NovelToon NovelToon
Merpati Yang Memilih Pulang

Merpati Yang Memilih Pulang

Status: sedang berlangsung
Genre:Mandul
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: SeinXD

Siapa perempuan yang ingin menjadi mandul .?? tidak ada satupun yang menginginkan itu semua, setiap wanita pasti ingin punya keturunan punya buah hati yang akan menjadi pelengkap dalam bahtera rumah tangga nya, sebagai pemanis dalam cinta yang di arungi bersama teman hidupnya.

Namun rencana yang kuasa tetap lah rencana nya siapa yang dapat menghindar atau mengelak jika ia sudah berkehendak, itu lah yang di alami kora.

11 Tahun pernikahan nya ia selalu mendambakan ada buah hati yang sudi tumbuh dalam rahim nya, 11 tahun penantian yang panjang. Pernikahan yang sempurna, memiliki suami yang sempurna ternyata bukan lah obat dari sebuah penawar kebahagiaan.
pernikahan yang dikira akan berjalan seumur hidup harus kandas kala tuntutan dan penghianatan yang terjadi. kora tidak marah tidak juga menyalahkan siapapun ia memilih mengalah dan merelakan cinta nya pergi dan memilih menghilang untuk menemukan arti kebahagiaan yang sesungguhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SeinXD, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CH 8

Nisa terbangun dari tidurnya ia tampak begitu ketakutan, keringat membasahi sekujur tubuh nya. Mimpi itu kembali, ia menangis memeluk lututnya rasa bersalah dan penyesalan ini telah menghantuinya bertahun-tahun.

Ia telah menjebak dirinya sendiri dalam permainan ini karena rasa benci yang begitu dalam membuat nya harus masuk terlalu dalam, ia tidak bisa menyalahkan siapapun saat ini hanya ada penyesalan yang dalam karena telah dihasut dosa untuk melakukan ini.

Ia ingat jelas tatapan memohon dan permintaan maaf yang tulus dari seseorang, namun karena gelap mata ia tega melayang kan satu nyawa hanya karena dendam dan ambisi. Namun tidak ada yang tau hanya ia dan seseorang bernama Tiara.

Sejak saat kejadian itu ia telah membuat kesepakatan untuk membantu tiara, dan membawa gadis iblis itu masuk ke dalam keluarga nya. Siapa sangka gadis itu begitu pandai memerankan adiknya, ia telah menipu banyak orang dengan topeng kepalsuan.

Semua nya mengira saat ini Tiara adalah Tiara yang dulu, namun siapa sangka Tiara saat ini adalah Tiara yang palsu. Itu adalah ular yang bertopeng yang di bawa masuk oleh Nisa kedalam ini semua.

Saat kejadian itu tanpa pikir panjang dan takut jejak nya terbongkar, ia menyepakati sosok perempuan itu hadir dan menjadi Tiara yang sekarang. Seseorang yang telah membawanya masuk begitu jauh kedalam permainan ini.

Nisa menatap foto diatas nakas wajah kecil yang senyum ceria, itu adalah dirinya yang baru berusia 10 tahun saat itu kebahagiaan masih menyelimuti nya sampai sesuatu yang datang merampas ini semua. Ia merasa bersalah dengan kora ia membawa penyesalan yang begitu besar hingga suatu saat apakah ia bisa menebus kesalahannya.

Ia kemudian turun dari kasurnya menuju balkon, ia menatap langit malam yang begitu indah namun tidak dengan suasana hatinya, kakinya perlahan menaiki pagar balkon lebih tinggi dan tinggi lagi. Ia melihat ke bawah begitu gelap dan menakutkan, ia merentangkan kedua tanya bersiap ingin mengakhiri semua dengan kepergian.

...----------------...

Kora menatap wajah sang suami yang tertidur dengan pulas, permainan hangat yang kembali ia rasakan semalam membuat hatinya yang takut sang suami berpaling seketika sirna. Ia tersenyum dan mengecup pelan bibir Hendra, ia tidak menyangka lelaki ini yang akan menemani nya hingga pada titik ini.

Dulu ia hanya lah gadis lugu yang terus bergulat dengan buku buku pelajaran, sampai ia lupa ada cinta didunia ini. Ia begitu fokus membangun karir dan masa depan agar bisa bangkit dari keterpurukannya hingga Hendra datang dan mengusik itu semua, siapa sangka siswa berandalan ini akan menjadi suami yang sangat ia cintai.

Saat ini dunia nya hanya ada Hendra, ia tak memiliki siapa-siapa di dunia ini hanya Hendra suaminya lah tempat ia pulang. Keluarga ibu dan ayahnya sudah lama membuangnya saat ia di kirim ke panti asuhan mereka tak pernah lagi muncul.

Mereka menghilang begitu saja, kora sempat mencari keberadaan keluarga itu namun tak pernah menemukan mereka bahkan hanya sekedar jejak nya. Mereka benar benar hilang entah kemana. Ia sudah berusaha semaksimal mungkin menemukan mereka ingin menanyakan secara pasti tentang keluarga dan apa yang terjadi tapi mereka seperti menghilang.

Kora menengadah kan kepala nya ia masih berntanya kemana keluarga nya, semua orang seakan ikut menghilang bersama dengan kenangan masa lalunya ia hanya ingat sekilas dan tidak benar-benar ingat.

Jauh didalam hatinya sebenarnya kora masih mempertanyakan siapa dirinya sebenarnya, yang ia ingat hanya namanya yang samar diucapkan oleh seseorang kala ia samar samar menatap dan terbangun di ruang ICU.

Sudah lama ia tak menyelidiki dirinya sendiri apakah yang terjadi dan kenapa dengan keluarga nya, dimana mereka sekarang saat ini.

Memikirkan nya saja sudah melelahkan ia memutuskan untuk pergi kedapur untuk mengambil air minumnya, ia tak dapat lagi memejamkan matanya karena entah kenapa ia tiba-tiba saja terbangun dari tidurnya tanpa sebab. Jam di dinding baru menunjukkan pukul 1 dini hari.

Langkahnya pelan berjalan menuju dapur ia membuka kulkas dan mencari air dingin untuk meredakan dahaga di tenggorokan nya, hatinya merasa gelisah dan sungguh tak nyaman.

" apa yang terjadi?"

Ia begitu bingung dengan dirinya sendiri kenapa ia merasakan ada sesuatu yang seolah tersembunyi dalam memori nya, ia hanya bisa melihat sekilas kenangan itu tapi hanya samar dan tak jelas.

Ia ingat suster ana pernah mengembalikan barangnya saat ia memutuskan untuk meninggalkan pantai asuhan, kata suster ana itu adalah barang yang di titipkan keluarga nya sebelum ia di tinggal kan di pantai asuhan.

Kora segera berlari menuju gudang belakang tampaknya keraguan dan pertanyaan nya ada di sana, selama ini ia tak pernah membuka nya ia mengagap itu hanya lah sesuatu yang mungkin akan ia lihat suatu saat nanti dan inilah saat baginya untuk tahu tentang kotak itu.

...----------------...

" bodoh!"

Hanya kata itu yang keluar dari mulut tiara setelah berhasil menarik Nisa dari balkon, ia menatap nisa dengan tatapan yang tajam seolah memberi isyarat jangan pernah berbuat hal yang nekat.

Nisa hanya meringkuk ia menangis ia bisa saja jatuh dan mati di bawah sana namun Tiara menariknya kembali dan menyelamatkan gadis itu.

Tiara menarik lengan nya dengan kuat agar mengikutinya, ia berusaha mengikuti langkah Tiara yang tergesa-gesa. Entah apa yang ingin Tiara lakukan setelah berada di kamar nya Tiara menghempaskan tubuh Nisa begitu saja di kasur empuk miliknya.

" apa lu gila? Lu mau menyia-nyiakan hidup yang selama ini lu perjuangkan! Mikir goblok"

Tiara tampak begitu emosi dengan Nisa yang menurut nya tak berpikiran luas, entah kenapa Nisa ini bisa berpikiran untuk bunuh diri.

Nisa hanya menangis meringkuk dalam dekapan nya sendiri, rasa bersalah dan penyesalan yang mendalam membuat nya hidup seperti orang yang hari hari nya di penuhi rasa takut.

" kemarin aku melihat Dimas!"

Tiara yang sedari tadi membelakangi Tiara seketika memutar kan badannya, matanya melotot tak percaya bagaimana bisa!

" ngak mungkin!"

Tiara mengucang tubuh Nisa seolah mencari kebohongan disana, namun yang ia dapati adalah tatapan ketakutan yang begitu mendalam. Tubuh tiara terhuyung kebelakang, tubuhnya seketika bergetar ketakutan dari sorotan matanya ia seperti halnya wanita biasa yang penuh kehancuran dan rasa sakit.

Ia menarik nafas dengan susah payah sementara Nisa masih menangis dalam diamnya, apa ini semua adalah akhir dari sandiwara ini.

" apapun yang terjadi, apa yang selama ini sudah susah payah di bentuk tak akan hancur begitu saja!"

Tiara memilih pergi meninggalkan kamar itu, Nisa hanya menatapnya nanar. Ia semakin dilema dengan situasi yang menjebak nya ini.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!