#adultstory
2 garis merah
2 garis merah
2 garis merah
3x percobaan dan hasilnya masih sama. Paris tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"ini tidak mungkin... Tidak mungkin aku hamil..!"
Paris menyangkal kenyataan bahwa dirinya tengah mengandung. Testpack itu bisa saja salah. Untuk meyakinkan nya lagi, paris memeriksakannya.
"anda positif hamil."
Dunianya seakan hancur mendengar kalimat itu keluar dari mulut dokter tersebut.
Paris merasa tidak berhak meminta pertanggung jawaban pria yang telah menidurinya. Karena malam itu, kesalahan ada padanya.
Ig: @tosca_mocca_
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alyunda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18
Paris mulai membuka bungkus es krim yang tadi ia gunakan untuk mengompres mata bengkak nya. Dia menjilati es krim itu dengan malas.
"kenapa jadi eneg ya.?. Kemaren saat belum tahu kalau hamil, tidak ada gejala apa-apa. Sekarang saat sudah tahu, malah baru muncul." gerutu Paris menatap es krim ditangan nya.
Apa aku ngomong ke pak Theo aja.? dia pernah bilang akan bertanggung jawab. Tapi aku sudah terlanjur bilang tidak. Apa dia masih mau Menikahi ku?
Tapi bagaimana jika dia Menikahi ku hanya untuk sementara? Hanya formalitas tanggung jawab sampai anak ini lahir? Lalu menceraikanku? Aku tidak mau seperti itu.
Pernikahan tanpa cinta pasti tidak bertahan lama. Untuk apa menikah jika akhirnya jadi janda.
Tapi anak ini juga butuh pertanggungjawaban yang sah. Sepertinya aku memang harus bicara.
Paris dibuat bimbang dengan jalan yang harus ia pilih. Karena ia merasa diri nya lah yang sepenuhnya salah dalam hal ini.
Jika bukan gara-gara Daniel, dia tidak akan seperti ini. Memang pantas laki-laki brengsek itu membusuk dipenjara.
Dan akhirnya setelah berpikir panjang. Paris memantapkan diri untuk mengatakannya pada Theo.
Paris merasa lapar tapi tidak nafsu makan. Ia bangkit dari duduk nya berniat untuk pulang. Sudah terlalu lama ia diluar.
Dan saat ia berjalan menghampiri motornya, ia melihat seseorang yang ia kenal berada di kejauhan namun masih bisa dijangkau oleh matanya dengan jelas. Paris pun berhenti sejenak.
Terlihat dengan jelas didepan matanya, Theo dengan mesra menggandeng seorang gadis. Mereka memasuki sebuah restoran mewah dengan dinding kaca sehingga Paris masih bisa melihat dengan jelas.
Mereka disambut hangat oleh dua orang tua paruh baya. Pikiran Paris mulai berkecamuk. Paris yang awalnya membulatkan tekad untuk memberi tahu Theo tentang kehamilan nya, menjadi bimbang.
Apa gadis itu kekasihnya? Apa mereka sedang melakukan pertemuan keluarga. Dan... Dan mereka akan menikah.?
Apa yang harus aku lakukan?
Aku tidak mau merusak hubungan orang.
Paris kembali menatap mereka yang terlihat bahagia. Dia merasa akan sangat bersalah jika merusak kebahagiaan mereka.
Karena Pada dasarnya, dirinyalah yang sepenuhnya salah dalam hal ini. Harusnya ia tahu diri. Apa yang ia harapkan?
Paris kembali meratapi nasib nya yang kurang beruntung.
. _.
___
Sementara itu, Theo tengah makan malam dengan Serrel dan kedua orang tua nya. Theo sebenarnya sudah menolak karena tidak ingin kembali menjalin hubungan dengan Serrel. Tapi Serrel memohon dan memberi alasan jika ini makan malam persahabatan..
Karena Theo menghargai orang tua Serrel, akhirnya Theo mau melakukannya.
"sudah lama ya kita tidak berkumpul seperti ini." ucap mama Serrel basa-basi.
"Theo, bagaimana kabar keluarga ?" tanya papa Serrel.
"mereka saat ini baik-baik saja." jawab Theo.
"syukur lah kalau begitu." ucap mama Serrel.
"maaf kan Serrel ya... Yang sudah meninggal kan nak Theo tanpa kejelasan. Serrel pasti tidak bermaksud seperti itu." lanjut mama Serrel.
"mama... Memang aku yang salah." ucap Serrel manja.
Namun Theo terlihat cuek dengan terus memakan makanan yang disajikan. Sambil sesekali menatap lawan bicara nya agar masih terlihat sopan.
"Serrel masih ingin melanjutkan pendidikan nya waktu itu. Theo pasti sudah mengerti kondisi nya waktu itu." sahut papa Serrel.
Theo hanya menanggapi nya dengan senyuman sambil mengangguk.
"kamu tahu kalau kalian saling mencintai jadi kalau Theo mau menunggu sebentar lagi. Kami masih merestui hubungan kalian." ucap mama Serrel.
Theo yang mendengar itu, lalu menghentikan aktivitas makan nya.
"sebelumnya, terimakasih untuk undangan makan malam nya. Tapi alangkah baiknya, Serrel bisa lebih fokus dengan pendidikan nya. Dan perlu saya ingatkan lagi, kalau semuanya sudah jelas sejak dulu. Hubungan saya dan Serrel sudah berakhir sejak Serrel memutuskan untuk pergi. Tapi kami masih memiliki hubungan yang baik sebagai teman. Bukan begitu Serrel? " ucap Theo panjang lebar dengan penekanan di akhir perkataannya.
Serrel terdiam mendengar ucapan Theo yang terang-terangan menolak diri nya didepan orang tuanya.
" iya... Kita sekarang teman baik. "jawab Serrel dengan senyuman hambar yang dipaksakan.
" saya harap om dan tante tidak salah paham lagi tentang saya dan Serrel. Karena rasa itu sudah tidak ada lagi diantara kita. "lanjut Theo yang membuat semuanya terdiam.
_. _. _
Paris memasuki rumah dengan perut yang terasa tidak nyaman. Raut wajah nya menyiratkan kesedihan yang berusaha ia Sembunyikan.
" sudah pulang? Bawa jajan gak? "tanya Selli yang duduk di sofa.
" cuma bawa es krim. Tapi kayaknya sudah cair. "jawab Paris ikut duduk sambil mengangkat kantong plastik.
Selli menatap sendu ke arah Paris yang terlihat kelelahan.
"kamu kelelahan ya?" tanya Selli.
" lumayan.. Kamu sudah makan? ." jawab Paris tersenyum.
"belum." jawab Selli menggelengkan kepalanya.
"enaknya makan apa ya..." tanya Paris meminta pendapat.
"mie instan aja deh.. Biar simple." ucap Selli.
"yaudah aku buatin ya.." ucap Paris melepaskan tas nya lalu bangun dari duduknya.
Selli mengangguk sambil tersenyum. Paris lalu pergi ke dapur. Menaruh eskrim nya di kulkas. Lalu menyibukkan diri memasak mie instan.
Beberapa saat kemudian mie instan yang sudah matang ditaruh di Meja makan. Paris lalu memanggil Selli. Selli pun datang dan duduk.
"hmmm... Makasih... Kok cuma satu? Kamu tidak makan?" tanya Selli.
"tidak. Lagi gak pengen makan." jawab Paris.
"jangan begitu.. Kamu harus tetep makan demi anak yang ada didalam kandungan mu." ucap Selli lalu memakan mie instan nya.
Bagai disambar petir, Paris terkejut dengan ucapan Selli. Paris terdiam membelalakkan matanya menatap Selli.
Selli mengetahuinya?
Selli lalu menaruh buku Pink atau buku KIA milik Paris diatas meja.
" sampai kapan kamu akan merahasiakannya dariku?" tanya Selli.
Paris tambah terkejut melihat buku Pink yang baru didapatkan nya ada di tangan Selli. Paris teringat kalau ia meletakkan tas nya di sofa begitu saja. Paris merutuki kecerobohannya.
Tapi dia tahu seperti apa Selli. Selli bukan tipe orang yang suka mengambil barang milik orang lain tanpa ijin. Jadi pasti sebelumnya Selli sudah tahu.
"apa itu Pak Theo?" tanya Selli mengintrogasi.
Paris dibuat tak bisa berkata-kata oleh Selli karena Selli terkesan tahu segalanya. Mata Paris sudah mulai berkaca-kaca.
"jawab aku Paris. Apa benar pak Theo adalah ayah dari anak yang kamu kandung?" tanya Selli.
Air mata Paris mulai mengalir.
"bagaimana kamu bisa tahu semuanya?" tanya Paris.
"kamu tahu, aku tidak bodoh!" jawab Selli.
Tangisan Paris mulai pecah yang membuat Selli ikut merasakan kepedihan yang ditanggung sendiri oleh Paris. Selli lalu mendekati Paris dan memeluk nya. Paris menangis sesenggukan di dalam pelukan Selli.
.. _...
sukses,semangat
mksh