NovelToon NovelToon
Selingkuh Demi Keturunan, Suamiku Akhirnya Menyesal

Selingkuh Demi Keturunan, Suamiku Akhirnya Menyesal

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mandul / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: zenun smith

Rumah tangga Xena dan Reyhan terlihat sempurna, penuh cinta dan kesetiaan. Apalagi dari dulu hingga sekarang, Reyhan selalu memperlakukan Xena dengan baik. Malah cenderung meratukan istrinya tersebut.

Tapi semuanya hancur ketika terdengar kabar bahwa Reyhan diam-diam menikahi wanita lain demi mendapatkan keturunan karena Xena tak kunjung hamil. Lebih menyakitkan lagi, wanita itu adalah tetangga mereka sendiri yang selama ini terlihat baik di depan Xena.

Dikhianati setelah semua pengorbanannya, Xena memilih pergi. Tapi sebelum itu, ia membongkar identitas dan rahasia besar yang selama ini ia sembunyikan dari suaminya. Saat kebenaran terungkap, Reyhan baru sadar bahwa wanita yang ia sia-siakan ternyata bukan wanita biasa, dan penyesalannya datang ketika semuanya telah terlambat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zenun smith, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Tetangga Lama

Reyhan melangkah masuk ke dalam rumah dengan wajah yang berbinar bahagia. Oleh-oleh pun ia bawa sampai beberapa tentengan.

Xena yang sampai lebih dulu menyambutnya seperti biasa, mengambil tentengan hadiah. Perhatian Reyhan sama sekali tidak berubah, masih sehangat dulu. Pria itu mendekat, menatap istrinya dengan binar penuh kasih sayang.

Bahkan belum sempat melepas lelah, Reyhan langsung menghampiri Xena dengan antusias. "Sayang, hari ini kita jalan-jalan, yuk? Kamu mau beli barang apa? Bilang saja, biar aku belikan sekarang. Atau kamu lagi ngidam makan apa? Kita makan di luar ya hari ini. Pokoknya hari ini waktu kita buat jalan-jalan," ajak Reyhan dengan senyum lebar.

Xena yang sebenarnya sudah mengetahui rahasia besar suaminya, berlaku tetap tenang. Ia tersenyum tipis lalu mengangguk mengiyakan. Sambil bersiap-siap, Xena mulai memancing obrolan.

"Gimana pekerjaan kamu beberapa hari ini, Rey? Semuanya aman?" tanya Xena menatap lurus ke dalam manik mata suaminya.

"Aman, Sayang. Semuanya berjalan dengan sangat lancar."

Berjalan lancar ya? Kita lihat saja nanti, setelah ini apakah semuanya masih bisa berjalan selancar jalan tol, atau justru mandek seperti jalan berlubang.

Mereka pun pergi. Sepanjang persiapan hingga perjalanan, Reyhan begitu repot menyiapkan segala keperluan Xena. Perhatiannya tidak luput sedikit pun memastikan sang istri merasa nyaman.

Tepat ketika mereka baru saja hendak masuk ke dalam mobil setelah singgah sebentar, Xena tiba-tiba menghentikan langkahnya dan mengutarakan keinginannya.

"Reyhan, sepertinya hari ini aku ada perlu. Astaga, aku sampai lupa sekali kalau punya janji penting. Apa kamu bisa menemaniku ke sana sebentar?" tanya Xena dengan raut wajah pura-pura panik.

Reyhan yang telanjur berjanji akan menuruti semua kemauan istrinya langsung mengangguk. "Baiklah. Memangnya kamu mau kemana, Sayang?"

"Mau ke rumah teman. Alamatnya di Kota Kelapa Muda."

Mendengar nama kota itu, senyum Reyhan sempat membeku sesaat. Alamat yang disebutkan Xena adalah wilayah tempat tinggal istri keduanya. Tapi karena kata-katanya sendiri yang mengunci posisinya, Reyhan tidak bisa menolak.

Dengan perasaan yang mulai tidak tenang, ia terpaksa melajukan mobilnya ke sana.

Sesampainya di kota yang dimaksud, mereka turun dari mobil. Xena langsung melangkah memimpin jalan.

Arah langkah kaki Xena benar-benar membuat jantung Reyhan berdegup tak karuan. Keringat dingin mulai bercucuran di pelipisnya. Reyhan dirundung rasa harap-harap cemas yang luar biasa. Ia sangat takut jika Xena sampai bertemu dengan Nadine, mantan tetangga mereka. Apalagi jika saat bertemu nanti Nadine sedang menggendong seorang bayi. Tamat sudah riwayatnya. Rencana besarnya untuk membawa bayi itu kepada Xena akan hancur total karena Xena pasti akan tahu bahwa itu adalah anak Nadine.

Panik, Reyhan berusaha mengalihkan perhatian Xena. "Sayang, di mana sih memangnya rumah temanmu itu? Apa masih jauh? Aku takut kamu kecapekan kalau jalan terus seperti ini."

"Tidak apa-apa, Reyhan. Kakiku masih sangat kuat."

Xena sengaja memperlambat langkah, menikmati setiap detik kepanikan suaminya. Ia tahu betul ia sedang memainkan adrenalin Reyhan, membiarkan pria itu tersiksa dalam ketakutan yang ia ciptakan sendiri.

Ketika langkah mereka sudah semakin dekat, hanya menyisakan sedikit jarak lagi dari rumah Nadine, ponsel Xena tiba-tiba bergetar. Xena pura-pura mengangkat telepon tersebut, mendengarkan sesaat, lalu berbicara dengan nada kecewa yang dibuat-buat.

"Oh, begitu ya? Sayang sekali. Ya sudah kalau memang kegiatannya tidak jadi hari ini."

Xena menutup ponselnya, lalu berbalik menatap Reyhan. Begitu mendengar kata tidak jadi, Reyhan langsung mengembuskan napas lega yang amat panjang.

Xena yang menyadari perubahan drastis itu langsung bertanya, "Kamu kenapa, Rey? Kok seperti ada yang dicemaskan?"

Reyhan tersentak, bicaranya mendadak gagap. "Ah? Ti-tidak... tidak apa-apa. Aku hanya... hanya sedikit lelah. Ayo cepat kita kembali ke mobil, lalu pergi dari sini sekarang," ajaknya terburu-buru sambil menarik lembut tangan Xena.

Xena tidak langsung melangkah, ia menahan tubuhnya. "Memangnya kenapa, Reyhan? Kok buru-buru sekali? Kalau terburu-buru nanti aku tersandung."

"Aku gendong, yuk."

"Nggak ah, ada-ada saja aku segala pakai digendong. Nanti kamu keberatan. Lagian kenapa kamu seperti buru-buru gitu sih?"

"Nggak apa-apa, Sayang. Hanya saja aura di sekitar sini rasanya negatif, hehe. Ayo, kita lanjut jalan-jalan ke tempat lain saja."

"Jalan-jalannya nanti saja deh, Rey. Karena pembatalan sepihak dari temanku tadi, mood-ku langsung memburuk. Kita pulang saja, tak apa kan?"

Meskipun kecewa karena rencana menyenangkan istrinya gagal, di sisi lain Reyhan merasa sangat bersyukur karena terbebas dari ancaman rahasianya terbongkar.

"Iya, tidak apa-apa, Sayang. Kita pulang ya," jawab Reyhan, berusaha menunjukkan sikap pengertiannya.

Baru saja mereka membalikkan badan untuk melangkah pergi, Xena tiba-tiba menghentikan langkahnya dan berteriak kecil, "Eh, itu kan tetangga kita yang lama, Nadine! Ternyata dia pindah ke sini rupanya!" Xena langsung menghampiri Nadine yang tampak terkejut, memaksa sebuah obrolan singkat terjadi di antara mereka.

Reyhan yang mendadak diserang kepanikan luar biasa hanya bisa memasang wajah cuek dan sedatar mungkin untuk menutupi detak jantungnya yang berdegup ugal-ugalan. Ia mati-matian berdoa agar Xena tidak menyadari keberadaan sang bayi.

Beruntung, Nadine yang memang berada di pihak Reyhan langsung tanggap. Ia sengaja menahan diri di ambang pintu untuk menyembunyikan bayinya di dalam rumah, lalu dengan cepat beralasan hendak pergi terburu-buru agar Xena dan Reyhan tidak mampir ke dalam.

"Eh, Nadine. Kamu Nadine, kan? Astaga, ternyata kamu pindah ke sini rupanya."

"Eh... Mbak Xena? Iya, Mbak, saya pindah ke sini," jawab Nadine.

"Wah, kebetulan banget ya bisa ketemu di sini. Gimana kabarnya? Kok pindah gak bilang-bilang sih, padahal kita kan tetanggaan lumayan lama. Oh ya, gimana kalau kita ngobrol di dalam? Kebetulan aku lagi santai," ajak Xena sengaja memancing, matanya melirik tajam ke arah pintu rumah Nadine yang tertutup rapat.

"Aduh, maaf banget ya, Mbak Xena, Mas Reyhan. Bukannya saya gak mau nemu, tapi ini saya kebetulan udah telat banget mau pergi ada urusan penting di luar. Rumah juga lagi berantakan banget, gak enak kalau Mbak Xena masuk."

"Oh, gitu ya? Sayang banget deh. Ya sudah kalau memang kamu lagi buru-buru, kapan-kapan kita sambung lagi ya obrolannya."

"Iya, Mbak, maaf banget ya. Terima kasih sudah mampir."

Siasat itu berhasil, dan Xena akhirnya mengajak Reyhan untuk menyudahi obrolan lalu berjalan lebih dulu menuju mobil.

Tepat ketika punggung Xena sudah berbalik membelakangi mereka, Nadine memanfaatkan kesempatan dengan sengaja menyentuh lembut telapak tangan Reyhan.

Hati-hati di jalan Mas. Begitulah gerak bibir Nadine tanpa suara memberi isyarat perhatian kepada Reyhan..

Reyhan hanya mengangkat kedua alis sebagai bentuk respon.

Sedangkan Xena, ia yang berada di depan mereka, tengah melihat adegan itu dibalik cermin. Ternyata begitu asli Reyhan dibelakangku. Batin Xena mendecih.

Bersambung.

1
sunaryati jarum
Makanan yang kau beri pil peletmu dimakan Mimin 🤣🤣🤣
rain✨
Tjih
rain✨
Bebek kali ah netes
MULIANA 💦
aku juga gak sabar 🤭
MULIANA 💦
gak usah membandingkan bu. lah, ini pilihan ibu sendiri /Proud/
MULIANA 💦
mending jangan deh, jangan /Facepalm//Facepalm/
MULIANA 💦
heleh, kok mainnya dukun sih bang /Facepalm//Facepalm/
MULIANA 💦
tapi sayang, kamu cari muka dengan orang yang salah 🤭
〈⎳ FT. Zira
jangan menyesal loh ya Xena🤣🤣
〈⎳ FT. Zira
berpikirkan mak...🤧🤧 masih nanya🤧🤧
〈⎳ FT. Zira: astaga... typo... berpikirlah maksudnya
total 1 replies
sunaryati jarum
Bener tebakan emak, semoga proses cerai langsung putus.Setelah masa Iddah habis langsung nikah
sunaryati jarum
Dokter Ibra,ya
sunaryati jarum
Baru ditinggal Xena beberapa hari di rumah Rayhan kacau keadaan rumah dan keuangan.Bu Mirna langsung merasa kecewa
Teteh Lia
mulai kelihatan perbandingan na
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
PD amat
Zenun: ehehehe
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
nama Grup nya kayak nama bus lintas sumut-jakarta, ALS
Zenun: oh iya kah😁
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
sesama makhluk menjijikkan ga usah saling ngatainlah
〈⎳ FT. Zira
tamparan keras buat ibu mertua kalo suara hati Nadine terdengar
Zenun: lama-lama kedengeran juga
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
astaga Reyy...pikiranmu ini perlu di reset kyknya
〈⎳ FT. Zira: /Facepalm//Facepalm/
total 2 replies
sunaryati jarum
Yang minum benda pelet dari dukun Nadine,dia jadi gila karena makin terpesona dengan Reyhan.🤣🤣🤣
Zenun: ehehehe iya ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!