NovelToon NovelToon
Senandung Cinta Melodi

Senandung Cinta Melodi

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:625
Nilai: 5
Nama Author: Purnamanisa

Melodi Nada Asmara, seorang gadis dua puluh tahun yang sangat mencintai musik. Musik adalah napas bagi Melodi. Dunianya tak pernah sepi karena selalu ada melodi yang mengalun di dalam telinganya.

Berbeda dengan Abas Baskara, seorang pria misterius dan dingin, yang menganggap musik hanyalah suara berisik yang mengganggu ketenangan hidupnya.

Pertemuan Melodi dan Abas di tepi pantai di suatu senja, mengubah hidup mereka. Abas yang selalu menganggap musik itu berisik, ternyata menemukan ketenangan dalam setiap petikan gitar yang dimainkan Melodi. Melodi yang biasanya memainkan gitar dengan jiwa yang bebas, kini memahami bahwa setiap nada memiliki makna jika dimainkan untuk seseorang.

Bersama Melodi, Abas menemukan ketenangan yang selama ini dia cari. Bersama Abas, Melodi belajar, bahwa musik bukan sekadar kumpulan nada, melainkan bahasa yang mampu menyembuhkan luka hati.

Bagaimana kisah Melodi dan Abas? Simak dalam Senandung Cinta Melodi! 😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Purnamanisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Senja Dalam Diam

Bara mengikuti gadis yang menarik kakaknya menjauh dari laut. Dia cukup penasaran mengapa kakaknya sempat menatap punggung gadis itu cukup lama saat berlalu.

'Selama ini, cuma Sabrina yang bisa mengalihkan dunia Kakak,' pikir Bara sambil menatap gadis yang sedang sibuk memasang tripod dan mencari angle yang pas. Bara mengernyit.

"Apa yang mau dia lakukan?" gumam Bara saat gadis itu mulai berdiri di depan kamera sambil memetik gitarnya.

"Bikin video?" tanya Bara sambil masih menatap ke arah gadis yang sepertinya sedang menyetem gitarnya.

"Ting... Ting... Ting... Jreng... Jreng..."

"Saat pertama kita jumpa... Tawamu bersinar paling cerah... Menerangi duniaku yang kelam... Membawa diriku pada cahaya... Oh..."

Bara menaikkan satu alisnya melihat gadis itu mulai bernyanyi.

"Kirain gitarnya cuma buat gaya," komentar Bara sambil masih menatap gadis itu.

"Tak pernah ku sangka... Senyummu membawa dusta petaka... Membuatku jatuh terlalu dalam... Membawa diriku kembali tenggelam... Oh..."

Langkah Bara terhenti saat mendengar gadis itu mulai bernyanyi. Petikan gitar dan lirik lagunya terasa mengungkapkan rasa di balik hati yang patah. Bara lalu merogoh ponselnya, tak ingin melewatkan momen yang menurutnya mempesona. Dia berjalan mendekat dan merekam penampilan gadis itu.

Melodi sempat melirik ke arah Bara sebelum menyanyikan bagian chorus lagunya.

"Senja... Katakan padanya... Luka ini kan ku bawa... Tanpa suara... Tanpa kata... Angin... sampaikan padanya... Hati ini kan ku jaga... Dalam nada... Dalam diam..."

Bara terpaku mendengar bagian chorus lagu itu. Matanya terkunci pada gadis itu. Kini Bara menyadari, gadis itu tidak hanya sedang bernyanyi, tapi bercerita melalui nada di setiap petikan gitarnya.

"Hai guys! Mungkin lagunya kurang pas ya dinyanyiin pagi hari. Tapi nggak apa-apa. Aku mau kalian dengerin lagu yang baru aku tulis kemarin dan tulis pendapat kalian di kolom komentar yaa," kata Melodi sambil masih menggenjreng gitarnya.

Bara mengerjapkan kedua matanya, seolah tersadar dari hipnotis lagu yang baru saja di dengarnya. Bara masih merekam gadis itu sambil melihatnya yang masih asyik berbicara di depan ponselnya.

"Judul lagunya apa, Kak?" kata Melodi membacakan komentar yang masuk dalam live streamnya.

"Judulnya Senja Dalam Diam ya," jawab Melodi.

"Bagus, Kak, lagunya. Bisa di download nggak?" tanya seseorang di kolom komentar.

"Waduh... belum bisa di download ya," jawab Melodi.

"Eh, tapi nanti malem aku ada perform di Alto Cafe. Buat yang deket area Pantai Gading, bisa merapat ya!" kata Melodi.

"Untuk video Senja Dalam Diam, akan segera hadir di channel aku. Selamat menantikan!" tutup Melodi.

Melodi kembali menyanyikan bagian chorus lagu Senja Dalam Diam. Bara masih menatapnya. Dia mulai menebak apa yang membuat kakaknya sempat memperhatikan gadis itu sepersekian detik.

'Mungkinkah... Kakak denger lagu ini? Tapi, bukannya dia nggak suka musik?'

***

Sore itu Abas keluar dari kamar di villanya. Dia melihat Bara yang tertidur di sofa ruang tamu. Abas menghela napas panjang sambil berjalan menuju adiknya yang masih terlelap saat matahari sudah akan tenggelam.

"Sebenarnya apa yang dia lakukan disini?" gumam Abas sambil menatap wajah tidur adiknya.

"Apa dia tak punya kerjaan?" gumamnya lagi sambil menjentikkan jari ke dahi Bara.

"Aarrrghh!! Ck! Apaan sih?!" omel Bara sambil terbangun dan mengusap dahinya.

"Udah mau malem. Buruan pulang," usir Abas sambil berjalan menuju ruang makan.

"Eh?" Bara menatap matahari yang hampir tenggelam ditelan lautan.

"Kereeen!!" kata Bara dengan suara lirih sambil berdiri mendekati jendela kaca besar yang menghadap ke barat. Untuk sesaat Bara tenggelam dalam indahnya senja kala itu. Tanpa sadar, Bara menyenandungkan lagu yang baru saja dia dengar di tepi pantai pagi tadi.

Abas yang kembali dari ruang makan sambil membawa segelas air putih berhenti saat mendengar nada yang dia kenal. Dia menoleh, menatap Bara yang berdiri di depan jendela, mengagumi senja sambil bersenandung lirih. Abas mengernyit.

"Ah!"

Bara terlihat bar menyadari sesuatu. Dia kemudian meraih ponselnya di atas meja lalu mengusap layarnya untuk sesaat. Abas kembali melangkah memasuki kamarnya. Saat dia akan menutup pintu kamarnya, dia mendengar Bara memutar sebuah lagu.

"Senja... Katakan padanya... Luka ini kan ku bawa... Tanpa suara... Tanpa kata..."

Napas Abas tercekat. Dia mencengkeram erat gagang pintu kamarnya. Bayangan wajah Sabrina kembali muncul setelah seharian ini berhasil dia hempaskan jauh ke laut.

"Angin... sampaikan padanya... Hati ini kan ku jaga... Dalam nada... Dalam diam..."

Lagu berhenti digantikan suara ceria seorang gadis. Abas berjalan mendekat ke arah Bara. Dia dapat melihat Bara tengah menonton sebuah video yang menayangkan gadis bergitar yang Abas lihat kemarin senja.

"Eh, tapi nanti malem aku ada perform di Alto Cafe. Buat yang deket area Pantai Gading, bisa merapat ya!" kata gadis dalam video.

"Hmmm... Alto Cafe. Okelah, malam ini gas kesana!" gumam Bara sambil berdiri.

"Hwa!" teriak Bara saat membalikkan badan hendak menuju kamar mandi, mendapati Abas berdiri di belakang sofa yang didudukinya.

"Bisa nggak Kakak sedikit aja menampakkan aura kehadiran? Udah kek hantu aja," gerutu Bara sambil berlalu.

"Video itu..." kata Abas, menghentikan langkah Bara. Bara menatap ponsel di tangannya.

"Oh... Tadi pagi pas lagi jalan-jalan di pantai lihat cewek cakep lagi live. Suaranya keren parah! Jadi aku videoin. Kakak mau lihat?" kata Bara. Abas melirik ke arah ponsel Bara.

"Nggak," jawab Abas sambil berlalu masuk ke dalam kamarnya.

Bara menaikkan kedua alisnya sambil mencebikan bibirnya

"Udah tahu penasaran. Masih sok cool aja. Dasar, Pangeran Es!" gerutu Bara sambil menuju kamar mandi.

Sementara itu, di dalam kamarnya, Abas duduk terdiam di tepi tempat tidurnya sambil menatap langit dengan semburat jingga yang cantik.

"Senja... Katakan padanya... Luka ini kan ku bawa... Tanpa suara... Tanpa kata..." Abas menyenandungkan lagu yang baru saja dia dengar.

Dadanya kembali terasa sesak seiring wajah Sabrina dalam berbagai ekspresi melintas dalam benaknya.

"Mengapa mendengar lagunya... mengingatkanku pada Sabrina?" gumam Abas.

Abas masih menatap langit senja yang berangsur gelap sambil berkali-kali menyenandungkan lagu gadis bergitar itu dengan lirih. Saat langit benar-benar gelap, Abas menghela napasnya.

"Bagaimana gadis itu bisa membuat lagu sememilukan itu?" gumam Abas.

Abas teringat bagaimana wajah lega gadis itu saat dia berhasil menarik Abas menjauh dari air. Abas memang tidak berniat mengakhiri hidupnya. Namun, sepersekian detik sebelum gadis itu menariknya, sempat terbesit di pikiran Abas untuk ikut hanyut bersama kenangannya dengan Sabrina.

"Bodoh," rutuknya sambil tersenyum kecut.

"Bagaimana bisa aku mempunyai pikiran sepicik itu? Dia bahkan tidak menghargai perasaanku," gumam Abas.

'Kalau saja gadis itu tidak menarikku, aku mungkin sudah mati konyol,'

***

1
Ne Ajja
tanya langsung sama orangnya, Bas...
jangan bisanya nanya dalam hati mulu 🤭
Purnamanisa: kepo banget emang si Abas, tapi sok cool 🤣🤣🤣
total 1 replies
Ne Ajja
ada yg panas tapi bukan kompor 😂
Purnamanisa: apa tuuuh 😅😅🤣🤣
total 1 replies
Ne Ajja
belokin dong, Bar...
dah tau kakamu itu lempeng aja orangnya...
sesekali bolehnya didorong, sampe nyungsep juga ngga pa2...🤣🤣
Purnamanisa: Kalo dibelokin langsung Abasnya ngambek, Kak... biarkan dia belok sendiri 😅😅😅
total 1 replies
Ne Ajja
ngga, Bas...
beneran yg kamu lihat itu, Aku. 🫣 🤭🤣
Purnamanisa: 😅😅
Melodi dimana2 🤣🤣
btw, video Senja Dalam Diam sudah ada di tiktok Purnamanisa ya, kak 😊😊
total 1 replies
Nanaiko
Suka sama lagunya.
Hafal bagian reffnya🤭
Purnamanisa: senjaaa... katakan padanya...🤭🤭
total 1 replies
Ne Ajja
"rasa" hadir tanpa butuh alasan...
eaaa....🤭
Purnamanisa: terimakasih kakaaak... biasanya kalo udah eps 20 keatas baru rame kak 😅😅 bantuin up dan share ya kalo menurut kakak ceritanya keren 🙏🙏 terimakasih udah selalu baca karya2 author 😊😊
total 3 replies
Ne Ajja
arahin, Mel 🤭
Purnamanisa: lupa ga bawa kompas, Kak 😅😅
total 1 replies
Ne Ajja
ohhh....astaga...
bener2 plot twist nya..

jangan sampe Alto yg disalahin ya atas berpalingnya Sabrina...
die aja ngga tau klo lagi disukai sama si Sab..
Purnamanisa: daripada nikah tapi kebayang2 cowok lain kan yaa 😅😅😅
total 3 replies
Ne Ajja
aku udah vote + gift...
moga bisa naikin pembacanya ya...
semangat Ka...💪💪
Ne Ajja: sami2 ka...
total 2 replies
Ne Ajja
👍👍👍👍👍
Ne Ajja: okeh...
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!