NovelToon NovelToon
ALAM SEBELAH

ALAM SEBELAH

Status: tamat
Genre:Horor / Supernatural / Roh Supernatural / Dunia Lain / Penyeberangan Dunia Lain / Mata Batin / Tamat
Popularitas:4.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: hendra dwi maulana

Namanya Darto.
Anak yang terlahir sungsang, bahkan matanya sudah terbuka saat baru keluar dari rahim ibunya.

Terlahir dari keluarga yang berbeda, membuatnya memiliki takdir yang tidak biasa.


Kisah perjalanan hidup penuh misteri, seorang bocah menuju dewasa hingga dia memenuhi takdirnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hendra dwi maulana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MALAM KE 5

"Mbah, Darto tidur dulu ya Mbah, Si Mbah belum ngantuk?" tanyaku kepada Simbah Kakung yang tengah duduk bersila sembari terus berdzikir dan memainkan tasbih di tangan kananya itu.

"Iya Dar, kamu tidur dulu, Kakung belum ngantuk," ucapnya singkat kemudian melanjutkan dzikirnya.

Mendengar itu, aku langsung membalut tubuhku dengan sarung, kemudian duduk bersandar di batang pohon di dekat api. Perlahan pandanganku mulai kabur, hingga tiba mataku sepenuhnya terpejam, kembali jiwaku terbawa ke dalam alam gelap itu.

"Nak.." suara laki-laki dari tengah kegelapan menggema begitu nyaring menembus kesunyian.

"Siapa?" suaraku teriak di dalam kegelapan, kali ini aku bisa mendengar suaraku sendiri berbeda dari saat yang lain.

Pertanyaan dariku tidak pendapat jawaban, hanya saja tiba-tiba muncul setitik cahaya dari kejauhan. Cahaya itu seakan mendekat, cahaya itu berangsur membesar dan terus membesar hingga terlihat bentuknya seperti manusia ketika berada tepat di hadapanku.

Samar terlihat lelaki tua yang tengah berjalan membungkuk dengan punuk di punggungnya. Jenggot putih miliknya panjang sekali hingga menyentuh tanah. Tangan kanannya membawa sebuah tongkat, ia gunakan untuk tambahan pijakan saat berjalan. Tongkatnya terbuat dari ranting yang aneh, dengan ujung atas berbentuk seperti kepala ular.

"Oh Aku tau siapa kamu, kamu pasti adiknya si Darmin ya?" suara laki-laki tua itu begitu menggema hingga telingaku mendengung.

"Bisakah Kakek pelankan suara Kakek?" jawabku sembari menutup kedua telinga.

"Ahahahahaha Kakak sama Adik sama saja, di mana Kakakmu nak?" tanya lelaki tua itu dengan nada yang sudah terdengar pelan.

"Namaku Darto kek, Darmin bukan Kakakku, tapi Bapakku, dan Bapak sudah lama meninggal. Sebenarnya siapa Kakek?" jawabku sembari meniup lubang di antara telapak tangan yang tengah mengepal, dilanjut menempelkan kepalan tangan itu ke telinga untuk menghilangkan suara dengung.

"Apa! Apa benar sudah selama itu aku di abaikan sama dia? Berapa umurmu, Nak? Dan bagaimana Bapakmu meninggal? Kamu tidak perlu tau namaku Nak, karena namaku juga banyak sekali. Setiap orang yang membawa batu ini selalu memberikan nama baru, aku lebih nyaman dipanggil kakek olehmu Nak"

"Baik Kek. Bapak meninggal ketika aku berusia empat tahun Kek, dan sekarang Aku sudah berumur 15 tahun, aku tidak tau jelasnya, tapi kedua Si Mbahku berkata jika Bapak meninggal setelah bertarung dengan pemilik rawa lumpur"

"Bapakmu Kalah sama buto ireng?"

"Buto ireng? Itukah nama si pemilik rawa kek?"

"Iya nak, Dia memang kuat, karena sudah makan tumbal bahkan sejak masih ada kerajaan di tanah sini,"

"Apa Kakek kenal sama Buto Ireng itu?

"Hahaha Aku bahkan sudah tua, ketika dia lahir, aku benar-benar ingin melihat seperti apa dia sekarang. Nak, hati-hati pocong merah terus ikutin kamu sedari kalian keluar desa!" ucap Kakek itu dengan wajah serius

"Pocong merah? Apa dia dekat kek?"

"Yah enggak mungkin si dia mendekat selama ada pria putih itu di sampingmu"

"Boleh Darto tanya sesuatu Kek?"

"Silahkan mumpung kita masih disini, sebentar lagi laki-laki tua serba putih itu juga bakalan bangunin kamu, karena di luar hampir masuk sepertiga malam," nadanya ketus, sepertinya penunggu batu ini tidak menyukai Simbah Kakung.

"Kenapa dulu Kakek ikut Bapak?" tanyaku penasaran.

"Kalian mungkin tidak tau siapa aku, tapi aku tau siapa leluhur sedarah kalian. Yang jelas, bahkan raja manusia dan raja jin pun harus membungkuk jika bertemu dengan Leluhurmu,"

"Apa seistimewa itu Kek? Lalu apa tujuan Kakek?"

"Aku cuma mau ikut saja, aku pengen lihat pertumbuhan keturunan temanku, tapi si Aki-Aki serba putih itu menghalangiku untuk ikut bersama Bapakmu. Tapi yah untungnya aku bisa ketemu lagi sama Anaknya, di tambah di bandingkan dengan Bapakmu auramu lebih mirip dengan aura yang temanku punya selama dia masih hidup, mungkin kamu orang yang selama ini aku tunggu, Nak!"

"Lalu? Kenapa Kakek membuat seisi pesantren kesurupan padahal katanya cuma mau lihat pertumbuhan bapakku?"

"Setelah bapakmu memungut batu ini atas bisikan dariku, Aku senang sekali bisa melihat manusia lagi. Mungkin sudah ratusan tahun aku terkurung di dalam batu, di tengah hutan belantara sebelum bertemu ayahmu, ya bisa di bilang aku cuma usil Nak hehehe,"

Mendengar jawabannya aku benar-benar di buat bingung, apakah memang mahluk halus senakal itu? Hanya iseng tapi satu pesantren kesurupan?

"Sudahlah Nak, Masih banyak waktu yang kita punya, kembalilah, waktu disini dan di sana berbeda, jangan terlalu lama masuk ke alam ini. kalau begitu Kakek pergi dulu nak, jaga dirimu. Assalamualaikum," ucapnya sembari meninggalkan diriku dan kembali menghilang.

"Deg.. deg..!" suara jantungku berdegup cukup cepat, baru kali ini aku mendengar sosok mahluk halus mengucap salam.

'Apakah dia muslim? apakah dia tidak jahat?' gumamku dalam hati.

"Wa-Wa'alaikumsalam," jawabku masih terbata.

Setelah kesadaran mulai kembali, lirih kudengar suara Kakung memanggil namaku.

"Dar.. Darto, Ayo kita sahur."

"Njih Mbah Kakung?!" jawabku sembari mengerjap mata karena masih belum begitu sadar setelah tertidur.

"Sudah ketemu?"

"Apanya Kung?"

"Aki-Aki yang tinggal di batu itu," jawab Kakung sembari menunjuk gantungan kalung yang aku kenakan

"Oh.. Sudah Kung, Dia banyak cerita, dan katanya dia teman dari leluhur, Kung,"

"Pantas... Dia minta syarat atau apapun nggak Dar?"

"Mboten Kung, dia cuma bilang mau ikut, dan dia juga mengucap salam, apa dia muslim ya Kung?"

"Baguslah kalo tidak minta syarat, dan bagus juga kalau dia muslim. Jadi nanti enggak perlu repot nyuruh dia mengucap syahadat. Semoga dia enggak lagi kaya waktu dulu, yang tiba-tiba jingkrak-jingkrak sambil teriak 'aku bebas aku bebas' terus menerus, sampai-sampai seisi pesantren kesenggol dan kesurupan"

"Oh jadi gara-gara dia jingkrak-jingkrak ya Kung sampai seisi pesantren kesurupan? Hahaha!"

"Iya Dar emang aneh itu aki-aki di dalam situ, mungkin saking lamanya dia sendiri,"

***

Sahur, sholat subuh, bersiap sudah selesai kita lakukan, dilanjutkan kembali perjalanan kami membelah antah berantah. Sekarang kita sudah masuk ke dalam hutan yang sangat lebat, bahkan cahaya matahari tidak di perbolehkan masuk oleh daun yang berkerumun di atas kepala kami. hingga membuat siang hari terasa seperti pagi buta ketika matahari belum sepenuhnya tampak.

Terus berjalan, kami berdua hanya beristirahat ketika hendak melakukan sholat ataupun beristirahat tidur di malam hari. tak terasa sudah lima hari kita berjalan terus menerus membelah hutan belantara tanpa bertemu satupun manusia.

Rasa kantuk dan lelah tergambar jelas dari kantung mata Kakung yang sudah menghitam, aku tau dia tidak tidur sedari awal kita melakukan perjalanan, entah karena menjagaku, atau memang dia sudah biasa tidak tidur dalam perjalanan aku benar-benar tidak tau.

"Dar, kita istirahat disini ya, Kakung capek,"

"Njih Kung, biar Darto yang cari kayu bakar, Kakung istirahat dulu saja,"

Sembari mencari kayu kulihat jemari keriput itu terus bertasbih dengan tubuh yang ia sandarkan ke batang pohon besar di belakangnya. Matanya berkedip pelan seakan berat sekali untuk terus menjaganya tetap terbuka. Bagaimana tidak mengantuk? hari sudah malam, empat malam dia tidak tidur, dan melakukan perjalanan ketika berpuasa di usia yang tidak muda lagi. Dia sungguh sosok yang kuat melebihi apa yang ada dalam gambaranku.

"Dar, Kakung tidur sebentar ya, kalau ada apa-apa bangunkan saja," ucapnya kemudian kembali menyandarkan tubuhnya ke pohon itu. dengan mata merah yang terlihat sangat lelah.

"Njih Kung," ucapku menyanggupi permintaanya. Padahal aku tidak tau kenapa simbah terus terjaga hingga empat malam.

Dan benar saja, baru terlelap berapa detik, baru juga Kakung berhenti berdzikir. Seketika itu juga suara riuh ramai seperti pasar tiba-tiba terdengar dari berbagai penjuru, seakan mereka menunggu kesempatan, kesempatan untuk menghampiri ketika lantunan Dzikir terhenti.

Bersambung,-

1
Tini Nurhenti
/Sob//Sob//Sob//Sob/
Yunita chann
aku sampe sesek nangis.. bayangin jadi Darto... sedih banget sih ceritanya... sahabatnya diambil satu satu
Fitriputri
hadirr ,di perujung tahun 2025
kyknya seru nihh alur ceritanya 👍☺️
TN ZAKI
👍👍🙏🙏🙏🥰
TN ZAKI
🙏🙏🙏🥰🥰👍👍👍👍
Sweett SumMina
Lumayan
Puput Sundari
Luar biasa
mary dice
nunggu orang bermahkota sampai habis ternyata hanya mimpi hik
mary dice
thor ketika dapat melihat'mereka' tapi tak sebaliknya hantu terhipnotis gitu....merinding
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐
𝙸𝚗𝚗𝚊𝚕𝚒𝚕𝚕𝚊𝚑𝚒 𝚠𝚊'𝚒𝚗𝚗𝚊 𝚒𝚕𝚊𝚒𝚑𝚒 𝚛𝚊𝚊𝚓𝚒𝚞𝚞𝚗 ....
𝙳𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚔𝚎𝚗𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗: 𝙃𝙀𝙉𝘿𝙍𝘼 𝘿𝙒𝙄 𝙈𝘼𝙐𝙇𝘼𝙉𝘼. 𝙿𝚎𝚗𝚞𝚕𝚒𝚜 𝚑𝚘𝚛𝚘𝚛 𝚜𝚎𝚓𝚊𝚝𝚒: 𝘼𝙇𝘼𝙈 𝙎𝙀𝘽𝙀𝙇𝘼𝙃.
𝚃𝚐𝚕 17 𝘖𝘬𝘵𝘰𝘣𝘦𝘳 2024, 𝘱𝘶𝘬𝘶𝘭 19.00.

𝘚𝘦𝘮𝘰𝘨𝘢 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘢𝘮𝘢𝘭 𝘪𝘣𝘢𝘥𝘢𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘪𝘵𝘦𝘳𝘪𝘮𝘢, 𝘥𝘪𝘢𝘮𝘱𝘶𝘯𝘪 𝘴𝘦𝘨𝘢𝘭𝘢 𝘥𝘰𝘴𝘢, 𝘥𝘪𝘵𝘦𝘮𝘱𝘢𝘵𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪 𝘵𝘦𝘮𝘱𝘢𝘵 𝘵𝘦𝘳𝘣𝘢𝘪𝘬, 𝘬𝘩𝘶𝘴𝘯𝘶𝘭 𝘬𝘩𝘢𝘵𝘪𝘮𝘢𝘩. 𝙰𝚕𝚕𝚊𝚑𝚞𝚖𝚖𝚊 𝚊𝚖𝚒𝚗.

𝙎𝙚𝙡𝙖𝙢𝙖𝙩 𝙟𝙖𝙡𝙖𝙣, 𝙧𝙚𝙠𝙖𝙣, 𝙨𝙖𝙝𝙖𝙗𝙖𝙩, 𝙖𝙙𝙞𝙠, 𝙩𝙚𝙢𝙖𝙣 𝙗𝙚𝙧𝙘𝙖𝙣𝙙𝙖 𝙥𝙖𝙡𝙞𝙣𝙜 𝙢𝙚𝙣𝙮𝙚𝙣𝙖𝙣𝙜𝙠𝙖𝙣.

𝘼𝙡𝙛𝙖𝙩𝙞𝙝𝙖𝙝 ....
Luis Refualu: adakah yang bisa cari tahu keluarga nya dan coba di bukukan karyanya ini, mau sekali koleksi karya beliau ini🙏🙏🙏
RIP Bang Hendra🙏
total 7 replies
Ricka Monika
kalo di Medan namanya beguganjang,kalo di Jawa gendoruwo
Karina
sutradara raden kian santang apa baca cerita ini ya,terlalu mirip untuk d katakan suatu kebetulan...
Karina
adikku lahir sungsang,jg udah d sunat dr dlm rahim,memang punya kelebihan,ba ngobati orang sakit,bs mengusir jin,ingat waktu SMP ada orng mau bersihkan mas batangan yg d isi jin,karna setiap mau d jual berubah jd batu kali,jd adek yg bersihkan,cm dia pesan,klw masnya d jual klw bs bawa polisi,orgnya ngeyel,plg jual mas langsung d rampok,dia meninggal...
Karina
ilmu baru,soalnya klw lagi ketindih seketika bernafas aja susah...
Sri Ningsih
aku baca min..aku jg ikut mendoakan plus ksih segelas kopi🙏🙏🫢
Sri Ningsih
asik alurnya..keren
Kusnaini Aini
hehehe bisa aja author nih...
Ira_87
menegangkan 😱
Kusnaini Aini
makin penasaran cerita nya thor
Andriani
🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!