NovelToon NovelToon
My Ice CEO Is A Tante

My Ice CEO Is A Tante

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / CEO
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Miko J

Hidup Gavin Wijaya berubah total dalam semalam. Mantan "sultan" Jakarta yang terbiasa hidup mewah harus meninggalkan kehidupan glamor dan menjadi buruh migran (TKI) di Taiwan. Dari pesta dan kemewahan, kini yang tersisa hanyalah kerja keras di sebuah pabrik.
Di sisi lain, Tiffany Chen adalah CEO muda jenius yang dikenal dingin dan perfeksionis. Baginya hidup hanya tentang bisnis, angka, dan kesuksesan. Namun sebuah tekanan dari sang ayah memaksanya mencari jalan keluar yang tidak pernah dia bayangkan.
Sebuah pertemuan tak terduga membuat Gavin masuk ke dunia Tiffany. Dengan sebuah rahasia dan kontrak pernikahan, seorang mantan sultan yang kini menjadi TKI mendadak berubah menjadi "suami penyamaran" seorang CEO Taiwan.
Ketika pria santai dan usil harus hidup bersama wanita dingin yang lebih mirip robot pekerja, kehidupan mereka mulai berubah. Akankah pernikahan kontrak ini tetap menjadi sekadar kesepakatan, atau berubah menjadi sesuatu yang tidak pernah mereka rencanakan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miko J, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di Bawah Hujan Taipei

Hari Minggu akhirnya tiba. Setelah seminggu penuh disiksa tugas tambahan membersihkan toilet pabrik, Gavin akhirnya bisa menghirup udara bebas. Dengan sisa uang yang pas-pasan, dia nekat naik kereta menuju stasiun utama Taipei untuk menyegarkan pikiran. Setidaknya, dia ingin melihat pemandangan kota besar agar tidak stres.

Sial bagi Gavin, baru saja dia keluar dari stasiun, langit kota Taipei mendadak mendung dan langsung menumpahkan hujan yang sangat deras.

"Aduhh, sial banget! Mau jalan-jalan malah hujan badai begini!" gerutu Gavin, buru-buru membeli sebuah payung transparan murah seharga beberapa dolar Taiwan dari toko kelontong terdekat.

Gavin berjalan menyusuri trotoar sambil memegangi payungnya, menatap jalanan aspal yang basah. Di seberang jalan, tepat di depan lobi sebuah gedung pertemuan mewah, sebuah sedan hitam mengilat bergaya eksklusif sedang berhenti di tepi jalan.

Dari dalam gedung, Tiffany Chen melangkah keluar. Kepalanya terasa pening setelah seharian penuh berdebat dengan dewan direksi korporasi. Tanpa sentuhan makeup, wajahnya tampak kuyu dan lelah, dibalut pakaian kerja formal polos yang lagi-zag kaku.

Seorang sopir pribadi dengan sigap membukakan pintu belakang mobil untuk Tiffany. Namun, tepat saat Tiffany hendak melangkahkan kaki kanannya masuk ke dalam mobil, kelelahan membuat fokusnya pecah. Sialnya lagi, ujung sepatu hak tingginya tidak sengaja menginjak lantai marmer lobi yang sangat licin karena tempias air hujan.

"Ah!" pekik Tiffany pelan.

Keseimbangannya hilang total. Tubuhnya terhuyung jatuh ke belakang, mengarah langsung ke trotoar yang keras. Sopir pribadinya terlalu jauh untuk menangkapnya. Tiffany refleks memejamkan mata erat-erat, bersiap merasakan benturan keras yang menyakitkan.

Namun, rasa sakit itu tidak pernah datang.

Set!

Sebuah lengan kekar yang kokoh tiba-tiba melingkar di pinggang Tiffany, menahan bobot tubuhnya dengan sangat pas sebelum menyentuh tanah. Payung transparan yang dipegang pria itu terlepas, membiarkan rintik air hujan membasahi tubuh mereka berdua.

Waktu seolah melambat dalam mode slow motion, persis seperti adegan ikonik di drama Korea. Rintik hujan jatuh di sekitar mereka, menciptakan suasana yang mendadak sangat puitis.

Tiffany membuka matanya perlahan. Wajah pria yang menolongnya berada hanya beberapa sentimeter di depan wajahnya. Di bawah rintik hujan, mata Tiffany terpaku menatap ketampanan pemuda itu—rahang yang tegas, mata yang jernih, dan senyuman tipis yang menawan. Jantung Tiffany yang biasanya sedingin es mendadak berdegup sedikit lebih cepat. Bagaimanapun dinginnya dia, insting wanitanya tidak bisa berbohong melihat visual pria setampan idola muda di depannya.

Gavin mengedipkan matanya yang basah oleh air hujan, menatap wajah kaku wanita yang ditolongnya. Gelembung romantis di udara mengembang begitu indah.

Sampai akhirnya, Gavin membuka mulutnya tanpa dosa.

"Wah, untung saya tangkap! Hati-hati, Tante," cerocos Gavin ramah dengan senyum lebar seolah baru saja bertemu teman lama. "Jalanan kota ini licin sekali. Kalau Tante di usia segini sampai jatuh telentang, encoknya bisa langsung kambuh parah, loh! Nanti susah sembuhnya!"

Boom!

Gelembung indah ala drakor di kepala Tiffany pecah berkeping-keping dalam sekejap. Rasa terima kasih yang sempat terbersit di hatinya langsung menguap ke langit, berganti dengan gelombang amarah yang meluap-luap hingga ke ubun-ubun.

Tante? Encok?!

Tiffany langsung mengenali suara menyebalkan ini. Ini adalah buruh asing lancang yang minggu lalu menyiram blazernya dengan kopi! Sekarang, pria ini merusak momen dan meramal dirinya akan terkena encok!

Dengan wajah memerah padam menahan murka, Tiffany mendorong dada Gavin dengan sangat kasar hingga pemuda itu hampir terjengkang.

"Lancang!" desis Tiffany dengan tatapan mata yang seolah bisa membunuh seketika.

Tanpa memedulikan Gavin yang kebingungan, Tiffany langsung masuk ke kursi belakang mobil mewahnya. Dia membanting pintu mobil dengan sangat keras hingga menimbulkan bunyi dentuman nyaring.

"Jalan! Sekarang!" perintah Tiffany ketus kepada sopirnya yang ketakutan. Mobil sedan mewah itu langsung menancap gas, meninggalkan cipratan air genangan yang untungnya sempat dihindari oleh Gavin.

Gavin berdiri di tepi trotoar yang basah, memungut kembali payung transparannya sambil menggaruk kepala dengan wajah heran. "Lah? Tante itu kenapa, sih? Ditolongin malah marah-marah gila. Memang benar ya, wanita paruh baya kalau kurang piknik sensitifnya melebihi sensor bom."

Gavin mengangkat bahu acuh tak acuh, lalu melanjutkan langkahnya mencari warung makanan Indonesia, sama sekali tidak tahu bahwa di dalam mobil sedan yang sedang melaju kencang, Tiffany sedang meremas tas tangannya dengan emosi yang bergejolak, mengutuk nama buruh tidak sopan itu di dalam hatinya.

Coretan author

"Kalau kalian jadi Tiffany, masih bisa berterima kasih setelah dipanggil 'Tante', atau malah langsung naik darah juga? 😂 Tulis di komentar, ya!"

1
helena
ada batas teritorial nya🤣
helena
tante🤣
helena
kursi panas/Doge/
helena
jari jemari tim kevin /Proud/
Zed Analytical Number Nine
ngga bener nih, si Gavin
Anisa Nur Afifah
lanjut kakk
Lasa Hardianti
WKWKWK Gavin langsung semangat banget pas dengar kartu kredit tanpa limit🤣 Lanjut baca dulu ah, penasaran rumah tangga kontraknya bakal seseru apa🤣😍
white star ⭐: "Terima kasih kak, dah mampir 😆"
total 1 replies
Lasa Hardianti
Premisnya unik Kak. dari awal udah bikin penasaran gimana Gavin bisa berubah jadi TKI di Taiwan. Semangat update😁
Cilia
Lanjutin terus kak! Kepo sama kelanjutan cerita Gavinnn
white star ⭐: trimakasih kak, jadi semakin semangat buat nulis kelanjutan cerita ini
total 1 replies
helena
lanjut thorr💪
helena
😇
yugi chan 👧
lanjuuttt ....
white star ⭐: siap kakak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!