NovelToon NovelToon
Suamiku Spesial

Suamiku Spesial

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Fantasi / Perjodohan
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: gigiwww

Liora terpaksa menandatangani perjanjian pranikah dan dinikahkan dengan Alexander, seorang pria berkebutuhan khusus yang diasingkan keluarganya di sebuah desa terpencil. Ia pun pergi ke desa itu untuk merawat suaminya yang asing baginya. Namun, semakin lama merawat Alex, Liora mulai menyadari ada keanehan dan ketakutan dari warga sekitar terhadap pria itu. Ia pun curiga, jangan-jangan Alex tidak seperti yang terlihat. Di balik keterbatasannya, Alex ternyata menyimpan rahasia besar yang menjadi alasan keluarganya membuangnya. Liora kini harus mengungkap kebenaran di balik pengasingan suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gigiwww, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27: Undangan ke Desa Sebelah

Hari-hari berlalu dengan tenang setelah malam pertemuan rahasia itu. Liora tidak pernah membicarakan apa yang ia lihat. Ia memilih untuk diam, menunggu waktu yang tepat untuk mencari tahu kebenaran. Namun, di balik sikapnya yang tenang, ada rasa penasaran yang terus menggerogoti pikirannya.

Alex kembali menjadi Alex yang biasa—polos, ceria, dan suka bermain Lego. Ia tidak menunjukkan tanda-tanda bahwa ia telah melakukan sesuatu yang mencurigakan. Liora mulai berpikir, mungkin ia terlalu banyak berimajinasi. Mungkin Alex hanya bertemu dengan salah satu pekerja peternakan.

Tapi hatinya masih belum sepenuhnya tenang.

Pada suatu pagi, saat Liora sedang menyiram tanaman di halaman depan, ia melihat Rama berjalan mendekat dari arah peternakan. Pria tua itu tersenyum ramah, tetapi ada sesuatu di wajahnya yang terlihat bersemangat.

"Selamat pagi, Nona Liora," sapa Rama.

"Selamat pagi, Pak Rama. Ada apa?" tanya Liora.

Rama berhenti di depan pagar. "Saya ingin menyampaikan kabar baik, Nona. Desa sebelah sedang mengadakan syukuran pertanian. Acaranya akan diadakan malam ini, dimulai sekitar pukul tujuh malam. Mereka mengundang semua petani dan warga sekitar, termasuk Tuan Alex dan Anda."

Liora mengangkat alis. "Syukuran pertanian?"

"Iya, Nona. Ini adalah acara tahunan. Mereka merayakan hasil panen yang melimpah. Ada pertunjukan musik, makanan tradisional, dan berbagai permainan. Biasanya acaranya sangat meriah."

Liora mendengar suara langkah kaki dari dalam rumah. Alex muncul di ambang pintu, matanya berbinar mendengar percakapan mereka.

"Rama! Ada acara? Acara apa?" tanya Alex dengan penuh semangat.

Rama tersenyum. "Syukuran pertanian, Tuan Alex. Ada pertunjukan dan makanan enak."

Mata Alex semakin berbinar. "Liora! Liora, kita harus pergi! Alex ingin melihat!"

Liora memandang Alex. Ia melihat kegembiraan di wajah Alex. Sudah beberapa hari ini Alex hanya di rumah, bermain Lego dan menonton televisi. Mungkin ini adalah kesempatan yang baik untuk mengajaknya keluar, untuk melihat hal baru.

"Pak Rama, acaranya tepatnya di mana?" tanya Liora.

"Di lapangan desa sebelah, Nona. Hanya sekitar tiga puluh menit berjalan kaki dari sini. Jika kalian ingin pergi, saya bisa mengantar kalian," jawab Rama.

Liora mengangguk. "Baik, Pak Rama. Kami akan pergi. Terima kasih undangannya."

Rama tersenyum. "Baik, Nona. Saya akan kembali menjemput kalian sekitar pukul setengah tujuh nanti. Pastikan kalian sudah siap."

Rama lalu berbalik dan berjalan pergi, meninggalkan Liora dan Alex di halaman.

Alex melompat-lompat kegirangan. "Liora! Kita akan pergi ke syukuran! Alex sangat senang!"

Liora tersenyum melihat antusiasme Alex. "Ya, Alex. Tapi kita harus mempersiapkan diri. Nanti malam kita akan pergi."

---

Mereka menghabiskan sisa hari dengan berbagai persiapan. Liora mandi lebih awal dan memilih pakaian yang sederhana tetapi rapi—kemeja putih dan celana panjang berwarna krem. Alex juga berganti pakaian dengan kemeja flanel biru muda dan celana jeans.

Sekitar pukul setengah tujuh, Rama datang menjemput dengan mobil pikap kecil. Liora dan Alex naik ke belakang, dan mereka berangkat menuju desa sebelah.

Perjalanan menuju desa itu cukup menyenangkan. Pemandangan di sepanjang jalan adalah sawah-sawah yang luas, dengan padi yang mulai menguning. Angin malam berembus pelan, dan aroma tanah basah memenuhi udara.

Sesampainya di desa, Liora melihat sebuah lapangan luas yang sudah diterangi oleh lampu-lampu gantung berwarna-warni. Di tengah lapangan, terdapat sebuah panggung kecil yang dihiasi dengan janur dan bunga. Banyak orang sudah berkumpul, duduk di atas tikar atau berdiri mengelilingi panggung.

Suara musik tradisional terdengar dari panggung, dan beberapa penari mulai menampilkan tarian daerah. Suasana sangat meriah, penuh dengan tawa dan canda.

"Wah! Lihat, Liora! Ada penari!" seru Alex dengan matanya berbinar.

Liora tersenyum. "Iya, Alex. Mereka sedang menari."

Rama mengantar mereka ke sebuah tempat duduk di dekat panggung. "Kalian bisa duduk di sini. Saya akan mengambil beberapa makanan untuk kalian."

Alex duduk dengan penuh semangat, menatap panggung dengan mata yang tidak berkedip. Liora duduk di sampingnya, merasa sedikit lebih tenang.

Tak lama kemudian, Rama kembali dengan membawa beberapa piring berisi makanan—nasi, ayam goreng, sayur, dan berbagai kue tradisional.

"Ini makanan khas desa, Nona," kata Rama.

"Terima kasih, Pak Rama," kata Liora.

Alex tidak sabar untuk mencoba. Ia mengambil sepotong ayam goreng dan menggigitnya. "Enak! Ayamnya renyah!"

Liora tertawa. "Makan yang banyak, Alex."

Mereka menikmati makanan sambil menyaksikan pertunjukan. Liora sesekali melihat sekeliling—anak-anak berlarian, orang dewasa mengobrol, dan para penari terus menampilkan tarian yang indah.

Namun, di tengah keramaian itu, Liora melihat sesuatu yang membuat hatinya berdegup lebih cepat.

Di sudut lapangan, di bawah sebuah pohon besar, ia melihat seorang pria sedang berdiri. Pria itu mengenakan setelan jas hitam, dan ia sedang mengobrol dengan beberapa orang yang berpakaian rapi.

Pria itu bukan warga desa.

Liora menajamkan pandangannya. Tiba-tiba, ia teringat sesuatu. Sosok itu... bukankah itu pria yang sama yang ia lihat saat Alex bertemu di tengah malam beberapa hari lalu?

Liora menahan napas. Siapa pria itu? Dan mengapa ia ada di desa ini?

Ia menoleh ke arah Alex. Alex sedang fokus menonton panggung. Tapi Liora melihat sedikit perubahan di wajah Alex—matanya menyipit, dan rahangnya menegang.

Seolah Alex juga menyadari kehadiran pria itu.

Liora ingin bertanya. Tapi ia menahan dirinya.

Malam itu, di tengah keramaian syukuran pertanian, Liora merasakan ada sesuatu yang lebih dalam yang sedang terjadi. Dan ia bertekad untuk menemukan jawabannya.

1
Ilfa Yarni
oooo jadi gitu tp syukurlah udah ga ada rahasia lg diantara mereka dan jg bisa bersikap sebagaimana mestinya dan skr kalian bisa menghadapi masalah bersama2
Ilfa Yarni
aku jg penasaran bukan km saja liora
wulaniii
gais like dan komen kalo bisa tonton yah biar dapet komisi 🤣
Alia Chans
Hadir Thor, penasaran banget ama lanjutan nya ...🤭🤭

saling support sabi kali😉
Muhajir Al musyaffa
halo kak aku punya karya loh mampir yu kak😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!