NovelToon NovelToon
SIMPUL KIRANA : TAKDIR ENAM NEGERI

SIMPUL KIRANA : TAKDIR ENAM NEGERI

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Sistem / Penyelamat
Popularitas:431
Nilai: 5
Nama Author: Noona Y

Bhaskara hanyalah pemuda biasa ... hingga sebuah kecelakaan merenggut hidupnya.
Saat membuka mata, ia telah berada di Jagaddhita—dunia yang perlahan ditelan kegelapan. Sebuah sistem misterius muncul di hadapannya.

《Misi Utama》
-Pulihkan Prisma Kirana.
-Satukan Enam Negeri.
-Selamatkan Jagaddhita.

Untuk menyelesaikan misi itu, Bhaskara harus mencari lima putri pewaris elemen—Anala, Nirmala, Sekar, Samira, dan Vajra.

Namun, menyatukan mereka tidak cukup. Ia harus membentuk Simpul Kirana, ikatan suci yang dapat membangkitkan kembali cahaya dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noona Y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2: PELARIAN DI ATAS CELAH LAHAR

“Tahan mereka! Jangan biarkan orang asing itu membawa Anala pergi!”

Seruan Pangeran Dahana menggelegar, memicu belasan prajurit berzirah merah menerjang maju serempak. Bilah-bilah pedang yang diselimuti kobaran api berdesing membelah udara, menutup setiap celah pelarian dan mengepung Bhaskara serta Anala dari segala penjuru.

Bhaskara tak memiliki pedang. Namun, ketika jemarinya menyentuh pergelangan tangan Anala, Prasasti Gaib memancarkan cahaya keemasan yang menyilaukan.

Kilatan itu memenuhi pandangannya, dan sesaat kemudian, segala sesuatu di sekelilingnya seakan berhenti. Bilah pedang yang tengah mengayun membeku di udara, bara api menggantung tanpa bergerak, sementara hanya Bhaskara yang masih mampu bernapas dan menyadari bahwa waktu telah terhenti.

> 《Prisma mengamati pilihanmu.》

> [ANALISIS LINGKUNGAN: BAIT PAWAKA]

> Poin Lemah Struktur: Pilar penyangga ketiga di sisi barat terhubung dengan saluran lahar cair di bawah benteng.

> Instruksi: Hantamkan energi Bara ke celah lantai pada koordinat sudut kiri.

"Anala! Hantam lantai di sebelah kirimu dengan pedangmu sekarang!" teriak Bhaskara memberi aba-aba tegas.

Anala terkejut, tapi suara Bhaskara yang terdengar yakin membuatnya bertindak refleks. Ia mengayunkan pedang Garuda Merahnya, menancapkan bilah berapi itu tepat ke celah retakan lantai batu yang ditunjuk Bhaskara.

BOOM!

Tekanan api yang terkumpul di bawah bangsal terpicu seketika. Lantai batu Bait Pawaka terbelah hebat. Gelembung lahar dingin dan ledakan asap sulfur tebal membumbung tinggi, menghempaskan barisan prajurit Dahana dan membutakan pandangan mereka.

"Sekarang! Lari!"

Bhaskara menarik tangan Anala, menerobos kepulan asap tebal menuju celah jendela kaca patri yang tadi ia gunakan untuk masuk.

"Tunggu! Itu jurang tebing vulkanik!" seru Anala menahan langkahnya saat melihat kegelapan dan sungai lahar membara puluhan meter di bawah mereka. "Kita terjebak!"

"Percaya padaku!" tegas Bhaskara. Ia melirik indikator gaib di atas kepala Anala yang melompat naik:

> [PUTRI ANALA]

> Tingkat Kepercayaan (Trust): 15% (Ragu tapi Tak Punya Pilihan)

Di pandangan Bhaskara, Lontar Emas kembali menunjukkan sebuah garis lintasan berpendar yang membentang dari ambang jendela menuju jembatan batu gantung yang membeku di sebelah luar tebing.

Tanpa ragu, Bhaskara menggenggam erat jemari Anala dan melompat bebas ke dalam kegelapan malam.

"Bhaskara!" Anala menjerit pelan, angin panas menerpa wajah mereka.

TAP!

Keduanya mendarat keras di atas struktur jembatan batu gantung yang tersembunyi di balik pekatnya asap vulkanik—tepat di titik yang diprediksikan oleh Sistem. Tanpa membuang waktu, Bhaskara memusatkan energi Bara di telapak tangannya dan memukul tali pancang utama jembatan tersebut.

KREAK... PRANG!

Jembatan kayu dan rantai besi itu putus, bergoyang hebat dan jatuh menempel di tebing seberang, memutus akses utama prajurit Dahana yang baru saja menyusul ke ambang jendela.

Di balik pekatnya asap dan gemuruh Gunung Pawaka, Bhaskara dan Anala terengah-engah di atas tanah tebing luar. Mereka berhasil lolos dari kepungan istana, meninggalkan Pangeran Dahana yang raung kemarahannya terdengar ditelan angin malam.

Anala melepaskan genggaman tangannya pelan-pelan. Ia menatap Bhaskara dengan napas naik-turun, manik merahnya berbinar penuh rasa tak percaya.

> [STATUS HUBUNGAN: PUTRI ANALA]

> Tingkat Kepercayaan (Trust): 💛 25% (Mulai Percaya)

> Notifikasi: Keberhasilan meloloskan diri memicu respon positif pertama. Fragmen Bara bergetar lembut.

Bhaskara membuang napas legah, membiarkan tubuhnya bersandar sejenak pada dinding tebing batu yang hangat. Ia tersenyum puas—langkah awalnya di dunia ini terbukti tidak sia-sia.

Di sudut pandangnya, pendar Lontar Emas mengambang lembut, mengonfirmasi keberhasilan misinya di tengah pekatnya asap vulkanik:

> 《Misi Selesai: Langkah Pertama di Atas Bara》

> Putri Api berhasil ditarik dari bayang-bayang pengkhianatan.

> [HADIAH REKONSILIASI]

> 🔥 Status Fragmen Agni: Terhubung (Resonansi Awal)

> ✨ Kapasitas Batin Bhaskara: +50 Prana (Tingkat Bara Menguat)

> 🔓 Jurus Terbuka: Ajian Kirana Agni (Lapisan Perisai Cahaya Berapi)

Rasa hangat yang pekat mengalir dari dada kirinya, menjalar hingga ke ujung jemari tangan Bhaskara. Untuk pertama kalinya sejak terlempar ke Benua Jagaddhita, ia merasakan energi Prana di dalam tubuhnya bergetar selaras dengan elemen dunia ini.

Anala, yang berdiri beberapa langkah di depannya, memperhatikan perubahan ekspresi pria asing itu dengan alis berkerut tipis.

Senyum tenang Bhaskara di tengah situasi genting seperti ini terasa ganjil, tetapi entah mengapa justru memberikan rasa aman yang tak pernah ia rasakan sebelumnya.

"Mengapa kau tersenyum seperti itu?" tanya Anala pelan, menurunkan pedang Garudanya walau jemarinya masih enggan melepas hulu senjata. "Kerajaanku baru saja dikuasai oleh pengkhianat, aku yang seorang putri menjadi buronan di tanah kelahiranku sendiri, dan kau... kau tersenyum seolah baru saja memenangkan pertempuran!"

Bhaskara menegakkan tubuhnya kembali. Ia menatap Putri Api itu, membiarkan mata mereka saling bertaut di bawah pendar merah Gunung Pawaka.

"Aku tersenyum karena kau masih bernapas, Putri," ujar Bhaskara lembut, suaranya terdengar begitu mantap menembus deru angin malam. "Selama sang putri masih berdiri, api Agnivara belum benar-benar padam. Dan ini baru permulaan."

Anala terpaku sejenak. Kata-kata sederhana itu meresap ke dalam dadanya, menyalakan kembali kebanggaan dan tekad yang sempat goyah akibat pengkhianatan pamannya.

> [STATUS HUBUNGAN: PUTRI ANALA]

> Tingkat Kepercayaan (Trust): 💚 35% (Percaya)

> Catatan: Sang Putri kini memandangmu sebagai sekutunya yang paling berharga.

Tiba-tiba, Lontar Emas mengambang kembali di hadapan Bhaskara. Pendar cahayanya memercikkan warna merah keemasan yang makin pekat dan hangat.

《Cahaya tidak memilih yang terkuat. Cahaya memilih yang layak.》

《Misi Lanjutan: Api yang Belum Padam》

Menyelamatkan Putri hanyalah percikan awal. Takhta Agnivara masih ternoda, dan Fragmen Bara belum sepenuhnya bersatu dengan jiwanya.

[TARGET UTAMA]

Bantu Putri Anala membongkar kebohongan Pangeran Dahana di hadapan para Senopati.

Rebut kembali Kota Kerajaan Agnivara.

Capai Tingkat Hubungan: ✨ Simpul Kirana bersama Putri Anala.

《Prisma mengamati pilihanmu.》

Bhaskara membaca prasasti tersebut dengan alis berkerut. Sistem ini mengerti bahwa sebuah ikatan tidak bisa dipaksa, dan sebuah negeri tidak bisa ditinggalkan begitu saja dalam keadaan hancur.

"Bhaskara?" panggil Anala, heran melihat Bhaskara yang tampak melamun menatap udara kosong. "Apa yang sedang kau pikirkan?"

"Aku sedang memikirkan bagaimana caranya kita merebut kembali kerajaanmu," jawab Bhaskara sambil menatap Anala.

Anala menatap Bhaskara dengan binar mata yang kian dalam. Senyum tipis—untuk pertama kalinya malam ini—terukir di bibir sang Putri Api.

"Kau pria asing yang sangat nekat, Bhaskara,"

...****************...

1
Europa.
seperti biasa, novel baru, nunggu insect
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🥑⃟YAYA💘℘ℯ𝓃𝓪: 😭😭😭😭😭😭😭
total 1 replies
Phrolova
naiknya cepet banget
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🥑⃟YAYA💘℘ℯ𝓃𝓪: pacing cepatt 🤣🤣
total 1 replies
Yui
masterpiece /Angry//Angry/ aku nunggu insectnya/Drool//Drool//Drool/
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🥑⃟YAYA💘℘ℯ𝓃𝓪: gak ada insect /Curse//Hammer/
total 1 replies
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Han Boshalvaya
Waw, othor romance nulis fantasi! patut dilihat /Doge//Good/
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🥑⃟YAYA💘℘ℯ𝓃𝓪: /Awkward/ waduhhh
total 1 replies
Ironside
Wah /Hunger/
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🥑⃟YAYA💘℘ℯ𝓃𝓪: /Panic/
total 1 replies
Teteh Lia
nama tokoh na dari bahasa Sanskerta semua 👍
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🥑⃟YAYA💘℘ℯ𝓃𝓪: Isekai tema Nusantara 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!