NovelToon NovelToon
Aku Hamil Anak Pacarku

Aku Hamil Anak Pacarku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Cintapertama / Tamat
Popularitas:88.6k
Nilai: 5
Nama Author: Revina Willy

⚠️⚠️ NO PLAGIAT!!

UPDATE SETIAP HARI KAMIS & MINGGU JAM 21.00 WIB

Hari-hari bahagia Silvia mendadak hancur begitu saja karena dirinya yang tiba-tiba mengandung anak dari pacarnya.

Di tengah-tengah reputasi buruknya itu, apakah Silvia dapat bertahan?

Yuk pantauin terus ceritanya! 😉

-----

Cerita ini dibuat berdasarkan imajinasi author semata. Jangan lupa untuk like, comment, dan vote ceritanya ya para readers yang budiman..

-----

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Revina Willy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nyonya Alerian?

Nit Nit Nit

"Hm?"

Suara menyebalkan itu terus-menerus berbunyi hingga mengacaukan tidurku. Mataku terasa berat ketika aku mencoba untuk membukanya.

"Alarm?"

Dengan keadaan masih belum sepenuhnya sadar, aku meraba-raba meja yang ada di dekatku untuk mematikan alarm, agar suara yang menyebalkan itu tidak terdengar lagi di telingaku.

Tit

"Ini di mana? Oh iya semalem kan aku nginep."

Kurenggangkan kedua tanganku ke atas. Meski masih merasa mengantuk, aku berusaha agar diriku dapat duduk. Setidaknya rasa kantukku ini akan hilang jika aku tidak berbaring terus.

Karena waktu sudah menunjukkan pukul 5 pagi, aku segera bangkit dari tempat tidur untuk bersiap-siap. Untungnya seragam sekolahku sempat dikirim kesini kemarin. Kalau tidak begitu, aku pasti akan kerepotan saat ini.

"Hoamm.. Ngantuk banget.. Apa aku ga usah sekolah aja ya? Bolos sesekali gapapa kan?"

Seumur hidupku, aku belum pernah sekali pun mencoba bolos sekolah. Sepertinya julukan siswi teladan memang benar-benar cocok untukku.

Namun terkadang, disaat aku merasa mulai lelah akan belajar, sesekali aku juga ingin merasakan yang namanya bolos sekolah. Meski pada akhirnya aku tak benar-benar melakukannya sih.

Setelah selesai mandi dan siap mengenakan seragam sekolahku, sekarang aku tengah sibuk memastikan seragamku sudah rapi atau belum.

Aku berdiri tepat menghadap sebuah cermin besar yang berbentuk oval. Tinggi dan lebar cermin ini hampir sama dengan ukuran tubuhku. Sepertinya cermin ini memang sudah disiapkan khusus untukku.

Kuikat rambut panjangku dengan sebuah scrunchie berwarna cokelat. Karena aku memang tidak suka dengan hal-hal yang merepotkan, aku jadi hanya mengikat rambutku dengan gaya kuncir kuda.

"Udah cantik deh hihi."

Aku tertawa geli melihat diriku yang bertingkah seperti para model di depan cermin. Sejak tadi aku terus berkacak pinggang sambil tersenyum pada bayanganku sendiri yang ada di dalam cermin.

Tok Tok

"Eh buset! Bikin kaget aja!"

Spontan aku berdiri kaku. Sesaat aku lupa kalau pintu kamarku memang sudah terkunci dari dalam. Orang lain tidak mungkin bisa masuk sembarangan.

Jujur saja aku pasti akan sangat malu jika ada seseorang yang melihatku sedang bergaya-gaya di depan cermin tadi.

"Silvia, kamu sudah bangun nak?"

Suara cantik yang elegan itu sudah pasti suaranya Tante Ella. Aku langsung merapikan seragamku yang masih terlihat kurang rapi sebelum pergi membukakan pintu kamar.

"Pagi Tante." Sapaku.

"Oh ternyata kamu sudah bangun ya?" Ucap Tante Ella.

"Silvi udah bangun kok. Ini juga sudah selesai siap-siap." Kataku sambil tersenyum.

"Oh? Kamu sudah ada seragam? Ibu pikir ga ada. Ibu ke sini niatnya mau ngasih kamu seragam baru." Ucap Tante Ella.

"Itu.. Semalam mama ngirim orang ke sini buat nganterin baju Silvi Tante.." Terangku.

"Oh bagus kalau gitu. Kamu gapapa kan nungguin Farel sebentar? Anak itu pasti tidur larut lagi sampai jadi agak telat gini." Pinta Tante Ella.

"Oh gapapa kok tante." Kataku sembari tersenyum.

"Ya sudah ibu pergi dulu ya. Ibu harus ke kantor. Kalian baik-baik di sekolah ya! Silvia, hari ini ibu titip Farel padamu lagi ya." Ucap Tante sambil mengelus kepalaku.

"Iya tante, siap!" Jawabku.

Tante Ella tersenyum. Sebelum tante pergi, aku terlebih dahulu menyalami tangan Tante. Padahal Tante bisa saja menyuruh pelayan untuk datang kemari. Tapi malah Tante sendiri yang membawakan seragam untukku.

Hah ya sudahlah. Karena katanya Farel akan sedikit lama, aku tak mungkin hanya diam sambil menunggunya di sini bukan? Aku harus keluar dari kamar ini.

Setelah mengenakan sepatu dan ransel, aku segera keluar dari kamar. Tidak lupa Sebelum pergi aku mengunci pintu kamar ini.

Kediaman Alerian memang sangat besar dan luas. Namun entah kenapa aku merasa sesak berada di sini. Apa karena aura mencekam yang dipancarkan oleh pemiliknya ya?

Tak Tak

Suara langkah kakiku menggema memenuhi seluruh lorong. Hampir seluruh bagian rumah ini diisi oleh lorong-lorong yang panjang.

Kediaman keluarga Alerian juga tidak ada bedanya dengan labirin. Jika ada seseorang atau penyusup yang masuk tanpa mengetahui selak beluk rumah ini, dia pasti akan tersesat.

"Ah itu tangga utama- eh?"

Itu Om Ferald! Mengagetkan saja. Sepertinya Om Ferald ingin berangkat ke kantor. Raut wajah om Ferald yang selalu datar dan terlihat dingin itu, selalu membuatku berpikir kalau aku telah melakukan kesalahan.

"P.. Pagi Om.." Sapaku ragu sambil melontarkan senyum yang kupaksakan.

Dengan ekspresi khas beliau yang datar, Om Ferald mengangguk. Tanpa kusadari aku selalu gugup setiap berhadapan dengan Om Ferald. Rasanya seperti tengah menghadap presiden.

"Silvia, kudengar kamu disebut-sebut sebagai murid berpengaruh di sekolah ya? Ternyata kamu anak yang hebat." Ucap Om Ferald tiba-tiba.

Eh? Kenapa om Ferald berkata seperti itu ya? Lalu aku tidak salah lihat? Om Ferald tersenyum. Seorang pemimpin keluarga Alerian yang terkenal dingin sekarang sedang tersenyum?!

"Sepertinya tidak apa-apa jika kamu yang menjadi nyonya Alerian selanjutnya." Ucap Om Ferald sambil tersenyum.

"Nyo.. Nyonya Alerian?!"

Aku tidak salah dengar bukan? Kenapa Om Ferald berkata seperti itu? Nyonya Alerian selanjutnya?!

Om Ferald hanya diam saja. Beliau tak menjawab pertanyaanku. Beliau malah pergi begitu saja, meninggalkan diriku yang masih diselimuti oleh rasa kebingungan.

"Hei!"

"Kyaa!! Farel?! Ih bikin kaget aja lo!" Aku spontan memukul pelan bahunya sebagai balasan karena telah membuatku terkejut.

"Ngapain di sini? Ayo berangkat! Lu mau telat?" Tanyanya padaku.

"Kan elo yang lama! Gue nungguin dari tadi tau!" Timpalku.

"Ya udah buru." Ucap Farel.

Farel berjalan lebih dulu dariku. Entah kenapa aku merasa ada sesuatu yang berbeda dari Farel.

Dari ekspresi yang dia tunjukkan saja sudah berbeda. Farel yang biasanya bersikap santai padaku, kini ekspresinya tiba-tiba berubah dingin. Dia jadi terlihat mirip dengan Om Ferald.

Apa Farel sedang ada masalah? Dia tidak mungkin berubah tiba-tiba seperti itu tanpa alasan.

Dari yang selama ini kulihat, Farel akan mendadak lebih diam jika dia sedang ada masalah. Dan masalah itu pasti bukan masalah biasa jika aku tak mengetahuinya.

"Woi Sil! Ayo cepet! Ntar kita telat!" Desak Farel.

"Eh? Iya-iya! Tungguin gue!" Sahutku.

Aduh sudah jam berapa ini? Rasanya pagi ini aku jadi lebih banyak melamun. Aku langsung mengejar Farel yang sudah mendahuluiku lebih dulu.

"Hosh.. hosh.. Tungguin dong! Malah nyelonong pergi!" Kataku.

"Kalau nungguin lu yang lagi kesambet, ntar malah kelamaan. Ayo cepetan masuk!" Perintah Farel.

"Iya.. iya.. sabar dong! Ini juga gue lagi naik!" Timpalku.

Aku masuk lebih dulu ke dalam mobil. Lalu disusul oleh Farel Setelahnya. Sesaat Farel menutup pintu mobil, para penjaga dan pelayan serentak membungkukkan punggung mereka.

"Pak Sebas, bawa mobilnya lebih cepet ya!" Pintaku pada pak Sebastian.

"Baik nona." Jawab pak Sebastian.

"Tenang aja elah, paling cuma telat sedikit." Ucap Farel.

"Telat dikit? Bagi gue yang siswi teladan ini, telat semenit doang itu udah parah banget tau!" Timpalku.

"Iya deh siswi teladan." Ucap Farel sembari menyilangkan kakinya.

Ah dia ini memang menyebalkan! Tak ada bedanya dengan hari-hari biasa. Jika kuladeni dia lebih lama lagi, itu hanya akan membuatku jengkel sendiri.

Selama perjalanan, Farel lebih banyak diam dari biasanya. Itu pun dia hanya berbicara karena aku yang bertanya duluan. Karena melihat dirinya yang dingin seperti ini, aku jadi teringat dengan Om Ferald.

"Hmm.. Farel!" Panggilku.

"Ya?" Sahutnya.

"Apa bokap lu mau jodohin kita?" Tanyaku tanpa basa-basi.

"Hah? Ayah ngomong apa sama lu?!"

Kedua matanya terbelalak. Farel terlihat panik. Sebenarnya kenapa dia tiba-tiba seperti itu? Hari ini dia aneh sekali.

Melihat respon Farel, jangan-jangan ayahnya memang ingin menjodohkan kami? Tidak mungkin kan Om Ferald ingin menjodohkan kami hanya karena tak sengaja melihat Farel yang memelukku saat itu?

"Hei! Ayah ada ngomong apa sama lu?" Tanya Farel lagi.

"Gue ga ngerti. Beliau bilang gue gagapa kalau jadi nyonya Alerian selanjutnya." Kataku.

"Hah? Udahlah.. Ayah emang kadang suka ngawur. Lagian lu kan udah punya pacar. Ga usah dipikirin Sil." Ucap Farel.

Dia berkata apa tentang ayahnya barusan? Bagaimana bisa dia berkata seperti itu kepada seorang pemimpin? Aku jadi ingin tau Farel bisa mendapatkan keberanian seperti itu dari mana.

Ya sudah karena sepertinya pemikiranku salah, aku akan melupakan kejadian ini seperti yang Farel inginkan.

1
Qaisaa Nazarudin
Kamu aja yg Bodoh,Farel itu tau Rendi itu seperti apa,makanya dia ingin melindungi kamu,Dasar ogeb..🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Udah End aja,Gak ada kelanjutannya,Endnya kayak kegantung gitu, Ceritanya gak tuntas menurut ku..
Qaisaa Nazarudin
Ternyata Rendi udah biasa ngelakuin itu ke cewek2 yg lainnya juga..
Qaisaa Nazarudin
Apakah Rendi akan bertanggungjawab setelah ini?Atau biasa saja..🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Kalo emang Rendi sayang dan cinta sama Silvi,Harusnya dia menjaga Silvi bukan malah metosaknya,Ckk anak remaja jaman now..🤦🤦
Juju Siti Julaeha
pergaulan bebas dapat mengakibatkan seperti ini, hati hati aja
Toto Suharto
ceritanya bagus...konfliknya bikin baper dan penasaran...semangat lanjut dong thour...
Wahyuni
nanggung
@shiha putri inayyah 3107
kok gak ada lanjutannya...?🤔🤔
Hernawati Sitohang
jangan terjebak cinta rendi
Hernawati Sitohang
up
Rider Frost
ko ga up ya, lama thor
re
Next
Freen 🐰
hadir ya
Яцяу
farel pelindung sejatinya silvi
ai'
lanjut thor hehe
ai'
Jadi kepo ma zizi
indah
Bagus, awal yg menarik, jadi ingin baca lanjutannya karena banyak kemungkinan yg akan terjadi. Tutur bahasanya juga👍👍
mama angga
lanjuuuutttt
ai'
Rendi kek pedopil sih...eh bentar² keknya mereka mau olimpik bareng deh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!