NovelToon NovelToon
Racun Dalam Rumah Tanggaku

Racun Dalam Rumah Tanggaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Single Mom
Popularitas:26.1k
Nilai: 5
Nama Author: e_Saftri

Niat baik tidak selamanya berakhir baik, hal ini terjadi pada rumah tangga Hanna dan Rizal

Malam itu keduanya menyelamatkan seorang wanita yang mendapat kekerasan dari suaminya

Mereka membawa tubuh lemah itu kerumah dan memberikan perawatan hingga wanita bernama Arum itu pulih

Namun nasib buruk menghampiri Hana, wanita yang telah ia selamatkan ternyata menjadi racun bagi rumah tangganya bersama sang suami

Pada akhirnya Rizal terjerat oleh pesona wanita lugu bernama Arum itu, hingga pernikahannya yang telah dikaruniai dua buah hati berakhir

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

"Arum setuju untuk membuat laporan polisi untuk suaminya" Pasangan suami istri itu sudah duduk diatas ranjang mereka sambil bersandar

Rizal bersandar pada kepala ranjang sementara Hanna bersandar pada dada suaminya

"Aku akan kerahkan orang-orang untuk mencari suami Arum! Kamu tanya sama Arum tempat yang mungkin didatangi suaminya!"

Hanna mengangguk, ia bersyukur karena suaminya bersedia membantu "Ya udah ayo kita turun untuk makan malam!"

Hanna hendak bangun, namun sang suami mengeratkan pelukannya, membuat wanita hamil itu kesulitan

"Mas!" Hanna merengek, barulah Rizal melepas pelukannya dan terkekeh. Ia suka wajah kesal istrinya yang begitu menggemaskan

Meja makan telah penuh akan makanan, Arum membantu asisten rumah tangga dikediaman keluarga Hanna

"Kamu yang masak Rum?" Tanya Hanna saat melihat beberapa menu diatas meja

"Enggak kok, aku cuma bantuin mbok Jum aja" Arum tersenyum

"Ayo kita makan bareng!" Ajak Hanna

Dengan ragu Arum duduk dikursinya, berhadapan dengan pasangan suami istri itu. Tak lama Fathan datang bersama Hafiz. Dua bocah itu mulai dekat

"Aku udah pikirin buat Hafiz kembali sekolah lagi"  Ujar Hanna menghentikan kegiatan makan mereka sejenak

"Sekolah? Tapi saya tidak mau kalau kami semakin merepotkan kalian" Ucap Arum tidak enak hati, bagaimanapun Hanna sudah sangat banyak membantunya

"Tidak apa-apa, Arum. Ini demi kebaikan kalian juga, jangan sampai Hafiz putus sekolah" Hanna terdengar tulus sementara Rizal diam saja, ia membiarkan istrinya mengambil keputusan atas wanita yang mereka selamatkan

"Asalkan tidak merepotkan, aku ikut saja" Ujar Arum pasrah

"Alhamdulillah!" Hanna tersenyum tulus "Hafiz akan masuk disekolah Fathan!"

"Biar Hafiz sekolah disekolah lama dia saja mbak, sekolah Fathan pasti bayarannya mahal" Arum sungguh tidak ingin semakin merepotkan Hanna perihal pendidikan putranya

"Kamu ngomong apa sih Rum? Aku udah pikirin semuanya, soal pendidikan Hafiz biar jadi urusan aku"

Jika Hanna sudah mengatakan itu, maka tidak ada yang bisa Arum lakukan selain menerimanya. Ia tidak cukup berani menentang wanita yang telah menyelamatkannya ini

"Hari ini kita akan kesekolah buat urus pendaftarannya" Arum mengangguk setuju

Setelah sarapan, Rizal pergi lebih dulu untuk bekerja sebelum itu dia akan mengantar jagoannya kesekolah

Hanna pergi dengan diantar oleh supir keluarga ini, mereka akan mendaftarkan Hafiz kesekolah barunya dan anak laki-laki Arum itu terlihat gembira

Setelah mendaftarkan Hafiz, mereka kembali kerumah, namun sebelum itu Hanna membawa Arum serta Hafiz mampir ke toko pakaian milik keluarganya

"Ini toko siapa mbak? Namanya pake nama mbak Hanna" Tanya Arum penasaran

"Ini punya keluargaku, sebelum nikah aku mengelola toko ini" Jawab Hanna, lalu wanita hamil itu keluar dari mobil "Ayo! Kita lihat apa yang bisa kalian pakai disini"

"Kak Hanna!" Seorang wanita muda menghampiri mereka

"Kenalin Rum! Dia Hanin, adikku!" Hanna memperkenalkan adiknya pada Arum begitupun sebaliknya

"Aku Hanin mbak" Gadis cantik itu mengulurkan tangannya

"Saya Arum"

"Kak, kita bicara didalam saja!" Ajak Hanin dan sang kakak mengangguk

"Indah!" Panggil Hanna pada salah seorang karyawan "Kamu tolong cari pakaian yang cocok untuk temen saya dan putranya!"

"Baik buk" Wanita bernama Indah itu mempersilahkan Arum serta Hafiz untuk memilih pakaian

Sebenarnya Arum tidak enak, tapi ia juga tidak ingin membuat Hanna kecewa dengan menolaknya

"Ada apa dek?" Tanya Hanna karena sang adik main tarik saja

"Dia siapa?"

"Arum, dia temannya kakak" Jelas Hanna nemun sang adik sepertinya tidak menerimanya

"Dia tinggal dirumah kakak?"

Hanna mengangguk "Iya, nanti kakak ceritain. Dia kasian dek! Dia dapat kekerasan dari suaminya"

Hanin mengangguk seraya berkata "Kak, kak Hanna sebaiknya tidak menyimpan wanita lain dirumah kakak! Kita gak pernah tau kapan dia merayu mas Rizal"

Hanna mengusap lengan adik perempuannya itu "Semua itu tidak akan pernah terjadi, Arum wanita yang baik. Lagian mas Rizal gak mungkin melakukan hal seperti itu"

Hanin tetap memperingati sang kakak "Kak, apa saja bisa terjadi, sebaiknya kak Hanna pikirkan resikonya. Gak ada salahnya kan buat jaga-jaga!"

"Sudahlah! Kamu terlalu negatif thinking. Semua pasti baik-baik saja" Hanna tersenyum "Lagian dia akan pergi setelah suaminya ditangkap polisi, dia akan tinggal dirumahnya sendiri lalu bekerja"

"Semoga secepatnya ya kak. Ya biar dia cepet pergi dari rumah kak Hanna sama mas Rizal"

Hanna hanya tersenyum sambil menggeleng "Kamu terlalu banyak baca novel tentang rumah tangga! Lagian ini kisah kakak, bukan cerita novel yang biasa kamu baca itu"

"Sudahlah! Yang penting aku sudah ngasih peringatan buat kak Hanna"

Keduanya keluar setelah selesai bicara, Arum juga telah selesai dengan kegiatan belanjanya

"Udah Rum?" Tanya Hanna, rasanya ini terlalu cepat

"Mbak Arum hanya pilih dua" Jelas sang karyawan

"Astaga, kamu kan gak punya baju. Gak mungkin selamanya pake baju bekas aku!" Hanna tidak mengerti pada Arum, dirinya tidak sampai hati melihat wanita itu terus memakai pakaian bekas darinya walaupun pakaian itu masih sangat layak

"Aku gak enak mbak, ini sudah cukup. Hafiz juga udah dapat kok" Arum tersenyum canggung

"Lupakan itu, ayo aku temenin kamu pilih lagi!" Hanna menarik tangan wanita itu "Ayo Hafiz!"

Ketiganya berada di toko hingga sore hari, Hanna juga meminta supir untuk menjemput Fathan disekolah lalu mereka belanja bersama

Hanna juga mengajak Arum untuk belanja keperluan sekolah Hafiz. Arum sampai terharu akan kebaikan hati wanita ini

"Terima kasih yaa mbak, aku gak tau lagi harus bilang apa!" Arum sampai menitihkan air matanya

Hanna tersenyum sangat tulus "Gak pa-pa Rum! Aku seneng kok lakuin nya"

Mereka tiba dirumah saat hari sudah sore, Hanna terkejut saat melihat mobil suaminya yang sudah terparkir disana

Ia masuk kerumah dengan sedikit terburu-buru, dan mendapati Rizal yang tengah duduk diruang tengah

"Mas! Kamu pulang cepet?" Wanita hamil itu menjatuhkan tubuhnya disamping sang suami

"Kamu dari mana aja? Aku telepon hp kamu mati" Rizal merasa khawatir karena istrinya keluar rumah sejak pagi terlebih dalam keadaan hamil seperti ini

"Aku habis ngajak Arum sama Hafiz belanja! Maaf yaa, hp aku lowbat" Ujarnya dengan rasa bersalah

"Gak apa-apa, lain kali jangan diulangi! Mas khawatir soalnya" Wanita cantik itu mengangguk lalu menoleh pada dua anak laki-laki yang berdiri disana

"Kalian kekamar! Jangan lupa mandi dulu terus kita makan malam!"

"Oke Mama!" Fathan melangkah menuju kamarnya bersama Hafiz, karena mulai saat ini bocah laki-laki itu akan tidur bersama Fathan

"Aku bersih-bersih dulu!" Hanna berdiri dengan dibantu oleh suaminya. Arum masih berdiri disana hingga keduanya menaiki tangga dan hilang dibalik pintu

Setelah itu barulah Arum masuk ke kamarnya. Membongkar beberapa barang belanjaan yang tadi diberikan oleh Hanna

1
Oma Gavin
selingkuhan kok minta dimaafkan dan diberikan kesempatan kedua buat balikan jgn harap selingkuhan itu penyakit kambuhan
falea sezi
🤣🤣 bastian jd aktor aja
Oma Gavin
cemburu buta jadi petak makanya ngomong yg jelas jgn jadi cenayang yg harus selalu peka dasar oon ini bastian aku sumpahin habis ini hanna marah yg ngga gubris kamu lagi
mama
terlalu kekanak2 n semuanya,gk ad serius2ny
falea sezi
resain pergi jauh han
Oma Gavin
bastian kamu jgn marah dan emosi sama hana yg perlu kamu marahi itu ortu mu terutama ayahmu yg telah merendahkan hana jgn sampai kamu salah sasaran atas kemarahan mu
falea sezi
pergi jauh aja hanna😒 cowok nya bego semua
Oma Gavin
tenang hana positif thinking aja bastian tidak akan berpaling lagi dari kamu udah lama dia menunggu kamu masa udah ada kesempatan mau di lepaskan
Oma Gavin
makin panjang urusannya sama rizal yg ngga tau diri tetap ngeyel pengen rujuk sama hana ngga perduli hana pernah trauma lihat dua selingkuh sama arum
Wiwit
klo BS lebihan babnya thor
Oma Gavin
semoga bastian berhasil merebut hati anak" hana jgn biarkan rizal kembali merusak mental hana
Oma Gavin
lebih baik segera dihalalin aja hana biar rizal tidak ada peluang rujuk laki" ngga sadar diri dia yg selingkuh kok ngeyel pengen dimaafkan menjijikan
Oma Gavin
jgn luluh hana tetap sama bastian saja percayalah kedua anakmu bisa menerima bastian tanpa membuang kasih saya rizal buat mereka, jijik banget lihat rizal yg ada trauma hana bisa kambul ingat lihat dgn mata kepala sendiri perselingkuhan tsb
Oma Gavin
Alhamdulillah hanna terselamatkan sama bastian hancurkan marco dan perusahaan nya
Oma Gavin
tolong bastian ini marco pecundang ingin melecehkan hanna segera tolong dia sebelum trauma nya kumat lagi
falea sezi
lanjut thor q krim hadiah.. ehh dokter Rama mana thor kasian dia yg perjuangin. Hanna saat drop masak sekarang di kalahin. bastian
Eva Safitri: Terima kasih karena sudah mampir
total 1 replies
falea sezi
MC nya menye menye thor😒 buat Badas donk
falea sezi
ngapain ngurusin mantan🤣🤣 bekas aja lu mau hanna
falea sezi
enak aja kesempatan🤣 laki bangsatt
falea sezi
bertele tele pret
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!