NovelToon NovelToon
TIRAKAT 5

TIRAKAT 5

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Mata Batin / Misteri
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: DENI TINT

Sebagian besar cerita berdasarkan kisah nyata dari narasumber (Nisa dan Gendis).
.
.
.
SERIES KE LIMA DARI UNIVERSE NOVEL "TIRAKAT"

Kini... Gendis sudah menjadi anak angkatku, dengan nama baru yaitu "Harum" yang kuberikan untuknya...

Harum menjalani kehidupan barunya bersamaku, setelah tragedi yang hampir merenggut sukma jiwanya di pondok pesantren daerah Kediri itu...

Aku menjalani kehidupan yang bahagia bersama Harum, tapi juga dengan segala bahaya yang mengintai jiwaku dan jiwanya...

DISCLAIMER!
Jika terdapat kesamaan detail nama tokoh, latar tempat, seni, budaya, agama, dan jenis laku tirakat tertentu dengan para pembaca, bukan karena unsur kesengajaan penulis. Harap dimaklumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DENI TINT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 3 SOSOK BERMAHKOTA HITAM

Langsung ku tutup lagi pintu lemari, dan kuletakkan baju gamis serta jilbab Harum di atas kasur.

Aku berjalan keluar kamar, dan kudapati Harum berjalan ke arah kamar mandi.

"Harum, kamu udah selesai makan?" tanyaku sambil berjalan kembali ke dapur.

"Iya Bu, udah." jawab Harum yang kini sudah berada di dalam kamar mandi.

Aku langsung mencuci dan merapikan piring dan gelas di rak piring. Terdengar pula suara guyuran air dari kamar mandi.

"Nak, pelan-pelan ya mandinya, sabunnya jangan terlalu banyak juga. Nanti licin lantainya loh..." kataku.

"Iya Bu..." jawab Harum.

Aku pun berjalan lagi, hendak menuju kamar. Ingin kusiapkan juga peralatan mengaji anakku itu.

Akan tetapi...

Terjadi sebuah keanehan di rumahku ini...

Cuaca panas di luar sana, yang seharusnya membuat hawa di dalam rumah menjadi cukup gerah, malah terasa dingin ditubuhku.

.....

.....

Sebenarnya...

Sudah dua tahun ke belakang ini, semenjak kehadiran Harum anak angkatku itu, tak pernah lagi kurasakan keanehan-keanehan seperti ini di rumah.

Dan, baru kali ini, keanehan semacam itu kurasakan lagi.

.....

.....

Aku coba tak menghiraukan keanehan itu, tetap ku melangkah menuju kamar.

Segera kusiapkan tas, buku tulis, buku iqro, dan alat tulis untuk mengaji anakku. Semuanya kupastikan tak ada yang tertinggal.

Setelahnya, kembali aku keluar kamar, sambil membawa tas anakku, kuletakkan saja di atas meja ruang tamu.

Dan...

Tiba-tiba...

Angin berhawa dingin berhembus cukup kencang, masuk ke dalam dari arah luar rumah.

"BRAKKK!!!"

Aku terkejut, saat pintu depan tertutup dengan kencang sendirinya.

"Astaghfirulloh..." gumamku.

Aku berdiri sejenak sambil mengusap dada. Sambil memandang ke arah pintu depan rumahku itu.

Terlihat juga dengan jelas dari jendela, barisan pakaian yang sedang ku jemur di halaman tertiup angin cukup kencang. Sampai-sampai beberapa di antaranya terbang dan jatuh ke tanah.

"Duh, Ya Alloh..." gumamku.

Aku segera ke pintu depan, membukanya, dan segera menuju ke halaman untuk mengambil pakaian-pakaian yang jatuh itu.

"Walaaah... Jadi kotor lagi bajunya..." kataku, saat melihat semua pakaian yang jatuh itu kembali kotor terkena tanah.

"Ah, harus nyuci lagi deh kalo begini." kataku lagi.

Mau tak mau, aku hendak membawa masuk semuanya, karena memang harus ku cuci ulang.

Tapi...

Ketika aku hendak masuk...

Dengan tiba-tiba, pintu depan rumahku kembali tertutup dengan kencang sendirinya.

"BRAKKK!!!"

Aku terkejut lagi untuk kedua kalinya. Berdiri mematung di teras, tepat di depan pintu.

Jantungku sedikit cepat berdetak. Namun masih bisa kutenangkan dengan segera.

Aku hendak membuka pintu itu, namun...

Lagi dan lagi...

Keanehan lain terjadi...

Pintu depan rumahku itu tak bisa ku buka. Seperti terkunci dari dalam.

"CEKLEK CEKLEK"

Aku berusaha beberapa kali untuk membukanya, namun tetap tak bergeser sedikitpun.

"CEKLEK CEKLEK CEKLEK"

Kembali ku coba untuk membuka pintu itu. Justru kali ini terasa semakin keras. Dan tak ada tanda pintu akan terbuka.

"Astaghfirulloh... Ada apa ini?" gumamku dalam hati.

"Haruuum... Haruuum..." ku coba memanggil anakku itu. Berharap ia sudah selesai mandi, dan membukakan pintu rumah.

Tapi, tak ada jawaban darinya...

Dan juga, tak terdengar suara guyuran air dari dalam sana...

Seolah suasana dalam rumah menjadi hening...

"Haruuum? Haruuum? Udah selesai mandi belooom? Bukain pintu dong Naaak..." kembali ku berteriak dari luar.

Namun, tetap tak ada jawaban apapun...

Akhirnya, sambil memegang pakaian yang barusan jatuh, aku mengintip ke dalam melalui jendela depan.

Dan...

Seketika itu juga...

.....

.....

Mataku menangkap sesuatu di dalam rumahku...

.....

.....

Mataku melihat ada satu sosok yang berdiri tepat di depan pintu menuju dapur...

Dan, sosok itu bukanlah Harum anakku...

.....

.....

Sosok itu seperti seorang perempuan dewasa...

Berdiri diam membelakangiku, tubuhnya menghadap ke arah dapur di depan pintu sana...

Seluruh tubuhnya berbalut baju seperti kebaya berwarna hitam legam...

Bawahnya memakai kain batik jarik berwarna cokelat tua...

Rambutnya lurus, hitam, rapi, sampai menutupi bagian pantatnya...

Dan...

Di atas kepalanya, terdapat sebuah mahkota...

Mahkota berwarna hitam legam...

.....

.....

Sedetik kemudian, aku langsung tahu sesuatu...

Sosok itu...

Bukanlah manusia!

1
Athnares
😍😍
💜⃞⃟𝓛 🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣѕ⍣⃝✰
next nya mana ini?
Ayuk Witanto
alm.bapakku juga dulu gitu kalau di bilangin
Deni Komarulloh: Sama dong Mas, hehehe... Saya juga jawab gitu kalo dibilangin buat berhenti merokok, hehehe... 🤭🤭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!