NovelToon NovelToon
Cinta Sang Tuan Muda Arogan Dan Gadis Berhijab

Cinta Sang Tuan Muda Arogan Dan Gadis Berhijab

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:2.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: blursky

Hanya cerita fiksi‼️

Seorang wanita solehah bertemu dengan pria arogan pemaksa?.
Pria dengan sejuta pesonanya tapi dibalik wajahnya yang tampan terdapat sifat pemaksa, posesif dan bahkan pemarah.

"you are mine"

Dan sialnya pria itu adalah putra tunggal dari keluarga billionaire yang perintahnya tidak bisa di bantah siapapun.
Semua kemauan pria itu harus terpenuhi!.

Happy reading:)

Guys kalau ada kata-kata yang salah atau kalimat apapun itu. Komen ya karena aku juga baru belajar hehe.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blursky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SAH!!!

Tepat pukul 9 pagi di kediaman Walton telah ramai berdatangan para wedding organizer dan wedding catering service juga para maid yang berlalu lalang membantu mendekorasi ruang tamu itu.

Pernikahan putra tunggal Walton ini di adakan secara tertutup mungkin karena ini adalah pernikahan remaja sekolah atau ada alasan lain di baliknya. Mereka juga tidak mengerti,mereka hanya mengikuti semua perintah dari Kenric yang di utus langsung oleh Darren Levon.

Ellard duduk disofa kamarnya dengan kedua kakinya ia luruskan di meja dan tangan kanan memegang vape. Ia sudah menggunakan stelan tuxedo berwarna hitam dengan setangkai bunga di dalam saku jas atasnya.

Para perias yang di kirim Ken ia usir keluar,yang benar saja ia akan di rias? begini saja sudah tampan,pikirnya.

Ellard menghisap vapenya lalu menghembuskan keudara ia sedari tadi melirik kearah lemari dimana botol kaca berisi minuman dari berbagai negara tersedia di sana. Entah kenapa ini pertama kali dirinya segugup ini, ia harus menahan keinginannya untuk meneguk minuman keras itu dengan menggantinya mengunakan vape walaupun tidak mengurangi rasa gugupnya setidaknya membuat dirinya lupa jika ada minuman di sana.

"Tahan Ell atau kau akan semakin lama memiliki gadismu." Ucapnya entah sudah berapa kali ia ucapkan. Kalimat itu seperti mantra yang bisa membuatnya sedikit menahan hasrat untuk minum alkohol didepannya.

Ellard menghisap vapenya dalam-dalam, berharap bisa mengurangi degup jantungnya yang tidak beraturan.

Sampai-sampai suara gedoran pintu membuatnya menoleh.

Tok..tok...tok

Brak

"Ah aku tidak sabar." Ucap Lay tanpa dosa setelah masuk dengan membanting pintu kamar.

"Kau mau mati ya?." Tanya Ellard geram sembari menurunkan kedua kakinya.

Pria berjas silver itu menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal sambil tersenyum bodoh.

"Haha sorry bos. Aku tidak sabar melihat mu dan ternyata kau sangat tampan." Ucap Lay mendekat kearah Ellard lalu duduk di samping pria itu.

"Berhenti tersenyum seperti itu kau terlihat seperti pria gila." Ucap Ellard kesal.

"Kau ini bos! lupakan itu bos kau akan segera menikah!! astaga aku tidak pernah terpikirkan sebelumnya jika kau akan menikah lebih dulu dari diriku dan Frank." Ucap Lay setengah tidak percaya.

Ellard menyipitkan matanya menatap Lay, "Kalian juga memiliki rencana untuk menikah?." Tanya Ellard.

Lay tertawa mendengarnya, "Tentu saja tidak! ini jaman modern dimana orang-orang menjalani hubungan tanpa sebuah ikatan." Jawab Lay.

"Ya aku juga berpikir seperti itu sebelumnya sampai aku sadar dipertemukan oleh gadis berhijab yang menutup auratnya dan membatasi pergaulannya adalah sesuatu hal yang paling aku syukuri dalam hidup."

"Dan hanya tinggal menghitung jam lagi gadis itu akan seutuhnya menjadi milikku." Lanjutnya sambil menghisap vapenya lalu menghembuskanya keudara.

"Aurat?." Tanya Lay tidak percaya bosnya yang gila ini bisa berpikiran sejauh itu.

"Ya. Dan aku harus lebih banyak belajar agama agar bisa menjadi imam yang baik untuk Dara.Dan membawanya ke jalan apa itu?...." Ucap Ellard sambil memikirkan lanjutan perkataanya.

"Kau tau dari mana itu bos?." Tanya Lay hati-hati perasaanya sepertinya sudah tidak enak.

"Tentu saja aku belajar." Jawab Ellard bangga seperti memamerkan hal yang tidak bisa orang lain lakukan.

"Kau belajar dari si jenggot itu?." Tanya Lay meringis saat terlintas wajah Bilal di pikirannya.

"Ya. Bilal yang mengajariku." Jawab Ellard sambil menghembuskan asap vapenya.

Lay meneguk salivanya ia berfikir bagaimana jika bosnya selalu bersama si jenggot itu bisa-bisa bosnya akan meniru gayanya. Lay menggelengkan kepalanya sambil tergelak saat membayangkan bagaimana jika bosnya ini memiliki jenggot panjang juga memakai baju panjang dengan badan yang sebesar gorila itu.

"Kau kenapa?." Tanya Ellard sambil mengerutkan keningnya saat melihat Lay tertawa sendiri.

"Haha.Tidak bos." Jawabnya sambil berdiri dan melangkah mendekati lemari kaca dan mengambil dua botol wine lalu membawanya ketempat duduknya tadi.

Lay membuka penutup winenya lalu memberikannya kepada Ellard. Ellard menerimanya lalu mulai mengangkat botol itu untuk meminumnya sedikit lagi bibirnya menyentuh botol itu ia langsung menjauhkan dan meletakkannya kasar di meja.

"Kenapa bos?." Tanya Lay binggung.

"Tidak apa-apa." Jawab Ellard cepat.

"Kau yakin tidak mau,bos?." Tanya Lay sambil mengangkat botol wine sepertinya ia tau alasan di balik bosnya ini tidak mau minum alkohol. Dan mungkin sedikit menggodanya menyenangkan kapan lagi bukan bisa melihat bosnya menahan hasrat yang bahkan tidak pernah pria itu lakukan.

Ellard berdeham sebentar lalu menyenderkan tubuhnya kesofa sambil menghisap vapenya.

"Baiklah kalau bos tidak mau." Ucapnya lalu mulai meneguk minuman yang berasal dari negara Mexico itu dengan kadar alkohol 40%.

Ellard melirik sekilas kearah Lay, jakun pria itu naik turun saat minum juga ada setetes air yang mengalir di lehernya. Ellard menelan salivanya saat melihat Lay meminum alkohol itu sampai habis.

Sedangkan Lay berusaha keras untuk menahan tawanya saat melihat wajah merah padam Ellard, sungguh ini kali pertamanya ia melihat bosnya yang pemaksa ini menahan sesuatu yang sangat ingin ia lakukan.

"Ada apa bos?." Tanya Lay polos sembari mengambil sebotol wine lagi di depan Ellard.

"Sialan!!." Ucap Ellard keras sambil mengambil cepat botol itu dan melemparnya kedinding kamarnya.

Prank

Botol kaca itu langsung pecah dan berhamburan di lantai kamarnya. Lay yang melihatnya langsung menelan salivanya,gawat begitu pikirnya.

Cukup bermainnya Lay sekarang selamatkan dirimu. Batinnya saat melihat Ellard menatap dirinya tajam.

Ceklek

"Apa aku ketinggalan sesuatu?." Ucap seorang pria membuat atmosfer di sekeliling Lay kembali normal.

Lay bernafas lega saat melihat Frank datang dengan wajah polos tanpa dosanya. Sedangkan Ellard mendengus kasar lalu kembali menyenderkan tubuhnya di sofa.

"Ada apa?." Tanya Frank kepadanya mereka berdua sembari duduk di samping Lay.

"Tidak ada. Frank kau memang teman terbaikku." Ucap Lay sambil merapatkan duduknya didekat Frank.

Frank yang melihatnya langsung jijik ia menggeser duduknya menjauhi Lay.

"Ada apa denganmu?." Tanya Frank kesal.

"Tidak apa. Aku senang mempunyai teman seperti mu yang bisa menyelamatkan diriku dari amukan singa kelaparan." Jawabnya dengan suara pelan sambil melirik kearah Ellard lalu kembali menatap Frank.

Frank mengikuti arah pandang Lay, dia paham apa yang di maksud Lay. Hah, Frank menghembuskan nafas kasar ia menyesal telah masuk sepuluh menit lebih awal seharusnya ia dapat melihat stempel di wajah Lay sekarang.

Tok...tok....tok

Ceklek

Mereka bertiga langsung mengalihkan pandangannya kearah pintu ternyata Adam yang berdiri di sana. Dengan stelan kemeja berwarna biru tua.

"Tuan muda anda sudah di tunggu." Ucap Adam.

Ellard mengangguk menjawabnya lalu berdiri dari duduknya melangkah keluar dari dalam kamarnya.

Saat mereka berempat masuk kedalam lift saat pintu lift tertutup Ellard merasakan aneh pada jantungnya. Ada debaran tidak beraturan di dadanya,ia gugup!.Lay melihat bosnya berkeringat sambil mengepalkan tangannya.

Lay menyenggol lengan Frank sampai membuat sang empunya menengok kesal kearahnya. Dan ternyata itu membuat Adam juga ikut menengok kearahnya.

"Apa apa?." Tanya Frank.

Lay menunjuk Ellard dengan bola matanya, Frank dan Adam melihat arah tunjuk Lay. Mereka melihat Ellard dengan tangan gemetar dan keringat di dahinya.

"Tuan muda anda tidak apa-apa?." Tanya Adam khawatir.

"Aku baik-baik saja." Jawabnya tanpa menengok kearah Adam. Bisa hancur imagenya jika mereka tau bahwa saat ini ia sedang gugup, seumur-umur baru kali ini ia gemetar dan berkeringat karena seorang wanita.

Sedangkan Lay dan Frank menahan tawanya sepertinya mereka mengerti masalah yang dialami Ellard saat ini. Rasanya mereka berdua ingin merekamnya dan menjadikan itu kenang-kenangan karena hal seperti ini sangat langka menurut mereka. Berbeda dengan mereka, Adam malah merasa cemas ia mengira jika tuan mudanya ini memiliki masalah lagi dengan jantungnya.

Ting

Lift terbuka mereka berempat keluar bersama dari dalamnya. Saat keluar dari lift mereka langsung melihat dekorasi yang berbeda dari ruang tamunya. Banyak bunga-bunga yang di hias di penjuru ruangan dan tangga. Juga beberapa tamu undangan yang mungkin adalah orang-orang kepercayaan Darren.

Yang menarik perhatian Ellard adalah sepasang suami istri yang sedang sama-sama menatap dirinya dengan senyuman.

Ellard berjalan dengan langkah lebar kearah ayahnya yang berdiri didekat Bilal dan seorang laki-laki asing yang tidak pernah ia lihat sebelumnya tapi dia meyakini bahwa itu adalah penghulu yang pernah dibicarakan Bilal saat dia sedang berlatih menghafal ijab kabul.

Darren menepuk pundak anaknya sambil tersenyum tipis, "Kau gugup?" tanya Darren. Ini benar-benar langka melihat putranya yang gila ini terlihat tidak percaya diri.

"Hah mana mungkin aku biasa saja." Jawabnya sambil tersenyum remeh.

"Lihatlah sudah tertangkap basah masih saja mengelak." Bisik Frank di telinga Lay.

"Hai son." Sapa pria paruh baya mendekat kearah Ellard wajahnya terlihat sedikit lebih muda dari ayahnya.

"Paman Briand? kau disini?." Tanya Ellard.

"Kau terkejut? jika aku tidak mempunyai urusan pekerjaan disini. Ayahmu itu pasti tidak akan memberi tau diriku jika kau akan menikah." Jawabnya dengan wajah kesal.

"Kau hanya bersama bibi?." Tanya Ellard mengalihkan pandangannya kearah wanita di sebelah pamannya itu.

"Tidak Ell kita datang dengan Lino dan Devi." Jawab wanita itu.

"Oh. Dad kapan mulai acaranya?." Tanya Ellard membuat semua orang tergelak.

*****

Dara masih berada di depan meja rias, ia saling menautkan kedua tangannya dan meremasnya. Guratan ketakutan terpancar dari wajah cantik gadis itu.

Ibu apa ini adalah takdir ku? ibu,ayah aku ingin mengunjungi kalian sebelum memulai hidup baru. Tapi apa yang akan aku mulai dari pernikahan ini?. Aku benar-benar takut Bu.

Aku sebelumnya yakin bahwa ini adalah takdir yang Allah tetapkan untukku. Tapi bolehkah aku bilang bahwa aku tidak siap?.

"Nona anda baik-baik saja?." Tanya perias khawatir saat melihat Dara meneteskan air matanya.

Dara tersenyum lalu menghapus air matanya, " Tidak aku baik-baik saja. Maaf jika merusak riasannya." Ucap Dara.

"it's okay nona it's waterproof."

Dara mengangguk lalu kembali menatap dirinya di pantulan cermin. Riasan wajah yang terkesan soft tapi membuatnya lebih fresh dan cantik. Ditambah dengan gaun pengantin berwarna putih bersih bertabur berlian dan permata juga mahkota di atas hijabnya. Dara seperti melihat jika itu bukanlah dirinya.

"Nona anda benar-benar sangat cantik,ini pertama kalinya untukku merias pengantin yang berjilbab seperti anda.Aku berfikir pasti akan sedikit aneh tapi ternyata anda sangat cantik juga sebanding dengan tampannya putra tunggal keluarga Walton." Ucap MUA tersenyum sambil melihat pantulan wajah Dara di cermin.

Dara hanya tersenyum menanggapinya, sebanding? perias itu tidak tau bahwa ada banyak perbedaan dirinya dengan Ellard. Entahlah bagaimana jika semua orang tau bahwa wanita yang menikah dengan putra tunggal Walton adalah gadis sebatang kara yang hidup di negara ini untuk merubah nasibnya dan ternyata benar nasibnya berubah tapi kearah yang tidak pernah dibayangkan oleh Dara sendiri.

"Nona apa perlu saya menambahkan bulu mata?." Tanya perias sembari mengambil kotak false eyelashes.

"Tidak." Jawab Dara menggeleng pelan.

"Baiklah. Bulu mata anda juga sudah cantik." Jawabnya sambil tersenyum.

Tok.....tok.....tok

Ceklek

"Maaf nona. Acara sebentar lagi dimulai." Ucap seorang maid wanita sambil menundukkan kepalanya.

Dara mengangguk lalu berdiri dan berjalan keluar, satu hal yang ia rasakan gelisah bahkan berat dari gaun yang ia gunakan tidak dipedulikannya. Dara berjalan dilorong kearah tangga tiba-tiba kedua tangannya di pegang oleh dua anak kecil, Dara terkejut lalu menormalkan kembali ekspresinya ia tersenyum saat melihat dua anak kecil itu berjalan di sampingnya menatap jalanan depan.

Mereka bertiga berjalan beriringan menuju tangga lantai bawah. "Kakak terlihat sangat cantik." Ucap seorang anak perempuan mendongak menatap wajah Dara.

Dara tersenyum melihat anak itu, "Kamu juga cantik sekali." Jawab Dara melepas tangan anak itu lalu mengelus kepalanya.

"Terimakasih. Lihatlah Kio calon istri kak Ell saja bilang aku cantik." Ucap anak perempuan itu mengambil tangan Dara dan menggenggamnya.

"Kio?." Tanya Dara.

"Ya Kio." Ucap anak perempuan itu menunjuk seorang anak laki-laki di sebelah Dara dengan dagunya. Dara mengikuti arah pandang gadis kecil itu, ternyata yang di maksud adalah pria kecil di sampingnya.

"Ah ternyata namamu Kio ya?." Ucap Dara senang sambil menundukkan kepalanya melihat wajah tampan pria kecil ini. Benar-benar bibit unggul pikirnya.

"Bukan, namaku Delino Armez." Jawab anak itu datar tanpa mengalihkan pandangannya dari jalanan depan.

Dara mengerjapkan matanya berkali-kali baru pertama kali ini untuknya bertemu anak kecil yang sudah sejutek ini di umurnya yang masih terbilang dini, pikirnya.

"Entah darimana dia memanggilku dengan sebutan Kio." Ucapnya lagi datar.

"Terserah aku." Jawab anak perempuan itu.

Lino merotasikan bola matanya malas kalau bukan karena pamannya yang menyuruh dirinya menjadi Bridesmaid ia tidak akan pernah menyetujuinya.

Dara tersenyum sambil menggelengkan kepalanya mereka bertiga jalan dengan pelan karena gaun yang digunakan Dara memanjang kebelakang juga berat. Dara beralih menatap gadis kecil di sampingnya.

"Namamu siapa anak manis?." Tanya Dara.

Anak perempuan itu menjawab dengan malu-malu membuat Delino menatapnya malas.

"Deviana Arsinta Walton." Jawabnya.

"Walton?." Tanya Dara terkejut.

Gadis kecil itu menganggukkan kepalanya, Dara tidak bertanya lagi walaupun masih ada banyak pertanyaan di benaknya percakapannya dengan kedua anak ini membuat ia lupa situasi yang sedang dirinya hadapi.

Mereka sudah sampai di tangga, Dara turun dengan perlahan didampingi oleh dua anak kecil itu juga para maid yang memegang selendang belakang gaunnya yang memanjang.

******

Ellard sudah kesal karena menunggu lama gadisnya dari kemarin bahkan ia belum sempat bertemu dengan Dara.

"Apa masih lama?." Tanya Ellard pada Darren disampingnya.

Briand yang mendengar pertanyaan keponakannya itu langsung menatapnya malas.

"Kau sudah bertanya lebih dari lima belas kali." Ucapnya.

"Terserah aku." Jawab Ellard sinis lalu kembali melihat kearah tangga masih sama tidak ada tanda-tanda gadisnya akan turun.

"Sudahlah dia memang gila." Ucap Darren.

"Ya sama seperti mu dulu." Ucap Briand sambil tertawa.

Suara alunan musik membuat mereka semua langsung mengalihkan pandangannya kearah tangga.

Ellard langsung diam terpaku melihat gadisnya berjalan turun dari tangga. Jantungnya berdegup tak beraturan ada desiran aneh di dalam hatinya, Ellard bahkan tidak menyadari bahwa Dara sudah ada beberapa meter di depannya.

Dara hanya menundukkan kepalanya dia benar-benar tidak berani hanya untuk menatap mata semua orang yang berada di sana.

"Alright can we start now?."

(Baiklah apa bisa kita mulai sekarang?.) Ucapan penghulu membuat Ellard sadar dari lamunannya ia melihat sekilas kearah penghulu sambil menganggukkan kepalanya lalu berjalan mendekat kearah Dara.

"Kau siap?." Tanya Ellard menunduk menatap Dara sambil tersenyum.

Dara perlahan mendongak menatap Ellard seketika senyuman Ellard langsung luntur saat melihat dari dekat polesan make up di wajah gadisnya. Bukan karena tidak cocok tapi karena gadisnya terlihat berkali lipat lebih cantik dan semua orang di ruangan ini melihatnya membuat rasa gemuruh dihati Ellard.

Dara yang melihat perubahan wajah Ellard langsung berspekulasi jika Ellard memang tidak benar-benar menyukai dirinya membuat Dara kembali menundukkan kepalanya sambil meremas kedua tangannya.

Berbeda dengan semua orang, Briand masih dalam mode terkejutnya saat melihat wajah calon istri keponakannya itu. Bahkan mulutnya sedikit ternganga juga matanya yang tidak lepas memandangi calon istri Ellard.

"Kau kenapa sayang?." Tanya istrinya mengejutkan Briand.

"T-tidak apa-apa." Jawabnya terbata lalu beralih menatap Darren yang juga sedang menatapnya sambil menganggukkan kepalanya.

Briand menelan salivanya otaknya tiba-tiba kosong saat melihat duplikat kakak iparnya di wajah calon istri Ellard.

"Baik kita mulai sekarang." Ucap penghulu.

Ellard mengangguk lalu berjalan mendekat kearah meja yang disiapkan untuk ijab kabul. Ia menarik pergelangan tangan Dara, Dara yang kekuatannya tidak sebanding dengan Ellard hanya menurut saat tangannya di tarik oleh pria itu.

Mereka semua sudah duduk di kursi masing-masing, Ellard dan Dara duduk berdampingan didepan mereka ada penghulu yang siap menikahkan mereka.

"Well before I ask first. Do you both agree with this marriage?."

(Baik sebelumnya saya bertanya terlebih dahulu. Apakah kalian setuju dengan pernikahan ini?.)

Tanya penghulu itu menatap Ellard dan Dara bergantian, Ellard mengangguk menjawabnya mereka semua menunggu jawaban dari gadis di samping Ellard.

Dara diam sambil menundukkan kepalanya dan meremas tangannya. Apa ia harus menolak pernikahan ini? pikirnya.

Ellard yang sudah geram karena melihat gadisnya tidak segera menjawab pertanyaan penghulu langsung berbisik ditelinga Dara.

"Jika kau menolak pernikahan ini, bersiaplah mendengar kabar kematian ku." Ucapnya berbisik lalu menegakkan kembali badannya.

Dara yang mendengarnya langsung mendongakkan kepalanya,dengan mata berkaca-kaca Dara menganggukkan kepalanya lalu melihat kearah penghulu.

"I agree." Ucap Dara pelan.

Penghulu itu merasakan ada yang tidak beres diantara mereka, sampai suara Ellard mengejutkannya.

"Dia setuju kita mulai sekarang." Ucap Ellard dingin.

Penghulu itu mengangguk lagi pula perempuan itu sudah setuju jadi tidak ada alasan untuknya menggagalkan pernikahan ini.

Ijab kobul dimulai hanya dengan satu tarikan nafas Ellard berhasil memiliki Dara seutuhnya.

Dara menitihkan air mata baiklah hidup baru untuknya telah dimulai. Entah akan berawal dari badai atau awan yang jelas ia berdoa semoga akhirnya akan menjadi pelangi yang bisa mewarnai kembali kehidupannya yang hilang.

Bersambung.....

When Allah said : "*Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang*."

(Alquran Surah Az-Zumar ayat 53-59)

Dalam surah ini dikatakan, "*Kembalilah, kepada Tuhanmu." Kembali itu berarti kita pernah pada satu posisi meninggalkan Allah. Misalnya kita menjauh dari Allah. Dia meminta kita untuk berserah diri. Seperti firman-Nya, "Serahkan dirimu kepada-Ku*."

**Allah Maha penyayang terhadap umatnya, kita masih memiliki waktu untuk bertaubat dan kembali jalannya. Jangan sampai kita terjerumus kejurang terdalam sehingga kita sulit untuk merangkak naik. Dan di saat itu hanya pertolongan Allah lah yang kita nantikan. Lalu apa yang membuat kita bisa mendapat pertolongan Allah**?

*Think before it's too late*~

Hehe.

1
Mirnawati Galaxy
Bagus
Qaisaa Nazarudin
Sabar om 🤣🤣😜
Qaisaa Nazarudin
Tadi manager BODOH, Sekarang perawat BODOH,gali kubur sendiri.
Qaisaa Nazarudin
Dara salah karena cuti tanpa kabar,udah salah..
Manager juga harusnya bisa kan tanya dan bicara baik2,Udah 2 tahun Dara kerja,gak pernah berbuat ulah kan?Tapi langsung dimaki2..Manager yg songong,mampos tuh loe..
Qaisaa Nazarudin
Kok gadisku?? Bukan istri ku?
Qaisaa Nazarudin
Udah Mahram masih aja pake kerudung dirumah?? Cuman berdua kan,ngapain masih pake kerudung..
Qaisaa Nazarudin
Mas Bule umur belasan tahun otot tubuhnya udah kayak pria dewasa..orang asia umur belasan bahkan ada yg 20 lebih juga,badannya kayak gimana gitu,masih lempeng2 aja..😄🤭
Qaisaa Nazarudin
Komplik sebenarnya akan di mulai..
Qaisaa Nazarudin
Posesif banget Misua 😂😂
Qaisaa Nazarudin
Waahh sudah bisa di sentuh dan di sosor ya El 🤣🤣😜
Qaisaa Nazarudin
Alhamdulillah akhirnya mereka SAH juga.. Semoga bahagia till Jannah 🤲🤲
Qaisaa Nazarudin
Nah kan ku bilang juga apa?? JALANG kayak gini gak akan oernah berubah,Yang ada malah makin gila,Baru juga habis NGEJALANG,eh masih aja mikir lelaki lain,itu bukannya CINTA melainkan OBSESI,,
Qaisaa Nazarudin
Dara di CINTAI secara ugal ugalan..Begitu besar Cinta Ellard utk Dara..
Qaisaa Nazarudin
Lagian Devan,udah tau kan Dara pakai kerudung, Tapi malah dengan lancangnya menyentuh Dara..
Qaisaa Nazarudin
JANGAN MENGHARAPKAN PERTOLONGAN ORANG LAIN,SAAT ORG ITU G ADA,KAMU YG AKAN DITINDAS LAGI,JADILAH ORANG YG TEGAS JANGAN MUDAH DITINDAS, BIAR MISKIN HARTA ASAL PUNYA HARGA DIRI..
Qaisaa Nazarudin
Terus apa kelanjutan kasus ini,Selesai gitu aja? 🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
MAMPOS kau tukang bully..Tukang bully ini akan diam saat mereka menemukan lawan yg gak bisa di tindas,Kalo lawan mereka selalu lemah dan diam,Maka mereka akan selalu mencari alasan utk membully..
Qaisaa Nazarudin
Kasihan banget mereka,Karena keadaan mereka terpaksa menjauh, Selama itu..😭😭
Qaisaa Nazarudin
Bukan menyakiti,Tapi daddy mau bikin adek buat kamu..😄
Qaisaa Nazarudin
Semoga setelah ini Michel benaran gak gangguin Dara dan El lagi, Biasa nya cewek OBSESI kayak gini mah ngenyel,Takutnya bentar doang, Setelah itu dia akan berulah lagi..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!