Helena berjuang untuk mendapat hati Edgar, tetangganya. Mencuri perhatian saat pria itu menjadi dosen tamu di kampus, bertingkah lucu saat weekend, atau mencoba melakukan segala cara agar bisa berbicara dengan pria itu.
Apakah Edgar akan luluh?,
Tapi, kenyataan pahit harus diterima Helena. Saat mengetahui bahwa Edgar adalah mantan ibunya.
Bagaimanakah Helena menata Hati saat merelakan Edgar menikahi ibunya.
Helena memilih kuliah di luar negeri, sampai suatu saat kembali...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sweet and dream, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 16
Edgar pulang sore ,tak sengaja melihat Helena juga baru pulang .Helena menoleh ke arah mobil Edgar yang memasuki pagar rumahnya .
Gadis itu beberapa waktu belakangan ,mulai mencoba mendekatinya .Gadis itu akan mengetuk pintu saat sore hari ,entah membawakan makanan atau sekedar camilan hasil eksperimennya .
Dia senang gadis itu sering datang ke rumahnya .Alex juga kadang ,menawarinya untuk belajar main gitar .Gadis itu akan mulai sedikit lebih lama menemaninya di sofa sambil bernyanyi diiringi gitar oleh Edgar .
Seperti bernostalgia ,Sandra mempunyai suara yang bagus di masa lalu .Helena pun sama ,mereka punya pertalian darah .
Edgar bergegas membersihkan diri sepulang dari kantor. Kini dia sudah mengenakan pakaian kasual ,baju kaos hitam dan celana pendek.
Sore ini setelah membersihkan diri Lena juga berencana akan ke rumah Edgar .Membawakan kue coklat yang parutan kelapa muda batang ,eksperimen terbarunya .Hari-hari memang begitu melelahkan bagi Helena ,dengan kehadiran Edgar Dia memiliki teman baru .Sekaligus memang dia menyukai pria itu.
Sebelum pulang ke rumah Helena sempat mampir ke Swalayan ,kelapa yang sudah diparut yang dikemas dalam packaging cantik dan coklat batangan.
Dia mulai membuat eksperimen cemilan Coconut Bounty Bar. Saat scroll di YouTube reels, ada reels yang lewat. Sebuah channel suami istri yang menggunakan bahasa Inggris, suaminya menemukan kelapa yang sangat banyak di mobil.
Suaminya membuat berbagai olahan dari Coconut, Ada Coconut oil, Coconut rise and Coconut Bounty.
Pukul 18.30, Helena mengenakan pakaiana Piyama sambil tersenyum. Jujur baru habis mandi, karena membuat Coconut Bounty agak trial and error.
Helena memakai parfum, memoles wajahnya dengan make up tipis, khusus bibir cukup lipserum yang mendekati warna bibir supaya lebih natural. Apa Edgar akan menyukai makanan bukannya?
Helena harus siap dengan sikap pria dewasa itu, agak dingin. Helena yang sedikit rewel kadang membuat Edgar kewalahan menghadapi anak itu. Dila pasti tidak akan menyangka bahwa sahabatnya yang biasanya agak calm bisa bertingkah begitu saat bersama Edgar.
"ding dung" suara bel berbunyi, Edgar sudah bisa menebak siapa orang yang memencet bel.
Siapa lagi kalau bukan Helena. Satu bulan terkahir setidaknya 2-3 kali per minggu, di jam yang hampir sama.
"Hi uncle, nich Helena ada bawa Coconut Bounty" Edgar dengan wajah jengah mempersilakanya masuk.
"Uncle harus coba" Helena membukakan toples yang berisi coconut Bounty.
Edgar agak jengah, bukan tanpa alasan terkahir kue buatan Helena membuatnya diare.
"Di jamin aman" senyum Helena membuat Edgar tak tega untuk menolaknya
"Let's see" Edgar mulai dengan satu gigitan, wajahnya agak risih.
Entah akan berasa apalagi ini. Edgar jadi ingat, Helena pernah membawakan nya cheese cake yang pahit karena dikasih soda begitu banyak. Helena beralasan, dia ingin Edgar jadi yang pertama mencicipi. Helena cukup membuatnya berlatih kesabaran sekaligus uji nyali.
"Gimana uncle??? " Helena menunggu dengan rasa penasaran.
Helena sebetulnya menunggu sebuah Pujian, tapi edgar bukanlah pria yang pandai memuji.
"Not Bad" Jawab Edgar, mengunyah sampai habis.
Lalu saat Edgar akan mengambil satu lagi Coconut Bounty. Helena menjauh kan ya dari Edgar, dengan ekspresi cemberut
"Bilang aja Enaakkk uncle, not bad.. not bad" ucap Helena
"Iya enaaaak" balas Edgar, berhasil membuat Helena tersenyum bangga
"Ini gak ada tambahan bahan aneh2 kan? " tanya Edgar saat akan menggigit Coconut Bounty yang kedua.
"Udah Helena tambahi Borax sama sianida uncle. Paling Operasi limpa sama usus bocor" ucap Helena dengan ekspresi yang di horor-horor kan
Lalu Edgar menekan perutnya, seolah mulas.
"Aw... " Edgar berhasil membuat Helena yang tadinya mencoba Menjahiliinya, kini khawatir.
"Uncle... Uncle jangan bercanda." Helena mencoba membantu memegangi lengan Edgar
"Aww.. aw haha" Edgar tak bisa menahan tawanya
"Uncle.. gak lucu" kini Helena menoleh kearah lain, merajuk.
"Maaf, maaf" ucap Edgar masih dengan wajah jahiilnya.
Perempuan selalu benar 😆.
Helena, hari ini melihat sosok Edgar yang berbeda. Biasanya pria ituu begitu dingin, dan selalu menasehati seperti bapak-bapak. Helena kadang harus sabar dengan ceramah pria itu, seperti bapak yang ngasih paham anak gadisnya.
"Iya dimaafin, tapi ada syaratnya Uncle" Jawab Helena berbalik menghadapnya"
"Uncle kesini Helena bisikin" lanjutnya
Edgar pun mendekatkan telinganya pada Helena. Wangi manly shampo Edgar bisa tercium oleh indra penciuman Helena.
"Cup" Helena mencium pipi Edgar, membuat pria itu langsung menjauh dan melirik kearah Helena dengan tanda tanya
"Itu tanda terimakasih Aku, karena uncle udah support aku buat eksperimen kue aku" Ucap Helena tersenyum
"uncle kan bilang anggap Helena kayak anak gadis uncle.. gak papa dong di kiss pipi 💋" ucap Helena santai mengambil Coconut Bounty
"Sial" Edgar dalam hati, ia terjebak dengan kata-katanya sendiri.
"kamu udah gosok gigi kan?" tanya Edgar, dia berusaha agar Helena tak melakukan itu lagi dengan mebuat gadis itu kesal
"Ih Uncle... " Helena melempar Edgar dengan. Bantal.
"Mau having Dinner bareng, saya masak agak banyak" tanya Edgar
"Perhatian banget Uncle" ucap Helena menggoda
Mereka berdua berlenggang ke dining table. Edgar membuat
"Pasta Truffle?? wah Uncle tau aja. Helena suka banget... " ucap Helena
Edgar terdiam, Helena pernah cerita bahwa dia suka Pasta Truffle. Sore tadi Edgar bingung ingin masak apa, saat perjalanan ke rumahnya melihat Helena. Jadilah Edgar membuat Pasta Truffle.
"Do you like the flavor? " tanya Edgar pada Helena, sesaat setelah gadis itu menyelesaikan kunyahan pertamanya dengan mata berbinar
Helena mengangguk, lihatlah kepalanya menari ke kiri dan ke kanan.
Edgar sudah menebak akan mendapatkan respon itu, karena Helena tak pernah tidak memuji menu dinner yang dibuatnya.
"Mama bisnis trip uncle, mama bilang sih ajak dila nginep. But sore ini Dila ngasih kabar, dia sama keluarganya ke luar kota ngunjungi abangnya. so... " Jelas Helena
"Kamu beranikan sendiri? " tanya Edgar
"he.. lumayan" Jawab Helena
"Ini perumahan, dan kita bukan related. So, .. " Edgar berusaha menjelaskan bahwa dia tidak bisa menampung Helena
"It's okay uncle, I'm okay" Jawab Helena
"Kamu hubungi saya kalau ada apa-apa" ucap Edgar,
"Aura Bapak-bapaknya kuat banget Uncle" balas Helena cekikikan sambil tangan nya memutar garpu
"Sandra..maksud saya mama kamu, Berapa hari business trip? " tanya Edgar
"2-3 hari uncle" jawab Helena
"Apa an sih uncle, Helena bukan anak kecil" jawab Helena santai
"Helena bolehkan pas sebelum jadwal tidur main kesini dulu sampe jam 20.00 nan uncle, risih juga sih sebetulnya" jelas Helena lagi
"Okay" jawab Edgar
"Bagaimana bisa seyakin itu, Sandra meninggalkan Helena sendirian" Edgar dalam hati.
"Jangan bilang mama ya Uncle kalau dila nggak bisa nemenin. Nanti mama khawatir uncle" pinta Helena.
Akhir nya Edgar tidak berburuk sangka pada Sandra. Sekaligus Edgar bisa melihat sisi dewasa gadis itu yang sering dianggapnya gadis kecil.
🤭
Bintang lima untuk mu. Semangat