NovelToon NovelToon
Bos Yang Angkuh

Bos Yang Angkuh

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:16M
Nilai: 4.9
Nama Author: rosshie

Dona Anggita

Wanita berparas cantik dengan rambut bergelombang, dan mempunyai lesung pipi kedua pipinya yang menambah kecantikannya semakin terpancar. Setelah Papa nya meninggal, Dona menjadi tulang punggung keluarga. Dia harus membiayai sekolah kedua adik kembarnya.

Dia begitu sangat bahagia saat dia diterima kerja di salah satu perusahaan yang dia lamar, tapi dia tidak menyangka, dia akan mendapatkan Bos yang super angkuh dan sambong. Dia adalah Frans Alberto, seorang pria berwajah tampan dan bertubuh kekar, tapi sayang, dia mempunyai sifat yang angkuh dan sombong. Dia sosok pria yang tidak percaya akan cinta, tapi pertemuannya dengan Dona mengubah hidupnya.

"Apa kamu nggak pernah naik mobil mewah?" tanya Frans dengan nada meledek.

"Sombong banget ini orang, rasanya pengen aku tampol itu mulut." guman Dona dalam hati.


Mau tau kelanjutannya, ikuti terus ceritanya, ini cerita atas karangan aku sendiri, jika ada saltik dan typo harap maklum, kerena menulis sebuah cerita itu tidak mudah, dan butuh ketenangan untuk menulisnya.

Selamat membaca..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rosshie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ungkapan perasaan

Dalam satu minggu kaki Dona sudah mulai membaik, itu semua berkat perhatian dan kasih sayang yang Frans.

"Kamu beneran hari ini mau berangkat kerja? tapi kaki kamu kan belum benar-benar sembuh." ucap Frans cemas.

"Kaki saya sudah mendingan kok Pak, saya sudah seminggu bolos kerja, saya nggak enak sama yang lain."

"Kenapa harus merasa nggak enak sama yang lain? kan yang punya perusahaan aku, aku bos nya disini dan aku yang menyuruhmu untuk beristirahat!" seru Frans.

Tapi Dona tetap bersikukuh untuk berangkat bekerja, selain merasa tidak enak dengan yang lain Dona sebenarnya juga bosan berada di rumah.

"Walau begitu saya kan cuma karyawan Pak Frans, nanti karyawan lain bisa berfikiran kalau Pak Frans itu pilih kasih dan saya nggak mau itu sampai terjadi." ucap Dona sambil menundukkan kepalanya.

"Biarin saja yang pentingkan aku mengizinkan kamu, nggak usah mendengarkan ucapan orang lain." ucap Frans.

Frans melihat Dona terlihat sangat sedih karena dirinya tidak mengizinkannya untuk bekerja. Walau niat Frans sebenarnya baik tapi Dona tidak memahaminya.

"Ya sudah kalau itu memang mau kamu, aku akan mengizinkan kamu bekerja. Tapi kamu harus berangkat dan pulang sama aku, kamu juga harus mendengarkan semua ucapan aku." ucap Frans.

Dona menganggukkan kepalanya. Frans mengandeng tangan Dona dan berjalan keluar dari rumah.

Mereka masuk kedalam mobil dan Frans melajukan mobilnya menuju ke kantor. Dalam perjalanan Dona terlihat sangat senang akhirnya dia bisa bekerja lagi dan bertemu dengan teman-temannya. Dia selama seminggu ini merasa sangat bosan di rumah. Meskipun setiap pulang kerja Frans selalu menemaninya, tapi Dona semakin merasa tidak enak hati karena telah merepotkan Frans selama ini.

Akhirnya mereka sampai di kantor. Frans dan Dona turun dari mobil, mereka berjalan menuju loby. Frans terus mengandeng tangan Dona tanpa melepasnya sedetik pun. Semua karyawan yang mereka lewati menatap kearah mereka. Dona sebenarnya merasa malu tapi ini juga bukan yang pertama kalinya Frans mengandeng tangannya di depan umum.

"Pagi Pak." sapa Tari.

"Pagi." sahut Frans.

Tari melambaikan tangannya pada Dona. Frans meninggalkan Dona bersama dengan Tari. Frans meminta Tari agar menjaga Dona.

"Kamu beneran sudah sembuh kan Don? kok kayaknya Pak Frans masih terlihat sangat khawatir sama kamu?" tanya Tari cemas.

"Kamu bisa lihat kan aku sudah bisa jalan kayak biasanya." ucap Dona sambil berjalan mengelilingi Tari.

"Iya-iya aku percaya, ya sudah ayo jalan." ajak Tari sambil mengandeng tangan Dona menuju lift. Didepan lift mereka bertemu dengan Kevin.

"Pagi Kevin." sapa Dona.

"Pagi Don, kamu sudah sembuh?" tanya Kevin.

Dona menganggukkan kepalanya.

Pintu lift pun terbuka dan mereka masuk kedalam lift. Di dalam lift Tari menanyakan soal sikap Frans selama ini bagaimana terhadap Dona. Kevin hanya tersenyum mendengar semua pertanyaan yang Tari layangkan untuk Dona. Sampai Dona sendiri bingung harus menjawab apa. Karena dia tidak mungkin menceritakan semuanya kepada Tari.

"Don, kenapa sih kamu nggak mau menceritakan semuanya ke aku? aku kan penasaran. Pak Frans pasti sangat memanjakan kamu ya." goda Tari sembari tersenyum.

Dona tidak mau menanggapi perkataan Tari dan berjalan meninggalkan Tari hingga membuat Tari menggerutu kesal. Kevin menarik tangan Tari dan berjalan menuju ruangan mereka.

Dona membuka pintu dan masuk kedalam ruang kerjanya. Baru satu langkah Dona melangkahkan kakinya, dia sudah di kejutkan dengan keberadaan Frans sambil membawa setangkai bunga mawar di tangannya.

"Pak Frans ngapain disini?" tanya Dona bingung.

Frans tidak bicara soal ini kepada Dona. Frans berjalan mendekati Dona.

"Selamat datang kembali di kantor sayang." ucap Frans sambil memberikan setangkai bunga mawar kepada Dona.

Dona menerima bunga pemberian Frans lalu menciumnya.

"Baunya sangat harum, terimakasih ya pak." ucap Dona sembari tersenyum.

Frans mengecup kening Dona.

"Sama sama, aku senang kalau kamu suka dengan bunganya. Aku sebenarnya bukan orang yang romantis tapi aku akan belajar menjadi romantis demi kamu." ucap Frans sembari tersenyum.

"Ya sudah selamat bekerja, aku akan ke ruangan ku dulu." sambung Frans lagi.

Frans berjalan keluar dari ruangan Dona.

Dona mencium kembali bunga mawar pemberian Frans. Dia berjalan menuju kursi kerjanya. Dia mulai bekerja dengan memeriksa berkas-berkas yang akan di tanda tangani Frans. Dia membaca dan memerisaknya dengan sangat teliti. Setelah selesai memeriksanya Dona ingin menyerahkannya kepada Frans.

Dona keluar dari ruangannya dan berjalan menuju ruangan Frans. Dona mengetuk pintu ruangan Frans.

Tok..tok..tok

Setelah mendengar sahutan dari dalam Dona membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan. Dona berjalan menuju meja kerja Frans.

"Pak ini berkas-berkas yang perlu bapak tanda tangani." ucap Dona sambil memberikan berkas yang dibawanya.

"Terimakasih ya." ucap Frans sambil mengambil berkas dari tangan Dona.

"Kamu duduk dulu di sofa, tunggu aku menyelesaikan ini." ucap Frans sambil memeriksa berkas yang diberikan Dona.

Dona menganggukkan kepalanya dan berjalan menuju sofa. Dia duduk di sofa sambil menunggu Frans menandatangani berkas-berkasnya.

Dona sudah menunggu hampir dua jam tapi Frans belum juga memberikan berkasnya.Dona memberanikan diri untuk bertanya kepada Frans.

"Pak, apa berkasnya sudah selesai di tandatangani?" tanya Dona memberanikan diri.

"Belum." sahut Frans sambil tersenyum.

Dona menghela nafas lelah dan tetap bersabar menunggu. Tidak terasa sudah waktunya makan siang. Frans menutup berkas-berkasnya dan berjalan menghampiri Dona.

"Sayang ayo kita makan diluar." ucap frans sambil berdiri di depan Dona.

" Bapak sengaja kan menyuruh saya menunggu disini hanya untuk menemani bapak makan siang?" tanya Dona kesal.

Frans hanya tersenyum mendengar ucapan Dona.

"Sudah ayo, aku sudah lapar ini." ucap Frans sambil mengandeng tangan Dona dan berjalan keluar dari ruangannya.

Frans membawa Dona kesebuah restoran yang tak jauh dari kantor. Mereka masuk kedalam restoran.

"Kamu mau makan apa?" tanya Frans sambil membuka buku menu.

"Saya nggak lapar!" sahut Dona dengan wajah cemberut.

"Kamu marah sama aku ya?" tanya Frans sambil menatap Dona.

"Sudah tau nanya!" sahut Dona ketus.

Dona memalingkan wajahnya. Dia benar-benar merasa sangat kesal karena telah di bodohi oleh Frans.

"Maaf, aku minta maaf ya, jangan marah dong, aku tadi cuma ingin kamu ada didekat aku dan aku nggak ingin kamu kerja capek-capek." ucap Frans sambil memegang tangan Dona.

"Saya ini karyawan bapak, ya wajar dong kalau saya kerja." ucap Dona kesal.

"Aku tau, tapi aku sangat mengkhawatirkan kamu." ucap Frans lalu mengecup punggung tangan Dona.

"Kenapa bapak begitu mengkhawatirkan saya? saya hanya karyawan bapak?" tanya Dona penasaran.

"Karena kamu spesial, karena aku mencintaimu." ucap Frans sambil menatap kedua mata indah Dona.

"Kenapa bapak bisa mencintai saya? masih banyak wanita di luar sana yang lebih cantik dan kaya. Saya ini cuma karyawan bapak dan saya juga berasal dari keluarga miskin. Saya tidak kaya seperti bapak." ucap Dona merendah.

"Karena kamu berbeda dari wanita-wanita yang ada diluar sana, karena kamu telah merubah hidup aku, kamu membuat hidup ku menjadi lebih indah." ucap Frans.

Frans menarik tangan Dona dan meletakkan di dadanya. Frans ingin agar Dona bisa merasakan detak jantungnya.

"Apa ini? kenapa detak jantung Pak Frans sangat cepat? apa dia benar-benar mencintaiku?" guman Dona dalam hati.

"Don, kamu sekarang bisa merasakan bagaimana detak jantung aku saat bersamamu. Aku sendiri juga nggak tau kenapa bisa seperti ini. Aku juga nggak tau sejak kapan aku mulai merasakan perasaan ini. Tapi aku benar-benar tulus mencintaimu Don. Mau kan kamu menerima perasaan aku?" tanya Frans.

Dona bingung harus menjawab apa, semua terasa sangat mengejutkan baginya.

"Tapi pak, saya nggak pantes untuk bapak, bapak belum mengenal saya sepenuhnya." sahut Dona.

"Aku tau semua tentang kamu dan keluarga kamu, tapi aku nggak perduli semua itu, yang terpenting kamu bisa selalu ada buat aku, menemani hari-hariku. Itu semua bagiku sudah lebih dari cukup." ucap Frans sambil menggenggam tangan Dona.

Mendengar kata-kata Frans membuat hati Dona luluh. Dona bisa melihat ketulusan dari sikap dan perhatian yang di tunjukan Frans selama ini.

"Gimana, kamu mau kan menerima perasaan aku?" tanya Frans lagi.

Dona mempertimbangkan kata-kata Frans, selama ini Frans sudah begitu perhatian sama Dona, Dona juga tidak memungkiri kalau dia juga mencintai Frans.

"Iya saya mau." ucap Dona pelan.

Dona menundukkan kepalanya karena merasa sangat malu.

"Apa? coba kamu ulangi lagi, aku nggak mendengarnya dengan jelas." seru Frans.

"Iya saya mau menerima perasaan bapak." ucap Dona sambil menatap wajah Frans.

Dona bisa melihat senyuman merekah dari bibir Frans.

"Terimakasih sayang, aku janji aku akan membahagiakan kamu." ucap Frans sambil mencium punggung tangan Dona.

 

¤¤¤¤

Visual Dona Anggita

Visual Frans Alberto

1
Rumini Parto Sentono
apakah Frans gak punya keluarga...?
ww
koq geli bngett ya, jijai🤣🤣🤣
ww
lebay cukk
ww
orang koq lebay bnget ya
Tutik Rahayu
lanjuuut
Rosshie: Aku ada naskah baru kak, judulnya Istri Pilihan Kedua Orang tuaku, boleh mampir juga kak 😁😁😁
total 1 replies
halimah abdul hayes
Terlalu baik hati nanti akan banyak yg korupsi
Bundha Shantie
mampir thor...
Bunga Dia Bunga
. ..., ol

.⁷
Bunda
nyimak
Kinan Rosa
tak coba kok kayak nya seru
FUZEIN
Best pulak layan cerita ni..amu percaya pada cinta pandang pertama....sebab aku dan suamiku...begitu..hehehe
Suma Wati
⭐⭐💤💤⭐⭐⭐
Yoga Yoga
tuh kan udah jadi rebutan, buat frans angkuhnya yg lama 👍😄
Yoga Yoga
nah lo sukron ya frans
Yoga Yoga
jangan songong Frans ujung ujungnya kamu bucin juga nanti 🤣
Fransiska Siba
tanggung akibatnya, makanya jgn kekanakan. jujur thor pasangan paling aku ga suka itu Mery egois, kekanakan, pemikiran sempit
Fransiska Siba
sebenarnya Mery kamu yg salah dari awal egois
Fransiska Siba
dlu ngajar Sandy, skrg diajak serius malah egois
Fransiska Siba
gimana rasanya org dicintai dipeluk sama org lain sakit kan Dona? begitu juga Frans lihat kamu masih berpelukan sama Sandi apalagi saat itu Sandi mantan kamu sedangkan Frans hanya fansnya doang. kamu Dona pacar pertamanya Frans.
di sini kamu harus bisa belajar menjaga perasaan suami kamu kelak
Fransiska Siba
bukan egois Dona, wajar dong Frans kangen sama mamanya karna dari umur 8 thn ditinggalkan sama mamanya. skrg dia baru dapat sedangkan Sandy sdh dari dlu, dasar istri tidak pengertian
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!