NovelToon NovelToon
Bukan Duda Biasa

Bukan Duda Biasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Duda
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Fhatt Trah

Bagi publik, Arka Dirgantara adalah pengusaha sukses berselimut gosip miring, mulai dari disfungsi ereksi hingga rumor menyukai sesama jenis. Tak ada yang tahu rahasia terbesarnya, ditinggal kabur mantan istri di malam pengantin membuatnya trauma dan masih perjaka.

Terdesak ancaman dicoret dari warisan dan runtuhnya investasi, Arka nekat mengajak Naya Kirana, gadis ceria yang butuh uang pengobatan ibunya, untuk menjalani pernikahan kontrak satu tahun. Aturannya tegas, pura-pura mesra di depan media, tapi dilarang saling sentuh di rumah.

Namun, hidup seatap dengan Naya yang blak-blakan perlahan meruntuhkan dinding kaku Arka. Ketika sang mantan istri kembali untuk membongkar rahasia kelamnya, akankah sandiwara konyol ini hancur, atau justru berubah jadi cinta sejati yang menyembuhkan trauma masa lalu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fhatt Trah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

3. Bukan Lagi Pelayan Bar

Aroma mint dan pembersih udara mahal menyambut Naya saat matanya terbuka. Cahaya matahari pagi menerobos melintasi jendela kaca floor-to-ceiling di kamar kondominium tersebut, menyilaukan pandangannya.

Selama beberapa detik, Naya sempat mengira semua kejadian semalam hanyalah mimpi buruk akibat rasa lelah yang luar biasa. Namun, kilauan dingin dari cincin berlian di atas meja samping tempat tidur merenggutnya kembali ke kenyataan.

Pukul 06.45 pagi.

Naya bergegas bangun. Ia tidak berani membuat kesalahan di hari pertamanya. Setelah membasuh muka dan merapikan gaun rumahan yang disediakan semalam, ia melangkah ragu keluar dari kamar.

Suara langkah kaki yang cepat dan riuh memecah kesunyian lorong apartemen. Tepat pukul tujuh pagi, bel pintu berbunyi.

Doni sudah berdiri di sana, mengarahkan tiga orang perempuan berpenampilan serba rapi yang membawa beberapa rak pakaian portabel bertutup kain hitam, serta dua koper besar berisi perlengkapan rias.

Di belakang mereka, seorang pria paruh baya berkacamata dengan kemeja necis memegang dokumen tebal.

“Selamat pagi, Naya,” sapa Doni formal, nada suaranya netral namun tetap sopan. “Ini Tim stylist dan Pak Arif, pengacara keluarga Dirgantara.”

“S-selamat pagi...” balasan Naya nyaris tenggelam oleh kesibukan orang-orang yang mulai masuk dan pameran pakaian di ruang tengah.

Arka keluar dari ruang kerjanya. Pria itu sudah rapi memakai kemeja putih yang digulung hingga siku, memegang cangkir kopi hitam. Wajahnya tetap dingin tanpa ekspresi, tidak memancarkan sedikit pun kelelahan meski hari baru dimulai.

“Urus dia,” perintah Arka singkat pada tim penata busana tanpa memandang Naya.

“Buat dia terlihat seperti wanita dari kalangan yang pantas mendampingi saya. Kita berangkat ke rumah sakit jam sembilan, lalu makan siang bersama media.”

“Baik, Pak Arka,” jawab kepala tim stylist seraya membungkuk hormat.

Selama satu jam berikutnya, Naya seperti boneka porselen yang dipindah-pindahkan. Rambutnya dirawat, wajahnya dipoles dengan makeup alami yang mempertegas keindahan matanya, dan tubuhnya dibalut gaun midi berwarna krem elegan berbahan sutra yang sangat pas di badannya.

Ketika Naya bercermin, ia hampir tidak mengenali bayangannya sendiri. Perempuan kusam dan lelah yang meratapi luka kaca semalam telah hilang, berganti menjadi sosok wanita anggun yang tampak berkelas.

“Luar biasa, Mbak Naya sangat cantik,” puji sang penata rias dengan senyum puas.

Naya hanya tersenyum tipis, merasa asing dengan dirinya sendiri.

Pria berkacamata, Pak Arif, mendekatinya setelah tim stylist selesai dan mundur ke belakang. Ia meletakkan selembar kertas tambahan di atas meja.

“Mbak Naya, ini klausul kerahasiaan tambahan terkait detail pernikahan dan konferensi pers mini siang nanti,” jelas Pak Arif resmi.

“Setiap kata yang Mbak sampaikan kepada media harus sesuai dengan script latar belakang yang sudah disiapkan oleh tim Public Relationship Dirgantara Group.”

“Latar belakang?” Naya menaikkan alisnya.

“Kamu bukan lagi pelayan bar yang kebetulan bertemu Arka,” suara Arka menyela dari arah sofa. Ia meletakkan cangkir kopinya.

“Di depan media dan keluarga saya, kamu adalah Naya, lulusan manajemen seni yang selama ini berdomisili di luar kota dan menjalani hubungan jarak jauh secara tertutup dengan saya selama satu tahun.”

Naya menahan napas. “Bohong seperti itu... apakah keluarga Anda akan percaya?”

Arka berdiri, berjalan pelan menghampiri Naya. Langkahnya tenang, tetapi setiap inci keberadaannya menyebarkan aura intimidasi yang kuat. Ia berhenti tepat di depan Naya, menunduk sedikit untuk menatap matanya.

“Percaya atau tidak, itu urusan saya. Tugas kamu hanya menghafal naskah itu dan jangan sampai terbata-bata,” bisik Arka tajam.

“Satu kesalahan kecil dari mulutmu bisa merusak nilai saham perusahaan saya. Paham?”

Naya mengangguk pelan, mengepalkan jemarinya di balik lipatan gaun. ”Paham.”

“Bagus.” Arka melirik jam tangannya. “Doni, siapkan mobil. Kita ke rumah sakit sekarang.”

*

*

Perjalanan ke rumah sakit berlangsung dalam keheningan yang kaku. Namun begitu mobil berhenti di lobi VIP Rumah Sakit Medika Utama, dinamika di antara mereka berubah drastis.

Naya bisa melihat beberapa wartawan dan fotografer sudah berkerumun di sekitar pintu masuk, tampak sudah diinformasikan mengenai kedatangan pewaris Dirgantara Group tersebut.

Pintu mobil dibuka. Arka keluar terlebih dahulu, lalu berbalik dan mengulurkan tangannya ke arah Naya.

Naya sempat ragu sejenak, menatap telapak tangan Arka yang kokoh.

“Pegang tangan saya dan tersenyumlah,” bisik Arka dengan nada memerintah yang sangat tipis di balik senyum formalnya.

Naya menyambut uluran tangan Arka. Jarinya yang masih berbalut perban kecil disambut genggaman Arka yang hangat. Hangat secara fisik, namun begitu dingin secara emosional.

Kamera berdetak pesat, kilatan lampu flash menyilaukan pandangan Naya begitu mereka melangkah masuk. Arka merangkul pinggang Naya secara protektif, menampilkan gestur seorang pria yang sangat mencintai dan menjaga pasangannya.

“Akting pria ini sungguh sempurna,” batin Naya miris.

Mereka tiba di lantai perawatan khusus VIP. Dokter spesialis jantung yang menangani ibu Naya sudah menunggu di depan pintu ICU bersama dua perawat.

“Pak Arka, Mbak Naya,” sapa dokter dengan hormat. “Operasi bypass jantung Ibu Rahma sudah dijadwalkan pukul sepuluh tepat. Semua tim bedah terbaik sudah siap, dan kondisi beliau saat ini stabil.”

Mendengar nama ibunya dan kepastian operasi tersebut, pertahanan Naya runtuh. Beban berat yang meremukkan dadanya selama berhari-hari mendadak terangkat. Ia memegang dada, bernapas lega seraya menatap ke dalam ruang ICU melalui kaca transparan. Ibunya terbaring di sana, namun wajahnya tampak jauh lebih tenang dibanding kemarin.

“Terima kasih, Dok... terima kasih banyak,” bisik Naya dengan suara bergetar menahan tangis bahagia.

Tiba-tiba, sebuah sentuhan lembut terasa di pundaknya. Arka merangkul bahunya, menarik tubuh Naya sedikit lebih dekat ke sisinya di hadapan para dokter dan staf rumah sakit.

“Lakukan yang terbaik untuk ibu mertua saya, Dok. Biaya bukan masalah,” kata Arka dengan suara berat dan tenang, memperagakan peran sebagai menantu yang sangat peduli.

“Baik, Pak Arka, kami akan berusaha semaksimal mungkin.”

Saat dokter berlalu untuk persiapan akhir, Arka perlahan melepaskan rangkulannya dari bahu Naya. Begitu berada di sudut lorong yang sepi dari jangkauan pandangan orang lain, kehangatan di wajah Arka menguap seketika.

“Ibumu akan selamat,” kata Arka datar, kembali menatap Naya dengan tatapan asing. “Sekarang, giliranku menagih imbalan dari aktingmu.”

Naya mengusap sudut matanya, lalu menegakkan punggungnya. Ia sadar, air mata keharuannya tak berarti apa-apa bagi pria di hadapannya.

“Saya siap, Mas Arka,” jawab Naya tegas, menggunakan panggilan yang diperintahkan pria itu semalam.

Arka sedikit terkejut mendengar panggilan 'Mas' yang keluar dari bibir Naya untuk pertama kalinya, namun ekspresi terkejut itu hilang dalam sekejap mata.

“Bagus. Jam satu siang nanti, kita ada makan siang keluarga di restoran hotel milik keluarga Dirgantara. Orang tua saya dan nenek saya akan ada di sana.” Arka mendekatkan wajahnya, menatap Naya dalam-dalam.

“Nenek saya adalah pengamat yang sangat jeli. Jika dia tahu pernikahan ini hanya kontrak, perjanjian kita batal dan uang dua miliar itu harus kembali hari ini juga.”

Naya menelan ludah. Taruhannya jauh lebih besar dari yang ia bayangkan.

–tbc–

1
Maseni Maseni
asyik mulai saling jatuh cintrong nih mereka..... tinggal nunggu arka bucin kak

lanjut
sunaryati jarum
Ia kamu sudah jatuh hati pada Naya, apalagi hanya bersentuhan saja senjatamu langsung mode on
sunaryati jarum
Selalu.terbayang Naya,Nak Arka
sunaryati jarum
Bersentuhan saja bikin berdiri tegak ototnya,apalagi ko pijit🤣🤣🥰
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah): dikira mijit otot lengan kali ya😆😆😆
total 1 replies
sunaryati jarum
Tersiksa sendiri dengan komitmen yang kau buat Nak Arka 🤣🤣🤣 yang dikontrak hidup enjoy yang mengontrak kepanasan .
sunaryati jarum
Itu ular anaconda Naya,kamu polos banget sih.Padahal anak SMP sekarang sudah pada tahu
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah): ular yg berbisa😂😂
total 1 replies
sunaryati jarum
Kecewa Arka tahu ada guling mati di ranjangnya 🤣🤣
sunaryati jarum
Semoga acara yang kau tangani sukses,Naya.
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah): amiiiiin......
total 1 replies
Wien Ibunya Fathur
paha oh paha 🤣
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah): terbayang-bayang paha mulus ya😆
total 1 replies
sunaryati jarum
Makin lemes Arka ,emak suka
sunaryati jarum
🤣🤣🤣 tidak bisa tidur,balas saja Naya seolah guling juga,impas
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah): 😂😂😂😂😂😂
total 1 replies
sunaryati jarum
Yakin benengmu tetep kokoh Nak Arka.
sunaryati jarum
Bener tuh kata Doni
sunaryati jarum
Mengapa gengsi Arka,emak sumpahin kau memanggilku perjanjian dan bucin pada istri kontrakmu 😂😂😂
sunaryati jarum
Benar dugaan emak ,kamu itu sarjana yang hanya kurang beruntung.Kamu beruntung punya sahabat yang tepat buat melaksanakan tantangan Oma Soraya.Semogs berhasil Dera,dan melebihi ekspektasi mereka yang meremehkan kamu
sunaryati jarum
🤣🤣🤣 bagaimana cara membuktikan Arka, jika burungmu bisa terbang?
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah): ya dikeluarin dari sangkarnya atuh kak🤭🤭🤣
total 1 replies
sunaryati jarum
Pilihan mendadak pada Naya ternyata tepat ,dia cerdas mungkin sarjana juga,cuma nasib yang kurang beruntung
Maseni Maseni
saatnya menunggu arka tersiksa dengan perasaannya sendiri.... sementara naya B aja dan enjoy dgn kerjaanya yg baru

buat arka jatuh cinta ke naya ya kak... dan naya makin jaga jarak dan sadar diri dgn pernikahan kontraknya
lanjut kak
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah): oke😉👌🏻
total 1 replies
Rian Moontero
mampir ah😄👍
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah): thank you🙏
total 1 replies
Tiara Bella
kasian sekali km Naya.....Arka jangan galak² Napa km....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!