NovelToon NovelToon
GADIS SANG PENYELAMAT ( APOCALYPSE )

GADIS SANG PENYELAMAT ( APOCALYPSE )

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sci-Fi / Zombie
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda Fii

Seorang gadis cantik yang bernama Ruby Sterling sedang duduk termenung di atas sebuah jembatan.

Dia sangat putus asa, kemana lagi dirinya harus mencari biaya pengobatan untuk Neneknya yang sedang berjuang menahan rasa sakit.

Ruby hanya tinggal dengan Neneknya, dia tidak punya keluarga atau kerabat. Di mana lagi dia harus meminta bantuan?

Dia bekerja sebagai Karyawan di sebuah Supermarket dengan gaji yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari.

Ruby sangat bersedih, saat dia ingin menyerah, seseorang datang menghampirinya dan memberinya sebuah buku Novel.

"Ketulusan! Kerja sama! Menolong! Adalah kunci untuk kembali!"

Ruby menatapnya dengan bingung, orang itu pergi begitu saja setelah mangatakan kalimat yang tidak dia mengerti.

Orang itu berbalik dan kembali berkata "Jika kamu berhasil, maka semuanya akan baik-baik saja!"

Ruby hanya diam mematung, Siapa dia? Apa maksud dari perkataannya? Apa yang akan baik-baik saja? Apa yang harus dia lakukan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda Fii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3. Penjelasan

Ruby sudah berada dalam kamarnya, dia sedang memikirkan kondisi Neneknya. Apa Neneknya baik-baik saja? Siapa yang merawat Neneknya? Dan bagaimana dengan tubuhnya? Apa dia sudah mati?

Karena tidak ada yang bisa memberinya jawaban, Ruby akhirnya mengambil ponsel pemilik tubuh, dan mencari tahu, di kota mana dia tinggal saat ini.

Ruby juga bingung, karena dia tidak mendapat ingatan tentang itu. "Hmm semoga masih di Negara ya sama!" harapnya.

Tapi sayang sekali, harapan itu harus pupus. Karena Negara dan kota tempat tinggalnya sekarang sangat berbeda dengan tampat asalnya.

"Negara Oaza, Kota J" gumam Ruby dengan pelan. Nama Negara itu tidak ada di dunia asalnya. Tapi kenapa terdengar tidak asing?

Ruby lanjut melihat nama-nama kota yang ada diNegera Oaza. Makin dia baca, makin terasa sangat familiar.

"Di mana aku pernah membacanya?" sahut Ruby sambil berusaha mengingatnya.

Dan beberapa menit kemudian, jantungnya berdebar kencang. Ruby akhirnya ingat, di mana dia pernah membaca nama-nama Kota tersebut.

"Astaga.. Ini nggak mungkin!" kata Ruby dengan rasa takut yang luar biasa. "Aku masuk dalam buku! Lalu bagaimana dengan Nenek?"

Ruby berusaha menenangkan dirinya yang sedang kalut. Tentu dia mengerti apa yang terjadi, karena sebelum Nenek jatuh sakit, dia juga punya HP untuk baca Novel online.

Transmigrasi atau berpindah dunia bukan hal yang baru baginya. Ruby cuman Tak menyangka, hal seperti itu benar-benar ada, dan terjadi padanya.

"Haahh.. Aku masuk dalam Novel Di Ujung Kegelapan. Mayat hidup yang mereka maksud pasti Zombie.!" ucap Ruby yang akhirnya tau di mana dirinya saat ini berada.

Ruby minum segelas air dan duduk terdiam, dia harus tetap tenang. Semuanya tidak masuk akal, tapi buktinya sudah ada di depan mata.

"Jadi keluarga pemilik tubuh berperan sebagai apa? Seingatku, tidak ada nama Ruby di alur cerita.!" gumamnya sambil mengingat alur dalam novel.

Ruby mengecek kalender yang ada di atas nakas. Dan di sana tertulis dengan jelas TAHUN 3033. "ini.. Aku berada seribu tahun di masa depan.!"

Ruby terdiam dengan pikirannya yang kacau. Karena dia sudah berada di sini, dia harus tetap hidup dan mempersiapkan semuanya mulai dari sekarang.

Dalam alur cerita, Virus Zombie terjadi pada tanggal 13 Bulan 3 Tahun 3033. Dan sekarang sudah akhir Januari.

"Haahh.. Mari kita lanjut besok!" guma Ruby yang sudah berbaring. Tubuh dan pikirannya lelah dengan kejadian yang dia alami.

***

Tiba-tiba Ruby berada di sebuah ruangan dengan beberapa pintu. Setiap pintu memiliki lampu di bagain atas berwarna merah, hanya ada satu lampu yang berwarna biru.

"Astaga ini di mana lagi?" Ucap Ruby karena dirinya tiba-tiba berpindah tempat.

Rubi melihat sekeliling, tapi tidak ada jalan keluar. Hanya ada koridor dengan ruangan yang saling berhadapan.

Ada meja dan kursi tepat di depan ruangan dengan pintu yang berwarna biru. Ada dua buku yang tergeletak di atas meja tersebut.

Ruby duduk dan mengambil buku bagian atas. "Astaga kenapa novel ini ada di sini?" tanyanya dengan heran saat membaca sampulnya.

Rubi mengambil buku kedua, dan saat membuka lembaran pertama tertulis ( Selamat datang ).

Lembaran kedua ( Ketulusan! Kerja sama! Menolong! Adalah kunci untuk kembali)

Lembaran ketiga ( Jika kamu berhasil, maka semuanya akan baik-baik saja! )

Jantung Ruby berdebar kencang, kalimat itu sama persis dengan apa yang dikatakan orang aneh di atas jembatan.

"Ini... Apa maksudnya?" gumam Ruby sambil berpikir keras. Dia merasa kalimat itu tidaklah sederhana, pasti memiliki arti yang sangat berguna baginya.

Ruby membuka lembaran keempat, di situ tertulis jika pintu hanya bisa terbuka jika lampunya sudah berwarna biru, dan jika dia ingin semua pintu bisa terbuka, maka Ruby harus berusaha.

"Kau memintaku untuk berusaha! Tapi kau tidak menjelaskan apa yang harus aku lakukan!" keluhnya dengan nada protes.

Tapi saat matanya tertuju ke buku novel, Ruby tertegun. "Jangan-jangan, kau memintaku untuk berusaha tetap hidup di Zaman Zombie yaa?" tanyanya sereya menebak.

"Aku.. Aku sudah mengerti. !" gumam Ruby dengan wajah serius. "Kau ini seperti sistem, dan misiku harus menolong para penyintas. Jika aku berhasil menyelamatkan banyak orang, maka aku bisa kembali ke dunia asalku!"

"Kalau begitu, misiku bertentangan dengan Pemeran utama wanita. Dia harus membunuh banyak Zombie. Sedangkan aku, harus menyelamatkan banyak orang agar tidak jadi Zombie!" ujarnya.

"Hemm.. Di buku ini pemeran utama berhasil mengumpulkan banyak poin, dan poin itu dia gunakan untuk menukar persediaan! Kalau begitu mari kita bersaing!"

Ruby membuka pintu yang berwarna biru, dan betapa terkejut dan bahagianya dia melihat Mini Market yang penuh dengan barang-barang yang akan jadi rebutan beberapa bulan lagi.

"Ini.. Supermarket tempatku bekerja!" ucap Ruby dengan semangat. Dia sudah mengenal semua tata letak barang di ruangan itu.

"Dengan adanya Supermarket, aku tidak perlu takut lagi untuk menyelamatkan banyak orang!" Gumamnya sambil berjalan menuju gudang.

...----------------...

Keesokan harinya setelah sarapan, Ruby mengajak mereka untuk berkumpul karena ingin membahas sesuatu yang penting.

"Nak, ada apa?" tanya Tuan Edward dengan wajah yang tampak kurang sehat.

"Ayah sakit?" tanya Ruby balik melihat Tuan Edward yang tampak tidak baik-baik saja.

Tuan Edward mengusap wajahnya berkali-kali, mimpi itu datang lagi membuatnya tidak bisa tidur dengan nyenyak.

"Ayahmu mimpi buruk lagi!" ucap Nyonya Sera yang membalas pertanyaan Ruby. Tuan Edwar juga sudah menceritakan seperti apa mimpinya pada mereka.

Semua terdiam dengan tubuh gemetar, mereka hanya bisa menebak-nebak. Apakah mimpi itu akan jadi kenyataan atau hanya sekedar bunga tidur?

"Haahh.." Tuan Edwar menghela nafas berat "Nak, kamu tadi mau bahas apa?" Tanyanya kembali.

"Ayah itu bukan cuman mimpi.!" ujar Ruby dengan serius. Dia harus meyakinkan keluarganya, jika itu bukan sekedar mimpi biasa.

"APPA.??"

Mereka terkejut, semua menatap Ruby dengan sorot mata meminta penjelasan yang lebih lanjut.

"Sayang. Apa maksudnya?" tanya sang Ibu.

"Mayat hidup yang kalian lihat di dalam mimpi itu adalah zombie!" jelas Ruby.

Deg

Jantung mereka berdebar kencang. Zombie? Jika di ingat-ingat bentuknya memang seperti zombie yang pernah mereka nonton di TV.

Maura mengambil HP nya, dengan cepat mencari wujud Zombi di pencarian. Tangannya gemetar, apa yang dia lihat 90% sama dengan yang ada di dalam mimpinya.

Tuan Edwar juga melihatnya! Yang membuatnya makin takut, jika mimpinya benar-benar jadi kenyataan, semua anggota keluarganya mati satu persatu.

"Nak. Kamu tau dari mana kalau itu bukan cuman mimpi?" tanya Tuan Edwar.

"Ya. Dek jangan buat kami makin takut!" sela Leo yang sangat prustasi. Dia lebih baik berhadapan langsung dengan musuh, daripada harus mimpi buruk setiap malam.

"Aku bukan hanya mimpi. Tapi aku mendapatkan kekuatan!" ujar Ruby dengan setengah membual.

Keluarganya harus tahu jika dirinya memiliki perbekalan yang tak ada habisnya. Agar mereka mau membantu menyelesaikan misinya.

"Kekuatan? Kekuatan seperti apa?" tanya Maura dengan cepat sambil menggenggam tangan Ruby.

Ruby akhirnya memperlihatkan kekuatan yang dia maksud, yaitu bisa mengeluarkan benda dari udara kosong.

Mata mereka terbelalak melihat sebotol air dan sebungkus roti tiba-tiba tergeletak di atas meja.

"Astagaa Ruby, kamu bisa sulap!"

.

.

.

.

1
Dandelion
ttp masih kurang bacanya...knp sdkt amat ka up nya...
Dandelion
ohhh Tuhan...di gantung lagi sama ka othor nya...
Dandelion
next ka
Dandelion
berasa kurang banyak bacanya...😁
next ka...
Dandelion
seru2 semoga orang2 yg di tolong oleh tim ruby di bawa keperkebunan milik ruby...
next ka...
Dandelion
next ka
Dandelion
lanjut kq
Dandelion
next ka
Dandelion
double up dong ka...
Dandelion
lanjut ka
Dandelion
next ka
Dandelion
hmmmm...nggak berasa bacanya...berasa kurang trs 😁
next ka
Dandelion
double up dong ka...
Dandelion
makin seru dan menegangkan ceritanya
next ka
Dandelion
lanjut ka...
Dandelion
next ka
Dandelion
seru...seru...seru...
next ka
Dandelion
bener2 menegangkan ceritanya 😁
next ka..
Dandelion
knp novel ka othor yg ini bikin menegangkan...serasa ikut terbawa suasana mengerikan 😁
lebih seram dr cerita horror...next ka...
Fii: makasih kk🙏 jangan lupa ajak teman2nya mampir kk 😊
total 1 replies
Dandelion
ceritanya bikin dag dig dug ...serasa ikut jd spt ruby..😁
next ka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!