Menyakitkan jika mengingatnya, menyedihkan saat menjalaninya, mengecewakan saat melihatnya, itulah cinta.
"Naura ?" ucap orang tersebut memastikan orang dihadapannya ini
"Siapa ? hiks,,, hikss,,," tanyaku tidak mengenali orang yang mengajakku bicara
"Kamu Naurakan ? yang bermain bersamaku saat di panti asuhan ?" tanya anak itu lagi
"Deg !" Bayangan itu muncul, potongan mimpi yang terasa nyata itu hadir. Rasa sakit saat dipukuli oleh wanita yang ku anggap ibu, rasa menyalahkan diri karna tidak patuh, rasa yang menyesakkan dada
"Tidak, aku tidak bermain ke panti asuhan. Aku bukan anak yang nakal... hiks,,, hiks,,, " ucapku sambil menahan sakit diperut, ada perban dikepala menutupi luka yang cukup dalam dan besar serta beberapa lebam yang nyeri diwajahku
Itu semua ku dapatkan dari orang yang ku anggap tulus ternyata palsu, dari seorang yang ku anggap pelindung ternyata penjahat, Cinta dari segala bentuk itu menyedihkan Bukan ? Adakah Cinta yang tulus di dunia ini ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ralia Imutz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 20_ Introgasi
Sepasang sahabat kini sedang duduk berhadapan dimeja sidang, Salah satu menatap dengan intens mencari kebenaran dari penjabaran yang dilontarkan oleh sahabatnya.
“Naura Ayu Safitri, Apakah ucapan yang keluar dari mulut anda adalah benar adanya ?” Tanya Zahra dengan menatap tajam Naura, mereka saat ini berada diruangan dokter bagian anak.
“Beneran Jah, sumpah gua gak tau apa-apa tentang kejadian tadi” ucap Naura
“Bagaimana anda menjelaskan tentang bukti bahwa kalian sedang keluar bersama dari ruangan professor, Apakah Prof. sudah merestu kalian ? atau jangan-jangan kalian memang dijodohkan tapi tidak go public ?” selidik Zahra
“Keduanya tidak ada yang benar, tadi itu hanya kebetulan” sanggah Naura
“Kebetulan ?” Tanya Zahra dengan penekanan
“Iya, kami bertemu diparkiran, kebetulan Prof dan Ayahnya Aydin adalah teman, sehingga kami ngobrol sebentar diruangan Prof. tadi” jelas Naura
“Oowwhhh, sudah bertemu dengan Ayah mertua rupanya” ucap Zahra seperti pembawa acara gossip
“Bukan, bukan Ayah mertua gua kali” ucap Naura
“Oke, sampai sini gua menyimpulkan bahwa kalian adalah jodoh. Orang tua saling kenal, pekerjaan kalian mendukung untuk bekerjasama, dan dia serasi banget sama lo. Viks ! kali ini harus berhasil” ucap Zahra memutuskan
“Zah, jangan jodoh-jodohin gua dong. Bukan jaman siti nurbaya lagi sekarang” pinta Naura karena dia tau jika sahabatnya ini punya satu tekad maka itu akan menjadi bulat sebulat-bulatnya.
“Tuuuk,, tuuk,,, tuuk,,, gua udah ketuk palu ! So, byby… gua mau bertugas” ucap Zahra segera berdiri dan keluar dari ruangan tersebut
“Jah !!! Haih, semoga saja tu anak gak terlalu ekstrim dengan tekadnya” gumam Naura tidak berhasil mengejar Zahra
Naurapun bersiap dan menjalankan tugasnya untuk memeriksa keadaan beberapa pasien rawat inap pagi ini. Sementara itu seseorang sedang gundah untuk memastikan sesuatu…
“Dimana laki-laki itu sekarang” gumam Zahra sambil melangkah
“Aku harus memastikan sesuatu” batinnya sampai dia melihat seseorang di ujung lorong
“Hah, perawakannya seperti orang yang ku cari” gumam Zahra segera bersembunyi, kebetulan didekat sana ada panrty yang biasanya jarang digunakan ketika jam kerja seperti ini
“Hm, gua cegat lo !” batin Naura sesekali mengintip dan bersiap disamping pintu
“Taaak,,, taak, taaak,” suara langkah kaki semakin mendekat
“Haaap ! Sini lo” ucap Zahra segera menarik kerah baju orang tersebut dan membekap mulutnya
“Jangan ngelawan. Gua orang baik” ucap Zahra
“Mana ada orang baik main sekap kek gini” batin orang yang dipojokkan saat ini
“Aydin Ilker Murat, jawab pertanyaan gue dengan jujur !” ucap Zahra sambil membaca nametag yang tertempel di jas Aydin
“Hem ? Kamu Zahra temennya Naurakan ?” Tanya Aydin yang akhirnya bisa berbicara
“Ya, lo kenal gua kan ? wah ternyata gua emang famous ya dirumah sakit ini” ucap Zahra bangga
“Hehehe, ya jelas kenal lah. Kan kamu yang ganggu pagiku tadi!” batin Aydin hanya bisa tersenyum kikuk
“Oke kembali ke topik. Lo pagi tadi ngapain berduaan dengan Naura ?” Tanya Zahra
“Hanya mengobrol” jawab Aydin
“Kenapa kalian keluar dari ruangan Prof. Dwi bersamaan ?” Tanya Zahra lagi
“Karena kita mengobrol disana” ucap Aydin
“Lo kenalkan sama Ayahnya Naura. Lo mau deketin Naura karena mau dekat dengan Prof. Dwi yakan ?” selidik Zahra sambil menatap tajam Aydin dengan mata melotot
“Aku baru kenal sama Prof. Dwi hari ini setelah Ayahku mengenalkan beliau” ucap Aydin
“Owh, Lo suka dengan Naura ?” Tanya Zahra kemudian
“Hm, sepertinya iya” jawab Aydin berpikir sejenak
“Lo cinta sama dia ? lo menyukainyakan ?” Tanya Zahra memastikan
“Aku gak tau apa aku cinta atau tidak, jika suka mungkin ya karena aku tertarik dengan sikap tegas dan lembutnya secara bersamaan” Jawab Aydin
“Haih, jawab yang pasti dong ! Lo suka berarti lo sayang dan lo cinta sama dia. Benerkan ?” Tanya Zahra mendesak
“Hm, aku tidak tau. Apakah jika merasa tertarik dan ingin selalu menemuinya itu cinta ?” Tanya Aydin
“Haissh,,, nih anak polos banget ternyata” gumam Zahra
“Gua ganti pertanyaan gua. Ketika lo ketemu Naura apa detak jantung lo lebih cepat berdetak ?” Tanya Zahra
“Ya, hampir 200 bpm. Apa gua kena penyakit ya?” Tanya Aydin
“Next, Kalau lo lihat senyum dia apa yang lo rasakan ?” Tanya Zahra tidak menanggapi pertanyanan Aydin
“Saat dia senyum aku merasakan kehangatan senyuman itu, terkesan lembut, tulus dan manis. Aku selalu menunggu senyuman selanjutnya” ucap Aydin
“Oke, pertanyaan selanjutnya apa lo ada niat buat nyakitin Naura ?” Tanya Zahra
“Tidak, aku tidak ingin menyakiti siapapun. Apalagi jika itu Naura” ucap Aydin
“Baguslah kalau begitu. Semangat !” ucap Zahra kemudian meninggalkan Aydin yang kebingungan
“Semangat ?” gumam Aydin yang masih tersandar didinding saat di introgasi tadi
“Oh ya, tolong ambilin hasil rontgen buat Verrel. Terus antarkan kebangsal rawat mawar ya” ucap Zahra tiba-tiba masuk kembali
“Astagfirullah, iii… iya” ucap Aydin kaget saat kepala Zahra tiba-tiba muncul dari balik pintu
“Siiip !”Ucap Zahra mengacungi jempol kemudian menghilang kembali
“Eh, kok gua ngiyain ya ? kan gua harus periksa pasien yang baru datang” gumam Aydin
“Haih, sudahlah. Lakukan saja dengan cepat” ucapnya sambil bergegas
Aydinpun melangkah, setelah mengambil hasil rontgen diapun segera menujur bangsal Verrel dirawat. Nampak dari kejauhan ada seorang dokter yang sedang berada disamping ranjangnya.
“Permisi” ucap Aydin menyapa
“Dokter jelek kenapa disini ?” Tanya Verrel
“Hehe, selamat pagi Verrel. Dokter hanya ingin mengantarkan ini, hasil rontgen kamu” ucap Aydin
“Apa ada keluhan lain ?” Tanya Naura mendekat
“Eh, em anu… aku juga belum memeriksanya” ucap Aydin menjadi gugup
“Ayo buka dan jelaskan” ucap Naura yang penasaran
“Em ya, jika dilihat disini Varrel tidak mengalami luka dalam lainnya karena terjatuh dari tangga. Memar dan luka yang ada memang sedikit lambat untuk sembuh karena sel darah verrel memang sedang bermasalah. Untuk lebih jelasnya mungkin nanti siang ibu bisa keruangan saya ya” ucap Aydin mengingat hasil tes darah Verrel akan keluar siang ini
“Syukurlah jika tidak ada yang lainnya, setidaknya kami bisa fokus untuk menyembuhkan yang ada” ucap Ibu Verrel merasa lega
“Sudah jam sembilan, saya pamit dulu untuk pergi bekerja. Mungkin nanti akan ada neneknya yang menjaga. Permisi” pamit sang ibu terburu-buru
“Dokter Jelek, Apa Verrel akan sembuh ?” Tanya Verrel
“Ya, Verrel akan sembuh jika rajin minum obat dan patuh sama dokter boy” ucap Aydin
“Dokter apa pengobatan Verrel mahal ? Ibu setiap hari pulang malam untuk bekerja, Verrel tidak ingin menyusahkan ibu dan ingin membuat ibu bahagia” ucap Verrel
“Verrel anak baik. Ibu kamu pasti bangga dengan kamu” ucap Aydin lembut
“Bagaimana kondisinya ?” Tanya Aydin pada Naura yang hanya diam dari tadi
“Em, anu memar dan lukanya sudah mulai pulih” ucap Naura grogi karena kedapatan sedang memandang Aydin
“Syukurlah, kalau begitu saya permisi dulu. Untuk memeriksa pasien yang lain” ucap Aydin
“Ya” jawab Naura sambil mengangguk
“Ketulusan itu…” batin Naura saat mengingat pandangan Aydin
“Kakak cantik, Kakak…” Panggil Verrel namun tidak mendapat sahutan
“Kakak cantik, Verrel ini mainan itu” ucap verrel lagi sambil menggoyangkan tangan Naura
“Eh iya, ini sayang mainannya” ucap Naura kaget
“Dokter ini boneka untuk perempuan, Verrel ingin robot itu” tunjuk Verrel
“Eh iya, maaf… ini dia….” Ucap Naura tersenyum kikuk karena ketahuan sedang melamun
.
.
.
See you next episode ya 😉~~~
Jangan lupa tinggalkan jejak 👣
Thanks All ✨✨✨
tak enteni iki🤭
meski menanti sedikit membuat hati galau😬
Akhirnya
sama2 tua kekanak kanakkan sumua