NovelToon NovelToon
Turun Ranjang

Turun Ranjang

Status: tamat
Genre:Romantis / Fanfic / Perjodohan / Berondong / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.7
Nama Author: Arazy

Ditinggal pergi untuk selamanya oleh suami yang kaya membuat Karina harus rela dimusuhi oleh ibu mertuanya.

Karena harta kekayaan sang suaminya jatuh ke tangannya hampir tujuh puluh lima persen karena kekayaan suaminya dirintisnya dari nol dengan Karina yang mendampinginya sebagai kekasihnya dan sekarang menjadi istrinya. Gelar istri yang baru disandangnya seminggu itu harus rela menjadi janda karena sang suami meninggal dalam kecelakaan karena perjalanan bisnis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arazy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 20

"Permisi dok, tolong dia! Sejak siang tadi pingsan belum sadar." Pinta seorang ibu paruh baya terlihat cemas. Setelah jam makan malam dia menghampiri kamar Karina namun tak mendapatkan sahutan apapun dari dalam kamar, dia pun menerobos masuk.

Langsung mendekati tubuh Karina dan membangunkannya untuk makan malam namun saat menyentuh tubuh karena tersentak kaget karena tubuhnya panas hingga menembus tangannya.

"Nak Karin, bangun nak!" Ucap ibu panti menepuk-nepuk pelan pipi Karina lembut. Namun Karina tetap tak bergeming dari tidur pulasnya, dia langsung berlari keluar memanggil suaminya yang sedang menemani anak-anak makan.

"Pak...pak...ayo kemari!" Ajak ibu panti pada suaminya.

"Ada apa Bu?" tanya pria paruh baya itu ikut cemas melihat wajah pucat ketakutan istrinya.

"Karin pak, Karina ..." Ucap ibu panti cemas sembari masuk ke dalam kamar Karina diikuti suaminya. Tentu saja ibu panti sudah menutup rambut Karina dengan hijab instan yang ditemukan di samping ranjangnya.

"Kenapa Bu?" Tanya pria itu mendekati ranjang melihat Karina tertidur pulas tapi dengan nafas yang tersengal-sengal. Pria yang akrab dipanggil pak Ahmad itu langsung meletakkan telapak tangannya di dahi Karina langsung berjengit kaget merasakan panas yang sangat.

"Kita bawa ke rumah sakit Bu. Sejak kapan badannya panas begini?" Tanya pak Ahmad cemas langsung keluar kamar menemui tetangganya untuk meminjam mobil mengantar Karina ke rumah sakit terdekat.

"Ada apa ya Bu?" Tanya seorang dokter jaga yang menangani pasien UGD.

"Gak tahu dok, badannya panas. Siang tadi mengeluh pusing dan minum obat langsung tertidur pulas.

"Silahkan tunggu diluar saya periksa dulu ya!" Ucap dokter diikuti perawat yang menutup pintu ruang UGD.

Bu Meri nama ibu panti itu berdiri gelisah di depan ruang UGD. Dia terlihat cemas dan panik menatap pintu itu yang tak kunjung terbuka. Suaminya kembali pulang karena harus mengembalikan mobil tetangganya. Untung saja ada anak panti yang sudah cukup berumur dibawah Karina beberapa tahun yang menjaga anak-anak di panti saat kedua orang tua itu ada urusan di luar seperti ini contohnya.

"Bagaimana Bu?" Tanya suaminya saat sudah kembali ke rumah sakit setelah mengembalikan mobil dan langsung kembali ke rumah sakit dengan naik sepeda motor yang disiapkan untuk di panti.

"Belum keluar pak dokternya, padahal sudah lebih dari setengah jam." Jawab Bu Meri cemas sambil meremas kedua tangannya.

"Yang sabar Bu kita tunggu dokternya sebentar lagi." Hibur pak Ahmad Yani diangguki istrinya.

Cklek

"Keluarga pasien?" Seru dokter yang langsung didatangi Bu Meri.

"Saya ibunya dok." Jawab Bu Meri mendekati dokter itu.

"Pasien harus dirawat inap karena gejala tipus yang dialaminya. Sepertinya dia seringkali melewatkan makannya hingga tergganggu lambungnya. Untungnya masih belum terlalu parah, namun masih bisa disembuhkan dengan dirawat secara intensif. Dan juga faktor kecapean dan stress itu juga bisa memicunya." Jelas dokter itu membuat Bu Meri sedikit bernafas lega karena bukan masalah serius.

"Baik dok lakukan yang terbaik untuk putri kami." Jawab pak Ahmad yang diangguki dokter.

"Kalau begitu segera urus administrasinya kami akan menyiapkan untuk dipindahkan ke ruang perawatan!" Ucap dokter itu lagi. Pak Ahmad langsung menghampiri bagian administrasi yang diantar salah seorang perawat sedang Bu Meri menunggu dokter membawa pasien ke ruang perawatan.

***

Johan memutar tubuhnya dengan memoletkannya ke kiri dan ke kanan tubuhnya. Setelah menjalani operasi penting lebih dari tiga jam membuatnya kelelahan yang sangat. Apalagi sejak pagi tadi dia menjadi sopir untuk mengantar calon kakak iparnya membeli kebutuhan pernikahannya dengan kakaknya yang tak tahu kemana.

Johan melangkah menuju ruangannya setelah mengambil ponselnya di loker tempat menyimpan barang-barangnya jika sedang melakukan operasi. Room chat dengan kakaknya masih belum dibaca. Juga panggilannya lagi-lagi tidak mendapatkan balasan sesuai yang diinginkannya.

"Kita harus bayar pakai apa Bu? Kita gak mungkin mengambil uangnya." Ucap pak Ahmad setelah dia kembali dari bagian mengurus administrasi Karina. Untung saja pembayaran bisa dilakukan di belakang saat pasien pamit pulang. Jadi tadi pak Ahmad hanya perlu tanda tangan sebagai wali pasien.

"Kita pikirkan nanti pak, sekarang kita urus dulu dia." Jawab Bu Meri masuk ke dalam ruang perawatan Karina yang sudah dipindahkan dokter tadi.

"Apa ibu gak menghubunginya?"

"Menghubungi siapa pak?" Tanya bu Meri masih belum berpikir jernih karena kecemasan tadi.

"Ya hubungi Ken lah, dia kan calon suaminya." Johan yang mendengar nama kakaknya disebut mengernyit heran. Dia juga hapal betul suara yang didengarnya itu terasa familiar. Dia pun menghampirinya.

"Bu Meri?" Panggil Johan saat Bu Meri hendak masuk ke dalam ruang perawatan Karina.

"Eh nak Johan." Sapa balik Bu Meri mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam ruang perawatan.

"Siapa yang sakit Bu?" Tanya Johan cemas meski dia berharap bukan Karina yang sakit. Namun mendengar mereka menyebut nama kakaknya, apa mungkin...?

"Karina nak." Jawab pak Ahmad yang langsung ditatap Bu Meri.

"Mbak Karin sakit apa Bu? Bukannya tadi siang baik-baik saja?" Tanya Johan cemas. Sontak dia langsung masuk ke dalam ruang perawatan Karina membuat semua orang yang ada di ruang perawatan itu menoleh ke arah Johan yang tiba-tiba muncul.

Seketika Johan salah tingkah ditatap semua orang yang tidak sedikit, tentu saja karena tempat perawatan Karina berada di ruang perawatan kelas tiga. Yang berisi enam ranjang setiap kamarnya dan ranjang itu semua terisi penuh pasien sebagai Karina yang merupakan pasien terakhir.

Johan langsung menampilkan senyum sejuta wattnya tanpa membuat semua orang curiga karena Johan yang tiba-tiba muncul. Apalagi di ruangan itu ada salah satu pasien Johan yang dirinya sebagai dokter yang bertanggung jawab.

"Selamat malam semuanya." Sapa Johan basa-basi dan serentak semua orang tersenyum membalas sapaan Johan. Karena Johan merupakan dokter idaman seluruh penunggu pasien karena wajah tampannya.

Hati Johan tampak miris melihat keadaan Karina yang masih belum siuman. Dia terlihat tertidur pulas dengan wajah pucat dengan selang infus di tangannya. Diikuti Bu Meri dan pak Ahmad di belakangnya.

"Mari nak..eh dok maksutnya..!" Ajak Bu Meri yang langsung diikuti Johan menuju ranjang perawatan Karina. Tak lupa Bu Meri menyapa penunggu pasien lainnya dengan sopan.

Johan sontak memeriksa Karina lagi meski dokter yang bertanggung jawab sudah memeriksanya tadi. Namun dia terlihat tidak puas jika belum memeriksanya sendiri.

"Sepertinya dia kelelahan dan banyak pikiran." Ucap Johan setelah memeriksa Karina.

"Dokter juga mengatakan hal yang sama nak." Jawab Bu Meri. Meski sebenarnya dia penasaran melihat wajah cemas dan panik tergambar jelas di wajahnya. Bu Meri tak berani berpikir terlalu jauh, dia sekarang harus fokus merawat Karina.

"Saya akan mengurus kamar perawatannya Bu." Johan pamit tanpa menunggu jawaban Bu Meri meski terpaksa dianggukinya.

.

.

TBC

1
nobita
aku mampir kak
Fi Fin
sungguh aku selalu bwrharap johan akan selalu mencintai dan melindungi karina
Fi Fin
kok sama johan di pegang ga mau bukan muhrim kt nya tp pas sama ken di peluk di cium2 tanganganya ga apa2 gimana sih
Fi Fin
sepertinya menarik ceritanya ..lanjut baca
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
👍👍👍
R'vina
Luar biasa
Hasnaeni
sy suka jalan ceritanya trims suksses selalu dgn cerita yg lain
buk e irul
pin nyepak lek ngunu ku
buk e irul
karena manusia nafsu nya lebih,,, jadi ya gitu
Niaa🥰🥰
Luar biasa
🇮🇩A Firdaus🇰🇷
karya mu bagus ceritanya Thor
🇮🇩A Firdaus🇰🇷
kalau istilah naik ranjang apa itu? 🤣🤣
Nisa Sugiarti
Luar biasa
🇮🇩A Firdaus🇰🇷
Aq mampir ni Thor moga suka sama ceritanya
Phoo
Hadeeehhh.... Novel ko isinya penderiaan tok sampek akhir, bahagianya cuma beberapa bab trus tamat. Menyebalkan🤭
Phoo
Baru baca, sepertinya bagus🥰
Susanti Susanti
ceritanya menarik,,,,,,
Imelda Damayanti
ok
Dewi Hutabarat
ok bgt
Aris Bos
luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!