NovelToon NovelToon
SUPIR KU SEORANG MAFIA

SUPIR KU SEORANG MAFIA

Status: tamat
Genre:Mafia / Selingkuh / Cinta Terlarang / Cerai / Tamat
Popularitas:178.1k
Nilai: 5
Nama Author: Yulianti Oktana

Pernikahan Amora yang tiba-tiba menjadi awal sebuah neraka baginya. Alih-alih menikmati bulan madunya yang romantis malah membuat dia menemukan fakta tak terduga jika sang suaminya yang bernama Martin Antonio Candelaz adalah seorang lelaki Impoten dan suka menyiksa sampai akhirnya dia bertemu seorang supir pribadinya yang bernama Pelix. Dengan di dasari rasa kesepian akhirnya mereka menjalin kasih secara diam-diam. Tetapi mantan kekasih Pelix yang bernama Marini tak akan membiarkan mereka bersatu. Akankah perselingkuhan mereka di ketahui Martin? Ataukah Marini akan menyerah mengejar cinta Pelix kembali?. Cinta segi empat yang rumit di dasari balas dendam akan mewarnai cerita ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulianti Oktana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Liburan Ke Singapore

Amora akhirnya pulang ke kediaman nya bersama Martin walau hatinya masih di selimuti rasa sakit. Dia tidak ingin berlarut dalam kedukaan karena di rumah itu ada Pelix yang selalu ada untuknya. Sesampainya di rumah itu! Martin segera menggandeng istrinya untuk memasuki kamarnya karena Martin ingin melepas rindu. Di dalam kamar Martin memeluk Amora sangat erat. Beribu rasa terimakasih untuk istrinya yang masih ingin kembali ke rumah itu. Selain takut adanya perceraian dia pun takut orang tuanya dan mertuanya mengetahui jika dia sering kali memukuli Amora.

"Amor terimakasih untuk pengertiannya. Aku sungguh merasa bersalah. Aku bodoh! Aku janji akan lebih mengatur emosiku. Maafkan aku" ucap Martin sembari mengelus Amora yabg masih ada dalam pelukannya.

Amora hanya diam tak bergeming. Karena bukan kali ini saja Martin berjanji tak akan melakukan kekerasan lagi tapi nyatanya dia mengulangi hal yang sama kemarin.

Hanya hembusan nafas yang terdengar berat dari Amora. Bimbang ingin menjawab apa dia pun hanya diam.

"Aku akan melajar mencintaimu Amor. Aku tak ingin kehilangan mu. Sejujurnya aku cemburu ketika melihat kau akrab dengan Pelix. Tapi aku terlalu menyudutkanmu. Bicaralah Amor jangan siksa aku dengan diamnya engkau" ucap Martin mengiba.

"Aku tidak pernah bermimpi menikah dengan seorang lelaki yang ringan tangan. Aku bukan samsak tinju yang dengan rela di pukuli. Aku ini manusia dan seorang wanita" tegas Amora.

"Aku salah dan aku berdosa kepadamu. Aku janji akan lebih hormat kepadamu" ucap Martin.

"Lihat ini! Ini buah karyamu. Sikap laknat yang sudah kau lakukan membuat bekas ini menjadi tandanya" ucap Amora sembari menunjukan dadanya yang terdapat bekas gigitan Martin dulu sampai meninggalkan bekas dan lukanya masih terlihat sedikit merah.

Martin hanya diam ketika Amora melepaskan pelukannya dan berlalu ke ruang makan untuk memasak. Sementara Martin masih mematung di kamar sambil merutuki kesalahannya.

Sekelebat Bayangan Pelix melintas melewati peternakan terlihat pada jendela dapur. Rasa senang pun menyeruak karena saat ini lah Pelix yang dia rindukan. Sesudah memasak, dia berjalan menuju kamar nya untuk menemui Martin supaya makan bersamanya. Walaupun masih takut dengan sang suami tetapi dia wajib melayaninya walau sekedar mengajak nya untuk makan malam bersama.

"Mas ayo kita makan" ajak Amora.

Namun Martin tak bergeming. Dia tertidur bagai seorang mayat saja plus dengkuran yang maha dasyat nya seperti suara trompet sangkakala (Gimana rupanya trompet sangkakala. Author juga belum lihat 🤣). Back To Story.

"Susah sekali di bangunkan. Kasian juga sebenarnya" ucap Amora yang langsung berlalu meninggalkan Martin yang tergolek.

Kini kaki nya melangkah menuju tempat Pelix berada yaitu di peternakan kuda. Saat ini Pelix sedang rebahan di gudang dan Amora menghampirinya dengan membawa sepiring nasi.

"Hai" sapa Amora."

"Hmm" balas Pelix singkat.

"Buat kamu" ucap Amora sembari menyodorkan sepiring nasi.

"Terimakasih. Kamu sendiri sudah makan?" tanya Pelix.

"Belum" jawabnya singkat.

"Kemarilah aku akan menyuapi mu kaman. Jangan ada penolakan karena ku benci hal itu" ucap Pelix sembari memberikan ruang untuk Amora disampingnya.

Pelix pun menyuapi Amora dan sebaliknya. Terlihat ada sisa makanan di bibir Amora, Pelix seketika membersihkannya bukan dengan lap melainkan dengan bibir nya sendiri membuat Amora berdesir syahdu pada tubuhnya.

"Bibir ini yang selalu buat ku candu" ucap Pelix di telinga Amora"

Amora hanya bergidik geli merasakan hembusan nafas Pelix di telinganya.

"Makan dan habiskan ya! Aku masuk dulu" ucap Amora sembari melangkahkan kaki. Sebelum benar-benar lenyap dari pandangannya, Amora memberikan ciuman jauh kepada Pelix dan Pelix hanya tersenyum.

Di kamar dia melihat Martin masih tertidur pulas, dia pun membaringkan tubuh di samping sang suami dan segera tertidur.

Pagi pun hadir dengan indahnya bersamaan dengan hangatnya sinar mentari. Seisi rumah itu sudah ingin memulai segala aktivitas nya sesuai pekerjaan masing-masing. Martin pagi ini bersikap sangat ramah kepada sang istri. Mulai dari membuatkan sarapan, menyuapinya makan dan mengajaknya berlari pagi hingga menggendong Amora yang sedikit kelelahan.

"Mas jangan gendong aku gak apa-apa! Aku berat loh mas" ucap Amora.

"Aku senang melakukannya. Ini pertama kali aku bisa sedekat ini dengan kamu istriku" balas Martin.

"Terimakasih atas perlakuan baikmu" ucap Amora di balik punggung sang suami.

"Aku hanya tak ingin melakukan kesalahan yang sama kepadamu. Semoga suatu waktu aku bisa menjadi suami yang baik dan bisa memberikanmu nafkah lahir dan juga batin yang sempurna untuk mu" tutur Martin.

"Amin. Semoga do'amu terkabulkan" balas Amora datar.

Tak ada kejutan di balik kata-kata sang suami yang membuat Amora puas. Walau dia sangat berharap di berikan nafkah batin oleh sang suami tapi mendengar penuturan Martin satupun tak ada yang bisa membuatnya senang. Cukup Amora pendam saja dalam hati tentang kehampaan yang dia rasakan.

Sesampainya di rumah, Amora melihat pelix sedang makan dengan elegan. Mata Amora tak berkedip tak kala melihat Pelix sedang mengunyah sesuatu membuat dia membayangkan bagaimana Pelix "Mengunyah dirinya". Dan melihat Pelix Sedang minum, terdapat rembesan air dari mulutnya ke bawah dagu lalu menjalar ke leher dan perutnya terlihat sangat seksi dan menggairahkan. Tetapi tiba-tiba dia tersadar dan merutuki pikiran kotornya. Pelix pun menyadari tatapan nakal Amora.

" Ya tahu memang aku tampan dan menggairahkan" ucap Pelix tampa melihat ke arah lawan bicaranya.

"Narsis sekali anda ini pak" jawab Amora sembari berlalu meninggalkan Pelix sendiri. Martin yang sudah sampai kamar terlebih dahulu langsung membuka semua pakaiannya untuk mandi. Melihat sang suami sudah telanjang seperti bayi membuat dia heran. Lalu Martin menghampiri Amora yang diam mematung.

"Kita mandi bersama ya" ajak Martin.

Amora hanya diam tak memberi jawaban.

"Aku benci penolakan" ucap Martin lagi.

Amora hanya menganggukan kepala tanda setuju dan tak lama mereka masuk ke dalam kamar mandi.

"Mas apa ini?" tanya Amora ketika melihat kamar mandinya sudah di taburi bunga-bunga manjalita.

"Kejutan untukmu" balas Martin sembari meraih bahu sang istri.

Di pandangi lah Amora dari ujung kaki sampai ujung kepala oleh Martin.

"Cantik" ucap Martin kagum.

sesaat kemudian dia membuka baju sang istri hingga membuat nya sedikit canggung.

"Relak dan berendam lah disini! Aku akan memanjakanmu istriku" ucap Martin sembari mengelus pucuk kepala Amora.

Amora pun mulai berendam di susul oleh Martin hingga Martin duduk di belakang Amor.

"Kenapa bisa seromantis ini mas?" tanya Amora.

"Sejujurnya aku tak tau hal romantis itu seperti apa! Semua ini atas arahan Pelix yang menata ini semua . You know lah, aku tidak pernah bersinggungan dengan hal seperti ini. Semoga kamu menyukainya" tutur Martin sembari memijat pelipis dan bahu Amora.

Ada rasa tak suka di hati Amora ketika mendengar Pelix lah yang membuatkan ini semua. Dia seketika membayangkan Pelix lah yang berendam bersamanya dengan di hiasi taburan bunga, Lilin aroma terapi lavender dan dan pijatan-pijatan sensual.

Ketika jari-jari Martin semakin liar menyentuh apapun membuat Amora menggigit bibir bawahnya untuk menahan gejolak dirinya.

"Keluarkanlah sayang, aku menyukai ******* mu" ucap Martin.

Amora pun sedikit malu dengan ucapan Martin. Martin bertekad untuk lebih memprioritaskan Amora dan menebus semua kesalahan nya. Sesudah sesi raba meraba, elus mengelus akhirnya mereka selesai dan keluar dari kamar mandi dan mengganti pakaian nya.

"Amor aku ada kejutan untuk mu" ucap Martin.

"Apa itu?" tanya Amora.

Martin pun langsung mengeluarkan sebuah tiket tujuan Singapore.

"Mas?“ ucap Amora singkat

" Iya untuk kamu. Kita liburan berdua selama satu minggu disana" ucap Martin.

"Aku senang mas! Semoga kamu selamanya baik dan menjadi suami bertanggung jawab terhadapku" ucap Amora terharu.

"Amin... Dan ada satu lagi! Aku sekarang sudah terapi lagi semoga hasilnya baik dan aku bisa menjadi suami yang sebenarnya. Untuk berangkat nya lusa tetapi besok kita kerumah mama dan ibu dulu" tutur Martin.

"Semoga ya mas, kamu bisa pulih" jawab Amora.

1
Taviadewi Dewi
secinta apa pun kita bila tak jodoh tak boleh 😭
Taviadewi Dewi
🤣🤪enak kan
Taviadewi Dewi
😭sakit x lah
Taviadewi Dewi
🤣kasihan
Taviadewi Dewi
baru baca sudah 🤪gemas antara kesal.
Safitri Agus
terimakasih Thor 🙏
Lembayung Senja: sama-sama.. terimakasih sudah membaca novelku.

.🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
total 2 replies
Safitri Agus
Wiro sableng
falea sezi
mana enak bgtbsusan pelakor bahagia
Ney Maniez
masa lalu blm slsai
Ney Maniez
semangat
Ney Maniez
begooo ahh
Ney Maniez
selamat
Ney Maniez
pel suka yg mn
Ney Maniez
🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Ney Maniez
ishh gk bgt jd cwo
Ney Maniez
msh ngarepin yg lain
Risna Tanjung
/Joyful//Joyful//Joyful/
Ney Maniez
waduhh ema2
Ney Maniez
waduhhh
Ney Maniez
wahh 50 jt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!