NovelToon NovelToon
MERESET TAKDIR SUAMIKU

MERESET TAKDIR SUAMIKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Time Travel / Diam-Diam Cinta
Popularitas:16.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ramanda

Tepat di hari perceraian mereka, Kirana Zhafira menyaksikan Damar Rafardhan tewas mengenaskan akibat tertabrak truk demi menyelamatkan cincin pernikahan mereka yang terjatuh. Kirana keliru menilai pernikahan dingin mereka selama dua tahun sebagai tanda ketidakpedulian. Namun, rahasia pilu membubung saat ibu mertuanya menyerahkan dompet Damar yang berisi foto pernikahan mereka dan cincin berlumuran darah kering.

Penyesalan terdalam menghantam Kirana begitu menyadari betapa sang suami sangat mencintainya dalam diam. Di tengah keputusasaan dan rasa sepi yang mencekam, keajaiban waktu terjadi. Kirana terbangun dan mendapati dirinya terlempar ke masa dua minggu sebelum tragedi maut itu merenggut Damar.

Berbekal kesempatan kedua dari semesta, Kirana bertekad meruntuhkan dinding es di antara mereka. Ia bersumpah akan mengejar cinta Damar, mengubah takdir tragis yang mengintai, dan memperjuangkan akhir bahagia yang tertunda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AKHIR YANG BERDARAH.

Waktu berjalan terasa begitu cepat hingga tanpa terasa hari persidangan perceraian mereka pun digelar. Suasana ruang sidang terasa dingin dan sunyi. Di dalam ruangan itu, Damar hanya diam seribu bahasa. Ia sama sekali tidak berniat membantah tak kala pengacara Rani, sahabat Kirana, melancarkan semua proses persidangan. Damar menerima setiap poin tuduhan dan alasan mengapa Kirana meminta cerai dengan cepat. Pria itu tidak memberikan pembelaan sedikit pun hingga akhirnya hakim mengetuk palu, menyatakan perceraian mereka resmi disahkan secara hukum.

Begitu sidang selesai, Damar langsung melangkah keluar ruangan tanpa berkata apa-apa lagi kepada pengacaranya sendiri. Namun, ia tidak langsung pergi. Di depan gedung pengadilan, Damar berdiri tegap, menunggu Kirana keluar.

Saat Kirana berjalan mendekat, Damar menatapnya dengan sorot mata yang sulit diartikan. "Selamat, Kiran. Akhirnya kamu bebas."

Damar mengulurkan sebuah kotak beludru berukuran kecil ke hadapan Kirana. Kirana langsung menggeleng pelan dan mundur selangkah, berniat menolaknya.

"Tidak usah, Kak. Selama ini Kak Damar sudah terlalu banyak memberikan hadiah dan menanggung semua biaya hidup serta kuliahku. Aku tidak bisa menerima ini lagi," kata Kirana, merasa tidak enak hati.

Namun, Damar tetap menyodorkan kotak itu dengan senyuman tipis. "Ini hadiah terakhir dariku. Jadi, kamu tidak boleh menolaknya kali ini."

Mendengar ketegasan di suara mantan suaminya, Kirana akhirnya mengalah dan menerima kotak tersebut. Setelah itu, Damar mengulurkan tangan kanannya untuk bersalaman sebagai tanda perpisahan. Saat itulah, mata Kirana tidak sengaja menangkap sesuatu yang ganjil. Pergelangan tangan Damar tampak dibalut perban putih yang cukup tebal.

"Tangan Kak Damar kenapa?" tanya Kirana spontan, rasa penasarannya tidak bisa ditahan.

Damar refleks menarik sedikit lengannya, lalu tersenyum sangat lembut, jenis senyuman hangat yang belum pernah Kirana lihat selama dua tahun pernikahan mereka. "Tidak apa-apa, hanya luka kecil. Sekali lagi selamat ya, Kiran. Semoga kelak kamu menemukan kebahagiaanmu yang sesungguhnya."

Setelah mengucapkan kalimat perpisahan itu, Damar membalikkan tubuhnya. Ia melangkah pergi begitu saja menjauh dari gedung pengadilan tanpa menoleh ke belakang lagi.

Kirana terpaku sesaat di anak tangga. Setelah punggung Damar menghilang di balik tikungan jalan, rasa penasaran membuat Kirana perlahan membuka kotak beludru di tangannya. Jantungnya seakan berhenti berdetak saat melihat isinya. Di dalam kotak itu terdapat surat kepemilikan rumah atas nama dirinya dan sebuah kartu kredit berwarna hitam. Di bawahnya, terselip secarik kertas dengan tulisan tangan Damar yang rapi.

Ini untuk kehidupanmu di masa depan. PIN-nya tanggal lahirmu. Semoga kelak kamu menjadi orang yang sukses.

Membaca untaian kata itu, hati Kirana mendadak terasa sangat sakit. Dadanya sesak dihantam rasa bersalah. Melihat semua hadiah yang begitu besar ini, ia merasa sangat tidak pantas mendapatkannya setelah semua ego yang ia paksakan untuk bercerai. Kirana memantapkan tekad. Ia tidak bisa menerima semua ini dan ingin mengembalikan kotak tersebut saat ini juga.

Kirana langsung berlari kencang, mengejar arah perginya Damar agar mereka bisa cepat bertemu. Dari kejauhan, di pinggir jalan raya yang cukup ramai, ia melihat Damar sedang berdiri sendirian. Nampaknya pria itu sedang menunggu Ricko, asisten pribadinya, yang sedang mengambil mobil di parkiran bawah.

Saat sedang berdiri menunggu, Damar tampak memperhatikan cincin pernikahan yang melingkar di jari manisnya. Cincin yang selama dua tahun ini tidak pernah ia lepas. Hari ini, karena pernikahan mereka sudah berakhir, Damar terpaksa harus melepaskannya. Namun, karena cincin itu terlalu ketat, Damar menariknya terlalu kuat. Cincin emas itu mendadak terpental dari jarinya, menggelinding ke arah tengah jalan raya. Damar refleks melangkah maju dan menunduk, hendak mengambil cincin tersebut.

Pada saat yang sama, Kirana yang baru tiba di seberang jalan melihat sebuah bahaya besar. Sebuah truk kontainer melaju kencang dari arah samping, lurus menuju posisi Damar.

"Kak Damar! Awas! Ada truk!" teriak Kirana histeris sambil melambaikan tangannya dengan panik.

Namun, Damar yang sedang dalam posisi menunduk sama sekali tidak mendengar teriakan Kirana karena bisingnya suara jalanan. Pria itu menoleh ke arah Kirana dengan wajah bingung tanpa sempat melihat ke sisi jalan tempat truk itu datang.

Kirana bermaksud berlari menyeberang untuk menolong dan menarik tubuh suaminya, namun jarak mereka lumayan jauh. Belum sempat kakinya melangkah ke aspal, suara hantaman keras yang memekakkan telinga terdengar. Tubuh Damar dihantam dengan sangat keras oleh truk kontainer tersebut hingga terpental beberapa meter.

Tubuh Kirana seketika membeku di tempat. Dunianya seolah runtuh dalam satu detik. Setelah beberapa saat terdiam dalam keterkejutan yang luar biasa, Kirana akhirnya tersadar dari syoknya. Ia berlari histeris menyeberangi jalanan yang kacau.

"Kak Damar! Kakak!" teriak Kirana meraung-raung.

Ia berlutut di samping tubuh Damar yang sudah bersimbah darah. Luka-lukanya terlalu parah dan Damar langsung meninggal di tempat kejadian. Kirana yang tidak kuasa menahan kengerian dan rasa duka yang teramat dalam kepalanya berputar hebat. Pandangannya menggelap, tubuhnya langsung limbung dan tak sadarkan diri di samping jasad mantan suaminya.

Ricko yang baru saja tiba mengendarai mobil ternyata menyaksikan seluruh tragedi maut itu dari kejauhan. Dengan tangan gemetar, ia langsung memanggil ambulans. Beberapa petugas medis segera datang. Kirana langsung dibawa ke rumah sakit terdekat karena kondisinya yang tidak sadarkan diri, sedangkan jenazah Damar langsung dievakuasi untuk dibawa pulang ke rumah orang tuanya.

Lima jam kemudian, Kirana akhirnya perlahan tersadar. Aroma obat-obatan yang menyengat langsung menyapa indra penciumannya. Matanya mengerjap menyesuaikan cahaya lampu kamar rumah sakit. Di samping ranjangnya, tampak Rani dan Susan sedang duduk menemaninya dengan wajah yang sangat sembab.

"San... Rani... Aku barusan mimpi buruk banget. Aku mimpi Kak Damar kecelakaan dan meninggal," bisik Kirana dengan suara serak, berharap kedua sahabatnya akan tertawa dan membantahnya.

Namun, suasana kamar justru hening. Susan tidak mampu bersuara, ia hanya bisa menangis pelan sambil menunjukkan layar ponselnya yang menampilkan berita di media sosial. Sebuah berita duka berseliweran di mana-mana, mengabarkan bahwa seorang pengusaha muda terkenal telah meninggal dunia akibat kecelakaan tragis di depan pengadilan. Foto Damar terpampang jelas di sana.

Kirana meraung-raung sejadi-jadinya begitu menyadari bahwa itu bukan mimpi. Air matanya mengalir deras tanpa bisa dibendung.

"San, tolong antar aku sekarang. Aku mau ketemu Kak Damar! Antar aku ke rumah Mama, San!" pinta Kirana setengah berteriak sambil mencoba melepas paksa jarum infus di tangannya.

Melihat kondisi Kirana yang sangat tidak stabil, kedua sahabatnya akhirnya mengalah. Setelah meminta izin dokter, Rani dan Susan membantu memapah Kirana dan mengantarkannya menggunakan mobil menuju rumah orang tua Damar.

Sesampainya di sana, suasana rumah duka sudah mulai sepi dari pelayat. Bendera kuning terpasang di depan pagar. Jantung Kirana mencelos saat mendapati bahwa jenazah Damar ternyata baru saja selesai dikuburkan beberapa jam yang lalu karena keluarga ingin prosesnya cepat. Kirana kembali menangis histeris di ruang tamu yang kosong.

Mendengar suara tangisan yang sangat familier, Yenita, mantan ibu mertua Kirana, berjalan keluar dari dalam kamar dengan langkah gulai. Alih-alih marah, wanita paruh baya itu langsung maju dan memeluk erat tubuh Kirana yang bergetar hebat.

"Ikhlaskan Damar, Kiran. Dia sudah tenang, dia sudah berada di rumah barunya sekarang," ucap Yenita dengan suara bergetar menahan tangis, mencoba menguatkan mantan menantunya.

Mendengar kalimat itu, tangisan Kirana justru semakin pecah menjadi jeritan histeris yang memilukan. Rasa bersalah yang teramat besar dan penyesalan yang terlambat kini menggerogoti seluruh dadanya. Pikiran Kirana dipenuhi oleh pengandaian yang menyiksa. Andai kata hari itu ia tidak bersikeras meminta cerai, andai kata ia cepat mengejarnya ke jalanan, mungkin saat ini Damar masih hidup dan duduk di depannya. Semua kata andai itu terus berputar di kepalanya, membuatnya semakin meruntuki dirinya sendiri dalam kedukaan yang tidak berujung.

1
Radya Arynda
baby damar otw lah😃😃😃😃
Nia nurhayati
monggo mas damar puas"in dahh🤣🤣🤣
Lia siti marlia
adehhhh kak damar ketagihan nya 🤭🤭🤭itu adik bandel banget 😁😁😁
Lia siti marlia
wis mau unboxing lagi damar 🤗🤗🤗🤗🤭🤭🤭
Aidil Kenzie Zie
bukannya kemaren udah melebur y apa belum sempat unboxing
Nia nurhayati
semoga Samar selamat ya ..agar Kira na tidak sedih lagii
Lia siti marlia
aduhhh semoga sama damar selamat dari kejahatan c clenning sevice itu 🥺🥺🥺ayo ricko kamu harus gercep lindungi bosmu itu
Lia siti marlia
cie cie masa masa bucin mulai terealisasikan 🤭🤭🤭meskipun bahaya mengintai untumgnya punya asisten yang gercep seperti ricko dan kawan kawan 😁😁😁
Nuzul Lina
seru dan menarik banget cerita nya
Lia siti marlia
semangat buat kiran sama damar untuk mengubah masa depan yang kelam🤗🤗💪💪💪
Radya Arynda
semangaaaat💪💪💪💪
Mira Hastati
bagus
Radya Arynda
semangaaat,,jangan menyerah kirana,,, hadapi semua ber sama damar suami mu,,,kamu harus bisa💪💪💪💪💪
Lia siti marlia
akhirnya terkuak sudah rahasia itu 😁😁semoga kedepannya cinta kalian semakin erat 🤗🤗
Lia siti marlia
akhirnya cinta damar sama kirana terbalaskan juga 🤗🤗🤗 semangat juga buat kiran cari terus sumber malapetaka suamimu 🤗🤗🤗
Radya Arynda
semangaaat💪💪💪💪
dome🌬️🌀🌀🌀
lanjuuutttt thor
GANBATEEE NEE 😁🤗💪
dome🌬️🌀🌀🌀
tengkiyuuu Thor....sudah kasih bab terbaikkk🤗🤗🤗
semangat yaa update nyaa😁😁😁
semoga benang takdir bisa terurai dan dalang dibalik Kematian damar bisa terungkap semuanya . semangat kiran, jaga damar dr takdir tragis nya 💪💪
dome🌬️🌀🌀🌀
semangat update yaa thor. makasih update nyaaa.. jangan lama lama yaa crazy up ok😁a😁😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
akhirnya,,,,,.😁kalau ga ada keinginan kuat agar sembuh ga akan bisa lepas rasa trauma nya... hebas kiran demi laki2 yg dicintai dan dikasihi nya. rela kuat melawan rasa traumanya... heemmm semoga takdir buruk bisa berubah🤗🤗🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!