NovelToon NovelToon
Miracle

Miracle

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Epik Petualangan / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:458
Nilai: 5
Nama Author: Ayyasy Asy-Syaif

Miracle. menceritakan Ayyasy dan teman-temannya yang hanya siswa biasa melihat bintang jatuh yang jatuh ke arah gunung belakang komplek mereka. mereka menyentuh batu itu dan mendapatkan kekuatan. setelah mereka mendapatkan kekuatan, ancaman ancaman dari monster monster mulai berdatangan. mereka pun harus menjadi penjaga dunia.
bersamaan dengan itu, mereka juga mulai bertemu dengan pahlawan pahlawan dari kota lain yang memiliki nama tim yang sama yaitu, Miracle

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayyasy Asy-Syaif, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Petunjuk Nama Sang Musuh

Suasana di saluran komunikasi antar-kota mendadak hening. Ayyasy, Davi, dan Arunnaqa menyimak dengan cermat setiap kalimat yang disampaikan oleh perwakilan Miracle Kosmik melalui panggilan holografik tersebut.

"Tunggu dulu, Tasya... Dimas..." potong Ayyasy memajukan wajahnya ke arah layar. "Kalian bilang kalian nemuin sinyal frekuensi pusatnya, tapi kalian emang udah tahu siapa sosok asli di balik nama atau identitas dalang ini?"

"Belum," jawab Dimas sambil mengambil alih pembicaraan. "Kita belum tahu pasti nama resminya atau siapa dia sebenarnya. Tapi dari rekaman data perjalanan dan analisis energi kegelapan yang gue dapat kemarin, gue bisa nyimpulkan ciri-ciri fisiknya."

"Ciri-cirinya kayak gimana, Dim?" tanya Davi dari markas Harvest, memasang wajah serius.

Dimas menghela napas panjang, mengingat kembali bayangan mengerikan yang ia lihat dari balik semak-semak. "Dia punya aura energi yang sangat dingin dan pekat. Wujudnya berupa pria berbadan tinggi besar, dan selalu mengenakan jubah hitam pekat yang nutupin semua badannya. Dia bergerak bagaikan bayangan dan mengklaim dirinya sebagai penguasa kegelapan."

Mendengar penjelasan Dimas tentang ciri-ciri sosok tersebut, Arunnaqa di markas Cyber yang tadinya sedang sibuk mengetik mendadak menghentikan jemarinya. Wajahnya berubah pucat, matanya membelalak menatap layar.

"Arunnaqa? Lu kenapa?" tanya Ayyasy yang menyadari perubahan ekspresi ketua Miracle Cyber itu.

Arunnaqa terdiam sejenak, menelan ludahnya yang terasa berat sebelum akhirnya bersuara.

"Ciri-ciri yang disebutkan Dimas... sama persis kayak berita dan rumor yang lagi rame banget di Kota Cyber beberapa hari terakhir ini," ujar Arunnaqa dengan suara bergetar tipis.

"Rumor apa, Naq?" desak Tasya penasaran.

"Di beberapa sudut jalanan dan forum internet Kota Cyber, warga sering dihebohkan sama kemunculan pria badanny besar dengan jubah hitam pekat. Pria itu sering muncul tiba-tiba, meracau, dan ngaku-ngaku kalau dirinya adalah 'Raja Kegelapan' atau yang kerap dijuluki warga sebagai Darking," jelas Arunnaqa. "Selama ini warga dan aparat kota cuma menganggap dia orang gila yang kebanyakan halusinasi."

Seluruh anggota Miracle di empat kota tertegun mendengarnya.

"Tapi... gue juga belum bisa memastikan seratus persen apakah orang gila di rumor Kota Cyber itu adalah dalang yang sama dengan sosok yang dilihat Dimas," tambah Arunnaqa cepat, berusaha tetap rasional. "Bisa jadi itu cuma kebetulan, atau justru orang itu memang utusan yang dikirim ke Cyber."

Ayyasy mengepalkan tangannya rapat-rapt. "Gak peduli itu cuma rumor atau fakta, kita gak boleh meremehkan petunjuk sekecil apa pun. Arunnaqa, tolong perketat pengawasan di Kota Cyber dan selidiki rumor itu lebih dalam!"

"Siap, Ayyasy. Gue bakal suruh tim Cyber buat lacak keberadaan pria berjubah hitam itu," tegas Arunnaqa mantap.

Benih-benih kebenaran kini mulai terkuak perlahan, mengarahkan pandangan para Miracle ke sosok misterius yang bersembunyi di balik bayang-bayang.

Mendengar laporan mengejutkan dari Iyan, seluruh anggota Miracle Kosmik langsung berkumpul di ruang utama markas. Suasana yang tadinya biasa saja mendadak berubah menjadi sangat tegang.

Dimas, Tasya, Ghofar, Tsalwa, dan anggota Miracle Kosmik lainnya duduk melingkari meja rapat holografik besar. Iyan berdiri di depan layar, menjelaskan kronologi kejadian yang baru saja ia alami di gang sepi tersebut dengan nada tegas.

"Pria itu bener-bener berbadan besar dan pakai jubah hitam pekat," tegas Iyan sambil menunjuk proyeksi peta gang yang ditampilkannya di meja rapat. "Dan yang paling bikin gue yakin... dia bisa buka portal kegelapan sendiri secara instan!"

Tasya menopang dagunya, matanya menatap tajam ke arah simulasi koordinat gang tersebut. "Berarti rumor di Kota Cyber dan apa yang diliat Dimas di masa lalu itu seratus persen valid. Sosok yang dijuluki Darking itu beneran ada dan dia udah berkeliaran bebas di Kota Kosmik."

"Masalahnya, kenapa dia muncul di gang sepi begitu terus langsung kabur?" tanya Ghofar sambil bersedekap. "Kalau dia emang mau nyerang, kenapa gak langsung buat kekacauan kayak biasanya?"

"Bisa jadi dia cuma lagi mengintai atau ngecek respons kekuatan kita," timpal Tsalwa dengan raut wajah cemas. "Atau mungkin... dia lagi nyari sesuatu di kota ini."

Dimas mengetuk-ngetuk jemarinya di atas meja, berpikir keras. "Gue rasa ini udah bukan waktunya kita patroli sendiri-sendiri lagi. Kita harus hubungin tiga kota lainnya sekarang juga. Kalau dia bisa buka portal antar-dimensi semau jidat, dia bisa muncul di Zenith, Cyber, atau Harvest kapan aja."

"Setuju," sahut Tasya mantap. Ia langsung menggeser panel holografik untuk mengaktifkan saluran rapat darurat gabungan empat kota. "Iyan, lu siapin data koordinat tadi. Kita bakal susun strategi perketat keamanan dan lacak ke mana arah portal kegelapan itu sebenarnya terhubung!"

Layar utama di ruang rapat Miracle Kosmik seketika memancarkan pendar cahaya biru terang. Proyeksi holografik dari tiga markas kota lainnya—Zenith, Cyber, dan Harvest—muncul secara bersamaan, mempertemukan para pimpinan dan anggota inti secara virtual.

Ayyasy di Zenith, Arunnaqa di Cyber, dan Davi di Harvest memasang raut wajah penuh keseriusan begitu melihat ekspresi tegang dari tim Kosmik.

"Tasya, Dimas, Iyan... ada perkembangan darurat apa?" buka Ayyasy langsung tanpa basa-basi.

Tasya memajukan posisinya di depan meja rapat. "Iyan baru aja melihat dan menemukan sosok pria berjubah hitam itu secara langsung di area gang sepi Kota Kosmik. Dan dugaan kita benar... sosok itu bisa membuka portal kegelapan antar-dimensi secara instan."

Pernyataan Tasya membuat suasana rapat gabungan empat kota mendadak hening dan mencekam.

"Portal kegelapan?" gumam Arunnaqa sambil membetulkan posisi kacamatanya. "Artinya, rumor pria berjubah yang dijuluki Darking di Cyber itu fix bukan sekadar orang gila. Dia punya kemampuan manipulasi ruang dan energi kegelapan yang sangat tinggi."

"Gue sempat mau nyergap dia," timpal Iyan dengan suara berat, "tapi pergerakannya cepat banget. Dia langsung masuk ke portal itu sebelum gue sempat melayangkan tebasan pedang."

Davi dari Harvest mengetukkan jarinya ke meja, berpikir keras. "Kalau dia bisa berpindah tempat sesukanya pakai portal, patroli biasa udah gak bakal efektif lagi. Kita gak pernah tahu kota mana yang bakal disasar berikutnya."

"Sebab itu kita bikin rapat ini," tegas Dimas mengambil alih pembicaraan. "Gue sama Tsalwa udah berhasil menyelaraskan frekuensi energi dari DNA monster yang pernah kita lawan. Sekarang, gue minta Cyber bantu menyuntikkan frekuensi itu ke seluruh satelit dan radar sensor energi di empat kota."

Arunnaqa langsung mengangguk paham, jemarinya mulai menari cepat di atas keyboard holografik Cyber. "Paham. Jadi saat pria berjubah hitam atau portal kegelapan itu terbuka di mana pun, sensor kita bakal menangkap anomali energinya secara real-time dan memberikan sinyal peringatan darurat!"

"Tepat!" seru Tasya. "Selain itu, mulai saat ini, setiap patroli wajib dilakukan minimal berpasangan atau dalam tim kecil. Jangan ada yang bertindak sendirian."

Ayyasy mengepalkan tangannya di meja, menatap seluruh rekannya dari layar dengan binar mata penuh tekad. "Sip! Tim Cyber fokus hubungkan radar, Zenith, Kosmik, dan Harvest perketat penjagaan garis kota.

Musuh kita sudah mulai bergerak aktif... kita harus selangkah lebih cepat dari mereka!"

Seluruh anggota Miracle dari empat kota mengangguk serentak. Strategi pertahanan gabungan resmi dibentuk, siap menyambut ancaman besar yang kini mengintai di balik bayang-bayang kegelapan.

Arunnaqa langsung memerintah Gita, Delila dan Delaya buat pergi ke kota kosmik dan mengambil DNA tersebut dari Dimas.

Gita, Delila, dan Delaya langsung bertindak cepat memenuhi perintah Arunnaqa. Tanpa membuang waktu, mereka bertiga melesat menuju markas Miracle Kosmik untuk mengambil sampel DNA monster yang telah disiapkan oleh Dimas dan Tsalwa.

Setibanya di laboratorium Kosmik, Dimas menyerahkan tabung khusus berisi ekstrak energi dan DNA monster tersebut.

"Hati-hati di jalan. Ini kunci utama buat melacak pergerakan portal kegelapan," pesan Dimas serius.

Gita mengangguk mantap sambil mengamankan tabung tersebut. "Tenang aja, Dim. Kita bakal bawa sampel ini sampai ke Cyber dengan selamat!"

Mereka bertiga segera kembali ke Kota Cyber menggunakan jalur cepat. Sampel DNA berhasil diserahkan langsung ke tangan Arunnaqa yang sudah bersiap di ruang kendali utama Miracle Cyber.

Dengan cekatan, jemari Arunnaqa menari di atas keyboard holografik. Ia memindai molekul DNA tersebut dan mengodekan frekuensi energinya ke dalam sistem jaringan satelit Cyber.

BZZZZT... LOADING 80%... 100%!

"Selesai," ujar Arunnaqa sambil menghela napas lega. "Frekuensi energi kegelapan ini resmi tersinkronisasi ke seluruh satelit dan pemindai kota."

Kini, seluruh anggota Miracle Cyber yang berkumpul di ruang kendali—termasuk Gita, Delila, dan Delaya yang baru kembali—menatap layar utama dengan penuh ketegangan. Mereka bergeming, menunggu hasil pemindaian perdana dari jaringan satelit untuk melihat apakah radar berhasil mendeteksi keberadaan portal atau sosok berjubah hitam tersebut.

Layar radar di ruang kendali Miracle Cyber masih berproses memindai jaringan. Karena proses pelacakan satelit membutuhkan waktu, tugas seluruh tim Miracle untuk saat ini adalah tetap siaga sembari meladeni monster-monster liar yang mendadak muncul dan menyerang di berbagai sudut kota.

Sementara itu, di Kota Harvest...

Suasana tenang di pemukiman warga mendadak pecah oleh kegemparan. Puluhan penambang dan warga lokal berlarian kencang keluar dari jalur area pertambangan dengan wajah pucat pasi penuh ketakutan.

Rava dan Ghani yang saat itu sedang patroli di dekat gerbang masuk tambang langsung pasang badan dan menahan salah satu warga yang terengah-engah.

"Pak! Ada apa ini? Kenapa semua orang berlarian?" tanya Rava panik sambil memegangi bahu bapak penambang itu.

"T-tolong, Dek! Di bawah... di area kedalaman tambang!" seru bapak itu dengan suara gemetar hebat. "Ada monster berbadan kristal gede banget! Dia ngamuk terus ngerusak in semua alat tambang!"

Ghani dan Rava saling pandang secara refleks. Binar keberanian seketika memancar di mata mereka berdua.

"Ghani, kabarin Davi dan tim Harvest lainnya sekarang! Gue sama lu berangkat duluan ke bawah biar monsternya gak makin merembet ke pemukiman warga!" tegas Rava sambil menarik senjatanya.

"Sip, siap!" sahut Ghani cepat sambil mengontak timnya lewat intercom.

Tanpa membuang waktu, Rava dan Ghani langsung melesat masuk menembus terowongan tambang yang gelap, siap menghadapi ancaman raksasa kristal yang menanti di kedalaman bumi.

1
Ayyasying
waduh!! siap yang jadi next villain?
Ayyasying
yahh kepisah kelasnya😢
Ayyasying
balik rumah malah disuruh ujian😭
Ayyasying
Akhirnya plot armor turun juga
Ayyasying
terusin bang seru banget
Ayyasying
lu ngasih villainnya OP banget bang. di combo ga mati
Ayyasying
kacau villainnya terlalu farming aura🔥🔥🔥
Ayyasying
sangar euy villainnya
Ayyasying
gacorrrr
Ayyasying
Sedih banget bang masa lalunya di night 😭😭😢
Ayyasying
GG Gaming😍😍
Ayyasying
keren banget bang miracle Harvest kuat kiat💪💪💪
Ayyasying
💪💪💪
Polaris 03
Lanjutkan
Herman Syah
kerenn
Guzzie
💪💪💪
Guzzie
serafe cowok apa cewek?
Ayyasying: cewek
total 1 replies
Guzzie
💪💪💪
Ayyasying: subscribe atuh yah
total 1 replies
Guzzie
lanjutan
Guzzie
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!