Puber kedua, menghancurkan pernikahan Tatiana Ramos dan Brandon Wirawan. Ketika sang istri sibuk mengembangkan bisnis di luar negeri, suaminya yang ditinggal selama 2 bulan justru sedang mabuk kepayang dengan gadis muda yang usianya 10 tahun lebih muda dari istrinya.
"Kamu membiarkan dia menginap di kamar kita, mas? apa kamu sudah gilaa?"
"Siska tak punya kerabat di kota ini, dia sebatang kara. Ingatkah saat aku bertemu denganmu pertama kali, kamu juga sebatang kara Tatiana!"
Dengan dalih mirip dengan istrinya 10 tahun lalu, untuk pertama kalinya selama 10 tahun, Brand mendebat Tatiana.
"Maafkan aku Nyonya, tempat tinggal ku sedang diperbaiki..."
Mata Tatiana melebar, wanita itu bahkan mengenakan gaun tidurnya. Dia tidak tahan lagi, hanya dua bulan, dan itupun demi perusahaan mereka yang sempat merugi milyaran rupiah. Tapi begitu dia kembali, suaminya malah bermain api.
'Suami pengkhianatan dan bodoh seperti ini, aku benar-benar tidak butuh' geram Tatiana dalam hatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19
"Apakah ada yang menawar lebih tinggi?" tanya pembawa acara yang berdiri di podium.
Tampak beberapa orang saling bicara. Menurut mereka untuk harga pasarannya, 100 juta sudah cukup tinggi.
"Baiklah, 100 juta pertama, 100 juta kedua, 100 juta ketiga!"
Tok
Tok
Tok
Pembawa acara itu memukul palu. Tanda kalau set perhiasan itu sudah terjual.
"Set perhiasan Burma Pigeon Blood, jatuh pada penawar nomor 12, tuan Brandon Wirawan!"
Tepuk tangan terdengar gemuruh. Siska juga langsung memeluk Brandon tanpa rasa malu. Sedangkan Tatiana masih mencoba menenangkan dirinya.
"Sabar Tatiana, sabar 30 hari lagi!" kata Yuli.
Dia tahu, Tatiana pasti kesal. Bukan masalah Brandon menuruti Siska. Tapi otak suaminya yang tidak realistis. Perusahaan sedang dalam kondisi kacau. Kalau itu orang lain, wajar tidak tahu dan mengira perusahaan Wirawan baik-baik saja. Bahkan kasa perusahaan saja tinggal beberapa milyar. Dion bilang hanya bisa bertahan sampai bulan depan kalau tidak dapat suntikan dana.
Sekarang, Brandon malah menggunakan uangnya sebanyak itu untuk hadiah yang akan diberikan pada seorang wanita yang tidak berkontribusi apapun bagi perusahaan. Jika ada karyawan yang mendengar hal ini. Mereka pasti marah. Dan karyawan yang sudah marah pada pemimpinnya, akan menjadi awal kecurangan dan segala macam masalah di perusahaan.
"Tatiana, wanita genit itu menyebalkan sekali. Dia terus melihat kemari! dia seperti sedang pamer pada kita! menyebalkan sekali!" keluh Yuli.
Tatiana menghela nafas panjang. Dia berusaha menenangkan dirinya.
"Aku rasa dia masih akan terus pamer. Mas Brandon membawa 500 juta untuk datang kemari. Siska tidak akan mungkin membiarkan uang itu tersisa!"
"Wanita genit itu keterlaluan sekali!"
"Biarkan saja, bukan urusan kita. Aku sedikit kesal tadi, aku hanya membayangkan bagaimana kalau ada karyawan perusahaan yang tahu. Tapi ya sudahlah, mau bagaimana lagi? kamu benar, hanya tinggal 30 hari lagi bukan? itu akan berlalu dengan cepat!"
Yuli tersenyum, Tatiana memang selalu bisa mengendalikan dirinya sendiri. Yuli menepuk punggung tangan Tatiana.
"Aku dengar akan ada lukisan klasik yang dijual. Bukankah kakakmu suka sekali lukisan. Bagaimana kalau kita gunakan uangnya untuk memberi nya hadiah?"
Tatiana terkekeh. Bisa-bisanya temannya itu berpikir demikian. Menggunakan uang kakak Tatiana, untuk membuat kakak Tatiana senang. Itu ide yang genius kan?
"Kamu benar-benar pintar melihat situasi ya?" tanya Tatiana, yang dibalas senyum puas oleh Yuli.
Tatiana segera mengeluarkan dua kartu yang tadi di kirimkan oleh kakaknya bersama dengan undangan lelang. Tatiana kemudian memberikan salah satu kartu itu pada Yuli.
"Pakai ini, dari kakakku!"
"Wah, ini kartu hitam itu kan? aku belum pernah lihat!"
"He'em, kata kakak di dalamnya ada 5 milyar..."
Srkkkk
Yuli nyaris hampir jatuh dari kursi tempatnya duduk. Tapi dia menggenggam erat kartu hitam itu di tangannya.
"Aku tidak berani!" kata Yuli mengembalikan kartu itu pada Tatiana.
"Ambil saja, kakak bilang. Kamu sudah banyak membantuku. Ini hadiah perkenalan darinya!"
Rahang Yuli nyaris jatuh. Dia menatap kartu itu dengan bola mata melebar.
"Hadiah perkenalan lima milyar? uang jajanmu berapa?" tanya Yuli.
Tatiana menggelengkan kepalanya.
"Tidak tahu, dia hanya memberikan aku kartu diamond ini, katanya diisi tiap bulan. Tapi aku belum pernah menggunakannya!"
Yuli menelan salivanya susah payah. Dan merangkul lengan Tatiana.
"Tatiana sayang, sehat-sehat ya. Aku akan menjagamu 24 jam. Ya ampun, aku punya teman yang punya kakak pohon uang. Mimpi apa aku 15 tahun yang lalu bisa bertemu denganmu!"
Tatiana tertawa lagi, Yuli benar-benar menghiburnya kali ini saatnya merasa sangat kesal pada Brandon.
Dan selanjutnya, sebuah troli dengan ukuran yang lebih besar kembali masuk ke dalam ruangan lelang. Beberapa perhiasan lagi, lalu benda-benda dari kolektor terkemuka. Hingga sesi ke 4, sebuah lukisan.
"Karya berikutnya adalah sebuah lukisan cat minyak berukuran hampir satu meter persegi berjudul Sunset Over the Emerald Valley. Sapuan kuasnya begitu halus, menghadirkan lembah hijau yang diterangi cahaya senja keemasan. Lukisan itu merupakan karya seorang maestro yang telah wafat, sehingga jumlah karyanya sangat terbatas. Sertifikat keaslian dan riwayat kepemilikannya terpajang di samping podium. Kita mulai dengan penawaran pertama 500 juta!" kata pembawa acara itu dengan tegas.
Sudah pasti, para penawar yang ada pada barisan biasa tidak bisa mengantar papan nomor.
"Penawarannya 500 juta, kenapa lukisan itu mahal sekali?" tanya Siska pada Brandon.
"Itu hanya dimiliki oleh beberapa orang di dunia ini. Itu yang dilelang oleh Tuan Kenneth sepertinya"
"Tuan, jika tuan bisa menawar lukisan itu bukan semua orang tapi memandang kagum pada tuan, seperti mereka memandang kagum pada tuan Kenneth?" tanya Siska.
Brandon mengangguk.
"Kamu benar, tapi aku tidak punya uang cash seperti itu sekarang. Aku hanya bawa 500 juta, dan sudah terpakai 250 juga untuk perhiasan mu!"
Siska mendengus pelan.
"Tidak apa-apa tuan, daripada dua orang yang ada di sana itu! datang duduk di barisan VIP tapi tidak membeli apapun. Aku rasa mereka memang tidak punya uang. Lagipula kenapa nyonya keras kepala sekali, kalau mereka tadi mau pindah, kan tuan pasti akan membelikannya sesuatu untuk nyonya. Iya kan?" tanya Siska.
"Biarkan saja, selama ini dia juga sudah banyak beli barang dengan uangku!"
Siska tersenyum senang. Bahkan Brandon tidak akan membelikan apapun untuk Tatiana malam ini. Dia bisa pamer pada Tatiana besok.
Yuli menoleh ke arah Tatiana. Dan langsung diangguki oleh Tatiana. Dengan penuh semangat, karena memang dia sudah memegang kartu yang isinya 5 milyar. Dia mau kasih hadiah perkenalan juga untuk kakaknya Tatiana. Yuli mengangkat papan nomornya,
"750 juta!"
"1 milyar!"
Yuli terlihat gelisah, ternyata seperti itu rasanya menawar di acara lelang. Seperti tidak mau kalah.
"1 milyar 50 juta!" kata Yuli. Dia berusaha menawar sehemat mungkin.
"1,2 milyar!" seru barisan VIP yang lain.
"Ini seru!"
"Siapa yang akan dapat lukisan kolektor Kenneth itu ya?"
Siska melotot kesal, mendengar yang memberikan penawaran adalah Yuli.
"Tuan, lihat. Bukankah itu teman nyonya? dapat uang darimana mereka berani menawar seperti itu!"
"1,5 milyar!" kata Yuli lagi.
Tatiana memberikan jempol pada Yuli. Yuli tersenyum lega.
Tapi Brandon seketika berdiri.
"Tunggu pembawa acara!"
"Ada apa tuan Brandon Wirawan?" tanya pembawa acara itu penasaran.
"Mereka berdua itu, tidak punya uang!"
"Hah..."
"Apa katanya?"
"Mereka tidak punya uang!"
***
Bersambung...
Lagian ya Tatiana, jabatan mu di perusahaan itu sudah tidak ada lagi..
Apalagi status istri..
Walaupun baru kau & Yuli yg mengetahui..
Namun yg perlu kau sadari..
Di perusahaan itu bukan tempat mu lagi..
Dan menjauh dari orang² toxic adalah pilihan yg tepat hingga surat cerai keluar nanti..
Kau seharusnya sadar, kau bahkan tak diberikan kepercayaan mengelola keuangan darinya..
Bahkan kau tak pernah menerima nafkah dari nya..
Di mata nya kau bukan istri, Tatiana..
Kau hanya di perlakukan seperti sapi perah oleh nya..
Ternyata cinta membuat Tatiana buta..
Begitulah cinta tanpa menggunakan logika..
Di kibulin pasangan, manut² saja.. 🤭
Tapi Brandon itu LLP (Lugu² Paok) namanya Tatiana.. 🤣
Dia bukan lelaki, dia itu boti..
Ada pula suami, tapi peran nya seperti seorang istri..
Bini kerja banting tulang, dia cuma modal telur &:ongkang² kaki..
Astaghfirullah.. Kacau sekali jika dapat tipe suami seperti ini..
Lelaki, tp kelakuan nya kyk banci..😏
aq kasihan takut si buaya ke racunan ,,
Mana ada seorang Kk yg tega melihat adiknya di perlakukan kurang ajar..
Mana kelakuan suami nya sendiri yang minta di hajar..
Hanya karena rasa kasihan pada ayah mertua, maka Tatiana harus lebih sabar..
Agar ayah mertua tak terlalu terkejut saat Brandon & Tatiana bubar..
Karena jalan perpisahan mereka berdua sudah terbuka lebar..
mampooss buat Brandon
orang gila dimana nyari 4 millyar dalam berapa jam
mang sakit jiwa 🙄
yg bisanya cuman buka kaki buat para pria🙄
lagi spaneng nih k
masa ga ada kelonggaran mau nafas dulu🤣
apa pun masalahnya nangis terus siwalang sangit gak tega , gitu aja terus sampai jadi gembel 🤣🤣🤣🤣🤣