NovelToon NovelToon
Isekai: Putri Marquess Jadi Pengusaha Tempe

Isekai: Putri Marquess Jadi Pengusaha Tempe

Status: tamat
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Mengubah Takdir / Dunia Lain / Romantis / Fantasi Wanita / Masuk ke dalam novel / Menjadi Pengusaha / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ryby

JUARA 1 LOMBA NOVELTOON "YANG MUDA YANG BERCINTA"

Demi bisa menghindari akhir cerita tragis, Tara - yang kini jiwanya merasuki tubuh antagonis gemuk Elona Locke dalam webtoon "Cerita Hati" - memutuskan untuk mengakhiri pertunangan dengan Louis Vandyke dan pergi dari ibu kota.

Tara alias Elona memilih tinggal di wilayah kekuasaan keluarganya, Kota Armelin. Demi mencegah kebangkrutan Locke, gadis itu memanfaatkan seluruh pengetahuan yang ia miliki dari berbagai buku di dunia modern. Tara mengetahui, bahwa ia bisa mengalihfungsikan lahan bekas galian tambang di kota tersebut, menjadi pertanian tanaman kedelai!

Apakah Tara berhasil membangkitkan keterpurukan Kota Armelin berkat usaha dan kecerdasannya? Lalu, mungkinkah ia menemukan cinta yang baru bagi tokoh Elona Locke setelahnya?

Original writing by @author_ryby
Covert art by @fuheechi_

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ryby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21. Anak Mama yang Cantik

Suatu hari di masa lalu, di bumi.

"Wulan! Kok lo ga bawa makanan yang gue pesen sih!!"

Seorang gadis dengan seragam SMA yang lusuh sedang menundukkan kepala di hadapan seorang siswi lainnya. Wajah gadis itu terlihat kusam dan berminyak, hingga kacamata bulatnya jatuh berkali-kali dari hidungnya, dan ia harus membetulkan letaknya berkali-kali juga. Tag nama Wulan terjahit di bagian dada gadis tersebut.

Saat ini, Wulan sedang berada di rooftop sekolah, dikelilingi tiga siswi lainnya yang memandang keji terhadapnya. Di dalam pelukan Wulan terdapat roti-roti dan minuman yang tiga siswi itu pesan. Namun salah satu siswi yang bernama Celly tidak begitu puas melihatnya.

"Yang kamu pesan sudah habis, Celly..." jawabnya dengan takut-takut.

Celly mendengus kesal. Ia mengibaskan rambutnya yang panjang dan menoleh ke arah siswi lainnya yang sedang merokok di dekat mereka.

"Adek lo ga guna, Zi!!" teriak Celly kesal. Zizi menoleh geli pada Wulan.

"Adek? Sembarangan aja lo," katanya seraya menghembuskan asap rokoknya pada Wulan.

"Adek tiri kan tetap adek." sahut Reny yang sedari tadi diam saja menikmati roti yang dibawakan Wulan.

"Coba tolong diralat ya, dia ini bukan adek gue, tapi pelayan!"

Bruk!!

"Akh!!"

Zizi mendaratkan sebuah tendangan ke arah paha Wulan yang memang adik tirinya. Gadis itu tertawa senang ketika melihat Wulan meringis menahan sakit.

Tak lama, serangan bertubi-tubi mendarat di seluruh tubuh Wulan, yang berasal dari Zizi, Reny dan Celly. Mulai dari wajah, perut, dan kaki. Untuk apa mereka melakukan hal itu, tidak ada alasannya. Hanya karena senang saja. Meskipun Wulan berteriak-teriak kesakitan, mereka tetap tidak peduli, selama tidak ada guru yang mendengarnya.

Seperti tiga orang anak kecil mendapatkan mainan boneka. Hanya saja boneka yang ini bisa bernafas dan memiliki nyawa, sama seperti mereka. Tetapi mereka tidak cukup peduli. Siksaan demi siksaan harus diterima Wulan dari kakak tiri dan kedua temannya itu.

Pulang ke rumah dengan memar di seluruh tubuh bukanlah hal yang baru bagi Wulan. Gadis itu sudah terbiasa menghadapinya sampai mati rasa. Ia tidak menangis maupun memohon ampun, karena memang percuma saja.

Setidaknya di sekolah ia harus menghadapi kekejaman hanya dari kakak tirinya saja, karena kalau di rumah, ibu tirinya juga turut serta menyiksanya. Bila ayahnya sedang tidak di rumah, tentu saja. Dan ayahnya memang selalu tidak ada di rumah. Sibuk mengurus pabrik milik keluarga yang berada di luar kota membuat ayahnya jarang berada di rumah dan percaya saja pada istri keduanya itu.

Sepulang sekolah, Wulan masuk ke dalam kamar berukuran 2x3 meter yang terletak di sudut ruangan, bersebelahan dengan ruang cuci pakaian. Sebelumnya ini adalah kamar pelayan. Namun ibu tirinya memecat seluruh pelayan di rumah sebesar itu, dan membebankan semua pekerjaan rumah pada Wulan.

Sekarang, kamar kecil di sudut ruangan itu menjadi kamar yang harus ditempatinya kala ayahnya sedang tidak di rumah. Bila ayahnya di rumah, ibu tirinya menyuruhnya kembali ke kamar aslinya yang jauh lebih luas dari kamar pelayan ini.

Wulan duduk di tepi tempat tidurnya. Gadis itu mengambil secarik foto yang ia sembunyikan di balik bantal. Foto usang yang berisi gambar keluarganya, yaitu ayahnya, ibunya dan dirinya, ketika ibunya masih ada sebelum meninggal karena penyakit kanker sewaktu Wulan berusia 12 tahun.

Wulan mengelus wajah ibunya dalam foto. Suara ibunya masih menggema bahkan hingga kini 5 tahun setelah beliau tiada.

"Anak mama cantik sekali..."

"Mama... kapan mama akan sembuh?"

"Mama pasti sembuh, kok, tenang aja ya. Mama ngga akan ninggalin kamu... putri mama yang cantik..."

"Mama, apa benar aku cantik? Soalnya di sekolah teman-teman selalu mengejekku jelek dan mata empat..."

"Kamu cantik, sayang... Kamu yang paling cantik... Kamu adalah Putri Cinderella-nya Mama..."

"Putri Cinderella...?"

"Iya sayang... nanti saat kamu dewasa, kamu pasti akan menjadi seorang putri yang paling cantik di dunia... dan bertemu dengan pangeran yang kamu impikan..."

"Kalau begitu, Mama jangan pernah tinggalin aku, ya?"

"Sayang, mama ngga akan pernah meninggalkanmu..."

Beberapa bulan setelah percakapan tersebut, ibunya menghembuskan nafas terakhir dan mengingkari dua perkataannya. Pertama, kata-katanya bahwa beliau akan sembuh. Kedua, tentang Wulan yang akan menjadi seorang putri. Daripada seorang putri, hidupnya lebih seperti seorang upik abu sekarang.

Hiburan si upik abu yang satu ini hanyalah membaca webtoon dari smartphone sederhana yang selalu berhasil ia sembunyikan dari ibu dan kakak tirinya. Yang menjadi favoritnya adalah webtoon berjudul Cerita Hati. Menceritakan tentang seorang putri pelayan dari desa miskin bernama Kiara Perez, yang menemukan kebahagiannya bersanding dengan seorang putra marquess bernama Louis Vandyke.

Seluruh bagian dari cerita itu sangat Wulan sukai, mulai dari alur plot, para karakternya, setting kerajaannya, latar pemandangannya, semuanya.

Yang paling Wulan sukai tentu saja Louis Vandyke, protagonis pria dalam webtoon tersebut. Dengan rambut hitam dan bola mata berwarna merah, memancarkan keangkuhan dan sikap dingin bagaikan es, namun ternyata bisa mencair saat bertemu dan jatuh cinta dengan Kiara Perez si protagonis wanita.

Hingga lima kali Wulan membaca cerita dalam webtoon tersebut, meresapi adegan-adegannya dalam hati. Ia teringat perkataan ibunya sebelum meninggal, lalu memandangi karakter Kiara Perez dalam smartphonenya.

"Ngga usah muluk-muluk jadi putri mahkota seperti Cinderella. Jadi istrinya seorang Marquess Louis Vandyke aja aku bakalan senang banget..."

*****

Zizi gelisah belakangan ini. Kakak tiri dari Wulan ini sudah seminggu tidak mendapatkan uang jajan yang semestinya dari ayah sambungnya. Kata ibunya, pabrik ayahnya itu sedang dilanda krisis sehingga tidak bisa memenuhi permintaan anaknya yang boros itu.

Semua orang mengenal Zizi sebagai gadis yang kaya raya. Ia menduduki jajaran atas kaum sosialita sekolahnya. Cantik dan cerdik adalah gabungan dua sifat yang jarang ditemui dalam orang kebanyakan namun keduanya ada pada dirinya. Dan ia sangat malu memiliki adik tiri seperti Wulan yang seorang kutubuku jelek.

Seorang sosialita di sekolah tidak memiliki uang untuk mentraktir teman-temannya berbelanja dan menghabiskan uang dalam seminggu. Hal itu akan membuatnya turun derajat di mata kaumnya. Dulu sebelum ibunya menikah dengan ayahnya yang sekarang, ia sering diejek teman-temannya karena miskin. Zizi tidak mau mengulangi pengalaman pahit itu lagi. Maka, dengan rokok yang berpindah-pindah dari satu jemari ke jemari yang lain, ia sedang berpikir keras.

Semenit kemudian Zizi mendapatkan ide. Sebuah ide yang sangat menguntungkannya, dan sangat merugikan Wulan. Dengan cepat ia memijit layar smartphone, melaksanakan rencananya.

*****

"Ada apa ini??" Wulan berteriak meronta dengan kedua tangan terikat di belakang punggungnya, sebelum akhirnya mulutnya ditutup dengan lakban oleh Celly dan Reny. Kedua teman kakak tirinya itu sedang berusaha membawanya ke rooftoop, tempat trio sosialita itu biasa menghabiskan waktunya untuk bolos pelajaran.

Tetapi Wulan merasa ada sesuatu yang berbeda. Ini tidak seperti biasanya. Yang biasa terjadi adalah kalau trio itu membutuhkan Wulan, mereka hanya perlu memanggilnya dan menyuruh-nyuruhnya seperti kacung. Mereka bertiga tidak perlu sampai mengikat dan membungkam mulutnya seperti ini.

Sesampainya di rooftop dengan diseret oleh Reny dan Celly, Wulan melihat kakak tirinya berada di sana, tersenyum sumringah melihatnya. Namun Zizi tidak sendirian, di sebelahnya ada Tony, seorang playboy kelas kakap yang terkenal akan kemesumannya di sekolah.

Tony adalah seseorang yang tak akan segan-segan untuk berbuat tak senonoh pada para siswi. Tapi meskipun begitu tak ada yang berani melaporkannya karena ayahnya memiliki pengaruh dan kekayaan yang besar, yang siap menjadi tameng bila putranya terkena masalah.

"Akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga." ucap Tony seraya menyeringai. Jemari tangan kanannya menyapu bibirnya, seperti bersiap untuk menyantap suatu makanan. Wulan memandangnya dengan ngeri. Firasat aneh itu semakin menjadi kenyataan. Wulan meronta mencoba membebaskan dirinya, namun sia-sia.

"Mana duitnya?" Zizi menadahkan tangan. Tony mengeluarkan smartphonenya, memijit sebentar layarnya, lalu memperlihatkannya pada Zizi.

"Tuh, udah gue transfer." jawab Tony. Zizi mengangguk senang.

"Oke, selamat menikmati ya. Jangan dirusak, buat nanti gue jual lagi sama yang lain soalnya." Zizi melenggang menuju pintu keluar rooftoop.

Celly dan Reny menyerahkan Wulan pada Tony. Dengan sigap Tony memegangi lengan Wulan. Jeritan Wulan yang tertahan lakban tak digubrisnya. Tangan Tony dengan cepat masuk ke dalam kerah baju Wulan, berusaha meraih apa yang ada di dalamnya.

"Oh, walaupun mukanya seperti ini, dalamnya ternyata mulus juga."

"Hmmpphh!! Hmmpphh!!!"

Wulan terus berteriak meronta ketika Tony membenamkan bibirnya pada tengkuk leher Wulan. Basah dan panas yang dirasa Wulan menjijikkan ada di sana.

Wulan melihat trio Zizi, Celly, dan Reny berjalan melenggang pergi dari rooftop sekolah sambil tertawa-tawa.

Plis! Plis! Kak Zizi! Plis jangan yang ini! Aku akan nurutin semua kemauan kakak, tapi jangan yang ini! Jangan keperawananku! Kak!!

Air mata Wulan mengalir deras di pipi dengan rontaan yang hebat, namun trio sosialita itu tidak cukup peduli dengan semua itu. Yang penting bagi mereka adalah mendapatkan lima juta dalam waktu instant tanpa harus mengorbankan apapun.

Mereka melangkah pergi dari rooftop, tanpa sedikitpun peduli bahwa mereka telah menjual keperawanan seseorang demi kesenangan pribadi.

*****

Malam itu, hujan turun dengan derasnya, membasahi tubuh Wulan yang berjalan dengan tatapan kosong tak tahu mau kemana. Air matanya telah menyatu dengan air hujan. Pakaiannya robek di sana-sini akibat keganasan sang playboy sekolah. Rasa perih di bagian bawah tubuhnya sudah tak dirasakannya lagi, tertutup dengan kesedihannya.

"Sayang, mama ngga akan pernah meninggalkanmu..."

Kata-kata mendiang ibunya terngiang di telinganya. Tak ada lagi suara yang lain terdengar selain suara ibunya.

"Anak mama cantik sekali..."

Wulan bahkan tak mendengar ada suara teriakan orang-orang yang menuyruhnya untuk menyingkir dari rel kereta api. Padahak dari kejauhan sudah terlihat lampu kereta akan melintas dengan cepat.

"Nanti kalau sudah dewasa, kamu akan jadi putri yang cantik..."

"Mama.... Mamaaaaa!!!"

"Mbak, awass!!"

BRAKK!!!

*****

"Penny, bayimu sudah lahir. Seorang bayi yang sangat cantik..."

Aku di mana?

Wulan mengerjapkan matanya. Ia teringat terakhir kali, sebuah kereta menyambar tubuhnya. Tetapi aneh sekali, ia tidak merasakan sakit apapun. Malah sekarang gadis itu berada di sebuah kamar dengan langit-langit yang terbuat dari kayu. Tubuhnya serasa melayang, seperti sedang digendong seseorang.

"Bayiku..."

Tubuh Wulan terayun sedikit dan berpindah. Wulan melihat ke sekitar. Aneh, matanya jadi sedikit rabun. Semuanya terlihat sedikit blur dalam pandangannya. Namun ia merasa seperti sedang dipeluk seseorang. Pelukan yang hangat dan nyaman. Sesaat kemudian, Wulan mengangkat tangannya ke atas.

Kok tanganku jadi kecil...?? Ini di mana!! Apa yang terjadi??!!

"Owaaaa, owaaaa!!" Wulan ingin berteriak, tapi malah suara tangisan bayi yang terdengar.

Wanita bernama Penny itu sekarang tengah menggendongnya. Dengan senyuman hangat ia mencoba menghibur bayi tersebut.

"Anak mama... Anak mama cantik..."

Mama...?

Kata-kata yang sangat Wulan rindukan, meskipun berasal dari suara yang berbeda. Namun tatapan sayang dan nada kasihnya serupa.

"Penny, nama apa yang akan kamu berikan pada anak ini?"

"Hmm, namanya Kiara..." jawab Penny tanpa ragu. "Ayahnya yang menitipkan nama itu padaku bila yang lahir perempuan, sebelum aku diusir dari kediaman Perez."

Wulan sontak terkejut. Namun hanya tangisan bayi lagi yang terdengar dari mulutnya.

"Anak mama yang cantik jangan menangis lagi, ya..."

Apa katanya barusan? Kiara... Perez? Kiara Perez yang ada di webtoon Cerita Hati itu??!

Tak mungkin Wulan salah mengingat, akan nama karakter webtoon yang telah menjadi favoritnya itu.

Tidak mungkin... ini serius? Yang menggendongku ini adalah ibunya Kiara, yang diusir karena telah mengandung anak dari seorang putra baron, kan?

Itu berarti aku belum bertemu dengan Louis Vandyke... dan sekarang aku ada di 16 tahun sebelum cerita di webtoon terjadi...

"Suatu hari nanti, kamu dan putra baron itu akan bertemu kembali. Ia pasti akan membawamu dan Kiara ke kota lagi." ucap teman Penny menenangkan. Penny pun tersenyum.

"Sampai tiba saatnya, aku akan membesarkan anak ini sebagai seorang putri yang cantik jelita..."

Wulan tersenyum bahagia. Senyum yang tak pernah hadir di wajahnya sebagai Wulan, dan sekarang hadir sebagai Kiara. Ia mengenang wajah ibunya di bumi.

Mama... impian mama akan benar terwujud. Mungkin bukan sebagai Cinderella, tapi sebagai Kiara Perez.

Aku akan mengikuti alur cerita, sampai aku bisa menjadi istri seorang Louis Vandyke.

Aku akan jadi seorang putri di dunia ini, seperti yang mama inginkan dulu...

*****

((Ryby: Hayoo yang udah terlanjur benci sama Kiara... gimana kesan dan pesannya setelah baca chapter ini? wkwkwkwk 😂))

1
Frando Wijaya
syngny...org yg lo knl dh tiada....Dan org yg lo lht skrg adalah...jiwa zaman modern
Frando Wijaya
bekas mantan pcr eh
Frando Wijaya
gk heran.....dh pernah di lupakn
Frando Wijaya
oh? jd reinkarnasi lain ternyata sama seperti FMC yg merasuki tubuh antagonist ya? heh...
Frando Wijaya
ternyata Dunia sempit
Frando Wijaya
syngny.....Edward Dan istriny mati...lalu...putri mereka pun mati jg
Frando Wijaya
keuangan sdh menepis? ini sgt gawat bgt
Frando Wijaya
wkwkwkwkwkwkwk 🤣🤣🤣🤣🤣
Frando Wijaya
gw mlh bingung dgn urusan pertanian ini....
Frando Wijaya
mah....Dr sni gw maklum aja...krn usia 18 sampe 20an jls orgtua sibuk cari jodoh yg cocok
Frando Wijaya
iris? mungkinkh.....Dia saudara iris??
Frando Wijaya
ya jlslh...Dunia yg lo injek itu nyata skrg...mna mungkin ada skip langsung sampe.. yare2 🙄
Frando Wijaya
syngny org yg sering ganggu lo...dh lama mati
Frando Wijaya
jiah! kirim mata2 ternyata
Frando Wijaya
oh? meskipun lo blg ada seseorang merasuki tubuh adik lo...tpi syngny gk ada bukti
Frando Wijaya
intiny anak haram
Frando Wijaya
HA? jlng ini reinkarnasi?! gk heran
Frando Wijaya
heh 😏.... ternyata jlng
Frando Wijaya
ugh...
Frando Wijaya
tuh...yg penting dh lepaskn pertunangan paksaan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!