Amyra wanita muda berusia 21 Tahun, yang terpaksa menikah dengan seorang pria bernama Denny. setelah setahun pernikahan, tak ada kebahagiaan yang didadapatknya.
Suaminya sibuk membahagiakan pelakor, sedangkan Ia harus menanggung derita. ikuti kelanjutan kisahnya ya.
Mampukan ia bertahan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rayuan
Amyra sudah mulai bekerja lagi. Laundry selama 3 hari diserahkan kepada Ana. KininIa bersiap-siap untuk masuk kembali.
Amyra bergegas mempersiapkan sarapan dan membersihkan rumah. Ia segera berberes dan membersihkan diri.
Perut buncitnya tak menghalanginya untuk bekerja. Karena Ia meyakini, jika perkataan orangtuanya tentang kehamilan.
Dimana, ibu hamil harus rajin bergerak agar janin dalam kandungannya bergerak aktif, dan memudahkan untuk mencari jalan keluarnya.
Denny telah berangkat bekerja dan Ia mulai memakan sarapan buatan Amyra.
Kini Amyra telah bersiap. Ia memencet lift untuk turun ke lantai bawah. Namun saat pintu lift akan tertutup, sebuah menghalangi lift tertutup. Lalu tampak kepala seseorang yang akan juga ikut masuk kedalam lift tersebut.
Pria itu masuk dengan terburu-buru. Lalu menekan tombol menuju lantai dasar. "hai mbak, ternyata nasib selalu mempertemukan kita lagi." ucapnya dengan senyum licik.
Pria itu mengambil posisi disebelah Amyra.
Amyra membalas sapaannya dengan tersenyum datar. lalu kembali menatap lurus kepintu lift.
"perkenalkan mbak, saya Sam." pria itu memperkenalkan dirinya, sembari mengulurkan tangannya.
"Amyra." jawab Amyra singkat, sembari meraih uluran tangan Sam.
Sam meremas jemari Amyra dengan sengaja. Membuat Amyra keget dan buru-buru menariknya.
Rasa gugup menghampiri Amyra. Ia merundukkan kepalanya. Rasanya Ia pengen buru-buru segera menghilang dari hadapan pria bernama Sam.
liff terbuka, Amyra segera keluar dari dalam lift. Ia merasa gugup dengan perlakuan Sam di lift barusan.
Amyra menuju ke jalan utama. Ia sedang menunggu ojek online. Namun ojek tersebut tak juga muncul.
Waktu semakin siang, Amyra merasa kebingungan. Ternyata pesanan ojeknya dicancel, karena abang ojek mendapat kecelakaan tunggal.
Sebuah mobil melintas dari pintu gerbang, berhenti tepat disisi kiri Amyra.
Sam, orang yang mengendarai mobil tersebut, menurunkan kaca mobilnya. "mau ikutan bareng?" sapa Sam Ramah sembari tersenyum genit.
Amyra berfikir sejenak. Mungkin dia akan menerima tawaran tumpangan Sam saja. Karena Ana sudah menelfonnya berulang kali. Ada orang rumah sakit yang menjadi langganan mereka akan mengambil laundryan. Ana tidak tahu yang mana saja, karena packingnya waktu itu Amyra yang mengerjakannya.
Akhirnya Amyra menerima tawaran tumpangan dari Sam. Ia masuk kedalam mobil. Sam merasa sangat senang, ketika Anyra menerima tawaranny.
Sam merasa jika Amyra yang sedang dalam posisi mengandung , terlihat begitu menggoda dimatanya. Ditambah wajah cantik alami milik Amyra yang membuatnya semakin terpesona.
"emmm..hutang saya kemarin nanti saya bayar ya. Saat pulang bekerja nanti." ucap Amyra memecah kesunyian.
Sam melirik ke arah Amyra. Ia tersenyum licik. "jangan terlalu buru-buru bayarnya, santai saja." ucap Sam dengan santai.
"ya, namanya hutang ya tetap harus saya bayar." jawab Amyra lirih.
Sam terkekeh melihat Amyra.
Lalu Ia melihat toko laundry sudah berada dekat. "saya turun di toko laundry itu ya." ucap Amyra sembari mengarakan jari telunjuknya kearah barisan toko tersebut.
"Ok. Nona.." jawab Sam dengan kedipan matanya.
Amyra merasa kikuk dengan tingkah laku Sam. Rasanya Ia ingin buru-buru keluar dari dalam mobil.
Mobil Sam berhenti tepat didepan ruko, Amyra segera turun "terima kasih atas tumpangannya" ucap Amyra sembari menutup pintu mobil.
Lalu bergegas masuk kedalam ruko. Disana Ana sudah menunggunya. Sejak Amyra cuti, Ana merasa kewalahan menghadapi banyaknya orang yang memesan jasa mereka.
Sepanjang perjalanan, Sam terus terbayang wajah Amyra. Entah mengapa hatinya begitu terpaut pada wanita itu. Banyak para gadis yang mendekatinya namun Anyra begitu memesona baginya.
Mungkin perasaannya salah, namun Ia tak mampu menepisnya. Saat pertama kali bertemu dengan Amyra, Ia telah jatuh hati pada wanita itu.
[kriiiiiiiing..]
Suara hanphone berdering, satu panggilan masuk dari sekretarisnya. "Ya, hallo. " ucapnya dengan tenang.
"hallo pak Sam, jangan lupa kita akan ada pertemuan meeting dengan klien kita untuk membahas kerjasama" ucap sang sekretaris dari seberang telefon.
"ok..saya segera menuju kesana." jawab Sam dengan singkat. Lalu memutuskan sambungan telefonnya.
Sam mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Ia sudah terlambat beberapa menit.
Denny sedang menunggu diruangan neeting Ia akan bertemu kliennya untuk membahas kerjasama dengan perusahaan ini.
Setelah beberapa menit, Ia melihat seseorang muncul dari balik pintu. Dan ketika mata mereka beradu, mereka sama terkejutnya.
Namun sesat Sam tersenyum licik. Ia seperti mendapatkan buruan. Lalu Ia memerintahkan kepada sekretarisnya agar segera keluar dan meninggalkan ruangan.
Kini hanya tinggal Denny dan Sam saja yang berada diruangan tersebut.
"selamat pagi pak. Perkenalkan nama saya, Samuel" ucapnya sembari memperkenalkan diri, sembari mengulurkan tangannya.
"Denny" sambutnya dengan dingin.
Jika bukan karena perintah papanya, mungkin Ia lebih baik menenggelamkan pria dihadapannya.
Namun Denny mencoba bersikap tenang dan profesional.
Mereka membahas tentang kerjasama yang akn mereka bina. Setelah memberikan presentase masing-masing dari mereka. Lalu mereka menandatangani kontrak kerjasama.
Denny berpamitan akan keluar. Namun saat berada diambang pintu Sam memanggilnya.
"pak Denny, Istri anda sangat cantik, berhati-hatilah untuk menjaganya" ucap Sam, sembari mengedipkan matanya menatap licik pada Denny.
Denny mendengus kesal. Rasanya Ia pengen menonjok wajah tampan Sam hingga bengkok.
"dasar Siaal..!! Bisa-bisanya aku mendapat kerja sama dengan pria menyebalkan ini" gerutu Denny . lalu bergegas meninggalkan ruangan meeting itu.
Amyra sedang sangat sibuk. selama Ia cuti, banyak pekerjaan yang tertunda. Ia banyak sekali pekerjaan packing. Dan Sore ini semuanya akan diambil oleh orang yang menggunakan jasa mereka.
[Kriiiiing..]
Satu panggilan masuk dari Denny, suaminya.
"hallo mas.. Ucap Amyrah sopan. Ia pun merasa bingung karena tidak biasanya Denny menelefonnya.
" kamu pulang pukul berapa nanti?" ucap Denny dengan kesal.
"pukul 5 sore mas." jawab Amyra lembut.
"nanti saya jemput, jangan kemana-mana." ucap Denny dengan nada perintah.
"Iya Mas. Nanti saya tunggu" jawab Amyra dengan senang.
Sam diam dalam kursi kebesaran.Ia sedang terbayang akan wajah cantik Amyra.
"Aneh.. Suaminya bos sebuah perusahaan. Tetapi istrinya tetap dibiarkan bekerja dalam kondisi hamil seperti itu. Bahkan bisa kekurangan uang untuk berbelanja." Sam mencoba kepo dengan kehidupan wanita yang mengusik hatinya.
"apa si Denny itu diam-diam selingkuh dari Amyra? Sehingga pelit keuangan kepada istrinya?" Sam berguman sendiri dalam hatinya.
"aku akan mencari tau kebenarannya. Jika memang terbukti Denny selingkuh, akan ada kesempatan untukku. Aku akan merebut Amyra dari tangan Denny.
Sam tersenyum licik, dan menyusun sebuah rencana.
Rania sedang menunggu dimobil. "sayaang. Lama banget meetingnya?." sapa Rania dengan genit, lalu mendaratkan ciumannya di bibir Denny.
"iya sayang, saya kesal sekali dengan pimpinan mereka sungguh menyebalkan.!" gerutu Denny sembari menyetir mobilnya.
Rania mengernyitkan keningnya. "sebal kenapa sayang..? Tanya Rania penasaran.
"Sepertinya Ia mulai menggoda Amyra" ucap Denny keceplosan dengan nada marah.
Rania melirik kearah Denny. " kamu mulai menyukai istrimu ya sayang..?" ucap Rania dengan nada kesal dan manyun.
"emm..bukan begitu maksudku sayang.. mana mungkin aku menyukai Amyra. Cintaku hanya padamu" jawab Denny yang terjebak dengan perkataanny sendiri.
"kamu bohong..!!" ucap Rania ketus.
Denny mendaratkan ciumannya dibibir Rania. "kamu jangan marah lagi ya.? Percayalah, aku mencintaimu." jawab Denny dengan tersenyum datar.
Denny bkal menyesal telah bgitu dlm mnyakiti hatimu myra.
Dia nya polos bngt lg😭😭, inget tuan kmu bkal nyesel nyia-nyiain belian sperti Amyra, mungkin disaat Amyra pergi meninggalkanmu kmu baru sadar klo kmu mulai menyukai nya.
Mau liat seberapa kuat Amyra bertahan ya.
Amyra kasiannn bngt ya, iya sih nikah paksa krena bls budi, tp gak gitu juga kli kasih uang 100 rb buat seminggu mn cukup tuan pelit. 😭😢
happy ending
jangan nguntip², nanti ketauan, jd + runyam
jangan² mai n myra melahirkan barengan dan di rumah sakit yg sama
dan juga bantu zain n mai, thor