NovelToon NovelToon
Sistem Sang Pengubah Takdir

Sistem Sang Pengubah Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / TimeTravel
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Mae Linge

Seorang wanita malang yang terusir dari rumahnya sendiri tiba-tiba saja terikat dengan sistem sang pengubah takdir setelah ditabrak mobil oleh saudari tirinya sendiri.
Mendapati dirinya tak mati dan malah terhubung dengan sistem sang pengubah takdir, akhirnya dia pun memilih untuk membuat kesepakatan dengan sistem tersebut. "Jika kau tak setuju dengan syaratku maka pergilah aku juga sudah tidak ingin hidup lagi" mendengar itu sistem yang baru pertama kali aktif pun langsung menyetujui semua syaratnya karena dia tak mau lenyap sebelum sempat menyelesaikan tugas apapun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae Linge, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Selera

"Tiga puluh lima ribu tael emas" ucap kembali seseorang dari ruang khusus nomor satu, mendengar itu menejer rumah lelang itu pun semakin tersenyum senang "Apakah ada yang ingin menawar lagi" ucapnya sembari menatap ke arah semua orang yang ada di ruangan tersebut, "Empat puluh ribu tael emas" ucap seseorang dari ruang khusus nomor dua hingga membuat semua orang yang berada di lantai satu pun terkejut "Gila ini benar-benar gila selama pelelangan ini berlangsung puluhan tahun baru kali ini aku mendengar ada barang yang harganya setinggi itu, namun saat dipikir-pikir kembali jika apa yang dikatakan menejer itu benar maka wajar saja harga barang itu akan setinggi ini" ucap seseorang yang ada dilantai bawah dengar suara yang keras sehingga didengar oleh yang lainnya dan tanpa sadar mereka pun menganggukkan kepalanya karena setuju dengan apa yang baru saja mereka dengar.

"Berani-beraninya dia ingin merebut barang milikku" ucap orang yang berada di ruang nomor satu tersebut dengan wajah dinginnya dan tanpa sadar menatap sengit ke arah ruang yang berada disebelahnya "Lima puluh ribu tael emas" ucapnya kemudian yang berhasil membuat semua orang pun kembali terkejut "Bagaimana apakah kau masih berani menaikkan harganya" ucap orang yang berada di ruang nomor satu tersebut lagi di dalam hatinya sembari tersenyum miring, mendengar tawaran yang kembali dinaikkan orang yang berada di ruang nomor dua pun ingin kembali menaikkan tawarannya namun sudah lebih dulu dihentikan oleh pengawal pribadinya "Maaf tuan muda uang yang kita bawa hanya tersisa empat puluh lima ribu tael emas saja" ucap pengawal tersebut sembari berbisik ditelinga tuannya, mendengar itu orang yang berada di ruang nomor dua tersebut pun mengepalkan tangannya "Sialan" ucapnya yang kemudian langsung bangkit dari tempat duduknya dan berjalan ke arah ruang tunggu untuk mengambil dan membayar barang-barang yang sempat didapatkannya tadi pada saat pelelangan.

"Lima puluh ribu tael emas satu kali, lima puluh ribu tael emas dua kali, lima puluh ribu tael emas tiga kali, selamat kepada tuan yang berada di ruang khusus nomor satu telah mendapatkan barang terakhir ini, terimakasih kepada saudara semuanya yang telah menghadiri lelang kali ini, mohon datang kembali di pelelangan selanjutnya" ucap menejer tersebut dengan senyum lebarnya sembari menundukkan kepala, setelah itu dia pun segera pergi dari tempat tersebut dan berjalan menuju ke ruangan khusus untuk transaksi selanjutnya dimana dia akan lebih dulu meminta uang untuk pembayaran dari barang yang dilelangkan tadi, setelah itu barulah kemudian dia memberikan barangnya kepada orang yang berhasil mendapatkannya, setelah selesai dengan urusan ini barulah dia bertemu dengan orang-orang yang melelangkan barangnya di rumah lelang mereka dan langsung memberikan uang hasil lelang kepada mereka sesuai dengan kontrak yang telah mereka sepakati.

"Nona, ini semua adalah uang yang nona dapatkan dari hasil pelelangan tadi setelah dipotong tujuh persen untuk rumah lelang kami, silahkan nona periksa sendiri" ucap menejer tersebut dengan senyum lebar di wajahnya sembari meletakkan uang tersebut di hadapan Elisa Su, melihat itu Elisa Su pun segera mengambil uang tersebut setelah memastikan kepada Coco jika jumlah uangnya telah pas kemudian Elisa Su pun seolah-olah menyimpannya di dalam lengan bajunya padahal dia langsung menyimpan uang tersebut ke dalam ruang ajaib miliknya "Tidak perlu diperiksa lagi, aku yakin dengan kejujuran rumah lelang kalian" ucap Elisa Su yang berhasil membuat menejer tersebut pun kembali mengaguminya "Baik nona terimakasih karena telah mempercayai rumah lelang kami, jika nanti ada barang yang ingin nona lelang kembali pada pelelangan selanjutnya nona dapat menghubungi saya kembali, saya dapat menjamin jika nona akan mendapatkan kontrak perjanjian yang sama dengan hari ini" ucap menejer tersebut sembari menundukkan kepalanya ke arah Elisa Su karena bagaimana pun ini adalah paha ayam besar yang tak dapat dia lepaskan begitu saja dan karena penghasilan besar hari ini yang berhasil dia dapatkan membuatnya semakin yakin cepat atau lambat dia akan segera naik jabatan nantinya. "Baiklah kalau begitu untuk lelang selanjutnya saya akan menyiapkan satu barang khusus untuk ikut dilelang nantinya" ucap Elisa Su yang kemudian langsung berdiri dan berjalan keluar dari ruang tersebut bersama pengawal pribadinya tanpa menunggu jawaban dari menejer tersebut "Baik nona, kami akan menunggu kedatangan nona di lelang selanjutnya" ucap menejer tersebut sembari menundukkan kepalanya dan bersuara keras agar Elisa Su mendengar ucapannya.

"Coco kenapa masih ada begitu banyak orang di rumah lelang ini, bukankah pelelangannya telah selesai dari tadi seharusnya semua orang sudah pergi dari tempat ini kan?" tanya Elisa Su di dalam hatinya setelah melihat beberapa orang yang sepertinya dari kalangan bangsawan baik itu tuan maupun muda masih berada di tempat itu hingga tanpa sadar matanya pun sempat berpapasan dengan mata jenderal Su "Sialan bahkan ayahku yang murahan itu juga masih ada disini, benar-benar sial sekali" ucap Elisa Su di dalam hatinya kemudian dia pun langsung melanjutkan perjalanannya untuk pergi ke rumah makan terkenal di ibukota itu. "Host harap tenang mungkin saja mereka sedang membahas kerjasama antara keluarga atau juga mungkin sedang membahas perjodohan keluarga, untuk apa kita memikirkan apa yang mereka lakukan di tempat ini, bukankah yang terpenting saat ini adalah host telah berhasil mengumpulkan uang sebanyak itu, mengenai ayah murahan host itu mungkin saja dia sedang menunggu seseorang untuk membahas pernikahan adik tiri host dengan pangeran ketiga dan semua itu tidak ada hubungannya dengan host, lebih baik kita segera pergi ke rumah makan terkenal di ibukota saja, jangan lupa host harus bersenang-senang agar misi host segera selesai" ucap Coco sembari terbang melayang-layang mengelilingi Elisa Su, mendengar itu Elisa Su pun menganggukkan kepalanya "Kau benar semua itu tidak ada urusannya dengan ku, lebih baik aku bersenang-senang dan segera menyelesaikan misiku" ucap Elisa Su yang kemudian langsung pergi dari tempat itu menaiki kereta kuda miliknya bersama dengan pengawalnya.

"Kami tidak seperti itu, kami hanya ingin mendengar isi hatimu" ucap orang-orang yang berada di tempat itu di dalam hati mereka masing-masing sembari menatap penuh luka ke arah Elisa Su berada karena mereka merasa telah dituduh membicarakan kerjasama juga pernikahan keluarga di tempat seperti ini, bukankah itu hal yang sangat memalukan jika tersebar keluar sejak kapan pembicaraan sepenting itu bisa dilakukan disembarang tempat apalagi ditempat seperti rumah lelang ini, setelah mengetahui kemana Elisa Su pergi mereka semua pun memutuskan untuk makan ditempat yang sama dengannya.

"Coco apakah benar ini yang kau katakan rumah makan terkenal di ibukota ini, dari dekorasinya terlihat seperti rumah makan biasa saja sama sekali tak bisa dibandingkan dengan restoran bintang lima di dunia kita benar-benar jauh berbeda, selain itu bagaimana dengan rasa makanannya ya entah mengapa aku merasa jika rasa makanannya tak sebaik makanan di pinggir jalan yang ada didunia kita" ucap Elisa Su sembari melihat-lihat dekorasi tempat itu yang tak sesuai dengan seleranya selain itu ketika dia tak sengaja menghirup bau masakannya tadi membuat dirinya semakin kecewa, namun karena dia telah sampai di rumah makan itu akhirnya dia pun memutuskan untuk tetap memesan ruang pribadi di lantai dua ya hitung-hitung untuk bersantai sejenak, mendengar itu Coco pun menggelengkan kepalanya "Host aku tidak setuju dengan apa yang host katakan, tempat ini tentu saja memiliki daya tariknya sendiri apalagi ini memang restoran zaman dulu tentu saja dekorasinya akan sangat berbeda dengan restoran di dunia kita yang merupakan dunia maju dari ribuan tahun kedepannya, selain itu host bumbu dapur saat ini sangat terbatas ditempat ini bahkan kualitasnya pun rendah wajar saja jika rasa masakannya kurang bagi host, tapi host tetap tidak boleh menyamakannya dengan masakan pinggir jalan karena itu benar-benar keterlaluan host" ucap Coco sembari menatap hostnya dengan tatapan tanpa daya karena tak menyangka jika hostnya akan berani mengatakan hal-hal seperti itu padahal kan hostnya pun pernah menebak jika percakapan mereka dapat didengar oleh orang lainnya.

1
..
keren!
..
Hai kak, semangat, aku sidah bom like karya kamu. jangan lupa like balik karya aku juga yah!
..
Hai kak aku sudah bom like karya kamu dan jangan lupa like balik karya aku juga yah, mari saling follow dan dukung yah kak. semangat💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!