Sahabatmu juga menyukai orang yang sama denganmu? Gimana tuh?
Sahira dan Keira sudah berteman cukup lama sejak mereka masih bersekolah di bangku sekolah dasar, namun karena sesuatu hal Keira terpaksa harus pindah dari sekolah tersebut dan berpisah dengan sahabatnya yakni Sahira dalam waktu cukup lama.
Bertahun-tahun kemudian, Sahira sudah remaja dan mendapat beasiswa untuk bersekolah di sekolah menengah atas terfavorit di kota tempat ia tinggal. Disana Sahira memiliki banyak teman baru yang dapat membuatnya melupakan Keira sahabat lamanya itu.
Tidak hanya sahabat, Sahira juga bertemu dengan seorang pria dingin idaman para wanita di sekolahnya yang selalu membuat dirinya jengkel dan sial setiap kali bertemu dengan pria bernama Elargano itu.
Lambat laun Sahira merasakan sesuatu yang berbeda pada Elargano, ya gadis itu rupanya jatuh cinta. Sayang sekali Sahira tak tahu bahwa Elargano juga adalah pria yang disukai oleh Keira alias sahabat masa kecilnya.
Baca yuk kisah selanj
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon patrickgansuwu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gambar
Menit demi menit berlalu, Sahira kini masih bersama Elargano di tempat sebelumnya karena Jordan sang abang dari Sahira belum juga datang kesana menjemput dirinya.
Entah mengapa Elargano justru tetap berada disana menemani Sahira, ia berdiri di dekat badan mobil menatap wajah gadis itu sambil senyum-senyum dengan meletakkan dua tangan di bagian depan dan menggerakkan satu kakinya.
Sementara Sahira terus memalingkan wajahnya agar tak menatap wajah Elargano, sungguh ia malas sekali harus berdua disana bersama pria yang ia duga sebagai pelaku hilangnya baju seragam miliknya tadi.
"Duh, ini bang Jordan kemana sih? Udah mau sejam loh gue nunggu disini!" ujar Sahira geram.
Sahira berkali-kali mencoba menghubungi abangnya dan bertanya mengapa tak kunjung datang, namun hingga kini tak ada balasan dari Jordan bahkan telpon darinya juga tidak diangkat olehnya. Sahira pun semakin kesal karena sudah hampir sejam ia menunggu disana, akhirnya ia memutuskan untuk pulang naik angkutan umum saja.
Disaat Sahira hendak melangkah, tiba-tiba Elargano kembali memanggil namanya dan bahkan menghampiri gadis itu di sebrang.
"Heh, tunggu!" teriak Elargano.
Sahira pun mengurungkan niatnya, ia berhenti lalu menoleh ke arah Elargano.
"Ish, dia mau ngapain lagi sih?" gumam Sahira.
"Tunggu! Lu mau kemana? Jemputan lu kan belum datang, apa lu emang gak ada yang jemput ya? Semua omongan lu tadi itu ngarang, iya kan?" tanya Elargano meledek gadis itu.
"Lu apaan sih? Gausah kepo deh, gue tuh pengen pulang naik taksi. Karena jemputan gue kelamaan gak datang-datang, udah sana lu jangan deketin gue lagi! Kalo kelamaan gue disini sama lu, yang ada badan gue bisa gatal-gatal!" ucap Sahira.
"Dih, kalo gatel ya digaruk dong! Udah deh ngaku aja kalo lu bohong, pake segala ngaku-ngaku ada yang jemput!" cibir Elargano.
"Haish, ya terserah lu deh! Gue males ribut, waktu gue itu berharga dan gue gak mau waktu gue terbuang sia-sia cuma buat ladenin omongan lu yang gak penting itu!" ucap Sahira.
"Yaelah belagu lu!" ujar Elargano.
Tak lama kemudian, sebuah taksi muncul di dekat mereka. Elargano yang melihat itu, langsung menyetop taksi tersebut untuk Sahira.
"Nah tuh taksi. Bang taksi bang!" teriak Elargano.
"Hah??" Sahira terkejut saat Elargano menyetop taksi itu untuknya, bukan karena tersipu melainkan panik karena ia hanya bercanda mengenai pulang dengan taksi yang harganya pasti mahal.
"Duh, mampus gue! Nih cowok bener-bener ngeselin, minta disembelih! Gimana dong ini? Kalo gue tolak dan bilang gak jadi, yang ada dia bisa semakin hina gue dan gue bakal jadi bulan-bulanan tuh orang!" gumam Sahira dalam hati.
Supir taksi pun berhenti tepat di depan mereka, lalu Elargano menghampirinya.
"Bang, ini cewek katanya mau naik taksi. Anterin dia ya bang sampe tempat tujuan, pastiin juga dia bakal bayar bang! Karena dia tuh kalo gak ditagih gak mau bayar, maklumlah cewek miskin!" ucap Elargano.
"Iya mas," ucap supir itu.
Elargano pun beralih menatap Sahira lagi, ia tersenyum melihat ekspresi wajah Sahira yang tampak kebingungan itu.
"Hey, udah buruan naik! Itu taksinya udah nunggu, punya uang kan buat bayarnya?" ucap Elargano.
"Haish, ya punya lah! Kan gue udah bilang tadi, gue ini gak semiskin yang lu kira! Kalo cuma buat bayar taksi mah gue ada, udah awas lu minggir gue mau masuk ke taksinya!" ujar Sahira.
"Oke, silahkan tuan putri!" ucap Elargano.
Sahira dengan sangat terpaksa melangkah ke dalam taksi tersebut, walau ia masih bingung bagaimana caranya dapat membayar taksi itu.
"Ahh gimana dong? Kalo gue gak bayar nih taksi nanti, mau jadi apa gue?" batin Sahira kebingungan.
Elargano kembali mendekati Sahira, ia berdiri di dekat kaca mobil lalu tersenyum memandangi Sahira yang sedang kebingungan itu. Ia tahu betul bahwa gadis itu tak bisa membayar taksinya.
"Hati-hati di jalan ya! Awas loh, jangan sampe gak bayar nih taksinya! Kasihan supirnya lagi cari nafkah, masa mau ngutang?" ujar Elargano.
"Berisik lu!" bentak Sahira kesal.
"Hahaha...."
...•••...
Disisi lain, Keira tengah menanti jemputan dari sang kekasih alias Elargano yang sampai saat ini belum juga datang ke sekolah menjemputnya. Padahal Keira sudah meminta pada Elargano untuk datang menjemput disana, namun sudah hampir sejam tak ada kabar lagi dari Elargano.
Keira pun merasa jengkel dan kesal karena Elargano tak kunjung datang kesana, ia berniat pergi saja dari sana dan memilih jalan kaki daripada terus menunggu hal yang tak pasti.
"Ish, El tuh kemana sih? Perasaan aku udah minta sama dia buat jemput, tapi kenapa dia gak datang juga ya? Apa jangan-jangan dia lupa, atau mungkin udah gak perduli lagi sama aku? Yaudah deh, mending aku pulang sendiri aja!" geram Keira.
Gadis manis dengan jepit rambut warna kuning itu bangkit dan berniat pergi, akan tetapi tiba-tiba ada seorang pria yang mendekatinya.
"Keira, tunggu!" teriak pria itu sambil berlari menghampiri Keira disana.
Sontak Keira terkejut dan reflek menoleh ke belakang, terlihat sosok pria dengan kacamata tengah berjalan mendekatinya.
"Ibrahim?" ujar Keira dengan mulut sedikit terbuka.
Pria itu adalah Ibrahim, sosok cowok pendiam di kelasnya yang selalu memperhatikan Keira dari jauh. Ibrahim bisa disebut sebagai pengagum rahasia Keira, karena ia memang menyukai gadis itu.
"Lu ngapain?" tanya Keira heran.
"Eee Keira, aku ada sesuatu buat kamu. Aku harap kamu mau terima, ya?" ucap Ibrahim agak gugup.
"Hah? Sesuatu apa?" Keira penasaran.
Ibrahim pun membuka tasnya, mengambil sebuah kertas berisi gambar wajah gadis itu. Ibrahim langsung menyerahkan itu pada Keira dan seketika itu juga Keira pun menganga cukup lebar melihat hasil gambar dari Ibrahim yang sangat bagus.
"Ini muka gue?" tanya Keira.
"Iya Kei, aku gambar itu sendiri khusus buat kamu. Semoga kamu suka dan mau terima hadiah dari aku itu ya!" ucap Ibrahim sambil tersenyum.
"Eee makasih banyak, Him! Tapi, gue gak bisa terima ini dari lu. Lagian lu ngapain sih pake acara gambar muka gue segala? Mending ini lu bawa pulang aja terus pajang di kamar lu!" ucap Keira.
"Kenapa gak bisa diterima, Kei? Kamu gak suka ya sama gambar aku?" tanya Ibrahim.
"Eee suka sih, itu bagus! Cuma gue gak tertarik buat terima gambar itu, jadi mendingan lu aja yang simpan biar gak mubazir!" jawab Keira.
Ibrahim bersedih karena Keira menolak pemberiannya.
"Oh ya, gue mau cabut duluan ya? Sekali lagi gue minta maaf sama lu, karena gue gak bisa terima gambar dari lu! Yaudah ya, bye!" ucap Keira pamit pada Ibrahim lalu pergi dari sana.
Ibrahim hanya diam sambil terus menunduk.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
cantik
jd sah.. 🤣🤣
penjahit cantik mampir
semangat!
mampir juga yaa