Sequel : Burning Passion In Love!
Stefano, Casanova bastard yang sangat dingin. Prioritas utama adalah membalas dendam pada keluarga Weldon.
Dengan 2 saudaranya, Stefano berlayar menjadi seperti Ayahnya. Seorang Mafia kejam dan Pengusaha sukses.
Sebuah taktik keji mengharuskan di antara 3 pria kejam maju untuk menikah dengan Putri Mr Weldon. Alhasil Stefano yang maju untuk menikah dengan gadis baru lulus SMA.
Kisah rumit yaitu : cinta, dendam, benci, pembunuh dan gairah melebur menjadi kesatuan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rose_Crystal 030199, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BPIL 2- Afraid!
Tolong maafkan Rose baru blsa Up
🙏🙏🙏🙇🙇🙇
Sungguh akhir-akhir ini Rose benar-benar drop dan kurang efisien dalam bekerja.
Maaf semaunya, membuat kalian menunggu terlalu lama
😭😭😭
🙏🙏🙏
Maaf ya banyak typo's bertebaran dan kesalahan dalam penulisan di bawah ini
*,*,*,*
Stefano tersenyum teduh ketika Queenaia mengelap keringat. Sangat cantik sampai ia ingin merengkuh Istrinya. Namun, ia langsung sadar akan keadaan dua Adiknya di dermaga. Dia mengambil ponsel untuk menelepon Adik-Adiknya. Stefano tersenyum saja ketika Kevin tidak mau mengangkat telepon akibat pakai no Bru.
di seberang sana Kevin menyengit melihat no baru. Siapa yang menelepon di kala pencarian Stefano? Dia memanggil Vernon bertanya tahu no ini. Namun, Adiknya tidak tahu dan sepertinya orang kantor. Awas saja kalau tidak penting akan dia bunuh orang ini.
"Tahu no ini?"
"Tidak, no itu juga menelepon."
"Hello, who?"
"Hello, aku selamat. Terus beracting untuk mencarikku. Kecoh J seolah aku seolah mati. Jangan khawatir aku cukup baik. Lakukan tugas sebaik mungkin."
Kevin menegang mendengar pernyataan penelepon. Seulas senyum haru menghiasi bibir sensualnya. Sangat terharu sampai ia menitikan air mata. Demi apa ini sangat membahagiakan baginya. Kevin sangat bersyukur Stefano selamat dari konspirasi J.
Panggilan terputus, Kevin langsung merengkuh Vernon. Dia berbisik memberi tahu bahwa Stefano selamat. Sungguh sangat bahagia akhirnya Kakak mereka selamat.
"Kak Stef, selamat dan kita suruh acting tentang kematiannya. Dia suruh menjalankan taktik mengecoh, ********!" bisik Kevin.
Vernon membulatkan mata sempurna mendengar bisikan Kevin. Dia membalas pelukan kakaknya di sertai senyum haru. Akhirnya rasa panik hilang terbawa angin kebahagiaan. Ini adalah kabar paling indah yang pernah ia dengar. Syukur demi Tuhan ini adalah kejutan Termanis untuk Vernon.
Lain sisi Queenaia baru selesai masak. Dia menyajikan masakan di meja makan. Dengan semangat ia menghampiri Suaminya. Dahi menyengit mendengar Stefano berbicara cukup aneh. Queenaia begidik sendiri cara bicara serta obrolan itu begitu mengerikan.
Stefano berbalik sedikit terkejut melihat Queenaia tengah menatap aneh. Dia berjalan ke arah Istrinya lalu merengkuh erat. Biarkan waktu menyatukan mereka dalam kehangatan. Stefano sepertinya tahu isi pikiran Queenaia yang terlampau berpikir keras.
"Ada apa, Stef? Kenapa kamu bilang mengecoh lawan dengan kematian palsu? Sebenarnya ada apa?"
Queenaia mendongak ingin menerima jawaban. Susah juga punya Suami tinggi kayak tiang listrik. Bayangkan tinggimu hanya sebatas bahu. Queenaia harus mendongak agar bisa berbicara dengan Stefano.
Stefano mengangkat tubuh Queenaia agar lebih tinggi. Kini giliran dirinya yang mendongak menatap mata cokelat kemerahan Istrinya. Dia berjalan santai menuju sofa untuk rebahan. Stefano ingin Queenaia tidak tahu, tetapi ini saatnya tahu.
Queenaia merona parah melihat senyum Stefano. Dia telah berbaring di sofa dengan sang Suami berada di atasnya. Mata besar Queenaia terpejam menikmati sentuhan lembut Stefano pada wajahnya.
Stefano mengecup mesra kening Queenaia. Tangan kekarnya terus mengusap punggung Istrinya. Dengan sayang Stefano mengecup bibir Queenaia singkat.
"Ada sesuatu yang harus terselesaikan. Agar lawan kami mengira Stefano telah tiada agar beberapa hari lagi aku datang memberi kejutan. Aku ingin lukaku menjadi kehancuran mereka."
Stefano membalik posisi menjadi Queenaia di atas. Dia rengkuh Istrinya supaya nyaman. Sudah berapa lama mereka tidak melakukan keromantisan ini? Mungkin sudah sangat lama sampai rindu membuncah.
Queenaia menegang mendengar jawaban Stefano. Sedikit mengerikan berhadapan dengan Demetrius yang terkenal kejam. Dari desas-desus semua teman-temannya Demetrius bekerja sama dengan para Mafia.
"Apa Demetrius bekerja sama dengan para Mafia? Kenapa jawaban kamu terkesan sangat tajam."
Queenaia memang dasarnya suka penasaran. Dia akan terus bertanya jika belum puas. Semua akan tuntas jika rasa penasaran hilang. Sungguh Queenaia ingin tahu kebenaran tentang Stefano.
Stefano tersenyum mendengar pertanyaan Queenaia. Dia tidak menyangka Istrinya mampu bertanya begitu. Tidak apa karena kejujuran lebih penting agar hubungan mereka langgeng.
"Aku Leader Mafia, kenapa harus bekerja sama? Demetrius di balik layar adalah Mafia bengis yang sangat di takuti. Bagaimana sekarang apa kamu takut pada pimpinan Mafia sepertiku?"
Stefano ingin melihat respons Queenaia. Dia sangat takut jika sang Istri takut akan kebenaran itu. Bohong jika dia takut pasalnya ingin memberi tahu semuanya. Agar kelak jika Queenaia melihat Stefano membunuh korban tidak terkejut.
Queenaia menegang mendengar jawaban Stefano. Pimpinan Mafia bengis? Itu artinya banyak nyawa mati sia-sia di tangan Suaminya. Tubuh mungilnya bergetar ketakutan melihat aksi bengis para Mafia di dalam film action. Mafia identik dengan psychopath. Apa Stefano seorang psychopath menyeramkan? Jika benar Suaminya Psychopath apa yang akan di lakukan? Queenaia begidik sendiri melihat Stefano ternyata mafia. Namun, ia berusaha berpikir positif mungkin salah dengar.
Stefano tersenyum getir melihat respons tubuh Queenaia. Siapa yang tidak sok mengetahui fakta Suamimu seorang pimpinan Mafia bengis? Tetapi, ini sangat lucu melihat isi pikiran Istrinya yang berusaha menangkal. Queenaia terlalu baik dan lugu sehingga Stefano tidak tega melukai lagi.
"Aku tidak percaya ini," lirih Queenaia.
"Aku bukan lagi bekerja sama melainkan kami adalah Mafia. Mendiang Ayahku mantan seorang Leader Mafia, Gangster dan Yakuza. Beliau sangat kejam, tetapi memiliki hati bak malaikat. Sangat mencintai Ibu, sangat menyayangi keluarga dan Adik-Adiknya. Aku seorang pria bengis tidak punya perasaan. Maaf kamu menikah dengan psychopath. Aku tidak ingin kamu melihat aku membunuh atau pun tahu seorang Mafia dari orang lain. Lebih baik aku sendiri yang membuka jati diri. keputusan ada di tanganmu, lanjut bersama psychopath atau berhenti?"
Stefano melepas pelukannya agar Queenaia bisa melepas diri. Hatinya sakit jika Istrinya pergi tidak sudi kembali. Sejatinya semua tidak ada yang indah baginya selain harapan semu. Langit kelabu melebur menjadi duka. Sungguh Stefano takut kehilangan harapan hidup yang ada pada Queenaia.
Queenaia beranjak menghindar dari Stefano. Dia menggigil ketakutan akan kebenaran kabar burung malah melesat jauh lebih mengejutkan. Tidak tahu harus bagaimana saat mendengar kebenaran Suaminya. Kenapa harus bertahan bersama seorang kriminal Mafia bengis? Queenaia sangat takut melihat Stefano apa lagi ingat adegan pembunuhan.
Seulas senyum getir menghiasi bibir tipis Stefano. Dia menunduk untuk menghalau sakit hati. Apa salah jika dia mengatakan kebenaran itu? Sakit sekali melihat reaksi Istrinya. Hati rapuh Stefano terasa teremas kuat oleh tangan tidak kasap mata. Rasa takut kembali menyerang pikiran membuat dia memejamkan mata tatkala memori pembunuhan sadis menguar.
Queenaia tersentak saat melihat Stefano mengambil pisau. Tubuhnya menggigil ketakutan saat Suaminya menatapnya kosong. Apa Suaminya mau membunuhnya? Tidak kuat melihat Stefano yang menatap kosong sontak Queenaia berlari menghindar. Namum, naas dia tersungkur di karpet sehingga dirinya tidak bisa berbuat apa-apa. Perutnya sakit akan insiden jatuh, tetapi ia tepis Krena rasa takut lebih mendominasi.
Stefano tersenyum mengerikan melihat Queenaia ketakutan. Dia tertawa mengerikan dengan setitik air mata. Hatinya sakit jika teringat kedua orang tuanya pergi meninggalkan sendiri. Setelah puas tertawa bengis ia kembali menatap Queenaia penuh ancaman.
"Jangan tinggalkan aku sendiri, Queen. Aku takut sendiri tidak ada yang menemani. Kamu takut padaku, Queen karena aku seorang psychopath? Jangan takut aku tidak akan menyakiti kamu. Aku takut sendiri, takut sendiri tanpa ada cahaya."
Crash
Syur
Stefano dengan nekat menyayat lengannya sendiri. Darah bercucuran dari lengan bawah. Namun, ia tidak bereaksi kesakitan. Malah dia tambah meringkuk menyerukan kata sama, *Takut sendiri* berulang kali. Biarkan saja begini Stefano tidak mu ditinggal Queenaia sendirian.
Queenaia tersentak mendengar perkataan Stefano terdengar frustrasi. Lalu sebuah sayatan dalam di lengan kekar Suaminya membuat dia langsung berlari ke dapur untuk mengambil kotak P3k. Dapat Queenaia lihat seberapa rapuh Stefano tanpa cahaya.
Stefano menyeringai penuh kemenangan saat Queenaia berlari ke dapur. Dia harus jadi aktor karena pandai acting yang luar biasa hebat. Selagi menjalankan peran ketakutan ia tampak menyedihkan. Maaf Queenaia kamu akan selalu terikat pada Stefano.
Queenaia datang ke ruang tamu untuk mengobati Suaminya. Dengan cekatan ia mengobati luka Stefano. Dia mengesampingkan rasa takut demi mengobati luka sang Suami. Bagaimana pun Stefano adalah Suaminya yang patut di jaga. Walau Suaminya seorang pembunuh, tetapi Queenaia sangat cinta. Bimbang dalam melangkah membuat dirinya kalut.
"Stef, kamu gila. Kenapa bisa melukai diri tanpa kesakitan?"
"Aku takut sendiri, Queen. Tolong jangan tinggalkan aku sendiri. Aku takut sendiri tanpa ada yang menopang. Mereka pergi meninggalkan sendiri, jangan pergi," racau Stefano di sertai air mata duka.
Queenaia menangis tersedu mendengar perkataan Stefano. Apa bisa dia pergi meninggalkan Suaminya yang rapuh? Tetapi, apa bisa hidup bersama seorang kriminal? Dalam kebingungan mencari solusi Queenaia tersadar melihat Stefano tampak menyedihkan.
Dalam hati Stefano menyeringai iblis lantaran Queenaia begitu bodoh. Dia terlalu pintar memanipulasi ekspresi serta mudah melakukan peran. Kalau jadi aktor yakinlah piala Oscar akan dia raih setiap tahunnya. Kenapa dulu tidak jadi aktor saja dari pada pembisnis? Biar keren gitu seorang aktor dan model ternyata seorang Mafia, mantap.
"Aku takut sendiri, Queen. Jangan tinggalkan aku."
"Aku tidak tahu, kamu pembunuh kejam. Aku tidak sanggup hidup bersama seorang kriminal," sahut Queenaia terdengar bergetar.
Stefano tersenyum getir mendengar jawaban Queenaia. Perlahan ia mundur perlahan menuju pintu keluar. Loncat dari lantai 20 akan menghilangkan nyawa. Sepertinya taktik bunuh diri keren sekali. Yakin 100% Queenaia tidak akan membiarkan Stefano mati bunuh diri.
"Maka aku akan mati dari pada hidup tanpa kamu. Aku takut sendiri, Queen. Demi Tuhan aku sangat mencintaimu. Apa salah aku jujur dari pada berbohong? Tolong jangan tinggalkan aku sendiri!"
Stefano semakin dekat pintu keluar, tetapi langsung berhenti tatkala sebuah pelukan menghentikan semua. Seringai kemenangan terukir indah di bibirnya kena juga kelinci kecilnya yang mudah dikelabui. Stefano sangat senang bisa membuat Queenaia begitu tidak berdaya akan tingkah gilanya.
"Jangan pergi, ku mohon. Aku akan bersama kamu, tetapi janji jangan membunuh lagi."
Queenaia tidak gila membiarkan Stefano bunuh diri. Bisa gila jika Suaminya sampai nekat bunuh diri. Jika Suaminya pergi maka detik itu juga akan mengakhiri hidup. Dari awal saat Suaminya mulai melangkah pergi degup jantung terasa bertalu-talu. Sebelum terlambat Queenaia langsung mendekap Stefano dari belakang.
Stefano terdiam menerima persyaratan berat Queenaia. Dia tidak mungkin berhenti sebelum membunuh Weldon. Selagi hasrat membunuh membara maka ia tidak akan berhenti. Stefano berbalik menghadap Queenaia guna meminta maaf.
"Maaf!"
Satu kata membuat Queenaia tidak mampu menopang tubuhnya. Dia jatuh tidak sadarkan diri akibat rasa takut dengan beban membelenggu. Sungguh Queenaia ingin merubah Stefano jadi pribadi yang baik. Namun, semua semu mendengar satu kata menghancurkan hati.
Stefano terbelalak melihat Queenaia jatuh tidak sadarkan diri. Sontak dia dekap erat tubuh Istrinya agar tidak jatuh. Dia mengangkat hati-hati tubuh mungil Istrinya menuju kamar. Jika begini Stefano merasa bersalah pada Queenaia.
"Queen, maafkan aku belum bisa berhenti membunuh karena darah adalah bagian hidup, ku. Aku sangat mencintaimu, Queen. Aku berharap kamu bersedia tetap tinggal. Queen, semua terasa menyakitkan kehilangan seseorang yang kita cinta. Namun, aku akan mempertahankan hubungan ini sampai dendam selesai!"
****///****
Sekali lagi maafkan Rose baru bisa Up! Jangan sedih aku usahain produktif kembali.
Maaf belum tak koreksi jadi jika banyak typo bertebaran dan kesalahan dalam penulisan harap maklum.
I love you, all!.
Rose_Crystal_030199
sukses
semngt
mksh
keren