Vika gadis ceria dan sedikit tomboy jatuh cinta pada Ihsan yang merupakan teman kecilnya.
Vika terpaksa harus memendam rasa sukanya pada Ihsan karena ada begitu banyak hal yang membuat mereka tak bisa bersama.
Penasaran ....
yuk simak kisah lengkapnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Maelani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21
SELAMAT MEMBACA
Entah apa yang terjadi dengan hubungan mereka berdua Vika tidak mu ambil pusing dan ia juga tidak tega saat melihat Ikhsan memarahi Rani.
Mereka berdua langsung menyudahi makannya dan memilih untuk segera pergi dari sana.
Dengan diantar oleh Keysa, Vika pun pulang kerumahnya.
Keysa yang masih rindu dengan sahabat nya itu memutuskan untuk singgah sebentar di rumah Vika.
Mama Iren tersenyum menyambut kedatangan mereka.
"Tante Key boleh ya main disini dulu" ijin Keysa saat mama Iren datang membawakan beberapa cemilan dan juga minum untuk mereka.
"Boleh sayang, nginep juga boleh soalnya kusa Vika udah harus balik lagi ke Bandung" tutur Mama Iren
"Dih baru juga sebentar disini udah mau balik lagi" Keysa memajukan bibirnya berpura-pura merajuk.
Vika hanya tersenyum melihat temannya yang sedang merajuk.
"Kasihan bebek gw Key, nanti malah ilang semua gara-gara gw tinggal" ujar Vika sambil tersenyum.
Keysa pun nyengir kuda saat mendengar Vika berbicara.
Setelah meminta ijin kepada orangtuanya Keysapun akhirnya menginap dirumah Vika.
Setelah sholat magrib seperti biasa mereka pun makan bersama namun saat ini Pian tidak ada karena belum pulang sejak pagi tadi.
Setelah makan mereka pun duduk santai sambil melihat televisi.
Vika yang bermain hp sambil tiduran di paha sahabatnya tiba-tiba saja ingat dengan Ikhsan.
"Kayanya gw belum dengar suara motor Ikhsan deh" ucap Vika
"Gw juga belum dengar suara apa-apa" ucap Keysa ikut-ikutan.
Mama Iren masih diam menyimak pembicaraan kedua gadis itu.
Tanpa diminta Vika pun bercerita kepada Mamanya tentang kejadian di Mall tadi.
"Yang mana tau, mamanya Ikhsan sering cerita dia itu gak suka sama pacarnya Ikhsan itu, malah dia penginnya kamu aja yang jadi menantunya" ucap Mama Iren sambil tersenyum.
"Apa sih Mamah, gak mau akunya, lagi juga aku udah punya cowok kok yang menerima Vika apa adanya" jawab Vika tersenyum.
"Iya deh yang udah punya pacar, makanya ngebet banget pengen buru-buru pulang ke Bandung, udah kangen ya" ucap Mama Iren lagi.
Vika hanya tersenyum mendengar ucap Mamanya.
Karena sudah malam mereka pun pindah ke dalam kamar Vika.
Disana mereka tidak langsung tidur tapi malah bercerita panjang lebar.
Keysa akhirnya tahu juga jika wanita yang di maksud oleh kekasihnya adalah Vika sahabatnya sendiri.
Mereka pun tertawa
"Syukur loh Can, dulu dia nolah loe ya Vika sakarang dia juga yang ngejar-ngejar loe, hukum karma itu"ucap Keysa lagi.
"Tapi sayang Key, sekarang gw udah gak suka sama dia, malah gw sebel liat dia"
"Mana kemarin Mama pake ngajak dia buat ikut jalan-jalan ke pantai lagi" lanjut Vika.
"Serius loe dia kemarin ikut sama keluarga loe jalan-jalan?" tanya Keysa seakan-akan tidak percaya.
Vika hanya mengangguk.
"Dih gak tau malu amat tuh orang, harusnya dia mikir ya dulu dia itu gimana sama loe" ucap Keysa ikutan sebel.
"Akhirnya gw sama Pian kerjain aja, gw minta beli apa aja padahal gw gak butuh" ucap Vika lagi.
"Terus loe apain barang-barang nya?" tanya Keysa penasaran.
"Sebagian masih ada, sebagian lagi udah gw bagi-bagi ketetangga termasuk mamanya Ikhsan juga" jawab Vika santai.
"Emang apaan Vik oleh-oleh nya?"
"Pete sama ikan asin" jawab Vika sambil tersenyum.
"Astaga gw kira apa, ngapain juga loe beli Pete Vik" tanya Keysa lagi
"Kan gw sengaja Key mau bikin dia kapok jadi kan beli itu bermanfaat, pertama bantu yang jual biar dagangannya cepat habis dan kedua kan tetangga pada suka tuh pete sama ikan asin jambal lumayan kan buat makan" ucap Vika menjelaskan kepada Sabahatnya itu.
"Wihhh loe itu emang paling baik deh sampe bisa kepikiran begitu" ucap Keysa sambil mengacungkan jempolnya kearah Vika.
Hampir jam 10 Vika mendengar suara motor Ikhsan yang baru saja tiba, dan tidak lama kemudian Pian pun tiba, dan langsung memasukkan motornya ke garasi.
"Pian Kaka loe udah pulang belum?" sayup-sayup terdengar suara Ikhsan yang menanyakan tentang dirinya.
Kedua pria itu nampak sedang berbicara dan tidak lama kemudian Pian pun masuk kedalam rumah setelah sebelumnya mengunci pintu pagar.
"Bisa-bisanya nanyain loe sama Pian yang baru nyampe" ucap Keysa sambil tersenyum.
"Kayanya dia benar-benar suka banget sama loe sekarang Vik"
"Biarin aja Key itukan hak dia buat suka sama siapa aja" jawab Vika
Hampir tengah malam kedua gadis itu pun baru tertidur.
Pagi pun tiba setelah sholat subuh keduanya tidur kembali, hingga matahari mulai naik.
Mama Iren yang sudah pulang belanja dan melihat keduanya masih tertidur pulas tidak tega untuk membangunkannya apalagi putri nya yang akan kembali nanti sore.
"Woiii bangun, masa iya perawan hari gini masih pada tidur" ucap Pian dari depan pintu sambil sedikit menggedorny.
Vika dan Keysapun terbangun saat mendengar suara pintu di ketuk kencang.
"Ya ampun dek bikin Kaka kaget aja sih" ucap Vika yang langsung terduduk saat mendengar suara Pian
"He..he ..maaf Kaka, disuruh bangun terus mandi abis itu sarapan bareng" ucap Pian lalu meninggalkan kamar kakaknya.
Vika pun bergegas ke kamar mandi.
Tidak butuh waktu lama untuk Vika mandi setelah selesai ia pun menyuruh Keysa untuk mandi dan berganti pakaian dengan pakaiannya yang kini muat dipakai oleh Keysa .
Saat sedang memilihjan pakaian untuk Keysa tanpa sengaja Vika melihat baju lamanya saat ia masih berbadan besar.
Ia pun mengambilnya
"Astaga ternyata dulu gw beneran gede ya" ucap Vika pelan sambil menjajal kembali bajunya yang lama.
Keysa yang memperhatikan sahabatnya itu hanya tersenyum.
"Itu muat buat kita berdua Vik" ucapnya dari depan pintu kamar mandi.
Vika hanya tersenyum mendengar ucapan Keysa.
Setelah selesai mandi mereka pun segera turun dan makan bersama.
Kaya yang masih enggan untuk berpisah dengan Vika nampak masih duduk santai bersama kedua sahabatnya itu.
Mereka duduk diteras depan sedangkan Mama Iren sibuk menyiram tanaman dan membersihkan daun-daun yang kering.
Ikhlas yang mengintip dari celah hordeng dan melihat Vika sedang duduk diluar langsung keluar rumah dan menyapanya.
"Hallo Vika, selamat pag" sapa Ikhsan sambil tersenyum manis.
"Pagi juga Iksan" jawab Kaya
"Dih gw nyapa Vika, bukan loe Kay" ucap Iksan
"Kan gw mewakili Vika" jawab Kaysa tidak mau kalah.
"Ciee kemarin ada yang borong ya, mana sini oleh-olehnya " ucap Kaysa mengejek Ikhsan.
"Jangan rese kenapa Kay, itu bukan belanjaan gw, gw cuma bawain aja" sahut Ikhsan
"lah loe rajin banget bawain belanjaan orang" celetuk Kaysa lagi.
"Demi cinta Kay, ya mau ajalah disuruh apapun" sambung Vika sambil tersenyum.
"Ih kalian berdua kok malah ngeledekin gw sih"
"Udahlah gw mandi dulu, bye" Ikhsan pun masuk kedalam rumah dengan wajah sedikit kesal.