak ada gadis yang tidak ingin dimiliki oleh ku! ha ha ha!'
Sisi percaya diri Edgar dalam dirinya tengah berada di puncak dan tertawa terbahak-bahak karena sangat yakin dengan pemikirannya jika Aluna sebenarnya menginginkan nya juga.
'Apa sih yang dipikirkan lelaki ini, kenapa dia bisa begitu percaya diri?'
'Haaah! menyedihkan sekali Aluna, kau bahkan menikah demi uang dan status sosial! jika ada yang tahu alasan ku menikah pasti mereka juga memahami sekaligus kasihan kan?'
'Diselingkuhi, diculik dan hendak di nodai, berhasil kabur eh malah terjebak dengan lelaki ini dan terpaksa Menikahi nya, kisah hidupku lebih dramatis dari sinetron yang tidak menemukan sisi terang itu!'
Kedua insan yang memang ditakdirkan oleh semesta bertemu itu tengah memikirkan hal yang jauh berbeda.
Aluna memikirkan hidupnya yang malang dan bagaimana ia rela menikah tanpa cinta, sedangkan Edgar memikirkan bagaimana ia terlalu tampan, kaya dan memiliki segalanya sehingga Aluna pun pasti mencintainya dengan tergila-gila.
.
.
Mobil terus saja berlalu, mereka akan pergi ke kediaman Edgar Brown dimana Aluna akan tinggal selanjutnya.
"Astaga besar sekali!!!" Aluna dibuat mengaga ketika melihat dari kejauhan mobil asa sebuah rumah bak istana yang begitu besar.
Mereka belum sampai tetapi karena ukuran rumah dan taman yang sangat luas, Aluna sudah bisa melihat dari jarak jauh.
"Tuan, apakah itu rumah mu? aku tidak pernah melihat rumah seperti itu sebelumnya!" seru Aluna dengan polosnya.
Bagaimana pun, selama hidupnya, Aluna memang belum pernah melihat rumah sebesar itu sebelumnya.
"Pfffttt ..."
"Gadis ini sangat menggemaskan! dia bahkan seperti anak kecil setelah melihat rumahku, ini hanya permulaan tetapi mengapa aku sudah terhibur olehnya?"
Edgar terhibur oleh sikap Aluna yang spontan dan berterus terang itu, dia merasa Aluna sangat berbeda dengan wanita-wanita yang selama ini mendekatinya.
Aluna terasa polos dan tulus, padahal usianya sudah tergolong dewasa tetapi dari matanya saja semua orang pasti tahu jika Aluna adalah orang yang tulus.
Sebelum menjawab pertanyaan Aluna yang tengah terpana itu, Edgar secara signifikan mendekatkan dirinya ke arah Aluna.
"Iya, itu rumahku, akan menjadi rumah kita tentunya ..." bisik Edgar sudah berada tepat di belakang Aluna dan sekarang ini sudah membisik di telinganya.
"Ha!" Aluna menarik nafasnya sejenak karena merasa sangat geli.
Dia melihat ke belakang dengan terkejut dan ternyata itu adalah keputusan yang salah.
Ketika Aluna melihat ke belakang, wajah keduanya segera berhadapan dengan jarak yang sangat dekat.
Bahkan nafas mereka seolah bersatu, dan karena hal itu Aluna berhenti bernafas sejenak karena terlalu syok.
"Sayang ... kenapa kau mendekatkan wajahmu kepadaku?"
"Mau aku cium?" tanya Edgar tersenyum nakal dan benar-benar membuat Aluna sudah kehabisan pikiran mengapa lelaki ini bisa berbicara begitu nakal terhadapnya.
.
.
.
gak nyambung lah dengan sindrom"nya atau penyakit apalah itu. karena pd nyatanya mau fiona salah atau tdk ttp fiona yang diinginkan.