mey mey si culun karna terlilit hutang mendiang ayahnya ia harus menikah sebagai penebus hutang dengan seorang pangeran inggris yaitu Alan gervais.
semakin lama Alan jatuh cinta dengan mey mey.bagaimana cara mey mey memutuskan tali ikatan pernikahan itu ? apa dia bisa ? atau dia akan masuk kedalam cinta rumit mereka ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R qiu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
flesback (masa kecil)
sepulang dari bekerja,mey mey berjalan keluar dari perpustakaan.saat di depan pintu,luisa dan sara menghampirinya.
"hay kakak,lama tidak bertemu".
sapa sara kepada mey.
" kenapa kau masih bekerja di perpustakaan ini,apa jangan² suami tua mu itu tidak memberi mu uang,kasihan sekali hidupmu mendapatkan suami yang tidak pengertian dan jelek,aku turut prihatin".
melanjutkan perkataannya dengan senyuman mengejek.
"ada apa,tidak mungkin kau kesini hanya untuk mengolok² ku saja kan".
menatap ke arah sara dan luisa yang berada di depannya.
sara memberikan surat undangan pernikahannya kepada mey,mey pun mengambilnya.
" aku akan menikah dengan luisa minggu depan,aku harap kau bisa datang di acara pernikahan kami".
sara menggandeng lengan tangan suaminya sembari menyandarkan kepalanya di bahu luisa.
tangan mey gemetar memegang surat undangan tersebut.
"aku tidak akan datang".
" ah kakak jangan begitu,adikmu ini akan menikah,dan aku sudah mengundang awak media untuk meliput pernikahan kami,jika kau tidak hadir,apa kata orang² nanti,mereka akan mengatakan keluarga kita tidak harmonis,tolong datang ya kak".
"sara sudah berbaik hati memberimu surat undangan itu,kenapa kau tidak bisa menerima niat baiknya,seharusnya kau bersedia hadir di upacara pernikan kami".
sahud luisa dengan wajah datarnya dan pandangan mata yang terlihat tidak senang ke arah mey.
mey hanya diam dan tidak perkata sepatah katapun.
" baiklah kita pergi dulu".
kata sara.
luisa dan sara meninggalkan mey sendirian.
sembari berjalan pergi dan menggandeng lengan calon suaminya,sara menolehkan kepalanya ke belakang,melihat mey yang sedang berdiri terpaku menunduk melihat undangan yang di berikannya tadi.
cih..dasar culun,aku akan membuatmu merasakan sakit hati,sampai kau tidak bisa merasakan kebahagiaan lagi dalam hidupmu.
sara tersenyum dengan tatapan mata penuh kebencian.
sesampainya di kediaman rumah Alan gervais.
mey masuk ke dalam kamarnya,mey duduk di atas ranjang dan mengambil surat undangan yang di berikan sara padanya tadi di dalam tasnya.
mey menatap ke arah undangan tersebut.tetesan embun yang sudah di tahannya dari tadi,akhirnya tidak dapat di bendung lagi.
perlahan,tetesan demi tetesan air matanya jatuh dan membasahi undangan tersebut.rasa sakit hatinya kembali lagi.
aku sudah berusaha melupakanmu,aku sudah berusaha membuangmu dari hatiku.tapi kenapa saat mendengar kau akan menikah dengan saudari tiriku,aku merasa sakit hati.seharusnya sebagai sahabatmu,aku merasa senang dan bahagia.tapi kenapa hatiku malah merasa tidak rela.
air mata mey semakin deras membasahi pipinya.
FLESHBACK (bayangan mey saat ia masih kecil).
di suatu malam yang sunyi,di bawah pohon yang rimbun dan angin malam yang berhembus.mey menunggu luisa di bawah bintang² yang kerlap kerlip indah di atas langit,ia duduk di selembar kain yang biasa ia gunakan untuk piknik.
beberapa saat kemudian,luisa menghampiri mey dengan menduduki kursi rodanya dan membawa kue ulang tahun untuk mey.
"selamat ulang tahun mey mey".
suaranya membuat mey mey terkejut senang.
" kau tau jika aku hari ini ulang tahun".
"jika aku tidak tau,aku akan mencari tau.mulai sekarang,setiap kau ulang tahun,aku akan selalu menjadi orang pertama yang mengucapkan selamat untukmu".
kata luisa membuat mey merasa terharu.
sebelum meniup lilin,mey membuat permohonan.luisa memberikan selembar kertas dan pulpen untuk mey,kemudian mey menulis permohonannya di dalam kertas tersebut.
"kau menulis apa,aku ingin lihat".
kata luisa penasaran.
" tidak boleh,kau tidak boleh melihatnya.aku akan menaruh kertas ini di dalam rumah pohon besok.jadi saat kau sudah bisa berjalan nanti,kau bisa memanjat dan membacanya sendiri".
sembari menyembunyikan kertasnya.
kemudian mereka pun memakan kue tersebut bersama.setelah itu,mey dan luisa menikmati pemandangan di bawah bulan yang terang.
"mey,saat aku sudah besar dan tidak cacat lagi,maukah kau menikah denganku dan hidup bahagia bersamaku.kita akan membuat rumah sederhana kita sendiri,dengan taman di sampingnya.jadi setiap kau ulang tahun,kita akan merayakannya di bawah pohon dan sinar bulan yang indah".
luisa melihat ke arah langit sembari menghayalkan perkataannya.
mey hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum bahagia.kemudian mereka berjanji dengan menyatukan jari kelingking mereka bersama.
*kita sudah berjanji,dan sudah mengkhayal tentang masa depan kita bersama.tapi kenapa kau melupakan ku dan mengingkari janjimu*.
masih dalam keadaan menangis.
tp ttp penasan dg crita ini...