NovelToon NovelToon
SISTEM GACHA RAJA KULINER

SISTEM GACHA RAJA KULINER

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:11k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Galang Kurniawan, seorang pedagang makanan kecil bernasib sial yang hidupnya selalu jalan di tempat. Di malam terburuk dalam hidupnya ketika gerobaknya dihancurkan dan ia hampir menyerah, Galang tiba-tiba membangkitkan Sistem Kuliner Acak yang memaksanya berjualan di lokasi-lokasi aneh dengan hadiah gacha yang fantastis. Dimulai dari berjualan di rumah sakit, Galang harus menghadapi berbagai macam pelanggan baru, persaingan bisnis yang kotor, koki arogan yang meremehkannya, hingga tantangan memasak bahan-bahan langka dari sistem.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

Pria itu tampak sangat kacau dengan rambut yang acak-acakan dan mata yang sembab seperti habis menangis.

"Mas jualan makanan kan, masih ada sisa porsi untuk saya?" tanya pria itu dengan suara serak.

"Anak saya sedang dioperasi di dalam dan saya sama sekali tidak bisa tidur menunggunya."

"Mencium bau kaldu masakan Mas di luar sini rasanya membuat perut saya yang kram sedikit tenang."

Galang tertegun melihat raut wajah pria bernama Yanto itu.

Ia jadi mengingat dirinya sendiri beberapa jam yang lalu saat menangis memohon pada preman pasar.

"Masih Pak, silakan duduk dulu di sebelah suster," ucap Galang dengan senyum hangat yang tulus.

"Saya buatkan porsi spesial untuk Bapak malam ini."

Dalam waktu kurang dari sepuluh menit, tiga mangkuk mie ayam yang mengepul panas sudah tersaji di atas meja kayu kecil.

Satu mangkuk untuk Pak Darmo si satpam, satu untuk Suster Rini, dan satu lagi untuk Pak Yanto.

Meskipun disajikan tanpa pangsit goreng dan sayur sawinya sedikit layu, tampilan mie ayam itu entah kenapa sangat menggugah selera.

Slurp.

Pak Darmo menjadi orang pertama yang menyeruput kuah kaldu bening tersebut.

Matanya seketika membelalak lebar menatap mangkuknya sendiri seperti baru saja melihat keajaiban.

"Gila, rasa gurih apa ini?" ucap Pak Darmo tanpa sadar bersuara saking terkejutnya.

Rasa gurih dari kaldu ayam asli berpadu dengan sangat sempurna bersama bumbu rahasia yang meresap ke dalam tekstur mie.

Bahkan daging ayam cincangnya yang biasanya terasa keras kini terasa begitu lembut dan lumer saat dikunyah.

Di kursi sebelahnya, Suster Rini yang baru menyuap satu sendok kuah tiba-tiba menitikkan air mata.

"Kok saya jadi cengeng begini ya?" ucap Suster Rini sambil mengusap sudut matanya dengan tisu.

"Mie ayam ini rasanya persis seperti masakan almarhumah ibu saya saat saya sedang sakit demam waktu kecil dulu."

Rasa lelah dan penat yang sejak tadi bersarang di pundak perawat muda itu seolah menguap begitu saja bersama asap kaldu.

Sementara itu di sudut lain, Pak Yanto memakan mienya dengan sangat lahap hingga ia tersedak.

Uhuk uhuk.

Galang buru-buru menyodorkan segelas botol air mineral untuk pria paruh baya itu.

"Pelan-pelan Pak makannya, jangan terburu-buru," ucap Galang dengan nada khawatir.

Pak Yanto meminum air itu dengan cepat lalu menatap Galang dengan pandangan penuh rasa terima kasih.

"Terima kasih banyak Mas," kata Pak Yanto dengan suara yang bergetar menahan haru.

"Sejak siang saya tidak bisa menelan makanan apa pun karena cemas memikirkan tagihan biaya operasi anak saya."

"Tapi entah kenapa, mie ayam buatan Mas masuk begitu saja ke tenggorokan saya dan membuat hati saya jauh lebih tenang."

Galang hanya bisa berdiri mematung di balik gerobaknya mendengar pujian beruntun dari ketiga pelanggannya.

Ia tahu persis bagaimana rasa standar mie ayam buatannya sendiri selama beberapa bulan terakhir berjualan.

Rasanya biasa saja dan tidak ada yang istimewa apalagi sampai membuat orang menangis terharu seperti ini.

"Apakah ini efek tersembunyi dari sistem itu?" batin Galang sambil menatap kedua telapak tangannya sendiri.

Ia teringat buff energi ekstra yang diberikan sistem padanya sebelum ia berangkat ke rumah sakit tadi.

"Mungkinkah sistem juga secara diam-diam memanipulasi kualitas masakan buatanku menjadi lebih enak?" pikir Galang lagi.

Ketiga mangkuk plastik itu akhirnya bersih tanpa sisa sedikit pun dalam waktu yang sangat singkat.

Pak Darmo berdiri lebih dulu dan meletakkan selembar uang dua puluh ribuan di atas etalase kayu Galang.

"Ini uangnya Mas, kembaliannya ambil saja buat kamu," kata Pak Darmo dengan senyum puas sambil menepuk perutnya.

"Besok-besok malam kamu jualan di sini lagi saja, nanti urusan keamanan saya yang jamin dari satpam lain."

"Wah, terima kasih banyak Pak Darmo!" seru Galang kegirangan mendengar tawaran itu.

Suster Rini dan Pak Yanto juga ikut berdiri untuk membayar pesanan mereka berdua.

Wajah mereka berdua terlihat jauh lebih cerah dan bersemangat dari sebelumnya.

"Saya harus kembali ke ruang IGD dulu ya Mas, berkat mie ayam ini saya jadi semangat kerja lagi sampai pagi," pamit Suster Rini.

"Saya juga mau kembali berdoa untuk kelancaran operasi anak saya," tambah Pak Yanto sambil menepuk pundak Galang.

"Semoga dagangan Mas ke depannya selalu laris manis."

Galang membungkuk hormat berkali-kali untuk melepas kepergian ketiga pelanggannya yang sangat berharga itu.

Tepat ketika punggung mereka bertiga menghilang di balik pintu kaca rumah sakit, suara mekanis yang familiar itu kembali terdengar di kepalanya.

[DING!]

[Misi Mingguan Pertama Berhasil Diselesaikan!]

[Evaluasi Kepuasan Pelanggan: Sangat Puas.]

[Hadiah Misi sedang didistribusikan ke Host.]

Galang menahan napasnya saat melihat layar biru transparan itu memunculkan deretan notifikasi baru.

[Uang tunai sebesar Rp 2.000.000 telah berhasil ditransfer ke rekening Host.]

Trrrt. Trrrt.

Ponsel butut di saku celana Galang bergetar dua kali.

Ia buru-buru merogoh sakunya dan membuka pesan masuk dari aplikasi perbankan miliknya.

Mata Galang berkaca-kaca melihat saldo di layarnya yang benar-benar bertambah dua juta rupiah secara instan.

"Uangnya sungguhan masuk, aku bisa bayar kos dan lepas dari ancaman preman pasar itu besok," bisik Galang dengan suara bergetar bahagia.

[Resep Nasi Goreng Pemulihan Tingkat Rendah berhasil diklaim.]

[Pengetahuan tentang resep baru sedang diunggah ke dalam memori otak Host.]

Tiba-tiba, kepala Galang terasa sedikit pusing dan berdenyut selama beberapa detik.

Ribuan informasi baru tentang takaran bumbu, cara memotong sayuran yang benar, hingga teknik rahasia mengayunkan wajan masuk ke dalam otaknya secara paksa.

Dalam sekejap mata, ia kini tahu persis bagaimana cara membuat hidangan nasi goreng terlezat yang belum pernah ada di dunia ini.

[Misi pertama selesai, Host disarankan untuk segera pulang dan beristirahat.]

[Misi lokasi baru akan tersedia dalam waktu tujuh hari ke depan.]

Layar biru itu berkedip sekali sebelum akhirnya menghilang sepenuhnya dari pandangan Galang.

Galang tersenyum lebar menatap gerobak hancurnya dengan perasaan lega yang luar biasa.

Malam ini, di pelataran parkir rumah sakit yang dingin, ia telah memenangkan pertaruhan nasib pertamanya.

"Tunggu saja besok," gumam Galang sambil mengepalkan tangan kanannya ke udara malam.

"Aku akan membuktikan pada semua orang yang sudah meremehkanku selama ini."

1
Dhewa Shaied
lanjut thor
Khalita Aazahra
lanjut
Wega Luna
perlu dicoba tuh ,,,aku suka daging bekicot yg disalah itu waktu hamil dulu bisa habis 10 tusuk langsung makan , berarti nasi goreng ala seafood yh
Nissa Safira: Bener juga sih... ayam lebih mahal dari bekicot 🤣 Oke deal, nanti kalau Galang bagi resep Nasi Goreng Bekicot aku share di sini. Mbak yang pertama cobain di rumah ya, kabarin kalau bocil-bocil pada ketagihan🤣🤣
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!