NovelToon NovelToon
Jodoh Dunia Akhirat

Jodoh Dunia Akhirat

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.9
Nama Author: ulfatun khasanah

Assalamualaikum wr wrb
Cerita ini masih lanjut di novel novel sebelumnya, atau bisa di katakan season ke 3 dari Jodoh dalam istikharoh,
Di sini author akan menceritakan kisah dewasa anak anak Jihan,
Dimana El yang mempunyai sikap cenderung seperti Jihan, yang santai ahli gombal, dablek karena sering pacaran di sekolah dan di pesantren, tapi sikapnya itu tertutup karena sikap kecerdasan dan ketampanannya yang menjadi idola para wanita dan santri putri lainnya

Sedangkan Al, yang sikapnya kaku dengan perempuan, rajin dan tekun, berbanding balik dengan sikap El, yang mana Al cenderung pintar karena rajin, menurut El, kalau gak belajar gak pintar katanya, tapi kalau masalah ketampanan masih tampan Al tentunya, dan itu mambuat El minder dari Al,

Mereka juga berbanding balik dengan El yang selalu hidup sederhana, tanpa menonjolkan siapa orang tuanya, bahkan sering kali jarang menggunakan fasilitas yang Abah dan Uminya berikan,

Sedangkan Al,? dia selalu hidup dengan kemewahan fasilitas yang dia terima, bahkan selalu harus menggunakan yang terbaik dan original

Pada suatu ketika mereka mempunyai pasangan atau pacar masing masing, sudah terjalin lama, tapi saat mereka bertemu dengan 1 wanita yang sikapnya sama dengan sosok idola, atau wanita yang menurutnya istimewa, mereka memilih untuk lebih dekat dengan wanita tersebut,

Dan tanpa mereka sadari, mereka mencintai 1 wanita yang sama, dengan jalan perkenalan yang berbeda, seperti apa ceritanya..? ikuti saja alur novelnya... 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ulfatun khasanah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tergiur

Setelah makan siang, Jihan dan Zain masih stanbay di resto miliknya, begitu juga dengan kedua anaknya yang masih asyik makan seafood kesukaan keduanya

Keluarga double Me, sudah pada pamit semuanya, setelah makan siang selesai, walau cukup kecewa dengan jawaban dari Al dan El tadi, tapi mau gimana lagi, Jihan dan Zain juga memberi dukungan penuh untuk masa depan anak anaknya

" Katanya bosen gitu aja gak habis habis malah nembah terus" sindir Jihan pada kedua anak dan suaminya yang asyik makan seafood di hadapannya

Mereka hanya nyengir tak menjawab dan lanjut asyik makan..

Melihat kedua anak dan bapaknya asyik makan, Jihan keingat anak bungsunya yang masih di pesantren,

Ponpes Il memang sederhana, tapi cukup ketat peraturannya, tidak gampang untuk izin pulang, kecuali saat libur sekolah dan hari raya idul fitri, dan sakit

Pulang 1 tahun sekali, begitu juga harus mencapai target hafalan, seumpama hafal Al Qur'an di kasih target sampai berapa juz, kalau tidak bisa mencapai target, mau gak mau harus menjalani hukuman dan lebaran di pesantren,

Il sekolah di lain yayasan, yang tepat berada di depan pesantrennya, dan jam pulang sekolah juga ada jamnya, kalau lebih dari jam sekolah, jangan harap bisa tenang di pesantren, dan siap untuk menjalankan takziran atau hukuman

Dan begitu juga banyak santri yang ngaji di sana, dan semua itu karena ingin menjadikan generasi santri yang penuh ke disiplinan

Kalaupun waktu sambangan juga di tentukan oleh pihak pesantren, dan tidak boleh bertemu secara langsung dengan waktu yang cukup lama, bahkan tidak boleh banyak orang juga yang ikut bertemu,

Jihan mengirimkan pesan pada pihak resto miliknya yang terdekat dari pesantren IL, untuk mengirimkan makanan untuk biah hatinya, biar sama sama menikmati apa yang mereka nikmati saat ini

Setelah mengirim pesan, Pas dengan Al dan El serta Zain selesai makan, dan mereka lanjut sholat di tempat sholat resto milik mereka

Setelah sholat berjamaah, mereka juga kembali merapikan tampilannya karena Jihan dan Zain mau kembali ke kantor,

Jihan ikut kekantor Zain karena ada satu hal yang Zain meminta bantuan pada Jihan

" Kalian mau kemana habis ini?" tanya Jihan sedang merapikan hijabnya

" Entah... Kemana enaknya bang?" tanya El belum tau tujuannya

" Umi kembali ke rumah sakit?" tanya Al balik

" Umi mau ke kantor Abah, ada yang perlu Umi bantu di sana" jawab Jihan menjelaskan

" Ya udah lah, kami ikut ke kantor Abah ya, di rumah juga sepi" jawab Al

" Okey... nanti Umi ajarin kalian tentang berbisnis.." jawab Jihan mantap dan beranjak untuk kelur

Al dan El saling pandang gak jelas, karena dia sendiri masih belum minat ngurus bisnis

" Ayo berangkat... ratu bisnis mulai beraksi" ujar Zain mengalihkan pandangan kedua anaknya

Al dan El yang gak minat mau gak mau ikut juga, karena dia juga penasaran dengan hal bisnis kedua orang tuanya itu

" Ini mobil barunya?" tanya Zain saat melihat mobil baru milik El

" Heem... Keren gak Bah?" tanya El balik

Zain masih memutar mutari mobilnya dan mulai meminjam kunci dari El, dan mengecek satu persatu

Zain mulai membuka pintunya, dan mulai naik, karena Zain yang hobi koleksi mobil tentu membuat dirinya penasaran, apa lagi di pengeluaran terbaru seperti milik El saat ini

" Cakep..." ucap Zain saat menghidupkan mesinnya

" Ini yang baru?" tanya Jihan mendekat pada Zain

" Iya pengeluaran baru Lho Mi, mau ganti gak?" ucap Zain enteng, yang kepengen seperti punya El

" Mau kayak gini juga?"

" Iya kalau boleh"

" Ya bawa aja, yang punya juga besok mau balik kan, ngapain harus beli lagi" jawab Jihan santai dan ikut naik

" Geser.. biar Umi yang bawa" ujar Jihan menyingkirkan Zain

Zain yang tau kalau istrinya juga penasaran, akhirnya geser sebentar,

" Kenapa Jadi Umi yang nyoba Sih, Al aja belum" protes Al yang mameng tadi El yang bawa dari showroom

" Umi dulu, cepet naik" jawab Jihan cepat gak peduli dengan Al dan El

Jihan akhirnya membawanya dengan skil pengendaranya yang masih luar biasa di usianya yang sudah tidak muda lagi, tapi masih luar biasa

Setelah mencoba dengan aksi bar barnya, Jihan membawanya langsung menuju ke kantor Zain,

Setibanya di sana, mereka langsung menuju ruangan Zain di lantai paling atas

" Hebat lho Umi, udah tua masih lanjut aja skil kemudinya" ucap Al berkomentar

" Umur boleh bertambah, tapi tidak berarti skil harus di kurangi dong" jawab Jihan santai sambil membuka laptop milik Zain

Zain mendekat dan duduk di kursi kuasanya, dan sebelumnya Jihan membantunya melepas jasnya

" Emang kamu gak ingat Al, dulu waktu kamu Umur 1.5 tahun, di bawa Umimu dengan kecepatan mobil yang lebih dari itu" ujar Zain teringat cerita Jihan saat bawa El kabur sebelum ke kalimantan

" Apa iya? kok gak mati sekalian nih orang" tanya El sembarangan

" Mati mati.... Mulutmu itu lho, " protes Al kesal

" Udah... Sini semuanya mendekat, Umi mau jadi dosen dadakan untuk kalian berdua" ucap Jihan gak mau membahas lanjut tentang hal itu,

Karena kalau di ingat ingat masih menyakitkan, di tambah lagi dengan kelanjutannya yang makin menyakitkan

Dan bukan itu saja alasannya, Karena Al dan El sampai saat ini tidak pernah tau masalah orang tuanya di masa mereka kecil, Jihan dan Zain sengaja menyembunyikannya dari mereka

Al dan El akhirnya mendekat pada Jihan, yang sudah mulai mengotak ngatik laptop Zain

" Awas Abah bangun, biar Umi yang duduk" ucap Jihan lagi lagi meminta Zain untuk menyingkir

Ya bukan berarti istri durhaka ya, karena biat lebih nyaman, saja, dan Zain juga gak keberatan akan hal itu, karena sebelumnya Zain memang mau menyuruh Jihan untuk duduk

" Tadi mana yang perlu Abah pertimbangkan sebelumnya?" tanya Jihan masalah yang Zain ceritakan sebelumnya

Zain kemudian membukanya, dan menjelaskan sambil duduk di sandaran tangan kursi yang Jihan duduki

Al dan El mendengar dengan seksama, sama seperti Uminya

Setelah itu Jihan memberi masukan dan mulai memainkan jemarinya di laptop Zain, dengan Zain yang gantian mendengarkan penjelasan dan usulan dari Jihan

Ak dan El sudah mulai tertarik, karena cukup asyik dan lumayan seru, apa lagi mendengar keuntungannya, mereka justru makin tergiur,

Di pesantren IL kini kurir dari resto Uminya sudah menunggu di post satpam sekolah IL, sambil menunggu jam pulang sekolah IL, karena kalau di pondok akan sulit untuk bertemu dengan IL, karena peraturan yang sangat ketat

Sesaat kemudian Il keluar dari gerbang, dan di tahan oleh sang kurir yang sering kali berjumpa dengan Il karena kiriman dari Uminya

" Okey makasih.. " ucap Il setelah menerima

1
Fiqi Ilham
iya tu il gak perna nogol
Kodam
keren
Bunda Murniati
IL nama lengkapnya siapa
Sabilnur Alif
Masya Allah, subhanallah cerita yg bnr"bnyk hikmah nya buat kita..apakah msh lanjutt??
Sabilnur Alif
nahh mampus kan loo ell
Sabilnur Alif
ya Allah..pantes ajj si IL kaga ada cerita dlm keseharian keluarga Zain..ternyata di sembunyikan oleh Jihan..tp Alhamdulillah semua kebongkar dgn lamaran nya Al
Sabilnur Alif
Luar biasa
Sabilnur Alif
Allah hu Akbar
Sabilnur Alif
Jihan juga nga pernah bahas soal il yahh sama zainn..🤦🤦🤔
Sabilnur Alif
ccerrittaa iillll lenyaapp di telan tamatttt🤣🤣
Sabilnur Alif
mmaattii anak aayyaaammm🤣🤣
Sabilnur Alif
aqu kagum banget sma sosok Jihan🤗🤗
Sabilnur Alif
🤣🤣🤣 perut aqu sakit lluur.keyawa sendiri.dgn kocak nya tmn"si El🤣
Sabilnur Alif
hhallloo bbroo 🤣,gmna cerita nya jd di jodohkan si Al Ama si zula..🤣🤣🤣nasib si El gmna..udh cerita si IL Ampe tamat jgn ada cerita nya..tohh kaga ada yg perduli juga
Sabilnur Alif
kaga seru cerita jodoh dunia akhirat
Sabilnur Alif
lg kumpul tuh keluarga Zain..tp yg di bahas Al El..si IL kaga di bahas"bahkan kaga di rindukan dr keluarga Zain..si Zain si Al si El..kaga rindu apa yahh🤦🤦
Sabilnur Alif
si IL kaga da cerita nya sma sekali lluurr🤣🤣🤣yg ada cerita si zula..yg tiba"..🤦🤦🤦luur lurr cerita nya yg sejelas..udh terlanjur jauhh di ikutin nihh😬😬
Sabilnur Alif
yyee hebat Yasmin...
Sabilnur Alif
muter"gini ceritanya lluurr🤦🤦🤦
Sabilnur Alif
thoorr cerita il kmnaaa..nga ada di bahas "nya sma si Zain??yg di bahasa allllll eelllll juga sma keluarga nya..sedangkan si iiillll kaya anak yg udh di buang,tanpa harus di ingat🤦🤦🤦
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!